The Last Chance

The Last Chance
15. Future Planning


__ADS_3

Alfa membeli rumah mewah di kawasan elit. Tak sembarang orang bisa masuk ke kawasan itu. Mereka harus punya izin khusus dari sang pemilik rumah, tidak peduli apakah mereka keluarga, teman atau kerabat dekat yang punya rumah.


Ketika membeli rumah itu. Alfa menunjukkan foto Delta, Dafa, Nafta dan Zeno serta sekretarisnya. Jadi bodyguard yang di sewanya dari jasa pemilik perumahan itu hanya akan mengizinkan orang yang di foto yang di tunjukkan Alfa, untuk bisa masuk rumahnya.


Alfa menyewa 10 bodyguard untuk berjaga di rumahnya, 5 bodyguard berjaga di ruang rawat ayah dan ibunya, 3 bodyguard untuk mengikuti Delta dan Dafa, 1 bodyguard untuk mengikuti Nafta, 2 bodyguard untuk mengikuti Zeno dan 4 bodyguard untuk Alfa sendiri.


Meski awalnya risih, tapi karena bodyguard yang mengikuti Delta tipe orang yang ramah dan menyukai anak-anak, akhirnya Delta membiarkan saja mereka mengikutinya.


Ada dua bodyguard laki-laki yang bertindak sebagai supir dan 1 bodyguard perempuan yang bertindak sebagai babysitter Dafa.


Sementara Dafa nyaman dengan orang-orang yang selalu mengikuti ibunya. Alfa tampak nyaman Delta ada di dekatnya. Nyaman yang terlalu nyaman sampai membuat Delta jengkel.


Delta sudah tinggal bersama Alfa hampir 2 bulan. Masalah pria itu dengan pelaku yang menyebabkan keluarganya kecelakaan telah di tangkap polisi dan sedang di proses kasusnya. Tapi Alfa tetap menolak untuk menjenguk kedua orang tuanya di Rumah Sakit, juga berziarah ke makam kakek dan neneknya. Delta hampir kehabisan akal, karena Alfa selalu menghindar dari topik itu. Pria itu juga dengan seenaknya membatalkan sewa tahunan Delta di kontrakannya dan menutup toko rotinya di kantin kampus.


"Kenapa kamu ngebatalin sewa kontrakan ku?. Kamu jelas tau kalau aku nggak akan selamanya tinggal di rumah mu."


Alfa yang sedang makan soto di kantornya hanya menatap Delta sekilas. "Siapa bilang?. Kita akan menikah, dan tentu saja kamu akan tinggal denganku selamanya."


"......"😑Emang kapan aku setuju kita menikah ha??


"Tapi aku tetap nggak mau tinggal di rumah mu lebih lama lagi. Tetanggamu bertanya pada ku apa hubungan kita. Aku nggak mungkin menjawab hanya pacaran, mereka akan berpikiran buruk tentang kita."


"Lalu bilang saja kalau kau istriku. Masalah selesai."


"Selesai dari mananya??!. Orang-orang jelas tau kamu belum menikah, wajahmu itu terlalu sering lalu lalang di media sosial. Kamu juga sering ke kampus dan banyak orang bertanya tentang hubungan kita." Delta memukul Alfa. "Kenapa kamu bilang kalau aku tunangan mu?!."😡


Alfa tersenyum. "Sebenarnya aku mau bilang kamu…istriku,😅 tapi aku ingat aku belum melamar mu dan…takut orang tuamu salah paham tentang ku, jadi ku putuskan untuk….


"Jangan bicara sembarangan, aku masih belum mau menikah!!."😡


"Hahahaha😅😅. Siapa bilang aku mengajak mu menikah. Jangan ge er dulu sayang😊."


😑Terus mau mu apa??!


Alfa mengelap mulutnya dengan tisu. Ia sudah menghabiskan 3 porsi soto. "Sementara ini aku hanya akan bertunangan dengan mu."


"Besok sampai 3 hari ke depan, aku cuti. Kita akan pulang ke rumah orang tuamu. Aku ingin memperjelas hubungan kita, sekaligus mengikatmu dengan cincin tunangan."


Delta menarik nafas dalam.

__ADS_1


"Aku tau kamu masih ragu." Alfa menggenggam tangan Lily. "Kita memang nggak tau apakah kita akan berakhir menikah, apakah kamu akan berubah pikiran dan memberikan seluruh hati mu padaku. Tapi setidaknya, hubungan kita akan jauh lebih pasti. Dan…aku juga bisa dengan tegas mengatakan dan menolak wanita lain yang mendekatiku dengan menunjukkan cincin yang melingkar di jari ku."😊


"….."


"Ngomong-ngomong, apa yang di sukai ayah dan ibumu, aku mau cari muka😅. Ayo kita beli semuanya."


"Heii😕. Aku belum bilang setuju. Aku masih harus mengawas ujian besok."


Alfa kembali tersenyum. "Aku tau, di hati mu sudah bilang 'oke!!'😅 dan jadwal mu mengawas ujian adalah jam 8 pagi. Pesawat kita berangkat pukul 11, tiket sudah ku pesan, cincin sudah ku beli. Kita hanya tinggal beli hadiah untuk calon mertua ku."


Sial!!. Pria ini sudah merencanakan semuanya dengan matang.


🌺🌺


"……"😐Jangan bilang kalau….


"Heii!!!." Delta mencegah Alfa membeli 10 kg buah jeruk yang ada di depannya.


Pria yang sudah bisa kembali berjalan normal itu. Baru saja memborong 10 kg manggis dan 10 kg mangga. Sekarang dia berniat membeli 10 kg jeruk kecil manis di depannya lantaran rasa jeruk itu yang manis dan menyegarkan.


"Buat bekal di jalan."Ucap Alfa memberikan uang pada pedagang buah yang tampak sangat senang lantaran dagangannya laris.


😄"Nggak pa-pa, sisanya buat makan di rumah kamu."


Alfa menyuruh bodyguard nya memasukkan belian mereka ke mobil sementara, dia, Delta dan Dafa mampir ke cafetaria yang tak jauh dari sana."


"Aku suka macaron yang di jual di cafetaria ini, rasanya tidak terlalu manis dan Dafa juga menyukainya."





😑Terus….kamu pesan banyak begitu!!, mau di makan semuanya??.


"Dafa udah kamu ajak makan ice cream coklat pagi tadi, dan dia juga sudah makan roti isi coklat 2 bungkus. Kamu beneran pengen bikin dia diabetes ya!."


Alfa menggeleng. Aku pengen kamu mencicipi semua ini. Biar nanti kamu punya referensi buat toko kamu sendiri. Ah bukan toko, tapi cafetaria."

__ADS_1


"Cafetaria buat apa??. Pak, aku ini cuma bisa bikin roti isi biasa, yang beginian aku mana mampu membuatnya."


Alfa tersenyum. "Makanya kamu perlu belajar. Aku udah punya konsep cafetaria nya dan kamu pasti suka."


Delta menghela nafas dalam. "Jadi…kamu berencana membuatkan ku sebuah cafetaria??. Itu sebabnya kamu menutup toko rotiku yang ada di kantin kampus??."


Alfa kembali tersenyum."Itu…cicilan mahar, hahaha."😅😅


😐😑


"Aku udah mengira-ngira apa yang akan di tanyakan orang tuamu. Kamu dari keluarga berada dan rata-rata saudaramu berpendidikan tinggi. Meski sebelumnya keluarga mu mengalami kemunduran, tapi syarat untuk menikahi anak-anak mereka pasti tinggi. Aku sudah mendapatkan informasi tentang pernikahan kakak laki-laki dan ke dua adik perempuanmu dan mahar mereka semua tinggi."


Delta kembali menghela nafas dalam. "Aku nggak tau kamu dapat informasi dari mana tapi…kakak laki-laki ku menikah dengan sesama dokter, mereka membayar 200 juta uang mahar, setengah dari gaji masing-masing dari mereka. Mereka nggak pakai uang orang tua dan nggak ada syarat lain setelah itu."


"Lalu adik perempuan ku yang apoteker, menikah dengan seorang perawat yang jelas sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Mahar mereka cuma 50 juta, tapi suaminya sudah punya, mobil, motor dan rumah sendiri. Mereka nggak akan kesulitan finansial setelah menikah."


"Lalu adik perempuan ku yang dokter gigi itu…juga berbagi uang mahar dengan suaminya. Mereka juga udah punya rumah dan mobil sendiri-sendiri. Intinya, mereka semua sama-sama mampu dan rumor tentang keluarga ku yang punya standar tinggi tentang pernikahan itu nggak benar."


"Mungkin kamu udah tau, aku menikah dengan pengusaha yang udah punya kerjaan jelas. Itulah standar orang tuaku. Mereka ingin anak-anak mereka mampu bertahan hidup setelah lepas dari orang tua, mereka memastikan kami nggak menikah dengan orang yang salah, meski akhirnya aku masih salah juga."


Alfa mengangguk mengerti. "Maka dari itu aku ingin membuat ayah dan ibumu,…mm…tidak, maksud ku, seluruh keluarga mu mengerti bahwa aku pilihan yang tepat. Aku kaya, oke…emang sebagian merupakan harta keluarga ku, tapi aku jelas mampu menghasilkan uang dan aku mampu menghidupi mu, walaupun kamu nggak bekerja dan hanya tinggal di rumah. Aku akan buat mereka yakin seyakin-yakinnya, bahwa aku akan selalu mencintaimu dan juga Dafa. Penampilan ku kamu bisa lihat sendiri, sebelumnya aku nggak punya cacat fisik. Yah meski aku sempat patah kaki, tapi sekarang aku bisa berjalan normal. Keturunan kita pasti mirip sepertiku, sempurna.😅"


😑Sombong!!


"Aku sudah menyiapkan proposal pernikahan kita dengan sempurna."


Proposal???


Alfa tersenyum. "Aku tau semua tentang mu, tentang masa lalu mu, tentang keluargamu. Aku sudah melakukan studi sebelumnya. Mungkin nggak mirip dengan proposal penelitian yang kamu buat, tapi intinya sama. Aku ingin memastikan bahwa kamu memang pantas menjadi istriku. Dan…kamu pantas!."


Penjelasan pria itu berakhir dengan suapan macaron terakhir ke mulut Delta.


"Nah, ayo kita lihat cicilan mahar ku. Kamu pasti suka😄."


"……"🤨


Alfa menggenggam tangan Delta lalu menggendong Dafa, mengajaknya ke sebuah cafetaria bertema strawberry.


🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2