
Akhir-akhir ini Delta sering sekali melihat pria itu. Baik ketika ia membuka jendela kamarnya, atau ketika sedang menyiram tanaman, juga ketika membuang kantong sampah ditempat pembuangan sampah. Bahkan sampai ditempat ia bekerja.
"Roti isi kacang hijau 5 bungkus." Ucap pria itu memesan roti dan memberikan uang pas. Itu hal yang normal harusnya. Tapi entah kenapa menjadi aneh karena pesanan itu selalu tepat ketika Delta selesai memanggang roti dan meletakkannya di dalam lemari untuk dijual setiap jam kerjanya.
Ada rasa ingin bertanya, tapi karena kesanya pada pria itu buruk, Delta hanya diam dan melakukan tugasnya. Ia tak pernah lupa siapa pria super dingin nan ketus didepannya itu.
Alfa Alfandi, ia mengenal pria itu sejak TK. Mereka selalu berada di kelas yang sama bahkan sampai SMA. Untungnya begitu kuliah, Delta mengambil jurusan kesehatan dan pria itu kuliah di luar negeri. Sudah 11 tahun sejak mereka tak bertemu. Tadinya Delta ingin menyapa dengan ramah. Tapi mengingat ucapan pria itu. 'Oke thanks!!. Kita emang nggak lebih dari sekedar kenalan.'
"Kenapa nggak beli makanan sehat??, kamu sekolah kesehatan kan!. Nggak tau kalau kebanyakan makan mie nggak bagus buat tubuh."
"......"
Oke, kalau bagian yang ini harusnya Delta tak akan pernah terbiasa. Kenapa pria yang dulu super dingin dan pendiam itu, sekarang jadi banyak omong. Dan kenapa mereka harus bertemu di mini market pagi ini lalu mendengar ceramah pagi dari pria itu?.
"Yang makan aku kok!!." Jawabnya santai dan ingin segera pergi dari situ. Bahkan Dafa yang berada dipelukannya pun mengeratkan rangkulannya pada Delta. Sepertinya ia takut pada pria di depannya itu.
Pria itu menatap Dafa lama sebelum meletakkan sebungkus brokoli ke dalam keranjang belanjaannya.
"Kayak kambing aja!!." Delta tak bisa menahan mulutnya untuk tidak menyeletuk isi keranjang Alfa. Segala jenis sayuran hijau berada dalam keranjang itu.
Yang di ejek cuma bisa diam mematung.
"Jelly...jelly..." Dafa tiba-tiba bicara dan menunjuk kearah perpen jelly. Dan tentu saja Delta segera menjauh dari tempat itu. Beli jellynya besok ya!. Kan Dafa udah janji sama mama."
"Cih!!. Sama anak sendiri pelit amat. Permen segitu kan nggak mahal." Alfa tersenyum sinis sambil membawa beberapa kantong permen jelly dan memasukkannya kekeranjangnya. Yang disindir hanya menggeleng dan menghela nafas dalam, segera menjauh dari Alfa.
"Hari ini kan jadwalnya makan ice cream. Dafa mau ice cream rasa apa??, tapi cuma 1 ya!." Delta membuka kulkas dan menyuruh anaknya memilih ice cream. Dan lagi, mendadak Alfa muncul dan kembali menyindirnya.
"Dasar nggak sayang anak!!."
__ADS_1
Maunya apa sih ni orang ???. Delta menggelengkan kepalanya berusaha sabar.
Memang jarak rumahnya dari mini market hanya 5 menit, tapi kenapa pagi yang tadi cerah itu mendadak hujan deras dan membuat wanita itu terpaksa menunggu di dalam mini market dengan perasaan dongkol. Bukan tentang hujannya tapi tentang pria yang berdiri disampingnya ini.
"Aku bawak mobil.....
"Sedekat ini masih bawak mobil. Cih!!!."
Alfa yang tadi bermaksud menawarkan tumpangan, langsung terdiam mendengar sindiran Delta. Padahal ia sudah punya maksud baik. Dasar wanita bodoh!!.
Alfa masuk kembali ke dalam mini market. Meski ia kesal pada Delta, ia masih berniat pulang bersama wanita itu, toh rumah mereka bersebelahan. Alfa juga setidaknya harus mulai melakukan pendekatan pada Dafa yang sepertinya takut padanya.
Pria itu memborong persediaan jelly yang ada di mini market itu. Ia juga membeli aneka coklat dan secara khusus menelpon asisten pribadinya untuk membelikan kulkas ice cream beserta isinya dan mengirimnya ke rumah.
Apalagi yang sukai anak-anak??. Pria itu terus berpikir sambil menatap Delta yang kembali masuk ke mini market.
"Kalau dikasih susu kayak gini mencret nggak ya??." Hujan belum reda sedangkan Dafa belum minum susu. Ia berhenti di depan kulkas yang isinya susu instan kotak kecil. wanita itu ragu karena Dafa belum pernah minum susu instan.
Delta membuka kulkas yang satunya yang berisi jus buah. Ia biasa membelikan Dafa jus buah rasa jambu karena Dafa menyukainya. Jadi setelah mengambil 3 botol kecil jus buah, ia memutuskan untuk membayar ke kasir.
Namun belum jauh melangkah. seorang pria menyebalkan kembali menceramahinya dan kali ini persoal susu.
"Apa susahnya beli botol susu baru, dan beli susu bubuk kotak. Toh disini juga ada air panas. Jangan cuma mentingin untung rugi. Kesehatan anak itu jauh lebih penting. Susu itu bisa membantu pertumbuhan tulang. Jus buah bisa apa??."
"......."
Delta melirik heran dengan isi keranjang belanjaan Alfa yang penuh itu. Pria itu bahkan membeli popok yang ukurannya sama dengan popok yang di pakai Dafa.
"Untuk apa kamu beli popok??." Delta tanpa sadar bertanya. Setahunya Alfa belum menikah.
__ADS_1
Pria itu hanya menjawabnya acuh. "Bukan urusanmu!."
"......"
"Sana pergi!!, susu balita ada di pojok kanan, botol susu ada di depannya dan....
"Botol susu harus di sterilkan dulu sebelum dipakai." Delta memotong ucapan Alfa.
Pria itu kembali terdiam namun terus menatap Dafa yang mulutnya belepotan ice cream coklat.
Delta buru-buru membersihkan mulut Dafa ketika tangan Alfa hampir meraihnya.
Pria yang sudah hendak membersihkan mulut Dafa dengan sapu tangan miliknya itu hanya menatap Delta dengan canggung. Sepertinya wanita itu tidak suka orang lain menyentuh anaknya.
Delta menarik nafas lega ketika melihat Alfa akhirnya pergi ke arah kasir. Ia awalnya berpikir kalau pria itu menyerah mengganggunya. Tapi sayangnya dugaan Delta salah.
Alfa kembali mendekati Delta dan menyerahkan separuh belanjaannya pada wanita itu. "Ini semua untuk Dafa. Karena kamu terlalu pelit dalam membeli sesuatu untuknya dan aku tau kamu juga nggak punya cukup uang, jadi...terima ini dan ucapkan terima kasih."
Delta akhirnya menarik nafas kesal. Ia sudah benar-benar tidak tahan dengan kelakuan Alfa. "Loe maunya apa sih??. Terserah gue, kalau gue mau beli apa, uang gue cukup atau nggak, dan gimana cara gue ngurusin anak gue. Ini hidup gue dan ini anak gue. Kita bahkan nggak punya hubungan apa-apa. Jadi terima kasih atas perhatiannya, tapi tolong jangan pernah lakukan lagi. Benar-benar menyebalkan!!."
Pemilik toko dan beberapa pengunjung menatap kearah Delta. Awalnya mereka pikir kalau Alfa dan Dafa adalah pasangan suami istri karena mereka selalu berjalan beiringan. Tapi setelah mendengar perkataan Delta yang lumayan keras, mereka menoleh kearah Alfa menatapnya curiga.
"Kalau kamu nggak bisa ngurusin anak dengan benar, mending anaknya kasih ke aku. Aku jamin dia akan tumbuh besar dengan sehat!!." Alfa sama sekali tidak memperdulikan tatapan disekitarnya.
"Emang elo siapa???."
Alfa menatap Delta tajam sebelum berkata dengan nada dingin. "Aku adalah ayah anak ini!."
"!!!!!!"
__ADS_1
"Are you crazy??."
🌸🌸🌸