
Alfa sibuk melamun, mengabaikan panggilan Zeno yang sejak tadi sudah memanggilnya 3 kali. Mereka sedang rapat persoal pegawai baru di perusahaannya.
"Ee....Pak Direktur Utama???, Pak Direktur..." Zeno akhirnya memutuskan menepuk bahu Alfa, dan saat itulah pria itu sadar sedang ditatap oleh 15 manager dan wakil direkturnya.
Alfa melirik sekilas kearah slide yang sudah berakhir. Ia merenung beberapa detik sebelum akhirnya menjawab.
"Evaluasi pegawai barunya selama 6 bulan. Berikan laporannya padaku setiap akhir bulan. Aku tidak mau kalian bertindak sewenang-wenang lagi seperti tahun sebelumnya sampai kita harus di demon. Manager bagian keuangan, saya minta laporan keuangan lengkap tiap bulan, dana apa saja yang digunakan dan....tolong jangan sembarang memotong gaji karyawan!!." Alfa menatap manager keuangan dengan kesal.
Manager itu melakukan kesalahan tahun lalu, tapi karena dia anak salah satu pemegang saham, ia tidak bisa dipecat. Juga, kinerjanya sudah lumayan meningkat sejak di beri peringatan, tapi tetap saja, Alfa tidak menyukai orang teledor seperti itu.
"Manager kepegawaian." Kali ini tatapan Alfa beralih kearah manager itu. "Sekali lagi anda memasukkan pegawai baru lewat belakang, anda yang saya pecat!!."
Manager itu langsung ketakutan.
"Aku memang baru menjabat menjadi CEO 2 tahun ini, dan aku tidak bisa seenaknya memecat kalian, apalagi sebagian dari kalian adalah anak dari pemegang saham. Tapi jangan salah paham, aku bukan orang baik seperti ayahku. Peringatan hanya berlaku sampai 2 kali, ketiga kalinya adalah kalian di pecat dan wajib membayar denda 1 milyar."
Alfa meminta Zeno memberikan surat perjanjian kerja yang baru di buatnya semalam. Di sana semua tertulis syarat-syarat menjadi pegawainya. Alfa juga meminta para manager itu memberikan fotocopyan surat perjanjian untuk karyawan-karyawannya dan harus segera dikumpulkan di mejanya pada jam makan siang.
"Oke rapat hari ini selesai." Alfa berdiri dari kursinya dan segera menuju kantornya.
🌺🌺
Zeno melirik kearah Alfa yang sejak tadi bermain game di ponselnya. Direkturnya itu sudah seperti itu sejak keluar dari ruang rapat 2 jam yang lalu.
"Anda....tidak makan siang di luar??." Tanya pria itu. Yang ditanya hanya menatapnya sekilas lalu kembali bermain game.
Kenapa dia mendadak badmood??, apa ada masalah dengan rencananya??
Zeno menatap jam yang sudah hampir melewati jam makan siang. "Saya...akan makan di kantin perusahaan, apakah anda...
Ucapannya terhenti ketika Alfa meletakkan ponselnya lalu mengeluarkan kotak bekal makan siang dari dalam laci mejanya.
"......"😲
Bukankah itu terlalu....imut???
Selama Zeno mengenal Alfa sejak kuliah, hingga mereka bekerja sama, ia belum pernah melihat pria itu membawa bekal, tidak dengan bekal super imut seperti itu. Jangan-jangan bekalnya tertukar dengan punya Dafa. Yah...pasti tertukar.
__ADS_1
"Kenapa masih berdiri disitu??." Alfa bertanya heran. "Ingin ke kantin kan??, ayo!, aku ikut."
"....!!!."Apa!!!
Suasana kantin lumayan sepi, namun masih ada beberapa karyawan yang berada disana terlihat sedang membayar makanan, atau diskusi. Mereka semua langsung terdiam menatap Alfa, dan tentu saja bekal di tangannya. Ini pertama kalinya pria itu makan di kantin.
"Kita duduk disana!." Alfa mengajak Zeno duduk dimeja paling sudut, namun ada salah satu pegawai wanita disana.
Pegawai itu langsung kaget dan sontak berdiri serta minta ma'af, menjelaskan alasannya makan siang terlambat, karena harus mengerjakan laporan, tapi Alfa hanya mengangguk dan menyuruhnya melanjutkan makan siangnya.
Zeno dengan ragu meninggalkan mereka berdua untuk memesan makanan, tapi setelah mendengar perintah dari Alfa bahwa ia ingin minum jus buah, akhirnya Zeno pergi.
"Kemarin.....anda....saya melihat anda di foodmart." wanita itu membuka percakapan karena canggung jika diam saja. Ia juga mau mengkonfirmasi bahwa ia tidak salah mengenali bosnya itu kemarin.
"Anak perempuan itu...anak mu??." Alfa malah balik bertanya dan wanita itu segera mengangguk.
"Pria itu....
"Dia suami saya, ee...mungkin Pak Alfa lupa, 4 tahun yang lalu...anda memberikan 1 unit mobil Lamborghini di pernikahan kami."
"....."Alfa ingat, ibunya lah yang memaksanya melakukan hal itu, sebagai bentuk ucapan selamat dan memastikan bahwa Alfa tidak keberatan dengan pernikahan itu.
Alfa ingat wanita di depannya itu pernah jadi teman kencannya yang paling lama, yaitu 3 bulan. Mereka tidak jadi menikah karena ayah perempuan itu tidak setuju dengan Alfa yang saat itu hanya magang di perusahaan ayahnya. Keluarga wanita sama sekali tidak tau kalau Alfa sengaja melakukan hal itu.
Tepat sehari setelah hubungan mereka berakhir, keluarga wanita itu mengirimkan surat undangan pernikahan dan karena ibunya Alfa sangat kesal, ia akhirnya datang ke pernikahan itu bersama Alfa mengucapkan selamat dan menghadiahi mobil Lamborghini. Saat itulah keluarga wanita itu sadar bahwa Alfa jauh lebih kaya dari suami wanita itu dan sampai sekarang keluarga itu masih berusaha memperbaiki hubungannya dengan keluarga Alfa.
Wanita itu terdiam. Ia tidak tau kalau ternyata Alfa masih mengingatnya dan peduli padanya. "Ya. Cukup lancar."
"Dia jarang berada di dekat anda, apa...anda tidak pernah merasa ada hal aneh??." Alfa kembali bertanya.
"Maksud Bapak??."
"Selingkuh misalnya. Atau menikah lagi. Coba cari tau."
"......"
Setelah mengatakan hal itu dan melihat Zeno datang. Alfa segera berdiri dan mengajak Zeno makan di kantornya. Ia menatap wanita yang masih kebingungan itu sekilas lalu berbalik pergi.
Zeno yang kebingungan hanya berjalan di belakang Alfa.
🌺🌺
Jam kerja perusahaan hampir berakhir ketika Alfa meminta Zeno menyelidiki seseorang.
"Apa Pak direktur lupa, wanita ini...Denada Pasetyio, anak dari Manager bagian pemasaran dia mantan teman kencan anda 4 tahun yang lalu dan...
__ADS_1
"Aku ingat semua pasangan kencan ku, itu...tidak usah dibahas!." Alfa memberi perintah tegas.
Zeno yang masih penasaran kembali bertanya. "Tapi...anda sudah bicara dengannya di kantin tadi siang dan setau saya dia sudah menikah dan punya anak."
"Aku tau."
".....Lalu???."
Alfa menarik nafas dalam. Kenapa ia harus selalu menjelaskan secara detail dulu, tiap kali menyuruh asisten yang juga temannya ini untuk menyelidiki seseorang. Zeno tipe orang yang benar-benar kepo.
"Aku tidak memintamu menyelidiki keluarga besarnya, selidiki saja, kapan, dimana dan bagaimana wanita itu mengenal suaminya."
"....."Apa kamu cemburu dengan mantanmu??, lalu bagaimana dengan Delta??, apa akhirnya kamu...bosan dengannya??.
"Ada apa dengan kerutan di keningmu itu bro??, menyebalkan sekali melihatnya."
Zeno tersenyum. "Apa...jangan-jangan kamu masih menyimpan rasa...
"Tidak!!." Alfa menolak tegas pemikiran itu.
"Seingatku, wanita itu paling lama menjadi teman kencan mu. Meski wanita itu yang duluan menyatakan cintanya padamu, dan anda juga setuju hingga kalian berkencan selama 3 bulan, nyonya bahkan setuju untuk menikahkan kalian tapi...
"Kenapa malah membahas kisah lama, aku tidak memintamu membahas itu."
Zeno nyengir. "Masih sakit hati ya Bos, hahahaa...."
"......"
"Jujur saja, sebagai teman yang baik, aku sarankan jangan mengejar mantan, terutama yang sudah menikah dan hidupnya bahagia."
Alfa langsung mencibir. "Siapa yang mau mengejar mantan, aku bahkan baru ingat wajah itu lagi setelah tidak sengaja bertemu kemarin."
"Lalu...Bos sadar kalau dia mantanmu dan juga bekerja di perusahaan ini hingga Bos yang selama ini nggak pernah makan di kantin akhirnya makan dan mendekati wanita yang sudah menikah itu. Jatuh cinta lagi kah??."
"Sialan Loe!!, gue bahkan nggak punya perasaan apapun waktu berkencan dengan wanita itu." Alfa melempar pena yang sejak tadi dipelintir nya kearah Zeno, yang kena lempar malah tertawa makin keras.
"Lalu...kenapa kita harus menyelidiki mantanmu???."
Alfa kembali menarik nafas dalam. "Karena....Delta adalah selingkuhan suami mantanku itu, puas!!."
"......."
"APA!!!!."
__ADS_1
🌸🌸🌸