
Dulu Zeno curiga kenapa Alfa ingin mencari informasi tentang Delta, apalagi menurut pegawai yang adalah teman dekat wanita itu waktu SMA, wanita itu sudah menikah. Sekarang setelah tau bahwa Delta sudah bercerai dan Alfa menginginkan anak dari wanita itu, sebagai teman Zeno berusaha membantu mendekatkan keduanya.
Jangan hanya ambil anaknya. Sekalian saja nikahi ibunya.
Tapi mendengar bahwa Delta adalah selingkuhan suami orang, benar-benar membuat Zeno terkejut.
"Jangan berpikiran buruk tentangnya." Alfa yang duduk sambil makan bekal imut itu berusaha menjernihkan pikiran yang tidak-tidak dari temannya itu. "Delta tidak tau kalau dia menikah dengan suami orang."
"........"What!!!!
"Agkkhhh....Bagaimana kalau kita hancurkan saja pria macam itu??."
Sebuah pertanyaan dari Bos mirip setan di depannya itu membuat Zeno sedikit bergidik. "Maksud loe???."
"Buat dia bangkrut!!!."
"Woi..woi....tunggu dulu....sabar dulu..sabar. Pria ******** itu juga punya istri dan anak. Bukankah itu harus di pertimbangkan?."
Alfa mencibir. "Memangnya pria brengsek itu mempertimbangkan perasaan calon istri dan anak ku ketika dia dengan teganya meninggalkan mereka. Pria itu harus membayar mahal."
Zeno menarik nafas dalam. "Biar aku cari tau dulu tentang pria itu, jangan buru-buru. Kamu bisa nyakitin 2 perasaan wanita kalau kita salah langkah. Hal ini juga sebaiknya jangan beritau pada Delta, atau kalau tidak....dia akan sakit hati lagi."
"Oh...itu bagus, aku bisa menghiburnya, mengambil hatinya, dan dia akan jatuh cinta padaku."
"........" Zeno menggelengkan kepalanya, tidak percaya bahwa ia mendengar kata-kata itu dari mulut Bos nya. Devil will always be the devil.
🌺🌺
"......."
"......."
Delta tidak tau harus lari atau tetap berdiri di sana. Ia tidak mau mengulurkan tanganya menyambut jabatan tangan dari pria itu. Dan jelas pria itu juga terlihat canggung berhadapan dengannya.
"Ini suami saya, yang saya bicarain kemaren. Kebetulan sekali kita ketemu di sini. Mbak tinggal di komplek ini juga?."
Sapaan hangat dari istri pria yang dulu pernah jadi suaminya. Delta hanya tersenyum canggung dan karena Dafa merengek ingin segera masuk rumah, Delta langsung pamit pergi.
Kemarin malam Alfa mampir ke kontrakannya. Delta sebenarnya cukup heran kenapa pemilik kontrakan mengizinkan pria itu masuk. Tapi setelah mendengar bahwa pria itu berkata dia adalah suaminya. Delta jadi mengerti dan hanya bisa ikut berbohong bersama pria itu. Dia jelas tidak mau di usir dari kontrakan yang sudah ia sewa untuk satu tahun itu.
Alfa berjanji pada Dafa untuk mengizinkan anak itu bermain di rumahnya. Pria itu bahkan meninggalkan kunci cadangan rumahnya pada Delta. Karena Dafa terus merengek ingin ke rumah pria itu, akhirnya setelah meminta izin pada pria yang saat ini sedang di luar kota, Delta datang lagi ke komplek perumahan itu.
Sayangnya kejadian tak terduga terjadi.
Delta membawa Dafa ke ruang bermain yang sepertinya sengaja di buat pria itu di rumahnya.
Setelah meletakkan Dafa, Delta asyik melamun sendiri.
Wanita itu....bukan sekretaris yang dulu mengaku selingkuhan Arlan. Wanita itu.....sudah punya anak yang usianya lebih tua dari Dafa. Apa....dia menikahi janda??, mungkin saja. Mungkin dia sudah putus dengan sekretaris itu lalu menikahi wanita lain.
Tapi kenapa aku harus bertemu dengannya lagi??. Sial sekali.
Mereka menempati rumah yang dulu di tempati Delta, yang berarti mereka juga baru pindah ke komplek itu. Dulu setau Delta, setelah bercerai, Arlan kembali ke rumah orang tuanya yang ada di Bandung. Ia melanjutkan usaha percetakan batik milik ayahnya. Setelah itu, bahkan keluarga pria itu tidak pernah menghubungi atau menanyakan kabar Delta yang saat itu mengandung cucu mereka.
Sudahlah!!!. Kenapa sih gue mesti mikirin mantan??. Kurang kerjaan banget!.
Setelah menarik nafas dalam dan menenangkan pikirannya, Delta mengirimi Alfa pesan, bahwa dia sudah di rumah pria itu dan menanyakan kapan pria itu pulang.
Teman Lama :
__ADS_1
Kenapa??, kamu kangen padaku??
Delta :
Tolong jangan berhayal terlalu tinggi
Aku hanya tidak ingin makanan yang ku masak mubazir
Aku mau masak seafood saus Padang
Kalau kamu nggak pulang, aku hanya akan menghabiskannya saja.
Teman Lama :
Aku pulang jam 6 sore
Jangan habiskan makanannya!
Buatkan juga aku salad sayuran
Puding matcha
dan jus mangga
Aku sedang meeting. Nanti ku hubungi lagi.
"......" Sungguh!!. Aku harusnya tidak usah bertanya.
Delta sedang asyik memasak ketika suara bel pintu berbunyi.
"......."
Pria itu....mantan suaminya. Kenapa dia ada disini?.
"Aku....ingin kita bicara sebentar."
"......" Pria itu menatap Delta lama. "Lebih baik kalau kita bicara di dalam."
"....Ma'af tapi.....suami saya sedang nggak ada di rumah. Nggak baik mengundang pria lain masuk rumah." Delta berjanji akan minta ma'af pada Alfa karena mengakuinya sebagai suami.
Pria di depannya itu menatapnya canggung. Tapi akhirnya bertanya. "Anak itu....
"Anak ku." Delta memotong pertanyaan pria itu.
"Kamu....beneran udah nikah??."
Delta menyunggingkan senyum sinis. "Itu bukan urusan anda kan!!."
"......."
Delta menarik nafas dalam. "Ma'af saya sedang sibuk memasak. Kalau nggak ada yang di perlu di bicarakan lagi....
"Aku ingin melihat anak itu."
"......"
"Dia anak kita kan!, aku berhak bertemu dengannya."
Kemarahan Delta tiba-tiba muncul. Ia benci mengakui fakta itu. "Hanya anak ku. Dia tidak ada hubungannya dengan mu. Apa aku mengganggu kehidupan mu??. Bukankah anda sudah menikah dan punya anak??. Tolong dengan amat sangat, jangan mengusik kehidupanku dengan anak ku!. Meskipun fakta bahwa dia darah daging mu, kau tenang saja. Dunia tidak akan pernah tau hal itu."
"Aku tidak mau bicara atau bertemu dengan pria brengsek sepertimu lagi. Nah...menyingkirlah dari hadapanku!!."
Delta membanting pintu tepat di depan pria itu. Pria tak tau malu itu masih memencet bel pintu beberapa kali, tapi Delta tidak akan pernah membukakannya lagi.
__ADS_1
Dasar pria tak tau malu!!.
🌺🌺
Alfa memperhatikan Delta yang sejak tadi terus melamun. Wanita itu bahkan tidak memperhatikannya yang bertanya apakah ia memasak makanan untuknya.
Delta hanya ke dapur dan menghidangkan masakannya di atas meja.
Alfa mendekati Dafa dan menggendong anak kecil itu sembari bertanya ada apa dengan ibunya. Tapi si kecil itu hanya menggeleng, tidak tau apa-apa.
"Blendernya nggak akan menyalah kalau nggak kamu colok. " Alfa hampir tertawa ketika melihat Delta berdiri lama menunggu mangga yang tadi dimasukkannya ke blender itu berputar. "WOII!!!.. Apa kamu sudah gila??. Tanganmu basah, kalau ke setrum gimana?. Apa sih yang di lamunin??."
Delta menarik nafas dalam. Suasana hatinya sangat buruk sekarang. Ia hanya menyuruh Alfa memblender sendiri jus mangganya. Wanita itu pergi menyuapi Dafa makan.
"Kamu nggak makan??." Alfa bertanya lantaran Delta kembali asyik melamun. Alfa memperhatikan wajah belepotan Dafa yang tampak mengerikan. Ia akhirnya memutuskan duduk di samping si kecil itu, dan membersihkan wajahnya. "Sini, biar aku aja yang nyuapin!. Kalau kamu asyik ngelamun gitu, bisa-bisa makanannya masuk mata."
Lagi-lagi Delta hanya menarik nafas dalam.
"Tunggu bentar, ponselku ketinggalan." Alfa turun kembali dari mobil. Ia mau mengantarkan Delta dan Dafa ke kontrakan ketika menyadari kalau dirinya lupa membawa ponsel.
Tepat ketika Alfa menemukan ponselnya tergeletak di meja ruang tamu, ponsel itu berbunyi.
"Gawat bro!!!!!."
"....."Alfa menjauhkan ponselnya karena Zeno berteriak. "Gawat kenapa sih??, berisik amat!!."
"Orang itu...mereka...tinggal di komplek yang sama dengan loe."
"Ha'???, mereka siapa??."
Zeno menarik nafas, merasa frustasi. "Mantan loe dan mantan suaminya Delta, mereka tinggal di komplek loe."
"APA!!!!."
"Yah. Tepatnya di rumah yang dulu ditempati Delta."
"......." Alfa menoleh tidak percaya ke arah rumah di samping rumahnya. Bagaimana kebetulan menyebalkan ini bisa terjadi.
Alfa memasuki mobil dengan linglung. Ia menatap Delta yang sedang meninabobokkan Dafa.
"Apa ada sesuatu yang terjadi hari ini??." Tanya pria itu.
"Mm." Delta mengangguk.
"Ap....
"Aku bertemu mantan suamiku."
"......"
"Apa....kamu sengaja menyuruhku datang untuk melihat mereka??. Apa kamu tau kalau....
Alfa spontan menggeleng. "Aku tidak tau apapun. Aku tidak pernah berharap kamu ketemu mereka, dan aku nggak mau kamu bertemu mereka. Aku akan mengusir mereka besok!."
"Apa??. Kenapa??, mereka kan tidak mengganggumu." Delta tersenyum. Senyum sedih yang entah kenapa di benci Alfa.
"Karena aku tau....kamu sangat membenci pria brengsek itu."
__ADS_1
🌸🌸🌸