
Alfa datang untuk makan siang di kontrakan Delta. Milyader jomblo yang sudah ditolak yang ke 95 kali oleh seorang janda beranak satu itu, kini menatapnya dengan pandangan tidak suka.
“Semangkuk harganya 20 ribu, karena kamu tadi pagi juga numpang sarapan jadi 30 ribu, kopinya 10 ribu, tolong segera masukkan uangnya dalam toples disana seperti biasa, itu uang sumbangan buat beli makanan besok.”
“.…..”Selama 95 hari ini, Alfa lah yang paling rajin mengisi toples kaca itu. Ia mengeluarkan selembar 50ribuan dan memasukkannya ke sana.
“Tolong jangan berdiri disitu, kamu menghalangi pandanganku dari oppa Korea ganteng di sana.”
“.….” Ingin ku banting rasanya tivi ini.
“Hei!!!, apa-apaan sih!!, orang lagi nonton juga.” Delta menatap Alfa, kesal.
Yang ditatap malah tidak peduli. “Waktu makan dilarang nonton!.”
Delta langsung mencibir. “Yang ada itu dilarang ngomong. Cepet sini kembaliin remot tivi nya!!.”
“Nggak!!.” Tolak pria itu. “Aku mau nasi, ambilin aku nasi!!!.”
“Nasi ada, cuma lauknya nggak ada, tadi nggak sempat masak, aku bangun kesiangan dan telat ngajar, kamu mau makan nasi doang??, atau kamu mau makan nasi lauk kolak ubi??, nggak apa-apa sih!. Kamu kan suka makanan manis”
“.…..”Alfa cemberut. “Tapi aku lapar, dan aku nggak suka kolak.”
“.…..”Kali ini giliran Delta yang terdiam. Nih orang banyak amat maunya dahh!.
Delta langsung ke dapur. Ia menggoreng telur mata sapi, juga ikan teri medan dicampur irisan bawang putih dan cabai rawit. Lalu mengambil nasi hangat dan menggorengnya dengan mentega dan kecap asin. Jadilah 2 porsi nasi goreng dadakan terhidang di meja.
“Aku juga lapar!.” Delta berkata seolah mengerti arti tatapan heran Alfa melihat 2 piring itu.
Tapi pria itu malah langsung menggeser 2 porsi nasi goreng itu ke arahnya, dan mendekatkan mangkok kolak kearah Delta. “Kamu makan kolak, aku makan nasi. Aku bayar!!.”
“.…..”
Akhirnya Delta hanya bisa menatap kesal pria tak tau malu yang memasukkan uang tambahan 50 ribu lagi kedalam toples. "Aku bayar dua kali loh, sekalian buat makan malam."
"......."Cih!!!
🌺🌺
“Kamu nggak balik kerja??,” Delta bertanya setelah selesai mencuci piring.
Alfa sedang mengganti baju Dafa ketika menjawab pertanyaan gadis itu. “Males.”
“Direktur macam apa yang pemalas seperti ini??, kamu mau bikin perusahaan kamu bangkrut??.” Delta kembali bertanya sembari menyindir pria itu.
Alfa menjawab santai. “Yang kerja kan pegawainya, tugas Direktur itu mantau, meeting, tanda tangan, ngeluarin gaji, itu doang.”
“Cih!!!, sombong!.”
Ketika melihat Delta sudah selesai mencuci piring, Alfa langsung menggendong Dafa. “Ayo keluar, beli bahan makanan, terus beli baju baru buat Dafa, yang ini udah kekecilan.”
“.…..."Sejak kapan dia mengganti baju Dafa??, tadi kan dia pakai baju tidur, dan aku juga ngga punya uang lebih.
“Aku yang ngajak, aku yang bayar.” Alfa menjawab tatapan tidak suka Delta.
“Stok telurku masih banyak.” Tolak Delta.
“Lantas…kamu nyuruh aku makan telur terus. Sorry ya….aku nggak biasa makan makanan yang sama 2 kali dalam sehari. Biasanya yang ku makan, pagi siang dan malam itu beda.”
“.…...”Dasar banyak maunya.
Dengan enggan akhirnya Delta mengikuti Alfa ke supermarket, bagaimana mau menolak, anaknya sudah menjadi sandra di tangan pria itu.
"Belanjanya jangan lama-lama, aku harus ngajar jam 4 sore."
Alfa melirik sekilas kearah Delta. "Mau aku anterin ke kampus??, biar Dafa ke supermarket nya sama aku aja."
__ADS_1
".....nggak!!." Delta menolak. "Kamu pasti ngajakin Dafa makan yang manis-manis lagi. Berat badannya naik hampir 5 kg dalam 3 bulan ini, aku nggak mau anakku menderita obesitas, nggak boleh dibiarin."
Alfa menggeleng tidak percaya mendengar penjelasan overprotektif dari Delta. "Dia naik berat badan itu wajar...sayang."
"....."Sayang mbah mu.
Alfa kembali meneruskan penjelasannya. "Kamu juga nggak pernah ngajakin dia olahraga pagi-pagi, atau jalan-jalan sore. Itu yang bakal bikin dia obesitas, dia jarang gerak. Coba kalau dia tinggal di komplek, pagi dia bisa lari keliling komplek, sore aku yang ajak dia jalan-jalan. Coba siapa yang rugi??, Dafa kan!, dan itu salahmu."
Cihh!!
Mereka tiba di supermarket dan atas keputusan Alfa, Dafa yang biasanya selalu di gendong Delta, akhirnya di suruh berjalan dengan Alfa dan Delta memegangi masing-masing tangan Dafa.
Alfa tersenyum. Begini lebih bagus, lebih mirip keluarga.
"Kita ke toko Ponsel dulu." Ajak Alfa.
"Kamu mau beli ponsel baru??." Delta bertanya heran. Ia jelas melihat ponsel pria itu adalah iPhone keluaran terbaru.
"Buat kamu."
"Apa??, Hei...aku udah punya ponsel." Tolak Delta, ia sudah membeli ponsel 2 bulan yang lalu.
Alfa langsung mencibir. "Benda jadul itu kamu sebut ponsel. Zaman sekarang orang berlomba-lomba pakai android atau iPhone, nah kamu terbaru nah lihat Hp kamu, ketinggalan zaman sekali, ckckck. Katrok!!."
"......"Sialan!!!.
Alfa menunjukkan iPhone terbaru yang mirip dengan miliknya, tapi begitu mengetahui harganya Delta langsung menolak.
"Itu terlalu mahal."
"Kan aku yang bayar."
Delta menarik nafas kesal. "Beli yang lebih murah."
Alfa mendengus kesal. "Nggak mau!!!."
Delta lagi-lagi menarik nafas dalam. "Aku....nggak tau cara pakainya." Delta mengambil ponsel itu dari tangan Alfa dan meletakkannya kembali ke tempatnya.
Akhirnya Delta setuju membiarkan Alfa membeli ponsel pilihannya. Harganya hanya 1,5 juta, tipe ponsel android yang bisa digunakan Delta dengan baik."Kalau ada yang murah kenapa harus beli yang mahal." celetuk wanita itu.
"Karena yang mahal lebih tahan lama. Kualitasnya juga bagus."
"Benarkah. Kalau ku banting dan ku lempar ke dalam air, ponsel sebagus apapun pasti rusak. Mau coba, mana...berikan ponselmu."
"....." Kali ini giliran Alfa yang tak bisa mengatakan apapun. Ia hanya menggendong Dafa dan pergi menuju toko pakaian anak-anak.
Delta tentu saja memilih pakaian paling murah dan ada diskon, atau beli 2 gratis satu yang membuat Alfa pusing mendadak. Pria itu akhirnya memutuskan memilih dan membeli satu kodi pakaian bermerek dengan kualitas bagus tanpa memberitahu Delta.
Karena Delta menolak Alfa membayar pakaian Dafa, jadi pria itu hanya berdiri di luar toko sambil membawa tas belanjaannya.
"Kamu....
"Kamu beli untuk anakmu, aku membeli untuk anak ku. Kita nggak ada yang rugi. Nah...ayo pergi ke foodmart!."
Lagi, pria itu meninggalkan Delta dibelakang mereka.
"Nanti, Dafa tunjuk aja apapun yang mau Dafa beli, jangan kasih tau mama. Biar papa yang beliin." Alfa berbisik ke Dafa ketika mereka memasuki foodmart. Dafa mengangguk senang.
"Aku ke sana sebentar, jangan beli yang aneh-aneh, jangan beli terlalu banyak, jangan beliin Dafa makanan berlemak." Setelah mengatakan hal itu, Delta langsung pergi ke bagian pembalut.
Alfa tentu saja hanya mendengar wanti-wanti itu sambil lalu. Ia memasukkan Dafa ke keranjang dorong, lalu mulai berkeliling dan tentu saja, membeli apapun yang ditunjuk Dafa.
"Ah...ma'af." Delta langsung minta ma'af pada seorang wanita yang tidak sengaja di senggol nya.
"Nggak apa-apa." Ucap wanita itu ramah.
Delta otomatis tersenyum melihat anak kecil yang tertidur di pelukan wanita itu. "Anaknya ya??, imut sekali!!, udah berapa tahun??."
__ADS_1
"Iya. Hari ini genap 4 tahun." jawab wanita itu. "Ini lagi nunggu ayahnya ambil uang di ATM, anaknya malah tidur, padahal tadi senang banget diajakin jalan-jalan."
"Biasa, anak segini emang kalau capek pasti langsung tidur." Delta menimpali ucapan wanita itu.
"Punya anak juga??."
"Iya." Jawab Delta. "Tapi baru tiga tahun, dan dia laki-laki.
Wanita itu tampak senang. "Pasti lucu banget, dulu suami saya ngarepnya punya anak laki-laki, biar bisa diajak main bola, eh kami malah dapat putri yang imut ini. Tapi tetep aja, nggak bisa berhenti buat dimanjain."
Delta mengangguk setuju.
"Anaknya mana??, pengen lihat." Ucap wanita itu lagi.
"Dia lagi sama....
"Ah itu suami saya datang." Wanita itu memanggil suaminya, tepat saat itu juga Alfa datang dengan keranjang dorong yang hampir penuh.
"Kamu....mau sedekah??." Delta bertanya takjub melihat tumpukan daging sapi, daging ayam, udang, cumi, tuna, kerang yang tersusun rapi dalam keranjang.
Alfa tidak menjawab, pria itu malah kembali menggendong Dafa yang tadinya ada di dalam keranjang dorong. "Kamu udah belanjanya??," tanya pria itu. "Masukkan ke keranjang semuanya biar aku bawa ke kasir."
Delta akan berbalik dan mendorong keranjang itu menuju kasir ketika Alfa menahannya.
"Kenapa??, kamu masih mau beli sesuatu??."
"Iya."
"Apa lagi yang kurang."
"K*nd*m."
"......."
"......."
"......."
"Ayo pergi." Alfa menarik tangan Delta dan mereka segera pergi meninggalkan wanita itu dan suaminya yang menatap keduanya dengan canggung.
🌺🌺
"Ka...kamu....beneran mau beli...
"Nggak lah. Belum saatnya." Alfa menjawab santai sementara Delta menarik nafas lega.
"Bikin kaget saja. Nggak lucu tau!." Delta mendengus kesal.
"Tadi....
"Kenapa???."
"Bukan apa-apa, ayo ke kasir!." Ajak pria itu.
Delta mendadak tersenyum. "Beli kondomnya nggak jadi😏."
Alfa ikutan tersenyum. "😏Pengen aku beli sekarang??, tapi kita belum mukhrim loh."
Candaan orang dewasa itu membuat keduanya sama-sama menggeleng dan tersenyum senang.
Dafa yang tidak mengerti melihat mereka tersenyum, tiba-tiba bertanya. "K*nd*m itu apa???, bisa dimakan??."
"......."
"......."
__ADS_1
"Hahahaha."😅
Delta langsung mengelus kepala Dafa dan mengabaikan pertanyaan konyol itu, sementara Alfa berusaha untuk tidak membahas hal itu lagi. Setidaknya tidak di depan Dafa.