
Mereka kembali ke Jakarta bersama 5 karung duku di bagasi pesawat. Beberapa penumpang yang sedang menunggu mengambil barang-barang mereka bahkan bertanya persoal duku itu dan bahkan ada yang berniat membelinya. Sayangnya Nafta menolak dengan tegas tawaran tersebut.
"Kamu satu karung juga nggak mungkin habis." Alfa mencibir adiknya itu.
"Kak, aku punya banyak teman nggak seperti kakak yang temannya cuma kak Zeno aja. Aku bisa bagi-bagi, bisa ngasih ke guru juga dan bilang bahwa aku juga punya kampung halaman😄."
😒.
Zeno menjemput mereka dengan tampang berantakan. Delta yakin berat badan pria itu sudah turun beberapa kilo setelah ditinggal.
Kasihan….kasihan….😌
"Klien masih ada yang mau ketemu kamu kalau tampang kamu ancur begitu??. Cukuran napa??, Jelek amat😏."
😑Loe pikir ini gara-gara siapa ha???😡.
"Masalah promosi, tanda tangan kontrak sama pegawai yang bersedia kerja sama udah gue beresin. Besok tinggal peresmian Alpha Entertainment dan perusahaan baru kita itu akan mulai dioperasikan. Itu…tugas loe dan gue pengen tidur. Nah bye." Setelah menyampaikan itu, Zeno benar-benar pergi.
"Bodoh!!,😏padahalkan dia tinggal bilang aja di telpon dan dia bisa tiduran di rumah. Ngapain repot-repot kesini."
Delta menoleh ke Alfa yang tidak tau malu ini. "Kamu kan berencana kabur lagi dan melimpahkan tugas mu padanya. Kamu bilang semalam kalau mau liburan ke Bali dan kamu udah memesan tiketnya."
"……"Bagaimana bisa tau??.
"Nafta yang bilang." Delta menjawab pertanyaan tak terucap itu. Alfa cuma nyengir lalu meraih Dafa yang tertidur di pelukan Nafta.
"Dek kita perlu bicara serius. Mulut mu itu perlu di kasih pelajar."😈
Nafta hanya menelan ludah dan akhirnya memilih kabur meninggalkan Delta, Dafa dan Alfa dengan 5 karung duku di belakang mereka.
🌺🌺
__ADS_1
Alfa, Delta dan Dafa kembali ke rumah. Tapi sorenya Alfa langsung pergi ke perusahaan untuk memantau peresmian gedung barunya besok.
Pria itu baru pulang pukul 11 malam dan mengatakan pada Delta bahwa dia berencana memindahkan makam kakek dan nenek Alfa ke Indonesia (karena dulu mereka di makamkan di tempat pemakaman umum yang tak jauh dari lokasi kecelakaan).
"Setelah peresmian gedung…kamu mau nggak menemaniku menemui ibu dan ayah??." Pinta pria itu.
Delta tersenyum dan mengangguk setuju. Lega akhirnya Alfa berniat berdamai dengan traumanya.
Delta menemani Alfa makan malam dan Alfa menceritakan alasan kenapa ia selama ini takut untuk datang menemui kakek dan neneknya juga ayah dan ibunya.
"Aku satu-satunya yang sadar ketika pesawat itu jatuh, aku melihat darah dan aku melihat mereka semua terluka. Aku…..kalau saja aku mampu bergerak dan berlari meminta bantuan, kalau saja….waktu itu kaki ku……aku pikir harusnya kakek nenek selamat waktu itu."
"Aku melihat mereka terluka dan aku tidak mampu melakukan apapun. Aku bermimpi buruk setiap malam, kakek dan nenek marah dan menyalahkan ku, itu pertama kalinya aku melihat mereka marah namun tak ada suara yang ku dengar. Aku….juga bermimpi tentang ayah dan ibu yang tak mau ikut dengan ku, mereka….mereka selalu berdiri di tempat yang sama, menatapku tak merespon apapun yang aku tanyakan. Mereka mengatakan sesuatu yang tak bisa ku dengar, lalu menghilang."
Alfa menggenggam tangan Delta. "Aku takut….aku takut kata-kata yang tak bisa ku dengar itu adalah kata-kata perpisahan. Aku…..aku tidak keberatan bermimpi buruk, setidaknya mereka masih hidup di dunia nyata. Aku….aku takut ketika aku meminta ma'af, mereka tidak akan muncul di mimpiku lagi."
Delta memeluk Alfa, mengelus pundak pria itu. "Kadang mungkin…..hal seperti itu kebalikan dari kesimpulan mu. Mungkin….mereka ingin mengatakan sesuatu yang menyemangatimu, mungkin kakek dan nenek marah karena kamu nggak pernah mengunjungi mereka. Tapi…..setidaknya sekarang kamu mengambil keputusan terbaik, dan aku bersedia berada di samping mu."
Kalau hanya sebentar sih nggak pa-pa. Perasaan haru itu berlahan jadi perasaan sebal lantaran kakaknya itu berpelukan sekitar setengah jam dan Nafta sudah nggak tahan berdiri di sana.
Sampai kapan mereka mau mesra-mesraan begitu?😒. Nggak tau apa di sini juga masih ada yang jomblo.
🌺🌺
"Buat apa kamu minta di beliin kulkas??, Pagi-pagi kok minta yang aneh-aneh. Kulkas di dapur kurang besar apa?!.😒." Alfa yang sedang sarapan langsung terkejut mendengar permintaan Nafta.
😡Kalau kakak nggak mesra-mesraan di dapur aku juga nggak bakal minta di beliin.
__ADS_1
"Pokoknya Nafta pengen kulkas kecil, komputer khusus gamer sama headset gede, terus Nafta mau pindah kamar ke lantai atas jauh dari kamar kakak."
Alfa menolak. "Kamu itu ujian nasional 2 minggu lagi. Fokus belajar kenapa sih??. Sistem di sini lain sama di Dubai, belajar sana!, Terutama pelajaran Bahasa Indonesia."
"Tapi kan😟….komputer ku yang di Dubai nggak bisa di bawa kesini, aku juga belum punya banyak teman, bosan main game di ponsel, di laptop juga nggak puas mainnya. Ya kak please🥺."
"……"😕 "Bukannya kamu kemarin bilang kalau kamu punya banyak teman?."
😒"Iya, tapi mereka lagi fokus belajar."
"Lah!!!, kamu harusnya juga begitu kan!!."
Nafta masih cemberut. "Kapan Nafta pernah dapat nilai rendah??, di Dubai Nafta bahkan lebih sering main game ketimbang belajar, tapi masih tetap juara kelas. Kakak mau tau alasan Nafta pengen kulkas?, oke! Nafta kasih tau. Kakak sama Kak Delta kebanyakan mesra-mesraan nya di dapur, sama di ruang makan😡. Aku selama 2 bulan ini berusaha bersabar dengan kelakuan kakak yang sering gombalin kak Delta. Kakak juga kalau sedih bawaannya minta di peluk, kalau senang minta di cium pipi, kalian sering pegangan tangan juga. Nyebelin tau liatnya!😡. Tau nggak?!, hal begituan lakuin pas udah resmi suami istri aja. terus lakuin waktu nggak ada orang lain terutama jomblo di sekitar kalian. Oh!!, dan saya ini masih di bawah umur. Untung pikiran Nafta lebih dewasa, bisa ngerti dan memaklumi, gimana kalau Nafta ini ABG labil??. Yang kakak lakuin nggak tau tempat itu bisa Nafta tiru. Nafta nggak mau mendapatkan pengaruh buruk itu. Jadi tolong kulkas dan komputernya udah ada di kamar lantai atas siang ini. Nah. Nafta pergi sekolah dulu."
"......"😐
"......"😳
Alfa menatap Delta yang berdiri mematung di depan pintu ruang makan. Ia jelas mendengar semua pengakuan Nafta yang sepertinya anak laki-laki itu pendam selama ini.
"Kita....
Delta mengambil cemilan milik Dafa. "Aku minta ma'af karena nggak bisa hadir di peresmian gedung mu. Aku ngajar dari jam 8 sampai jam 10, terus ada kelas lain di jam 10 sampai jam 12. Aku juga mungkin akan pulang sore karena mau mampir ke Klinik anak, memeriksakan tumbuh kembang Dafa, lalu belanja keperluan bulan depan. Kamu sudah menghabiskan stok sayur di kulkas. Nah aku pergi dulu."
Delta berbalik dan memberikan wanti-wanti yang membuat Alfa berpikir ulang.
"Pokoknya, sebelum kita resmi menikah kamu....nggak boleh melakukan hal-hal yang disebutkan Nafta tadi. Nggak boleh peluk-peluk, nggak boleh minta cium, juga nggak boleh pegangan tangan. Aku nggak mau di cap buruk olehnya."😣
Setelah mengatakan hal itu, Delta benar benar pergi meninggalkan Alfa yang kini termenung.
Sepertinya....kami memang harus segera menikah.😔 Melihatnya setiap hari, aku mana tahan nggak melakukan apapun. Aku kan hanya pria dewasa yang normal.😌
__ADS_1
🌸🌸🌸