The Last Chance

The Last Chance
9. ISI HATI


__ADS_3

"Kampus kamu libur semester kan!. Jadi nggak ada masalah kalau kita juga liburan."


"........"


Alfa datang pagi-pagi mengenakan pakaian santai dan meminta Delta ikut dengannya liburan ke Lombok.


"Ayo menghilangkan stress disana."


Karena dia memang sedang stress, Delta langsung mengiyakan saja ajakan itu.



Mereka menginap di Qunci Villas Hotel dan memesan 2 kamar yang bersebelahan. Delta sebenarnya ingin protes karena pria itu telah membooking kamar itu selama 2 minggu. Tapi karena pria itu dengan santainya berkata kalau dia jarang liburan dan ia ingin menghabiskan waktu dengan Dafa. Delta akhirnya hanya bisa diam.


"......."Apa maksudnya ini???


Alfa menyerahkan dompetnya pada Delta setelah ia membayar di kasir. "Aku nitip, takut ilang."


Ha'???


Delta membawa barang barang bawaannya ke kamar sementara Alfa membawa Dafa pergi. 15 menit kemudian Delta menemukan Alfa dan Dafa asyik berenang di kolam renang hotel yang mengarah ke pantai.



Ia hanya tersenyum dan akhirnya duduk di kursi pantai memperhatikan mereka.


 


🌺🌺


 


"Tidak keberatan kalau Dafa tidur dengan ku." Pinta Alfa ketika mereka selesai makan malam.


"Dafa suka bangun malam, kalau bangun dia rewel, cuma mau tidur setelah di gendong hampir 2 jam. Apa kamu sanggup??."


Mendengar jawaban itu, Alfa langsung menatap Dafa yang sedang tertidur di pelukan Delta. "Kamu pasti bohong??...kan!."


Delta tersenyum. "Kamu bisa tidur dengannya kalau nggak percaya."


"......."


Alfa masih memikirkannya ketika mereka sampai di depan kamar. Tapi akhirnya pria itu memutuskan untuk menguji hal yang di katakan Delta.

__ADS_1


"Awas aja kamu gangguin aku tengah malam." Delta berkata sanksi.


Wanita itu tidak langsung pergi. Ia duduk di teras kamar Alfa dan pria itu sedikit heran. "Kenapa??, kamu belum ngantuk??, mau ngobrol-ngobrol??."


"Dafa...biasanya bangun 1 kali tiap malam. Tapi kalau di tempat asing...ia akan bangun sampai 3 kali dan...setengah jam lagi dia pasti bangun."


Benarkah???


"Benar. Kita tungguin aja." Delta menjawab pertanyaan tak terucap itu.


Mereka menunggu berdua sambil menikmati pemandangan malam yang tenang.


Alfa membuka pembicaraan dengan bertanya tentang kenapa Delta dulu kabur dari rumah. "Aku hanya penasaran, seingat ku...kamu berasal dari keluarga berada dan mereka sangat menyayangi mu, dulu aku sering melihat ayah dan ibumu mengantarkan mu ke sekolah. Kalian memperagakan adegan romantis peluk cium sebelum masuk gerbang sekolah yang ku pikir terlalu lebay untuk ukuran anak SMA. Mereka nggak mungkin membenci mu hanya karena kamu bercerai."


Delta terkekeh karena mengingat hal itu. Ibu dan ayahnya memang selalu memanjakan anak-anak mereka dan selalu memperlakukan mereka seperti anak kecil. Ayah dan ibunya juga terbiasa melalukan skinship itu di depan umum.


"Aku kabur karena keputusanku sendiri. Ibu dan ayahku...mereka terlalu tidak tega memarahiku. Mereka hanya bisa mengutuk dan menahan malu dari cemoohan para tetangga. Karena aku ditinggalkan saat hamil besar."


"Pria itu....menceraikan mu sebelum Dafa lahir??."


Delta mengangguk. "Kami bercerai di usia kandunganku yang baru menginjak 7 bulan. Sehari setelah bercerai, aku kontraksi dan akhirnya ngelahirin Dafa secara prematur. Dafa....dirawat di Rumah Sakit sampai usianya 10 bulan dan aku juga di rawat di Rumah Sakit karena....depresi."


"......"


Delta tersenyum meneruskan ceritanya. "Ayahku....begitu mempercayai pria itu. Pria itu baik, keluarganya juga baik, mereka mendesak kami yang baru bertemu 3 hari untuk menikah. Alasannya karena ibuku tidak mau aku di langkahi oleh adik ku yang juga ingin menikah. Aku saat itu berpikir....kalau cinta bisa kami rangkai setelah menikah. Toh, pria itu juga bilang kalau dia menyukaiku dan aku...tidak membencinya. Tapi kelakuannya mulai aneh setelah 3 bulan menikah, saat itu aku positif hamil. Pria itu...lebih banyak menghabiskan waktu di luar kota."


"Aku nggak curiga karena pria itu masih memperlakukanku dengan baik. Tapi...ia lalu meminjam sejumlah uang atas namaku di bank, ia juga menjual kebun milik ayahku tanpa sepengetahuan kami. Dan tiba-tiba saja...aku diberikan surat cerai di pesta pernikahan adik ku oleh sekretarisnya itu yang mengatakan kalau dia dan suamiku saling mencintai."


"Ayahku marah besar. Keluarga kami jelas malu, kami menuntut pria itu, tapi anehnya hakim malah memenangkan kasus itu ke pria brengsek itu. Aku tak mendapatkan sepeserpun uang, rumah yang di belikan ayahku sebagai hadiah pernikahan, kepemilikannya menjadi atas nama pria itu, juga tanah dan aset lain yang berhasil pria itu jual. Keluarga mereka tutup mulut dan pergi kembali ke Bandung. Kami...ditipu besar-besaran."


"Ibuku sampai sakit dan harus di rawat di Rumah Sakit. Lalu....tidak ada tawa bahagia lagi bahkan setelah 10 bulan aku melahirkan."


Alfa menghapus air mata yang jatuh di pipi Delta. Pria itu memeluknya dan berusaha menenangkan gadis itu.


"Dafa...sering dibawa ayah ke ruangan tempat ku di rawat dan aku sembuh dari depresi karena kehadiran si kecil itu. Kami pulang ke rumah setelah aku dinyatakan sembuh 2 bulan kemudian. Dan aku baru menyadari betapa tuanya orang tuaku, betapa sedihnya mereka. Aku membiarkan mereka merawat Dafa sementara aku melanjutkan S2, aku berjanji untuk tidak patah semangat, tapi...kemudian aku gagal tes CPNS, lalu ada tetangga yang dengan isengnya mengejekku di depan orang tuaku, saat itu aku emosi dan kabur dari rumah. Aku malu pada kedua orang tuaku, malu pada saudara-saudaraku yang semuanya sudah PNS."


"Aku menulis memo kalau aku akan mendapat pekerjaan yang layak dan mengajak ayah dan ibuku tinggal menjauh dari lingkungan buruk itu. Aku berjanji pada mereka, bahwa aku akan selalu mengirim kabat dan mereka harus tetap sehat dan kami bahagia bersama."


"Tapi sampai saat ini...aku belum bisa menepati janji itu. Untung saja, saudara-saudaraku kaya, kalau tidak..aku pasti hanya bikin orang tuaku tambah repot."


Alfa mengelus rambut Delta. "Apa...kamu nggak berniat membalas perbuatan pria brengsek itu??. Aku bisa membantumu melakukannya."


Delta melepaskan pelukan Alfa. "Aku bukan orang baik. Kalau kamu nyaranin aku berbuat jahat, aku tidak akan berpikir 2 kali untuk setuju."

__ADS_1


Alfa tersenyum. "Baiklah. Aku akan membantumu. Aku pasti membantumu. Pria itu dan keluarganya, akan ku pastikan mendapatkan balasan yang setimpal."


Delta menyunggingkan senyum. "Ada untungnya juga punya teman sepertimu. Akhirnya...kamu nggak hanya tau numpang makan dan mengganggu saja, hahahaha."


"......"


Keduanya akhirnya sama-sama tersenyum dan kembali menikmati suasana malam.


"Boleh aku tau kenapa kamu belum menikah??." Delta mulai bertanya.


Ia mendapat pandangan mencibir dari Alfa. "Bukankah aku sudah pernah menjelaskannya."


Oh. Benar juga.


"Ma'af aku nggak punya banyak teman wanita yang bisa di kenalkan padamu. Ada juga para mahasiswi-mahasiswi yang pernah melihat mu dan bertanya tentangmu, mereka juga cantik-cantik, tapi masih labil, kamu mau aku kenalkan pada mereka??."


"Nggak!. Makasih!."


"Aku hanya mau dengan mu saja."


"......."


"Aku ngantuk, mau tidur." Delta tiba-tiba bangkit tapi tangannya malah di tarik hingga dia berada di pelukan Alfa.


"Aku belum ngantuk, dan aku belum selesai bicara."


"......."


Alfa menarik nafas dalam sebelum kembali bicara. "Aku serius dengan mu. Aku... benar-benar ingin memperbaiki hatimu."


"......"


"Aku sudah mendapatkan semua informasi tentang pria brengsek itu. Pria itu....berniat menguntit mu dan mengambil hak asuh atas Dafa. Aku yakin kalau kamu mempercayaiku. Aku bukan pria brengsek seperti mantan suamimu itu. Aku berjanji akan membuat mu bahagia. Kita bisa melakukan kontrak dan kamu bisa menuntut ku kalau aku sampai melanggar janji ini."


"Awalnya....aku memang hanya menginginkan Dafa. Tapi setelah mencari tau, mengenal dan dekat denganmu...aku selalu merasa...kamu pantas aku lindungi, aku pantas berada di sampingmu. Dan aku ingin kau juga berpikir seperti itu."


"Aku tau kamu pernah sakit hati, meski aku tidak tau rasanya, tapi melihat mu menangis dan merasakan kesedihanmu, aku bahkan tidak tahan sampai berpikir ingin membunuh pria itu sekarang."


"......."


"Aku...benar-benar jatuh cinta padamu. Jadi....tolong pertimbangkan kehadiran ku dalam hati mu."


 

__ADS_1


🌸🌸🌸


 


__ADS_2