The Secret Admirer (#2 The Secret Series)

The Secret Admirer (#2 The Secret Series)
Bab 17


__ADS_3

“Semua akan baik-baik saja, aku akan melindungimu.” Daniel berkata sambil tersenyum yang membuat Kerelyn balas tersenyum sambil mengangguk.


“Jadi katakan padaku jam berapa kau berangkat?”


“Eddy, akan menjemputku pukul sebelas,” jawab Kerelyn sambil menatap Daniel yang menghabiskan sarapannya dengan semangat.


“Sebaiknya kau hubungi Eddy sekarang, bilang dia tak perlu menjemputmu karena aku yang akan mengantarmu,” ujar Daniel santai sambil mengisi gelas dengan air putih, berbeda dengan Kerelyn yang terlihat terkejut mendengar ucapannya.


“Tapi... bukannya kau harus bekerja?”


“Tidak, aku telah mengajukan cuti,” jawabnya sambil berdiri, “Sebaiknya aku mandi sekarang... Kerelyn, apa kau tidak sarapan?” tanya Daniel setelah menyadari kalau gadis itu hanya meminum kopi.


“Aku... sudah kenyang,” jawabnya sambil meringis melihat pancake gosong di hadapannya.


“Sebaiknya kau coba pancake buatanmu itu sangat... eksotis,” ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan menuju kamar meninggalkan Kerelyn yang langsung mengambil telepon genggamnya.


“Hallo, Mom, ini aku dan ini darurat... apa kau tahu bagaimana membuat pancake yang enak?”


***


Shooting berjalan sampai pukul 9 malam dan mengingat ini adalah shooting terakhir untuk season ini maka mereka melakukan pesta perpisahan yang diadakan di lokasi dan mau tak mau Kerelyn yang memang merupakan salah satu pemeran utama harus ikut dalam pesta itu dan Daniel ada di sana berperan sebagai pengawal yang posesif. Eddy telah mendengar masalah Simon dari Daniel dan dia berjanji akan membicarakannya dengan atasan mereka dan meminta beberapa orang pengawal untuk menjaga Kerelyn.


“Jadi apa kalian benar-benar berpacaran?” Matt bertanya sambil menatap Kerelyn dan Daniel yang terlihat tak terpisahkan.


“Ya, kami berpacaran,” jawab Daniel sambil merangkul Kerelyn yang terlihat kaget dengan jawaban pria yang dari tadi seperti bayangannya.


“Benarkah, sejak kapan?” lanjut Matt sambil menatap Daniel penuh selidik.

__ADS_1


“Sejak dia tinggal bersamaku.”


Kerelyn tersedak anggur putih yang dia minum begitu pula dengan Matt yang menganga tak percaya mendengar jawaban Daniel yang hanya tersenyum santai menanggapi reaksi dari orang-orang yang mendengarnya.


“Jadi... kalian selama ini tinggal bersama?”


“Iya.”


“Tidak.”


Matt menatap Daniel dan Kerelyn bergantian karena jawaban berbeda dari mereka berdua.


“Mulai tadi malam dia akan tinggal bersamaku,” ralat Daniel setelah melihat tatapan tak percaya dari gadis berambut merah itu.


“Baiklah... jadi... kalian baru berpacaran tadi malam?” tanya Matt masih tak percaya dengan apa yang pria berambut hitam itu katakan.


“Ini bukan gosip, Sweetheart, kita memang tinggal bersama,” ujar Daniel santai sambil menatap Kerelyn yang membelalakan matanya tak percaya pria di hadapannya kembali memberitahu semua orang kalau mereka tinggal bersama.


“Daniel!” Geram Kerelyn berupa bisikan sambil memicingkan matanya galak tapi sayang tatapnya itu malah Daniel semakin gemas.


“Jadi kalian...?”


“Mulai saat ini dia kekasihku,” ucap Daniel tegas dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu Daniel menarik Kerelyn ke dalam pelukannya lalu menciumnya di hadapan semua orang yang langsung menyuraki mereka berdua sambil bertepuk tangan.


Kerelyn dibuat mabuk oleh ciuman tegas dan rasa memiliki yang diberikan Daniel padanya, hingga dia lupa dengan keadaan sekeliling dan dimana mereka berada saat ini, seolah larut dalam permainan Daniel ia mlai membalas ciuman pria itu tapi Daniel malah melepaskannya, ia yang masih memejamkan mata dengan napas terengah, kakinya masih terasa lemas dan untung saja Daniel langsung merangkulnya hingga ia bisa berdiri tegak.


Ruangan kini bergemuruh dengan teriakan dan tepuk tangan yang membuat Daniel memerlihatkan senyum mautnya.

__ADS_1


“Baiklah, Sweethear, sebaiknya kita pulang sekarang atau semua orang akan mengharapkan kita melakukan adegan season 2.”


Kerelyn yang baru saja tersadar langsung menyetujui ide Daniel untuk pulang, tapi sepanjang perjalan mereka menuju pintu keluar harus terhambat oleh orang-orang yang menyalami mereka dan ucapan tentang betapa beruntungnya Daniel karena akhirnya bisa mendapatkan seorang Kerelyn Howard, yang di jawab pria itu dengan sangat ramah.


Daniel dan Kerelyn mulai bisa bernapas lega setelah keluar dari ruangan itu, Eddy yang terlihat bersemangat tentang hubungan mereka berdua mengejar mereka untuk mengucapkan selamat kemudian dia berjanji kalau berita bahagia itu dan kejadian heboh di dalam tadi tidak akan sampai bocor kepada media, dan Kerelyn bisa memercayai managernya itu.


Perjalanan yang melelahkanpun tak terasa kalau kau memilki seseorang yang menemanimu, begitu pula dengan mereka yang merasa kalau kemacetean kota New York malam ini terasa sangat indah dan menyenangkan. Sambil berangkulan mereka memasuki gedung apartemen tapi langkah Kerelyn tiba-tiba terhenti ketika melihat seorang pria yang sangat tampan, dengan mata tajam dan dagu yang terlihat belah, tengah berdiri di depan apartemennya sambil bersandar santai, senyumnya yang menawan langsung terbit setelah melihat perempuan yang kini langsung berlari ke dalam pelukannya meninggalkan Daniel yang terlihat tidak menyukai hal itu.


“Apa kau sudah menunggu lama?” tanya Kerelyn sambil menatap pria dengan tinggi 190 yang terlihat luar biasa tampan dengan pakaian casualnya.


“Yeah dan aku sangat lapar,” jawabnya sambil menatap Kerelyn manja.


“Kalau kau lapar kenapa kau tidak pergi ke restoran saja,” ujar Daniel sambil menatapnya tajam yang membuat Kerelyn dan pria itu mengalihkan pandangan kearahnya.


“Ya Tuhan, Daniel, maafkan aku lupa mengenalkan kalian berdua.”


“Daniel kenalkan ini... Ethan Howard, adikku, dan... Ethan, ini Daniel Winchester.”


“Ethan?” Daniel terlihat terkejut mengetahui pria di hadapannya adalah Ethan, pria yang telah menyakiti hati adiknya, yang kebetulan adalah adik dari kekasihnya.


“Jadi, kau adalah Ethan?” Suara dingin milik seseorang membuat ketiganya mengalihkan pandangannya ke arah pria yang tengah menatap Ethan dengan tajam.


“Apa aku mengenalmu?” tanya Ethan bingung.


“Tidak, tapi aku mengetahuimu,” jawab Alex tajam sambil berjalan mendekatinya yang masih berdiri mematung, tiba-tiba saja aura di sekeliling mereka berubah menjadi lebih mencekam, dan seketika Kerelyn mengingat apa yang membuat perubahan suasana itu terjadi... Alexa dan pengkhiatan adiknya.


“Oh Sial!” Seru Kerelyn sambil berusaha melindungi Ethan tapi ia kalah cepat dari pukulan Alex yang langsung membuat Ethan meraung kesakitan sambil memegang hidungnya yang berdarah.

__ADS_1


*****


__ADS_2