The Secret Admirer (#2 The Secret Series)

The Secret Admirer (#2 The Secret Series)
Bab 22


__ADS_3

Kerelyn menatap kertas undangan berwarna merah dengan tulisan tinta perak yang terkesan begitu mewah, mulutnya menganga tak percaya, matanya menatap undangan pesta amal itu seolah-olah itu adalah surat hukuman mati yang baru saja dituliskan untuknya.


“Kau ingin aku menghadiri pesta ini?” Tanyanya untuk kesekian kali membuat managernya itu kembali mengangguk dengan penuh simpati, “Eddy, yang benar saja! Apa kau tak tahu siapa yang mengadakan pesta sialan ini?” Lanjutnya dengan suara sarat emosi.


“Maafkan aku tapi bukan aku yang memintamu datang ke pesta itu... ini adalah perintah Boss,” ucap Eddy dengan wajah memelas.


“Sial, Eddy! Yang mengadakan pesta ini adalah baj*ngan yang hampir membunuhku!” Seru Kerelyn dengan berapi-api, “Dan sekarang kau ingin aku datang ke pesta baj*ngan itu? Apa kau sudah gila?”


“Kerelyn, percayalah aku telah menentang rencana ini dengan segala cara tapi Boss mengatakan kalau ini kesempatanmu untuk membuktikan kepada masyarakat kalau kau sudah sembuh dari trauma masa lalumu dan menunjukkan kalau kau tidak takut pada ******** itu.”


“Oh percayalah aku masih sangat takut kalau harus kembali berhadapan dengan baj*ngan itu, aku hampir mati saat itu, Eddy, kalau saja Daniel tidak menolongku. Apa kau sudah lupa berapa tulang rusukku yang patah? Atau kau lupa kalau aku hampir buta? Dan sekarang kalian ingin aku datang kepadanya seolah-olah tak terjadi apa-apa? Tidak! Lebih baik kalian memecatku daripada aku harus datang ke sana.”


Kerelyn bangkit dari sofa kremnya dan dengan wajah penuh amarah dia berjalan ke arah jendela apartemennya yang menyuguhkan pemandangan sungai Hudson. Emosinya terselut ketika mengetahui agensinya meminta dirinya untuk menghadiri pesta amal yang diselenggaran oleh perusahan milik Simon Javier. Dia pernah menemani Simon dalam pesta serupa beberapa tahun lalu, biasanya pesta itu dihadiri oleh para pengusaha-pengusaha yang berpengaruh, selebritis sampai dengan para pejabat negara, dan media masa akan meliputnya besar-besaran.


Ya semua orang menganggap Simon adalah seorang pengusaha muda di bidang properti yang sukses dan juga dermawan, dia bahkan masuk dalam jajaran Man of The Years, dengan kehidupan yang mapan, wajah rupawan dan sifat dermawan maka tak salah dia masuk kategori itu walaupun itu semua hanya sebuah topeng, tapi nama baiknya tercoreng tiga tahun lalu ketika Kerelyn melaporkannya atas tindakan kekerasan, semua orang terkejut dengan kenyataan itu dan masalah itu sukses menjadi bahan pemberitaan selama beberapa pekan. Tak akan ada yang memercayai hal itu sampai akhirnya masyarakat kembali dikejutkan dengan kondisi Kerelyn yang parah.


Semua orang bersimpati padanya dan nama baik Simon Javier sebagai pengusaha muda sukses yang dermawan hancur begitu saja pada saat itu. Dan sekarang setelah keluar dari penjara, pria itu rupanya berniat untuk mengembalikan nama baiknya kembali dengan mengadakan pesta amal yang menghabiskan jutaan dolar yang akan disumbangkan kepada orang kurang beruntung melalui yayasan kemanusian miliknya.


“Kerelyn...” ucapan Eddy terhenti oleh suara bel apartemen gadis berambut merah itu, ia bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.


“Man, aku bersyukur kau datang, aku perlu bantuanmu untuk meyakinkannya,” bisik Eddy setelah membuka pintu dan melihat Daniel tengah berdiri di sana sambil memasukkan tangannya ke saku celana jeansnya yang terlihat bingung mendengar ucapan pria berambut kriting yang sedikit panjang dan juga berantakan yang wajahnya terlihat putus asa.


“Ada apa?”

__ADS_1


“Kau akan segera tahu,” ucap Eddy sambil membuka pintu apartemen lebar-lebar supaya kekasih Kerelyn itu bisa masuk.


“Kerelyn, ada Daniel di sini.” Mendengar ucapan managernya tentang kedatangan Daniel membuat gadis itu sedikit tersenyum walaupun masih terlihat kesal.


“Hai, Sweety,” ujar Daniel sambil mencium Kerelyn lembut, “Apa kau baik-baik saja?” lanjutnya sambil menarik Kerelyn duduk di sampingnya, disusul Eddy yang duduk di hadapan mereka.


“Tidak, aku tidak baik-baik saja,” jawabnya sambil menatap Eddy dengan tajam, yang membuat managernya itu membuang napas berat.


Daniel menatap mereka secara bergantian sampai akhirnya matanya menangkap sebuah undangan berwarna merah yang tergelatak di atas meja kaca di hadapannya, ia mengerutkan alisnya untuk beberapa saat lalu mengambil kertas yang membuat Kerelyn sangat marah itu.


“Sial, Man! Yang benar saja! Kau ingin dia datang ke acara sialan itu?” ucap Daniel dengan emosi sambil menatap Eddy geram, yang membuat pria di hadapan mereka terlihat kelimpungan.


“Dengar! Bukan aku yang memintanya datang ke acara itu, tapi ini perintah Bos.” Eddy berusaha membela diri sambil menatap keduanya yang masih menatapnya tajam.


“Apa pria itu tidak tahu kejadian tiga tahun lalu yang hampir saja membunuhnya? Sial! Lihat saja aku akan membuat perhitungan dengannya nanti,” geram Daniel sambil melemparkan undangan itu ke atas meja, “Dan kau! Kau telah berjanji untuk memberikan dia beberapa pengawal, sampai sekarang aku belum melihat batang hidung mereka!” Lanjutnya yang membuat Eddy putus asa.


Kerelyn terdiam beberapa saat sebelum akhirnya membuang napas berat ia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, perlahan senyum Eddy mulai terbit karena dia tahu kalau dirinya telah berhasil meyakinkannya.


“Oh, sial! Aku tak menyukai ini,” ucap Daniel setelah menyadari kalau ucapan pria kurus itu sudah mulai membuat Kerelyn goyah, dan itu membuktikan tentang kebenaran soal ahli negosiasi dari seorang Eddy Smith.


”Daniel, maukah kau pergi denganku?” Kerelyn bertanya sambil memiringkan badannya menghadap Daniel yang langsung tersenyum mendapat ajakan kekasihnya.


“Hmmnm... maafkan aku,” potong Eddy dengan wajah menyesal, yang membuat sepasang kekasih itu kembali memakinya.

__ADS_1


“Aku benar-benar akan membunuhmu, Eddy!” Geram Daniel sambil menggebrak meja yang memisahkan dirinya dengan pria kurus yang langsung melompat mundur.


"Dengarkan aku dulu!" Serunya dengan kedua tangan di depan tubuhnya untuk menghentikan amukan Daniel.


"Kalian baru saja membantah kalau kalian berkencan dan hanya sebagai teman saja, dan sekarang kalian mau datag ke acara itu berdua sebagai sepasang kekasih? Man, itu akan menjadi skandal besar," ucap Eddy berapi-api tapi hanya dapat tatan dingin dari Daniel.


"Aku-tak-pe-du-li... apa kau paham?"


Eddy terlihat putus asa, dia menarik napas panjang-panjang sebelum berusaha menyakinkan pria yang baru dia ketahui memiliki sifat posesif jika berhubungan dengan orang-orang yang dia sayangi.


"Dengar, kalau seandainya ini bukan pesta yang diadakan oleh baj*ngan itu, aku juga tak peduli. Tapi baj*ngan ini adalah orang yang berhubungan dengan masa lalu Kerelyn. Seandainya dia datang denganmu besok, itu hanya akan membuat semua berpikiran kalau kau datang hanya untuk membuat mantan kekasihnya cemburu, dan menunjukan kalau kau, Kerelyn, masih merasakan ketakutan dan sedang bersembunyi di balik kekasih barumu. Sedangkan kita harus menaikan image Kerelyn kalau dia adalah perempuan yang kuat dan tak takut menghadapi monster seperti baj*ngan itu."


Daniel dan Kerelyn terdiam, keduanya memikirkan perkataan Eddy yang memang sedikit ada benarnya.


"Aaarrrgghhhh!" Geram Kerelyn putus asa dia menjatuhkan punggungnya ke sandaran sofa terlihat putus asa.


"Dengar... aku berjanji akan membawa beberapa pengawal untuk menjaganya, dan aku akan selalu berada di sampingnya," janji Eddy bersunggung-sungguh.


"Sial, Eddy! Aku yakin kau hanya akan bertahan paling lama sepuluh menit sebelum akhirnya kau merayu para pelayan yang ada di sana untuk kau ajak keluar," ucap Daniel yang membuat Eddy membuka mulutnya tapi menutupnya kembali sambil tersenyum masam.


"Aku berjanji itu tak akan terjadi."


"Seperti saat kau berjanji waktu kita datang ke pesta tahun baru di time squre yang akhirnya menyebabkan aku terluka oleh para penggemarku sendiri karena kau sibuk merayu seorang model? Atau pada saat pesta di tempat Matt dan akhirnya aku harus pulang naik taxi karena kau pulang lebih dulu bersama artis baru itu?" Eddy tak bisa berkata apa-apa dia hanya bisa menatap Kerelyn dengan pandangan menyesal.

__ADS_1


"Dan apa kau yakin kalau para pengawal itu tak akan mengalihkan pandanganya dari Kerelyn? Mereka juga tak mungkin mengikutinya seperti bayangan karena kalau itu sampai terjadi maka upayamu untuk menaikan imagenya menjadi gadis pemberani akan gagal total," lanjut Daniel yang membuat Eddy kembali mengerutkan kening berpikir tentang itu, dan ia harus mengakui kalau yang dikatakan kekasih Kerelyn itu benar.


****


__ADS_2