The Secret Admirer (#2 The Secret Series)

The Secret Admirer (#2 The Secret Series)
Bab 30


__ADS_3

Kerelyn duduk di atas kasur besar milik Emily bersama dengan Calista dan juga Raina dengan masker di wajah masing-masing, sedangkan Emily terlihat sedang memasangkan masker di wajah Alexa yang duduk di atas kursi meja riasnya.


“Aku tak percaya ini, lusa adalah hari pernikahanku dan dua dari pengiring perempuanku memiliki memar di wajah dan tubuhnya,” ucap Emily sambil membetulkan letak masker wajah yang berupa lembaran kertas itu di wajah adiknya.


“Untuk keadaan genting seperti inilah make up diciptakan, Em,” ujar Alexa dengan santai yang membuat Emily memutar bola matanya.


Keadaan di kediam Simon Javier sudah bisa dikendalikan, para sandera telah berhasil di selamatkan dan para anak buah pria itu pun telah berhasil di tangkap, tapi sayang otak dari kejadian malam ini yaitu Simon masih belum diketahui keberadaanya. Hampir semua televisi menayangkan secara langsung kejadian malam ini, di layar kaca terlihat aparat keamanan yang menggiring para penjahat yang telah mereka ciduk dengan menaiki iring-iringan mobil polisi dengan pengawalan ketat, beberapa kali mereka melihat Alex yang tertangkap kamera tengah berbicara dengan para polisi, oleh sebab itu mereka kini bisa merasa tenang karena pria bermata tajam itu terlihat baik-baik saja selain luka tadi. Daniel akan mengantarkan Kerelyn pulang tapi Emily memintanya untuk menginap di sana, dia mengatakan kalau ini adalah malam terakhirnya yang akan dia nikmati sebagai seorang gadis sebelum dia menikah dengan Dylan besok lusa. Dan akhirnya disinilah dia berada bersama sikembar Winchester, Raina dan juga Calista, tunangan Theo yang sangat cantik.


“Aku pasti sudah sangat ketakutan kalau diposisi kalian tadi,” ujar Calista sambil meringis, dia ingat ketika menjadi sandera beberapa bulan lalu dan itu masih membuatnya ngeri.


“Oh percayalah, aku juga sangat takut,” ucap Alexa bergidik dengan suara tertahan karena masker di wajahnya.


“Tapi bagaimana kau, Daniel dan Gerard bisa keluar dari sana, sedangkan Lexa terjebak di ruangan pesta?”


Semua orang kini menatap Raina yang terlihat lucu dengan piyama tidur berbentuk lebahnya. Emily sengaja menyediakan baju tidur berbentuk binatang untuk mereka gunakan malam ini, rencananya dia akan mengundang mereka untuk menginap beberapa hari lalu, tapi dia terlalu disibukan oleh persiapan pesta pernikahannya hingga dia melupakan rencana pesta ‘malam para gadis-nya’, tapi untung saja kejadian ini memberinya kesempatan untuk melaksanakannya. Hei, selalu ada hikmah di balik semuanyakan?


“Aku dan Gerard sedang berada di dalam ruang kerja Simon ketika mendengar suara tembakan, dan ketika menyadari ada yang salah kami memutuskan untuk bersembunyi di dalam ruangan itu lalu turun melalui jendela dan di sanalah kami bertemu Daniel.”


“Ya Tuhan!” ujar Calista sambil menatap Raina dengan simpati mendengar penjelasan gadis itu.


Semua orang kini terdiam mengingat kejadian beberapa jam lalu yang terasa mencekam, tapi semua telah berlalu kini mereka aman berada di dalam rumah berkumpul dengan keluarga dan sahabat mereka, Kerelyn menggelengkan kepala ketika menyadari hal buruk bisa saja menimpa kekasih dan teman-teman barunya dalam kejadian malam ini, dan ia tak mau membayangkan bagaimana seandainya hal buruk itu terjadi? Tidak ia tak ingin membayangkan itu, ia kembali tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara milik Alexa.


“Katakan padaku apa ada sesuatu yang terjadi antara kalian berdua ketika di ruangan Simon?” Tanya Alexa dengan penasaran, dia bahkan membuka maskernya saking semangatnya yang langsung mendapat protes dari Emily, dia menatap kembarannya galak karena telah membuka maskernya dan Alexa harus kembali pasrah ketika Emily memasang kertas dingin itu di atas wajahnya.

__ADS_1


Semua menatap Raina dengan penasaran, mata mereka berbinar mengharapkan cerita romantis dari sepupu si kembar itu, “Tidak ada,” ucap Raina sambil menggelengkan kepala, Emily mengerutkan alisnya menatap gadis itu yang terlihat serba salah.


“Tidak mungkin! Kau berbohongkan?” Tanya Emily sambil tersenyum bahagia, ia kini naik ke atas tempat tidurnya bergabung dengan Kerely dan juga Calista yang langsung memaksa Raina untuk menceritakan apa yang telah terjadi.


“Kau seperti tomat matang,” goda Kerelyn yang langsung dapat sautan setuju dari yang lainnya, membuat Raina tak bisa mengelak lagi.


“Baiklah aku akan menceritakannya,” ucap Raina malu-malu yang membuat Alexa langsung melompat ke atas tempat tidur persis seperti kelinci putih sesuai dengan pakaian tidur yang ia kenakan, ia duduk di samping Calista yang tampak cantik dengan baju macannya, Kerelyn mengenakan pakaian jerapah yang imut sedangkan Emily memakai pakaian sapi yang menggemaskan.


Raina menjelaskan secara singkat dari mulai awal ketika ia mencium Gerard ketika mengikuti anak buah Simon, diikuti dengan Gerard yang mencium dirinya ketika mereka mau melarikan diri, dan itu sukses membuat kehebohan di antara para gadis itu yang berteriak bahagia mendengar aksi romantis di antara teror malam itu.


“Wow.. kau menciumnya terlebih dahulu!” Seru Alexa dengan wajah berbinar.


“I..itu karena kondisi saat itu, Lexa,” ucap Raina mencoba membela diri.


“Dan Gerard menciummu hanya untuk menenangkanmu? Ya Tuhan, itu sangat romantis,” ujar Calista sambil menaruh kedua tangannya di atas dada dengan mata memuja.


“Iya tapi mungkin dia hanya menciumku untuk menghilangkan ketakutanku tanpa ada rasa apapun,” ucap Raina sambil meminum sodanya, ia kini duduk di kursi rias Emily mengahadap ke arah tempat tidur dimana keempat yang lainnya tengah menatapnya.


“Maksudmu, Gerard menciummu padahal dia tidak menyukaimu?” tanya Calista sambil melepas maskernya, disusul yang lainnya yang juga melepaskan benda itu dari wajah mereka.


“Gerard sepertinya bukan tipe pria yang akan mencium setiap perempuan yang ditemuinya,” ujar Kerelyn yang mendapat anggukan dari yang lainnya.


“Gerard mungkin pintar dalam segala hal tapi tidak dalam urusan perasaannya,” ucap Emily yang membuat Raina mengangkat alisnya.

__ADS_1


“Well, sebenarnya bukan hanya dia saja tapi mereka semua sangat parah dengan urusan cinta,” ucap Alexa yang mendapat anggukan dari Emily.


“Kau benar... Dylan perlu waktu yang lama untuk menyadari kalau dia mencintaiku.”


“Kau perlu waktu yang lebih lama lagi untuk menyadari itu, Em,” ujar Alexa yang membuat Emily mengerutkan alisnya.


“Ah iya, kau benar lagi,” ujar Emily sambil mengangguk.


“Apa Theo juga memerlukan waktu lama untuk mencintaiku?” tanya Calista penasaran.


“Tidak, dia langsung jatuh cinta kepadamu pada pandangan pertama, percayalah padaku, tapi dia perlu waktu untuk mengakui itu,” jawab Emily yang membuat Calista tersenyum cerah.


“Dan Daniel memecahkan rekor tercepat saat ini... dia menyadari kalau dia mencintaimu, Kerelyn, dalam waktu yang sangat singkat... sial, aku bahkan sampai kalah taruhan dari Alex.”


Kerelyn membelalakan matanya tak percaya mendengar pengakuan adik kekasihnya itu, “Kalian bertaruh untuk hubungan kami?”


“Tidak,” jawab Alexa dengan mulut penuh kripik lalu menelannya untuk melanjutkan ucapannya, “Kami hanya bertaruh berapa lama Daniel akan menyadari tentang perasaannya, aku bertaruh 3 bulan dan Alex satu bulan, dan aku kalah... seharusnya aku tahu kalau dia sangat mencintaimu dan sekarang semua orang di Amerika tahu kalau kalian sedang berpacaran.”


Kerelyn tersenyum bangga sambil mengangkat alisnya membuat semua orang ikut tersenyum, “Ok, cukup tentang aku dan Daniel, kita kembali ke masalah Gerard... bagaimana kau tahu kalau dia tak menyukaimu?”


Raina kembali meminum sodanya, “Dia hanya menganggapku sepupu dari sahabatnya, hanya itu... dan apa kau lupa kalau tadi Gerard mengajak perempuan lain?”


Emily dan Calista yang tak mengetahui perihal Sarah langsung membelalakan mata dan menganga tak percaya mendengar ucapan Raina, “Tidak mungkin... maksudmu Gerard tadi mengajak perempuan lain dan dia masih berani menciummu?” seru Emily dengan nada tak percaya.

__ADS_1


“Iya, tadi dia datang bersama Sarah, temannya ketika kuliah dulu dan berdasarkan ceritanya kalau dia menyukainya sejak dulu, bahkan Daniel dan Alexpun mengenalnya... dia memiliki banyak persamaan dengan Gerard, mereka sama-sama pintar, mereka bahkan mereka memiliki hobi dan kebiasaan yang sama dan kalau kalian melihat bagaimana caranya bergelayut mesra di tangan Gerard, kalian akan langsung mengetahuinya kalau perempuan itu sangat menyukainya... begitupun sebaliknya, karena sepertinya Gerard tidak keberatan sama sekali ketika Sarah melakukan itu,” jelas Raina dengan lemah, dia berusaha tersenyum hanya untuk menghibur keempat perempuan yang kini menatapnya dengan penuh simpati.


*****


__ADS_2