
Tidak pernah ada kata sederhana jika menyangkut pesta seorang pewaris grup Royal, begitu pula dengan pesta pernikahan Emily dan Dylan yang berlangsung di dalam ballroom hotel The Royal yang menampung sedikitnya seribu undangan, ruangan itu dihias dengan nuansa putih biru, berhiaskan ribuan bunga mawar putih dan juga lampu-lampu kecil yang dipasang sebagai atap bak bintang di atas langit malam membuat ruangan itu terlihat luar biasa cantik. Buket bunga dari jenis yang samapun turut menghiasi setiap meja yang telah di tata rapi dan ditutupi taplak dari sutra putih serasi dengan kursi yang ditutup menggunakan kain yang sama dimana para tamu undangan telah mengisi setiap kursinya, dimajakan oleh makanan nikmat dari mulai makanan pembuka, utama sampai penutup tidak ketinggalan wine dan sampanye kualitas tinggi yang secara bergantian dihidangkan oleh para pelayan berseragam rapi.
Sang pengantin perempuan terlihat cantik mengenakan pakaian yang sengaja dipesan ibunya dari tanah kelahirannya. Indonesia. Sebuah kebaya modern panjang berwarna putih dipenuhi oleh payet dengan warna gradasi lengkap dengan kain batik sebagai bawahan yang di design sedemikian rupa hingga membuat Emily terlihat bak seorang putri, semua orang terlihat takjub dengan pakaian yang ia kenakan di pesta itu, bahkan Kerelyn dan Calista menginginkan gaun seperti itu untuk pernikahan mereka nanti, dan itu membuat Dylan yang terlihat tampan dengan tuxedo broken whitenya tak mau melepaskan tangan istrinya dari genggamannya walau hanya sesaat.
Para pengiring pengantin perempuan memakai gaun yang dirancang oleh Alexa, untuk menyeimbangkan dengan pakaian yang dipakai oleh Emily, maka dia merancang gaun itu dengan perpaduan Indonesia-Eropa, dia bahkan meminta saran dari temannya yang seorang designer Indonesia tentang kain yang ia gunakan, alhasil gaun para pengiring pengantin-pun terlihat unik dengan perpaduan kain brukat Prancis dan batik sutra yang halus, membuat Alexa banjir pujian dari para tamu yang hadir.
Suasana haru sempat terasa ketika Mr. Winchester memberi sambutan sebelum mereka bersulang untuk kebahagian pengantin, tapi kecerian langsung kembali terasa ketika giliran Theo untuk melakukan sambutan sebelum bersulang sebagai sahabat para pengantin yang malah menceritakan bagaimana perjuangan Dylan untuk meyakinkan Emily kalau dia mencintainya, dan itu sukses membuat pengantin perempuan tersipu malu. Musik telah dimainkan Dylan mengajak Emily untuk melakukan dansa pertama mereka sebagai pasangan suami istri, disusul oleh yang lainnya termasuk Theo dan Calista sedangkan Daniel dan yang lainnya tengah berkumpul di pinggir ruangan sambil menikmati minuman mereka dan menyaksikan pengantin yang tersenyum bahagia di lantai dansa.
“Mereka berdua telihat sangat bahagia,” ucap Kerelyn sambil tersenyum melihat Emily dan Dylan yang terlihat sangat serasi.
“Iya, aku bahagia karena pria yang bersama dengan adikku adalah Dylan.”
“Sekarang kita hanya tinggal mengawasi satu orang lagi,” ujar Gerard sambil menatap ke arah meja makanan kecil dimana Alexa dan Raina tengah asik berada di sana sambil mencicipi berbagai macam hidangan yang tersedia.
“Dan itu yang paling sulit,” ucap Alex sambil menggelengkan kepala melihat tingkah pasangannya malam ini.
“Aku iri kepada mereka berdua, mereka bisa makan banyak tanpa harus memikirkan kenaikan berat badan,” ucap Kerelyn sambil tersenyum masam melihat keduanya.
“Apa mereka sudah memiliki kekasih?” tanya Sarah yang dengan setia berada di samping Gerard dari tadi, bahkan gadis itu telah datang pada saat pemberkatan yang hanya di hadiri oleh keluarga dan sahabat terdekat saja, dan tentu saja hal itu membuat Raina harus sedikit manahan emosi.
“Belum,” jawab Gerard singkat sambil kembali menatap keduanya yang kini tengah menikmati gelato, es cream khas italia dengan campuran buah-buahan yang disajikan di atas gelas kristal, dan keduanya terlihat tersenyum bahagia dengan mata berbinar ketika memasukan makanan dingin nan manis itu ke dalam mulut, yang membuat Gerard ikut tersenyum.
__ADS_1
“Hmm.. aku rencananya akan mengenalkan Raina kepada seseorang,” ucap Kerelyn memulai aksinya dan berhasil mengejutkan semua orang yang kini menatapnya.
“Benarkah? Kau tidak pernah mengatakannya kepadaku,” ujar Daniel dengan mata penuh selidik.
“Aku baru akan mengenalkan mereka, Emily telah setuju untuk mengundangnya ke pesta ini.”
“Maksudmu pria itu ada di sini sekarang?” tanya Gerard dengan wajah tercengang yang membuat Kerelyn harus menahan senyumnya.
“Dia belum datang,” jawab Kerelyn santai, sepertinya kemampuan aktingnya saat ini benar-benar bermanfaat.
“Apa aku mengenalnya?” tanya Daniel kembali.
Daniel, Gerard dan Alex saling pandang kemudian dia menggelengkan kepala tanda kalau dia tak tahu siapa pria yang dimaksud kekasihnya.
“Itu dia sudah datang!” Seru Kerelyn membuat semua memandang ke arah pria berpakaian resmi yang terlihat sangat tampan yang tengah tersenyum dan berjalan ke arah mereka dengan penuh percaya diri khas seorang model profesional ketika tengah melakukan peragaan busana, membuat Sarah menganga melihatnya, berbeda dengan Alex yang langsung mengumpat ketika mengetahui siapa pria yang Kerelyn maksud, Daniel menatap Kerelyn dengan pandangan tak percaya, sedangkan Gerard menatap pria bermata gelap itu dengan pandangan menyelidik.
“Maafkan aku datang terlambat,” ujar Ethan sambil mengecup pipi Kerelyn yang tersenyum bangga melihat adiknya yang menjadi perhatian beberapa orang yang hadir malam ini.
“Kau datang pada saat yang tepat,” ucap Kerelyn sambil tersenyum, “Kau sudah mengenal Daniel dan... Alex,” lanjutnya sambil memandang Alex yang menatap adiknya tajam, “Aku akan mengenalkanmu kepada Gerard dan Sarah.. ini adikku, Ethan.”
“Wow.. sebentar, Ethan? Apa Ethan yang itu?” tanya Gerard sambil menatap Kerelyn serius.
__ADS_1
“Yap, Ethan yang itu, Man,” Alex menjawab pertanyaan Gerard yang langsung menatap Kerelyn tak percaya dengan mulut menganga.
“Demi Tuhan, Kerelyn yang benar saja!” protes Gerard setelah menyadari pria yang ingin Kerelyn kenalkan kepada Raina adalah pria yang pernah mengkhianati Alexa.
“Tenang saja, aku akan dengan senang hati memukul wajah tampannya lagi kalau dia berani macam-macam,” ujar Alex sambil menatap Ethan.
“Tapi sepertinya Tuhan telah membalas perbuatanmu padaku berlipat-lipat... Tuhan memang adil,” ucap Ethan santai sambil menyeringai menatap wajah Alex yang masih terlihat memar di beberapa tempat. Alex baru membuka mulutnya akan menjawab sindirannya ketika suara lembut milik seorang perempuan mengalihkan perhatian mereka semua.
“Hai, apa aku mengganggu kalian semua?” Tanya Raina setelah menyadari ada ketegangan di antara suara hingar bingar pesta di sekeliling mereka.
‘”Raina, aku senang kau datang... kenalkan ini adikku, Ethan.. Ethan, ini Raina, perempuan yang kuceritakan kemarin,” ucap Kerelyn penuh syukur karena kedatangan gadis itu berhasil menghentikan apapun yang akan memulai pertengkatan di antara Ethan dan Alex.
“Hai, kau jauh lebih cantik dari yang Kakakku ceritakan kemarin,” puji Ethan sambil mencium tangan Raina yang membuat Gerard menggelengkan kepala sambil membuang napas berat, dan lagi-lagi Kerelyn harus menahan senyumnya.
“Terimakasih, kaupun jauh lebih tampan dari yang aku dengar.” Gerard kini memutar bola matanya mendengar pujian dari gadis itu.
Ethan menatap ke belakang Raina dan seketika matanya berbinar dan senyum bahagia menghiasi wajah rupawan bak dewa Yunani-nya.
“Baby, kau terlihat sangat luar biasa,” ujar Ethan tak bisa lagi menyembunyikan kebahagiaanya ketika melihat Alexa berdiri tak jauh darinya, ia berjalan mendekati gadis itu yang masih terlihat kaget melihat pria yang pernah mengisi harinya berdiri di sana dengan luar biasa tampan seperti biasanya.
*****
__ADS_1