
“Jadi maksudmu seorang psikopat tengah mengawasai Kerelyn?” Daniel bertanya tak percaya ketika Alex menceritakan kalau selama ini telah terjadi pembunuhan dengan bunga tulip di TKP.
Sampai kemarin polisi belum bisa menghubungkan antar korban-korban itu selain pembunuhnya adalah orang gila yang selalu menaruh bunga tulip setelah membunuh para korban. Sampai akhirnya Alex meminta polisi yang bertugas dalam kasus itu menganalisa kemungkinan Kerelyn ada hubungan dengan para korban. Dan ternyata hasilnya sangat mengejutkan karena para korban itu adalah orang-orang yang diduga melakukan tindakan kejahatan kepada Kerelyn, dari mulai orang yang berusaha menabraknya sampai dengan orang yang mengeluarkan komentar-komentar pedas kepada artis itu. Dan terakhir adalah Simon Javier yang semua orang ketahui apa yang telah pria lakukan kepada perempuan berambut merah itu.
Untuk kasus Simon, sebenarnya Alex hanya merasa penasaran apa ada hubungannya atau tidak karena TKP dalam keadaan hancur terbakar, tapi pihak kepolisian Kanada menemukan sisa dari pembakaran bunga itu yang semakin memperkuat dugaannya. Dan sampai saat ini sudah 8 orang korban dari yang diketahui pihak kepolisian, dan mereka yakin masih ada korban lainnya yang tak terungkap.
“Iya, tapi lebih tepatnya ia melindungi Kerelyn dari bahaya. Aku tahu ini terdengar gila. Para psikolog mengatakan kalau ada kemungkinan orang ini memiliki sindrom superhero. Dia merasa bertanggung jawab atas keselamatan orang lain dan dalam kasus ini adalah Kerelyn. Dia juga merasa kalau yang dibutuhkan Kerelyn hanya dirinya, bahkan berpikiran kalau Kerelyn tak bisa hidup tanpa dirinya.”
“Ini benar-benar gila,” ucap Daniel sambil mengacak-acak rambutnya, saat ini mereka tengah berada di apartemen Alex sengaja membicarakan masalah ini jauh dari yang lainnya, hanya mereka berdua ditambah Gerard yang masih tak percaya mendengar penjelasan Alex.
“Dan sekarang, orang itu tengah mengincar Daniel?” tanya Gerard sambil menatap Alex begitupun Daniel yang menunggu jawaban pria dengan lesung pipit itu yang perlahan mengangguk membenarkan, dan langsung mendapat umpatan dari keduanya.
“Mengingat orang itu hanya ingin melindungi Kerelyn dari bahaya maka besar kemungkinan kalau kaulah target selanjutnya.”
Semua orang kini terdiam memikirkan hal itu, tentu saja rasa takut bercampur dengan amaraha bercampur menjadi satu mengingat seseorang yang kita sayangi menjadi target seorang Psikopat. Alex berjalan menuju dapur dan mengambil tiga kaleng bir dingin di dalam kulkas yang ia berikan kepada dua sahabatnya yang langsung membukanya kemudian meminumnya.
“Tapi yang aku takutkan adalah targetnya telah berubah,” ujar Daniel yang membuat Gerard dan Alex saling pandang tak mengerti.
“Apa maksudmu?” tanya Alex penasaran.
“Bisa jadi target orang itu adalah Kerelyn, karena dia merasa kecewa padanya.” Daniel menatap kedua sahabatnya yang masih menatapnya tak mengerti,
“Maksudku, orang itu melakukan pembunuhan-pembunuhan ini untuk melindungi Kerelyn dan juga untuk menarik perhatiannya dengan mengiriminya bunga yang sama setiap dia telah melakukan aksinya hanya untuk memberitahu Kerelyn kalau dia telah melakukan sesuatu yang besar untuknya. Tapi sekarang dia mengetahui kalau kerelyn berhubungan denganku, ada kemungkinan dia kecewa dan ingin menunjukan kepadanya kalau tak ada yang bisa melindunginya selain dia.”
“Oh sial!” Seru Alex dan Gerard secara bersamaan ketika menyadari hal itu ada kemungkin benar.
“Kita harus menangkapnya secepatnya, apa tidak ada petunjuk mengenai siapa orang gila ini?” tanya Gerard yang membuat Alex membuang napas berat sambil menggeleng.
“Kami telah bertanya kepada Eddy, Matt dan juga Mr. Robert. Tapi ketiga orang ini tidak melihat apapun yang mencurigakan, Eddy berkata dia langsung pulang setelah bertemu denganmu, ketika dia menuju mobilnya dia masih melihat mobilmu di sana dan tak ada seorangpun yang mendekati mobilmu, begitu juga dengan Matt dia mengatakan kalau mobilnya terparkir tepat di samping mobilmu dan dia sempat melihat seorang pria yang mencurigakan tapi menyebutkan ciri-ciri yang sama dengan pencurinya.”
Daniel dan Gerard yang tadi sempat terlihat bersemangat mendengar kemungkinan Matt melihat orang gila itu tiba-tiba kembali lemas setelah mendengar kelanjutannya.
“Sedangkan Mr. Robert, dia mengatakan kalau dia baru saja datang ketika melihatmu berlari ke lapangan parkir di susul oleh Kerelyn.”
__ADS_1
Semua kembali ke jalan buntu, tak ada sedikitpun petunjuk yang mengarah kepada sipelaku dan itu membuat semua orang putus asa. Mereka kini seperti duduk di atas bom waktu yang bisa meledak kapan saja.
“Dari kasus-kasus yang dulu apa tak ada CCTV atau apapun yang bisa dijadikan petunjuk?” tanya Daniel sambil menatap Alex berharap ada sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk.
“Tidak ada, dia melakukan kejahatannya di tempat-tempat yang tak tertangkap CCTV. Kau ingat orang yang berusaha menabrak Kerelyn?” Daniel mengangguk menjawab pertanyaan Alex, “Dia dibunuh dengan cara ditabrak di gedung parkiran yang sudah tak terpakai. Dan ketika Kerelyn mengalami kecelakan di lokasi shooting ternyata itu bukan kecelakaan karena seseorang telah merencanakannya, dan si palaku dibunuh dengan cara dipukul kepalanya hingga hancur di lapangan parkir di bawah guyuran hujan pada malam hari sehingga tak ada satupun orang yang berada di sana, semua jejak dan bukti kalaupun ada akan langsung terhapus oleh air hujan dan lagi-lagi tak ada CCTV.”
“Ini gila!” Seru Daniel sambil menggelengkan kepala.
“Dan korban yang lain dibunuh dengan cara berbeda, itulah kenapa pihak polisi kesulitan mengidentifasi kasus ini karena tak ditemukan satupun kesamaan dari semuanya, selain bunga tulip di setiap lokasi. Kau mungkin satu-satunya korban yang selamat dan secara tak langsung mengetahui tentang bunga tulip itu dan akhirnya mengarahkan kami kepada Kerelyn sebagai satu-satunya penghubungan dari pembunuhan berantai ini.”
Gerard telah menghabiskan bir dinginnya, dan sepertinya ia memerlukan tambahan minuman karena kini ia telah mengambil kaleng yang lain di dalam kulkas milik Alex dan ketika kembali berjalan ke arah sofa tanpa sengaja ia melihat miniatur mobil sport yang tersusun di atas lemari hias yang menempel di dinding apartemen Alex. Gerard mengambil miniatur mobil sport berwarna merah itu lalu memerhatikannya dengan teliti dan seketika matanya terlihat terbelalak ketika menyadari sesuatu.
“A, kau bilang kalau Matt memarkirkan mobilnya di samping mobil Daniel?” tanyanya dengan antusias membuat Alex dan Daniel mengalihkan perhatian mereka kepada pria berkaca mata itu.
“Iya, apa kau memikirkan sesuatu?”
“Apa kau telah memeriksa kamera mobilnya?”
“Iya tentu saja tapi kami tak menemukan apapun,” jawaban Alex itu kembali membuat Gerard kehilangan kemungkinan yang ada, “Bisa saja, sipelaku datang dari arah berlawanan dari mobilnya, Matt,” lanjut Alex yang mebuat Gerard mengerutkan alisnya terlihat berpikir.
“Apa kau memikirkan sesuatu?” tanya Gerard dengan penasaran.
“Kalau mobil di sampingku tidak bisa melihat apapun, tapi mobil di depanku bisa melihat sesuatu. Maksudku, dari kamera mobil Matt kita bisa melihat mobil di depan kami, kita bisa melacak plat mobilnya dan memeriksa kameranya.”
Gerard membelalakan matanya dengan antusias karena apa yang dipikirkan Daniel itu bisa saja terjadi. Tapi berbeda dengan Alex yang hanya menatap keduanya dengan wajah lemas.
“Aku sudah memikirkan hal itu dan kita harus menunggu karena sang pemilik kendaraan sedang berada di Brasil sampai bulan depan. Sedangakan mobil yang lainnya tidak memiliki kamera.”
Lagi-lagi mereka menemukan jalan buntu, kita tak pernah tahu apa yang terjadi sebulan ke depan, yang pasti mereka kini harus berlomba dengan waktu karena si pelaku sudah mulai bertindak yang artinya salah satu dari Daniel atau Kerelyn telah berada dalam jarak bidik si pelaku yang hanya tinggal menarik pelatuk maka salah satu dari mereka atau bahkan mungkin keduanya sudah dipastikan tak akan selamat.
“Kalau mobil di samping dan di depan tidak bisa memberikan apa-apa berbeda dengan mobil yang menjadi korban,” ucap Daniel sambil berpikir, “Alex apa kau telah memeriksa kamera mobilku?”
“Terlalu banyak kerusakan, memerlukan waktu untuk memperbaikinya.”
__ADS_1
“Tidak kalau aku yang memperbaikinya,” ucap Gerard sambil tersenyum, “Apa kau bisa membawa memory card-nya kepadaku? Aku akan mengerjakan itu secepatanya dan, sial! aku harap akhirnya kita bisa menemukan sesuatu di dalamnya.”
“Aku harus meminta ijin kapten, tapi walaupun tak diijinkan aku akan membawanya kepadamu dengan cara apapun,” ujar Alex sambil tersenyum yang menular kepada kedua sahabatnya, mereka kemudian bersulang dengan menggunakan minuman kaleng lalu kembali larut dalam pikiran masing-masing.
“Guys, aku ingin membicarakan sesuatu dengan kalian,” ujar Daniel memecah keheningan di antara mereka yang membuat keduanya menatap kakak si kembar itu dengan serius.
Daniel membicarakan apa yang ada dalam pikirannya yang tentu saja membuat kedua sahabatnya memaki, tapi Daniel menjelaskan keputusannya itu dan walaupun berat akhirnya kedua sahabatnya terdiam dan menerima keputusan yang telah ia ambil.
“Kerelyn pasti tidak akan menyukainya, D,” ucap Alex sambil menggelengkan kepala.
“Aku juga tidak menyukai tapi ini satu-satunya jalan untuk menyelamatkan kami berdua.”
Alex dan Gerard saling pandang dan menatap Daniel yang matanya terlihat menerawang sambil menghabiskan bir miliknya.
“Apa kau yakin, D? Kita bisa mencari jalan lain untuk menyelamatkan kalian berdua.”
Daniel mengangguk menjawab pertanyaan Gerard, “Iya, aku yakin, aku hanya perlu dukungan kalian berdua,” ujar Daniel sambil tersenyum menatap kedua sahabatnya yang juga ikut tersenyum memberikan semangat.
***
***Haiii... tinggal beberapa bab menuju tamat, clue semakin banyak nih, ada yang udah yakin dengan tebakannya siapa si pemilik tulip??? 😁
Selama ini yang menjadi tersangka adalah Eddy, Matt, Martin, dan terakhir nama Harry Robert pun muncul 😅 jadi kira" siapa si psikopat gila ini?
Hmmm.. 2-3 bab ke depan (aku lupa 😅) bakal ketahuan siapa sebenarnya si psikopat tulip ini, jd kita lihat siapa tau ada yg tebakannya benar 🤭
Oh iya, selama ini banyak yang penasaran dgn visul mereka, jujur untuk visual Dylan dan Theo aku sudah lupa siapa yang jd visual mereka 😪 nyoba cari-cari di wp juga sudah di hapus, tapiiiii... tenang saja untuk visual D, G, A masih ada ko 😍
Karena di sini kita lagi bahas Daniel, jd yang pertama aku keluarin visualnya si sulung Winchester ya.
Ok, untuk Daniel karena dia keturunan Asia-Amerika aku cari yg blasteran asia, mungkin kalau yang suka ntn series Criminal Minds atau dulu pernah nonton Drakor The Fugitive plan B nya Babang Rain (ketahuan deh tuanya 🤣) sudah tau sama sosok satu ini, dan jujur saja aku suka sama si Babang yang satu ini alhasil namanya pun aku ambil dari nama asli si visual yaitu Daniel.
Ok, ini dia saya perkenalkan visual Daniel Winchester (Hope you like it 😍😍***)
__ADS_1