The Secret Admirer (#2 The Secret Series)

The Secret Admirer (#2 The Secret Series)
Bab 20


__ADS_3

Daniel dan Kerelyn kini tengah berada di apartemen si kembar dimana yang lainnya telah menunggu tentu saja tanpa Emilly yang dari kemarin telah tinggal di rumah orangtuanya di West Village untuk mempersiapkan pesta pernikahannya.


“Jadi kalian berdua melihat Alex dan Lexa bertemu dengan penjahat itu?” Daniel mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Dylan, yang langsung mendapat reaksi dari yang lain.


“Apa yang dia lakukan dengan membawa Lexa dalam penyamarannya? Bagaimana kalau sesuatu terjadi padanya?”


Kali ini Theo yang terlihat sedikit emosi mengingat bisa aja sahabatnya itu kembali dalam keadaan bahaya.


“Sebaiknya kita tunggu penjelasan dari Alex, dia pasti memiliki alasan khusus untuk ini,” ucap Gerard mencoba menenangkan kondisi saat ini dimana semua orang terlihat begitu khawatir dengan keadaan Alexa yang ikut dalam penyamarannya Alex


.


Daniel tadi hampir saja menarik Alexa untuk pulang bersama dengannya tapi Kerelyn menghalanginya, dia mengingatkan Alex tidak akan membuat Alexa dalam keadaan bahaya walaupun harus mengacaukan penyamarannya yang dengan susah payah ia jalani selama beberapa minggu ini. Tapi ia masih mengingat bagaimana adiknya itu hampir saja kehilangan nyawa belum lama ini karena peluru yang bersarang di tubuhnya, dan tubuhnya kembali dilanda rasa takut mengingat Alexa harus kembali berhadapan dengan orang-orang jahat.


“Tenang saja, D, Alex tak akan membiarkan sesuatu terjadi padanya... percayalah dia adalah orang pertama yang akan menjadi tameng untuk Lexa seandainya sesuatu yang buruk terjadi,” lanjut Gerard setelah menyadari keadaan Daniel yang terlihat sangat khawatir.


“Oh, aku bersumpah akan membunuhnya kalau sesuatu terjadi pada adikku!” Seru Daniel yang kembali berjalan mundar-mandir di dalam apartemen yang sudah menjadi tempat mereka semua untuk berkumpul.


Kerelyn menjulurkan tangannya sambil tersenyum yang langsung disambut Daniel, ia kini duduk di samping perempuan berambut merah itu yang masih menggenggam tangannya untuk memberikan sedikit rasa tenang.


Menit berlalu tapi Alex dan Alexa belum juga menampakkan batang hidungnya membuat para pria kembali terlihat resah, Calista bersama Kerelyn terlihat di dapur sedang membuat minuman untuk semuanya, sedangkan Raina terlihat sedang membongkar lemari dapur si kembar mencari makanan yang bisa mereka makan dan akhirnya menemukan keripik kentang dan makanan ringan lainnya yang langsung ia bawa keruangan tempat para pria yang telihat hampir meledak. Semua orang langsung berdiri ketika mendengar suara double A yang bertengkar di depan apartemen mereka.


“Oh Ayolah, Lexa, aku tak mungkin salah.”


“Oh jelas sekali kali ini kau salah besar,” ujar Lexa sambil membuka apartemennya, dan seketika ia terdiam ketika melihat semua orang tengah berada di sana dan menatap mereka dengan garang.


“Apa yang kalian lakukan di sini? Apa ada acara yang aku tak tahu?” tanya Alexa dengan bingung sambil menatap semuanya secara bergantian.


“Hai, apa kalian dari tadi?” Alex bertanya dengan santai sambil masuk ke dalam apartemen.


“Sekarang jelaskan apa yang sedang terjadi?” Daniel bertanya sambil berpangku tangan yang di dukung yang lainnya. Alex dan Alexa saling pandang terlihat bingung, tapi seketika Alexa membelalakan matanya menatap Alex dengan galak.


“Kau memberitahu mereka? Oh seharusnya aku tahu, dasar tukang gosip, kau pasti sudah memberi tahu mereka.” Alexa terlihat sangat marah, dia berjalan ke arah sofa yang langsung duduk di sana di susul oleh Kerelyn, Calista dan juga Raina.


“Aku tidak memberitahu mereka... belum,” ucap Alex dengan sungguh-sungguh sambil ikut duduk dan mengambil minuman yang sudah disediakan Kerelyn.


“Jadi bagaimana mereka tahu?”

__ADS_1


“Aku tidak tahu.”


“Daniel melihat kalian,” ucap Dylan yang membuat Alexa menatapnya lalu ganti menatap kakaknya.


“Kau melihat kami?” Daniel mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Alexa yang telihat tak percaya.


“Kau melihat kami di Time Square?” Kali ini Alex yang bertanya.


“Iya, aku dan Kerelyn melihat kalian di Plaza lebih tepatnya,” jawab Daniel dingin yang membuat Alex dan Alexa menghembuskan napas panjang.


“Jadi kau melihatnya juga?” Alexa bertanya kepada Kerelyn yang dijawab dengan anggukan, “Baiklah karena kalian telah melihatnya, beritahu padaku dengan jujur apa matanya jereng?”


Semua orang saling pandang terlihat bingung dengan pertanya Alexa yang aneh tapi melihat wajahnya ia terlihat serius dengan pertanyaannya, begitu juga dengan Alex yang terlihat serius menatap Daniel dan Kerelyn menunggu jawaban dari keduanya.


“Katakan padanya dengan jujur, matanya jerengkan? Aku tak mungkin salah, Lexi!” Seru Alex yang membuat semuanya mengerutkan alis bingung.


“Dia sempurna, Alex, matanya tidak jereng.”


“Tunggu dulu, mata siapa yang jereng?” Raina bertanya dengan bingung.


“Bukankah Daniel telah menceritakan pada kalian?” Alexa berkata sambil menatap semuanya yang saling pandang sebelum akhirnya mengangguk walaupun ragu.


“Ok cukup! Aku sudah tak tahan lagi!” Gerard berseru sambil mengangkat kedua tangannya tanda dia menyerah sambil menghempaskan tubuhnya di atas sofa.


“Bisakah kalian memberi tahu kami, siapa yang matanya jereng?” Calista bertanya dengan wajah bak malaikat tak berdosanya membuat siapapun tak akan berani menolak permintaannya.


“Baiklah aku akan menceritakannya dari awal, salah satu temanku mengenalkanku kepada sepupunya yang seorang pengacara, oh percayalah dia sangat sempurna.”


“Tapi matanya jereng,” potong Alex yang mendapat pelototan dari Alexa.


“Dia sangat tampan, sopan, baik, dan matanya tidak jereng!” ucap Alexa yang membuat Alex memutar bola matanya.


“Kalian tahu, dia seperti kembaran Jamie Dornan.”


Para wanita langsung saja terlihat bersemangat setelah mendengar pemeran Mr. Grey yang seksi di Fifty Shades Of Grey.


“Apa dia seseksi itu?” Raina bertanya dengan mata berbinar diikuti oleh Kerelyn dan juga Calista yang tak kalah antusiasnya.

__ADS_1


“Oh percayalah, dia sangat.. sangat.. luar biasa seksi dengan mata dan senyumnya yang membuat para perempuan di sana merasa iri padaku.”


“Aaaaahhhhh...” suara kompak dari ketiga perempuan lainnya yang membuat para pria hanya menggelengkan kepala, dan Dylan bersyukur karena Emily tidak ada di sana saat ini.


“Dan kami baru saja akan mulai makan ketika tiba-tiba saja, Wolverine, yang satu ini mengacaukannya.” Alexa menatap Alex dengan mata dipicingkan.


“Percayalah matanya juling dan aku yakin kakinya panjang sebelah seandainya dia tidak mengenakan sepatu,” ucap Alex santai yang langsung mendapat lemparan bantal sofa dari Alexa.


“Kalian tidak akan percaya dengan apa yang dia katakan.” Alexa menghirup napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya, “Dia bilang kalau aku tengah mengandung anaknya!”


Semua perempuan kini menatap Alex tak percaya, sedangkan para pria terlihat puas dengan apa yang pria bermata biru lakukan untuk menggagalkan kencan buta Alexa.


“Ya Tuhan, kalau seperti ini terus aku akan menjadi perawan tua,” ucap Alexa sambil bersandar di atas sofa dengan wajah cemberut. Melihat itu Kerelyn merasa kasihan dengan nasib Alexa yang di kelilingi para pria yang terlalu posesif.


“Dengarkan aku, aku tak bermaksud mengacaukan kencanmu, hanya saja kau belum mengenalnya dengan baik, bagaimana kalau dia menipumu? Bagaimana kalau ternyata dia playboy seperti adiknya Kerelyn,” ucapan Alex itu langsung mendapat protes dari Kerelyn yang sia-sia karena tak di didengarkan.


“Dia benar, Lexa, kita belum mengenalnya. Kami hanya tidak ingin kau menemukan orang yang salah, seperti halnya Emily yang akhirnya mendapatkan pria yang tepat untuknya, dan kami bisa merasa tenang melepasnya karena kami telah mengenal dengan baik dan dapat memercayakan orang yang paling berharga bagi kami kepadanya,” ucap Daniel yang membuat Alexa tersenyum mengerti maksud ucapan kakaknya itu.


“Baiklah, aku mengerti,” ucap Alexa pelan yang membuat semuanya tersenyum.


“Jadi apa yang terjadi dengan Simon Javier?” Daniel bertanya setelah mengingat apa yang membuat mereka semua merasa khawatir dari tadi.


“Oh jadi yang kau lihat itu adalah Simon?” Alex bertanya yang mendapat anggukan dari Daniel.


Alex menarik napas panjang, kini dia terlihat serius.


“Kami tanpa sengaja bertemu dengannya, karena dia telah melihat aku bersama Lexi sebelumnya di tempat Max jadi aku mau tak mau mengenalkannya sebagai kekasihku, aku mengambil resiko itu karena aku tak ingin dia merasa penasaran dengan Lexi yang hanya akan membuatnya dalam bahaya.”


Semua orang terdiam mendengar penjelasan Alex.


“Tapi bukannya itu malah bahaya ketika mengetahui Lexi adalah orang berharga untukmu bisa jadi dia menjadikannya sebagai sandera untuk menyakitimu?”


Dylan bertanya yang membuat semua orang kembali merasa khawatir, karena berdasarkan kejadian yang menimpa Dylan belum lama ini, Pamannya sendiri yang ingin melenyapkan Dylan menjadikan Calista dan juga Alexa yang pada saat itu dikira Emily sebagai sandera untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya.


“Itu tak akan terjadi, kalau itu sampai terjadi, aku sendiri yang akan menembak kepalanya.”


Semua orang mengangguk dan merasa sedikit tenang karena mereka percaya Alex akan memegang ucapannya.

__ADS_1


****


__ADS_2