
Bab 36
“Jadi seseorang mencuri mobilmu dan menghancurkanya?”
“Sial, G, tidak bisakah kau tidak mengulang-ulang pertanyaan yang sama seharian ini.”
Daniel menatap Gerard yang hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum.Seharian ini semua orang terlihat begitu senang menggoda Daniel yang sedang sedih karena mobil kesayangannya kini sudah hancur tak berbentuk. Dari hasil penyelidikan polisi Daniel mengetahui kalau seseorang dengan mudah mencuri mobil Mustang Selbi biru kebanggaanya itu.
“Oh... aku dulu bahkan menabung dan hidup irit untuk membelinya,” ucap Daniel sambil membuang napas panjang lalu menghabiskan minumannya.
Setelah makan malam di rumah orangtua Daniel, mereka memutuskan untuk pergi ke The Rock, rencananya adalah untuk menghibur Daniel yang baru saja kehilangan mobil kesayangannya tapi yang ada mereka semua tak henti-hentinya membahas tentang itu dan malah membuat Daniel semakin sedih.
“Jangan terlalu sedih, kita akan mencari mobil yang sama persis dengan itu lalu membelinya,” ucap Kerelyn berusaha menghibur kekasihnya dan sepertinya itu berhasil karena Daniel mulai sedikit tersenyum.
“Tapi itu tidak sama, Kerelyn, kenangan tidak bisa digantikan walaupun dengan kendaraan dengan model yang sama,” ucap Alex sambil mengangkat sebelah alisnya santai, dan itu kembali membuat Daniel mengangguk sedih.
“Alex, benar... kita bisa saja membeli mobil yang sama persis tapi kenangan tak bisa dibeli,” ujar Gerard yang semakin menambah kesedihan Daniel, “Kau ingat, D, kau bahkan melakukan kencan pertamamu menggunakan mobil itu,” lanjut Gererd yang kini membuat Daniel membelalakan matanya tak percaya sahabatnya membocorkan rahasia masa lalunya di depan Kerelyn, ia lalu menatap Kerelyn yang sudah mulai cemberut.
“Dan ingat ketika malam itu kami menemukanmu di dalam mobil itu tengah...” secepat kilat Daniel menutup mulut Alex menggunakan telapak tangannya, matanya melotot menatap sahabatnya yang sialnya malah seperti tengah menahan tawa.
“Apa yang dia lakukan?” tanya Alexa dan Raina yang terlihat penasaran.
“Tidak ada! Aku tak melakukan apa-apa,” ujar Daniel sambil melotot menatap keduanya, dia lalu tersenyum kecut menatap Kerelyn yang sepertinya sudah paham kemana arah pembicaraan ini karena dia kini terlihat benar-benar cemberut dan itu membuat Daniel mengutuk kedua sahabatnya.
“Kau benar, Kerelyn, besok kita akan mencari mobil baru,” lanjut Daniel sambil tersenyum menatap Kerelyn berusaha membujuknya.
“Dengan model yang sangat berbeda?” tanya Kerelyn sambil menatap Daniel tajam yang langsung mengangguk setuju.
“Aku janji mobilnya akan sangat berbeda,” ujar Daniel dengan semangat untuk meyakinkan Kerelyn.
“Kenapa harus beli model lain? Menurutku kau terlihat keren menggunakan mobil itu, dan karena mobil itulah banyak perempuan yang suka padamu.” Alexa berkata dengan polos yang membuat Daniel memelototinya tapi sayang adiknya itu malah mengangkat bahunya santai.
“Kau benar Lexi, aku juga berpikir seperti itu.” Daniel kini memelototi Alex, “Jangan lupa, kenanganya yang berharga,” lanjut detektif NYPD itu membuat Kerelyn kembali cemberut membayangkan kenangan yang Daniel lakukan di dalam mobil itu.
“Ah iya.. kenangan,” ujar Alexa sambil mengangguk, “Dan masa lalu yang sangat indah bersamanya.”
Kerelyn dan Daniel menatap Alexa tak percaya, “Bersama mobilmu, maksudku,” lanjutnya setelah melihat bagaimana Daniel memelototinya seolah bola matanya akan melompat keluar. Daniel bisa melihat Gerard tengah menahan tawanya sambil menatap ke arah lain mencoba menghindari tatapannya.
“Kau bahkan memberinya nama...”
“Ok, cukup!” seru Daniel menghentikan pembicaraan tentang mobil dan semua kenangan masa lalunya yang hanya akan membuat Kerelyn uring-uringan, “Aku ingin mobil baru dengan model yang sangat berbeda dengan... yang kemarin, apa kalian mengerti?” lanjutnya sambil menatap kedua anak nakal itu bergantian seolah ingin memakan keduanya hidup-hidup.
“Ya tentu saja,” jawab Alex santai sambil tersenyum miring.
“Itukan uangmu, tentu saja kau bebas membeli mobil apa saja, betulkan?” ucap Alexa tak kalah santai yang dapat anggukan setuju dari Alex, Gerard dan Raina.
“Bagus!” ujar Daniel sambil sambil mengambil minuman milik Gerard yang langsung dapat protes dari pria berkaca mata itu tapi ia tak mendengarkannya malah langsung meminumnya sampai habis, “Bukankah sudah ku katakan kalau mereka bersatu itu sangat mengerikan?” ucap Daniel sambil menatap Kerelyn yang terlihat mengangguk setuju.
“Tapi mereka sangat lucu.” Kerelyn berkata sambil tersenyum menatap Alex dan Alexa yang sedang berebut tacos dengan saus barbeque, “Dan kau, sayang... kau harus menceritakan tentang semua kenangan itu.”
__ADS_1
“Sweetheart...”
“Permisi...” Suara seorang perempuan memotong perkataan Daniel dan mengalihkan perhatian semua orang. Kini berdiri di hadapan mereka seorang perempuan berambut pendek sebahu berwarna coklat gelap, wajahnya menyunggingkan senyum manis, ia terlihat cantik dengan hanya mengenakan celana putih dan blus lengan panjang berwarna biru.
“Maafkan aku, apa aku mengganggu?” tanyanya sambil menatap Alex yang langsung berdiri dan tersenyum menyambutnya.
“Tentu saja tidak... guys, kenalkan ini Lucy, rekanku di NYPD,” ucap Alex mengenalkan perempuan yang terlihat terkejut ketika pria bermata biru tajam itu mengenalkannya sebagai seorang rekan.
“Gerard, Alexa, Raina, Daniel dan Kerelyn,” lanjutnya mengenalkan teman-temannya.
“Ya Tuhan, kau terlihat lebih cantik daripada di televisi,” ucap Lucy setelah melihat Kerelyn yang tersenyum ramah, “Aku salah satu fansmu,” lanjutnya dengan mata berbinar menatap Kerelyn.
“Terimakasih,” ujar Kerelyn kembali tersenyum sambil menatap Lucy yang kini telah duduk bergabung dengan mereka. Beberapa saat mereka hanya terdiam saling pandang dan tersenyum dengan canggung, sampai akhirnya Alexa memecah keheningan.
“Apa kalian berkencan?” Seperti biasa Alexa selalu berbicara apa yang ada dipikirannya dan itu membuat semua orang kini menatap Alex dan Lucy bergantian menunggu jawaban dari mereka yang hanya saling menatap untuk beberapa saat.
“Ya, bisa dibilang seperti itu,” jawab Lucy sambil menatap Alex yang hanya tersenyum miring menatapnya.
“Sudah ku bilang dia tak mungkin insyaf,” bisik Alexa sambil memajukan badannya ke arah Kerelyn dan Raina, tapi sayang bisikannya itu terdengar semua orang yang berada di meja mereka dan itu membuat Gerard dan Daniel menahan senyumnya, Alex hanya bisa menggelengkan kepala, sedangkan Lucy terlihat bingung.
“Lexi, aku mendengarnya.”
“Jangan panggil aku, Lexi!” Protes Alexa sambil menatap Alex cemberut.
“Lex..i.” Alexa memandang Alex dengan pandangan membunuh.
“Aku heran kenapa para perempuan menyukaimu,” ucap Alexa sambil menggelengkan kepala.
“Kau sangat menyebalkan.”
“Karena aku seksi.”
“Kau impoten.” Semua orang menyemburkan tawanya yang tertahan mendengar ucapan terakhir Alexa itu, hanya Lucy yang terlihat terbelalak tak percaya mendengarnya.
“Aku tidak...”
“Jadi... sudah berapa lama kalian saling mengenal?” tanya Daniel memotong ucapan Alex dan berusaha mengakhiri perdebatan Tom and Jerry yang tanpa akhir.
Perubahan arah pembicaraan yang tiba-tiba itu awalnya membuat Lucy kebingungan tapi akhrnya ia mulai bisa menguasi diri dan mulai menceritakan pertama kali ia dan Alex saling mengenal yaitu kurang lebih dua tahun lalu ketika dirinya baru saja dipindahkan dari LAPD, dan mereka baru saja berkencan beberapa hari terakhir ini.
Beberapa saat mereka larut dalam pembicaraan sederhana dari mulai persahabatan ketiga pria itu sampai dengan hubungan Daniel-Kerelyn karena sepertinya teman kencan Alex itu terlihat begitu penasaran tentang kisah asmara sang artis. Beberapa kali Kerelyn melirik ke arah Alexa dan Raina yang tengah berbisik-bisik dan sesekali mereka akan terkikik berdua, dan itu membuatnya sangat iri, dia ingin sekali ikut bergabung dengan pembicaraan itu, tapi Lucy tak membiarkannya, dia mendominasi pembicaraan dengan mengajukan beberapa pertanyaan pribadi kepada Kerelyn dan itu membuatnya seperti diinterogasi. Daniel, Alex dan Gerard melihat ketidak nyamanan Kerelyn, mereka berusaha mengalihkan pembicaraan tapi Lucy seolah tak menggubris hal itu dan itu membuat Alex merasa tak enak dengan Kerelyn, sampai akhirnya ia mendengar Alexa berbisik kepada Gerard.
“Apa kau ikut bertaharuh dengan kami?”
“Bertaruh tentang apa?” tanya Gerard dengan berbisik.
“Mereka,” jawab Alexa sambil memiringkan kepala kearah Alex dan Lucy. Gerard langsung mengerti tentang apa taruhan kali ini.
“1 bulan.”
__ADS_1
“Kau yakin?” tanya Alexa tak percaya Gerard akan bertaruh selama itu.
“Yap,” jawab Gerard sambil tersenyum yakin.
“Ok, deal... yang kalah harus meneraktir makan malam selama satu bulan,” bisik Alexa sambil tersenyum.
“Dan kau masih berhutang taruhan kemarin denganku, Lexi,” bisik Alex di antara Gerard dan Alexa yang terlihat kaget mendengar suaranya.
“Kau mendengarnya?” tanya Alexa tak percaya kalau ucapannya terdengar karena dia merasa kalau dia tadi berbisik.
Alex mengangguk sebelum berbisik, “Kau bertaruh berapa lama?” ia menatap Alexa yang langsung tersenyum dengan mata berbinar.
“Seminggu... Raina 2 minggu, aku belum bertanya kepada Kerelyn dan Daniel... aku yakin Dylan, Emily, Theo dan Calista juga mau ikut bergabung.”
Alex terlihat berpikir untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia berkata, “Aku tiga bulan.”
Alexa dan Gerard saling menatap tak percaya, “Kau tidak boleh ikut bertaruh kali ini,” ujar Alexa masih sambil berbisik galak menatap pria bermata biru itu.
“Man, kalau itu benar maka akan menjadi rekor terlamamu,” ucap Gerard sambil menggelengkan kepala tak percaya.
“Apapun akan ku lakuan untuk makan malam gratis selama sebulan.” Alex berkata sambil menepuk-nepuk kepala Alexa yang terlihat cemberut.
“Itu tidak adil!” Seru Alexa yang secara tak sadar sedikit berteriak membuat semua oarang kini menatap mereka bertiga.
“Apa yang tidak adil?” Daniel bertanya sambil menatap ketiganya penasaran, Raina menggelengkan kepala pura-pura tidak tahu ketika kakak sepupunya itu menatapnya berharap sebuah jawaban. Alexa membuka mulutnya untuk berkata jujur tapi dia melihat Lucy yang tengah memerhatikan dirinya, dan Alex malah menatapnya geli.
“Mereka melarangku berkencan,” ujar Alexa mencoba berbohong untuk menghilangkan kecurigaan Lucy yang masih memerhatikannya, “Bisa kau bayangkan... Alex berkencan dengan Lucy, Gerard dengan Sarah...”
“Aku tak berkencan dengan Sarah,” protes Gerard memotong perkataan Alexa, membuat gadis itu memelototinya.
“Iya kau berkencan dengannya,” ucap Raina sambil menatap Gerard malas.
“Aku tak berkencan dengannya, aku hanya mengajaknya ke pesta Emily.”
“Itu sama saja!” seru Raina, Alexa dan Kerelyn berbarengan membuat pria berkacamata itu menatap ketiganya tak percaya lalu membuang napasnya berat.
“Maksudku, Emily bahkan sudah menikah dengan Dylan, Calista akan segera menikah dengan Theo. Dan aku? Mereka melarangku berkencan... bukankah itu tak adil?” ujar Alexa dengan suara memelas membuat Kerelyn dan Raina menganggukan kepala mereka bersimpati, tapi berbeda dengan para pria yang hanya menatapnya santai.
“Tenang saja Lexa, kalau kau sampai jadi perawan tua, aku akan menyuruh salah satu dari mereka berdua untuk menikahimu,” ucap Daniel santai membuat Alexa menatapnya tak percaya.
“Tidak terima kasih, dari pada aku harus kalah bersaing dengan CPU,” ucap Alexa sambil menatap Gerard lalu menggelengkan kepalanya, “Atau aku harus membunuh para perempuan selingkuhan suamiku seminggu sekali,” lanjutnya sambil menatap Alex yang mengedipkan sebelah mata padanya sambil tersenyum miring membuat gadis itu kembali menggelengkan kepala, “Jadi lebih baik sekarang aku mencari kekasih yang setia dan mencintaiku, seperti Dylan mencintai Emily.” Alexa berkata dengan mata menerawang sambil tersenyum bahagia membayangkan betapa bahagia saudara kembarnya itu bisa menikah dengan pria yang sangat mencintainya.
“Ayo Rain, kita pergi!” Seru Alexa dengan semangat membuat semua orang terlihat bingung.
“Kalian mau kemana?” kerelyn bertanya penasaran melihat kedua temannya yang siap-siap pergi meninggalkannya.
“Kami akan berburu pria tampan di Town Squre,” jawab Alexa sambil tersenyum lebar sebelum akhirnya pergi berdua sesepupunya.
“Ah... sial! Hei, tunggu aku!” Seru Gerard sambil berjalan cepat menyusul keduanya, meninggalkan Alex dan Daniel yang hanya bisa tersenyum melihatnya.
__ADS_1
***