The Secret Admirer (#2 The Secret Series)

The Secret Admirer (#2 The Secret Series)
Bab 42


__ADS_3

Pria itu menatap Daniel dan pasangannya yang telah duduk di kursi yang berlawanan arah dengan mereka, dia bisa melihat pria yang dicintai Kerelyn itu tersenyum bahagia dan itu membuatnya menggenggam pisau steak dengan sangat kencang sampai buku-buku jarinya memutih dan ingin rasanya menancapkannya di jantung keduanya.


“Kerelyn yang malang, lihatlah betapa sedih dan terlukanya dia sekarang,” bisiknya dalam hati setelah melihat gadis berambut merah itu yang hanya tertunduk berpura-pura serius dengan saladnya. Ia kembali menatap meja Daniel, perempuan itu berambut hitam panjang, sayang ia tak bisa melihat wajahnya karena duduknya yang membelakangi meja mereka.


“Apa kau mengenal perempuan itu?”


Kerelyn menggeleng menjawab pertanyaan Matt.


“Apa itu adiknya atau mungkin sepupunya yang kau bicarakan waktu itu?” kali ini Harry Robert yang bertanya.


“Aku pernah bertemu dengan adik dan sepupunya... adiknya memiliki rambut coklat sedangkan sepupunya hitam sebahu. Sial! Aku tak bisa melihat wajahnya jadi aku tak bisa memastikannya,” ujar Eddy yang mendapat anggukan kedua pria lainya.


“Apa aku perlu ke sana untuk memastikannya?” lanjut Eddy yang langsung mendapat tatapan tajam dari Kerelyn.


“Tidak perlu, itu hanya membuatku terlihat tak mempunyai harga diri,” ujar Kerelyn yang membuat Eddy mengurungkan niatnya lalu kembali duduk.


Mereka larut dalam keheningan berusaha menikmati sisa makan malam yang kini terasa hambar, sampai akhirnya Matt memecah keheningan, “Baiklah, sepertinya para kru telah datang.. kalau begitu, aku pergi dulu.” Ia berdiri tapi matanya tak lepas menatap Kerelyn,

__ADS_1


“Sayang, kalau kau perlu bantuanku untuk memberi pelajaran kepada pria itu, aku dengan senang hati akan membantumu... hubungi aku ok?” ucapnya sambil tersenyum kepada Kerelyn yang hanya mengangguk sambil tersenyum lemah.


Eddy baru akan menyuap steaknya ketika ia mendengar Kerelyn mengumpat, “Sial! Apa yang dilakukannya?” geram Kerelyn sambil menatap ke arah Matt yang berjalan melewati meja kru-nya dan mendekati meja Daniel, dia terlihat berbincang sebentar dengan pria itu sebelum kembali ke kemejanya.


“Sir, maafkan aku tapi aku sudah tak sanggup lagi berada di sini lebih lama... sebaiknya kita pergi sekarang,” ucap Kerelyn dengan wajah memelas.


“Baiklah, kau dan Eddy tunggu di luar, aku akan membayar ini dulu.” Harry Robert berkata sambil melap mulutnya lalu berjalan ke arah kasir, pria itu juga sepertinya penasaran dengan perempuan yang bersama Daniel dari meja kasir dia terlihat memerhatikan keduanya dan itu membuat Kerelyn memutar bola matanya.


“Apa kau juga penasaran siapa perempuan itu?” tanya Kerelyn sambil berjalan ke arah pintu keluar dengan Eddy di sampingnya.


“Apa aku boleh melihatnya?” tanya Eddy penasaran membuat Kerelyn menatapnya galak, “Baiklah-baiklah,” ucap Eddy setelah melihat reaksi Kerelyn, “Bukankah tadi dia yang bertanya padaku, kenapa sekarang dia yang marah?” bisik Eddy kepada dirinya sendiri sambil berjalan di belakang Kerelyn yang berjalan dengan cepat.


Kerelyn berdiri di depan restoran mewah itu menunggu Eddy dan juga Harry Robert, keberadaannya di sana menarik perhatian beberapa orang yang lewat, tapi tak ada satu orangpun yang berani mengganggunya, mereka hanya tersenyum atau menatapnya dengan mata memuja.


Sampai akhirnya Eddy dan Harry datang, Eddy membisikkan sesuatu kepada Kerelyn yang membuat perempuan itu tersenyum lebar, ”Benarkah?” tanyanya dengan mata berbinar menatap Eddy yang juga mengangguk dengan senyum lebar.


“Baiklah, aku pergi dulu.. Kerelyn beristirahatlah dengan tenang, tak perlu memikirkan apa-apa ok,” ucap Harry sebelum masuk ke dalam mobilnya yang baru saja datang dibawa oleh petugas valet parkir.

__ADS_1


“Tak usah khawatir, aku akan menjaga gadis James Bond kita ini,” ujar Eddy sambil tersenyum meyakinkan bosnya. Setelah Bossnya itu pergi, Eddy-pun pergi mengantar Kerelyn pulang, dan seperti yang telah di janjikan malam itu semua orang beristirahat dengan tenang.


Tapi tidak dengan satu orang yang masih terlihat gelisah berjalan bulak balik di rumah kecil itu, suara langkah sepatunya bergema di seluruh ruangan, sesekali ia akan mengerutkan keningnya berpikir, tapi tak lama kemudian dia terlihat mengacak-acak rambutnya terlihat putus asa.


“Tidak... tidak... aku tak boleh menghabisinya seperti yang lain, Kerelyn pasti akan sangat sedih,” ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala, “Aku tak boleh membuatnya bertambah sedih,” lanjutnya sambil terus berjalan mundar-mandir dan menggigiti kuku jari tangannya.


Ia berhenti untuk menatap foto dirinya ketika masih kecil dengan ibunya yang telah tiada. Ia mengelus wajah ibunya dengan lembut, ibunya yang cantik dengan rambut merah seperti milik Kerelyn tapi nasib mereka berbeda. Tak ada seorangpun yang membela dan melindungi ibunya, dia masih terlalu kecil saat itu untuk melakukan itu semua, walaupun ia berhasil membunuh baj*ngan itu tapi semua sudah terlambat ibunya sudah tak bisa diselamatkan. Tapi sekarang berbeda, dia kini sudah lebih dari mampu untuk melindungi Kerelyn, perempuan yang mengingatkannya kepada ibunya. Ia akan menyingkirkan siapa saja yang menyakiti dan membahayakan perempuan itu termasuk pria yang dicintainya, bukankah ibunya juga meninggal di tangan pria yang ia cintai?


Baiklah ia sudah memutuskan, ia tak mau melakukan kesalahan yang sama lagi, ia tak mau terlambat lagi menyelamatkan perempuan yang ia sayangi. Ia akan menghabisi pria itu tapi dengan cara berbeda... ya, sudah saatnya Kerelyn tahu kalau selama ini dia memiliki dirinya yang selalu ada untuk menjaga dan melindunginya. Kerelyn pasti akan sangat bahagia mengetahui itu ia tak akan lagi merasa ketakutan dan kesepian lagi.


Pria itu berdiri dengan senyum merekah lalu seperti biasa ia berjalan ke arah pintu belakang di mana kebun bunga tulip berada, sambil berjongkok dia mengelus bunga-bunga putih bercak merah itu, dan siulan lagu anak-anak pun mulai terdengar terbawa oleh semilir angin malam yang semakin dingin.


***


***Hai... di bab 41-42 sebenarnya clue nya sudah cukup sangat jelas 😅 tentang identitas si psikopat...


Beberapa bab menuju akhir, apa ada yg sdh yakin?😊

__ADS_1


Setelah ini tamat, kita lanjut double A ya... yg jd double A shiper merapaaat... 😍***


__ADS_2