
“Hei! Ayolah, jangan menatapku seperti itu... ini mungkin pertama kalinya aku patah hati, tapi tak usah khawatir, aku akan mencari yang lain di pesta pernikahan Emily nanti,” ucap Raina sambil mengangkat alisnya dan tersenyum.
“Aku sangat mengenal Gerard dan Alex seperti aku mengenal kakakku sendiri, mereka tak akan mencium perempuan yang mereka tidak sukai, kecuali perempuan itu menciumnya lebih dulu,” ujar Emily yang dapat anggukan dari Alexa.
“Dan aku menciumnya lebih dulu.”
“Tapi tidak ketika kalian berada di dalam kantor Simon. Dia yang menciummu lebih dulu,” ucap Kerelyn yang dapat anggukan dari semuanya. Raina hanya terdiam beberapa saat kemudian dia mengangkat bahunya.
“Aku rasa dia menyukaimu, Rain... yang perlu kita lakukan adalah menyadarkannya.” Kerelyn berkata sambil membuka kaleng sodanya.
“Kau benar.. kita harus menyadarkannya, apa kau ada ide?” tanya Alexa dengan semangat, semua orang kini menatap Kerelyn yang tersenyum penuh misteri.
“Untuk menyadarkan seorang pria tentang perasaannya adalah dengan pria lain,” ujar Kerely yang membuat semuanya membelalakan mata sambil tersenyum.
“Maksudmu, kita akan mengenalkan seorang pria yang akan membuat Gerard cemburu?” tanya Emily yang dapat anggukan dari gadis berambut merah itu.
“Aaahhh... aku sangat menyukai ide ini!” Seru Calista dengan bahagia.
“Yang perlu kita lakukan adalah mengundang seorang pria di pesta pernikahanmu nanti, Em, karena aku yakin Gerard akan mengajak Sarah ke pestamu dan pada saat itulah pria ini akan menjadi pangeran yang menemani Raina dan kita akan melihat reaksinya nanti.”
“Maksudmu, Gerard akan mengajak Sarah ke pesta Emily? Bagaimana mungkin, dia adalah pasanganku nanti di pesta itu.”
“Well, maafkan aku, Rain, tapi aku tadi mendengarnya ketika Sarah berkata kalau Gerard mengundangnya ke pesta pernikahan Emily.”
Semua orang menganga mendengar perkataan Kerelyn, tak percaya kalau Gerard melakukan itu. Raina menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya.
“Ok, aku rasa cukup, sekarang kita yakin kalau Gerard sangat menyukai teman kuliahnya itu. Dia tak akan mengundangnya ke pesta pernikahan Emily disaat dia berpasangan denganku kalau dia tidak menyukainyakan?” Semua orang kembali terdiam, mencoba berpikir karena apa yang dikatakan Raina ada benarnya.
“Belum tentu.” Kerelyn memecah keheningan, “Dengarkan aku, kita belum tahu tentang perasaannya yang sebenarnya, Gerard mungkin mengajaknya tapi sebelum dia menciummu, dan aku yakin perasaannya sekarang sedang labil ketika harus memilih antara kau atau perempuan itu,” lanjutnya yang memberikan harapan kembali kepada yang lainnya.
“Dan tugas kita adalah menyakinkannya. Kalau perlu aku akan mengguyurnya memakai air es supaya dia tersadar,” ucap Alexa yang membuat semuanya tertawa.
“Ya Tuhan, kenapa pria sangat bodoh kalau menyangkut soal asmara,” ujar Emily sambil menggelengkan kepala.
“Kau benar, aku bahkan harus menunggu tiga tahun untuk menyadarkan Daniel.”
“Tiga tahun!” Seru semua orang tak percaya, yang hanya hanya dijawab anggukan lemah dari Kerelyn.
“Aku bahkan sering kali memberinya petunjuk kalau aku menyukainya, tapi itu hanya sia-sia sampai akhirnya tangannya terluka karena menolongku dan itu memberiku kesempatan untuk lebih berani mendekatinya, tapi lagi-lagi dia tidak peka.”
__ADS_1
Semua orang tersenyum miris mendengarnya, mereka kini meminum sodanya masing-masing sambil memikirkan bagaimana bodohnya para pria ketika harus memecahkan kode yang dikirim para perempuan untuknya.
“Bagaimana dengan Alex? Aku dengar kalau dia seorang playboy, apa dia juga sama seperti keempat temannya yang lain?” tanya Raina penasaran, dia sering mendengar kalau Alex adalah Don Juannya NYPD tapi dia juga tidak begitu mengenal pria itu.
“Sebenarnya dia bukan seorang palyboy, dia hanya terlalu baik hati sehingga tak tega untuk menolak seorang perempuan,” ucap Alexa yang membuat semua orang tertawa.
“Dia benar, aku belum pernah melihat Alex merayu seorang perempuan karena biasanya perempuanlah yang akan mendekatinya terlebih dahulu,” lanjut Emily yang mendapat anggukan dari saudara kembarnya.
“Well, malam ini aku mengerti kenapa para perempuan sangat menyukai Alex,” ucap Kerelyn sambil tersenyum, “Seharusnya kau melihatnya tadi, dia terlihat seperti jagoan-jagoan di dalam film action, terlihat berbahaya sekaligus seksi,” lanjut Kerelyn yang membuat perempuan yang lainnya tersenyum lebar.
“Tapi akhir-akhir ini aku belum pernah melihatnya berkencan dengan perempuan lain,” ujar Emily sambil mengerutkan alisnya.
“Kau benar... apa ada yang salah dengannya?” tanya Alexa dengan bingung ketika menyadari untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan ini Alex tak pernah mengajak seorang perempuan.
“Apa mungkin dia sudah insyaf?” Tanya Raina yang membuat semua orang menggelengkan kepala.
“Itu tidak mungkin,” jawab semua orang hampir bersamaan.
“Apa mungkin tanpa dia sadari dia telah menemukan cinta sejatinya?” kali ini Calista yang mengajukan pertanyaan, “Berdasarkan buku yang ku baca, biasanya para pria seperti Alex akan lebih setia ketika mereka menemukan cinta sejatinya.” Semua orang kembali terdiam memikirkan ucapan Calista.
“Kalau melihat dari sifatnya yang hampir sama seperti Daniel dan yang lainnya, aku pikir itu bisa saja terjadi, tanpa dia sadari dia telah jatuh cinta dan menemukan cinta sejati,” ucap Kerelyn sambil mengambil apel merah lalu menggigitnya, “Ngomong-ngomong sejak kapan dia tak pernah berkencan lagi?” lanjutnya dengan penasaran.
“Waktu itu aku masih di Paris dan memintanya untuk menolong temanku yang seorang model, dan kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya, dia mengencaninya” ujar Alexa sambil menggelengkan kepala.
“Apa mungkin, gadis itu cinta sejatinya Alex?” Calista bertanya penasaran.
“Aku rasa bukan, aku mendengar dari temanku kalau mereka hanya bertemu dua kali dan setelah itu mereka tak pernah bertemu lagi,” jelas Alexa sambil menghabiskan kripiknya.
Kerelyn terdiam beberapa saat, “Apa saat itu kau telah kembali dari Paris?” Alexa mengangguk sebagai jawaban.
“Dan tak lama kemudian, dia harus terluka terkena tembakan,” ucap Calista sambil menatap Alexa sedih, tapi kembaran Emily itu hanya tersenyum sambil berkata,
“Alex bahkan iri padaku karena sebagai polisi dia tidak mempunyai bekas luka tembak sepertiku.”
“Dan kau telah membuat kami semua sangat khawatir saat itu,” ujar Emily sambil menunjuk Alexa menggunakan tangannya yang memegang sisa gigitan apelnya.
“Kau juga membuat kami khawatir, bahkan aku seperti orang gila berlari sambil menangis di bandara saat itu,” ucap Alexa tak mau kalah.
“Dan setelah itu dia tak pernah berkencan lagi?” tanya Kerelyn tanpa terpengaruh dengan perdebatan si kembar.
__ADS_1
“Iya setelah itu aku tak pernah melihatnya lagi bersama dengan seorang perempuan kecuali Lexa, tapi yang mereka lakukan hanya bertengkar setiap kali bertemu,” ucap Emily yang dapat anggukan setuju dari Calista dan Raina, sedangkan Alexa hanya mengangkat bahunya acuh.
“Dan kau memasangkanku dengannya untuk pesta nanti,” ujar Alexa sambil menggelengkan kepala pasrah.
“Karena hanya kau yang bisa menjaganya untuk tidak menggoda para perempuan di pestaku nanti.”
“Tapi aku rasa pekerjaanku untuk mengawalnya besok agak sedikit ringan, mengingat dia luka-luka di bagian wajahnya jadi aku yakin para perempuan akan takut untuk mendekatinya,” ucap Alexa sambil tersenyum santai, “Kalau tebakan Calista benar kalau dia telah menemukan cinta sejatinya, aku merasa kasian kepada siapapun perempuan itu karena harus menghadapi pria keras kepala seperti Alex,” lanjut Alexa sambil bergidik.
“Dan dia harus menjauhkan Alex dari para mantannya yang tak terhitung itu.”
“Kau benar,” ucap Alexa menyetujui perkataan Raina.
“Tapi menurutku dia pria yang baik,” ujar Calista dengan wajah polosnya.
“Iya, dia memang pria yang sangat baik.. saking baiknya dia tak bisa menolak perempuan,” jawab Alexa sambil memasukan anggur ke dalam mulutnya.
“Seandainya perempuan itu adalah kau, apa yang akan kau lakukan, Lexa?” tanya Kerelyn santai tapi sukses membuat gadis bermata amber itu terdiam beberapa saat.
“Maksudmu Alex jatuh cinta padaku?” tanyanya tak percaya.
“Tidak, aku hanya bertanya seandainya.”
Semua orang kini menatap Alexa yang terlihat berpikir, “Aku akan membawanya ke psikiater, karena pasti ada yang salah dengan otaknya.”
“Ayolah, Lexa, tidak ada yang salah denganmu dan bisa jadi itu benar... kau sangat cantik dan menyenangkan, semua pria akan dengan mudah jatuh cinta padamu termasuk Donjuan kita itu,” ucap Calista yang mendapat persetujuan dari yang lainnya.
“Maksudku bukan itu. Kami tumbuh bersama, kami sudah seperti kakak adik, kalau dia jatuh cinta padaku itu sama saja dia jatuh cinta kepada adiknya kalau sampai itu terjadi pasti ada sesuatu yang salah dengannya, iyakan?” ucap Alexa mencoba menjelaskan kondisi mereka saat ini.
“Tapi kalian bukan kakak beradik,” ujar Raina santai yang dapat anggukan setuju dari semuanya.
“Kau benar, tapi... aku tak mau membayangkan itu,” ucap Alexa sambil menggelengkan kepala, “Dengan hanya melihatnya berganti-ganti teman kencan saja sudah cukup membuatku pusing selama ini, apalagi kalau dia menjadi kekasihku maka aku akan menembaknya setiap kali dia berselingkuh,” lanjut Alexa membuat semua orang tertewa.
Kerelyn terdiam beberapa saat dia memikirkan sesuatu yang selama ini selalu menjadi prediksinya saja tentang Alex dan Alexa, dan sepertinya dia harus melakukan sesuatu bukan hanya untuk menyadarkan Gerard tapi juga untuk menyadarkan pasangan Tom and Jerry ini.
“Baiklah, aku sudah tahu siapa yang akan aku undang untuk menemani Raina di pesta Emily nanti,” ucap Kerelyn dengan senyum penuh misteri.
“Siapa?” tanya Raina penasaran, semua orang kini menunggu jawaban Kerelyn dengan serius.
“Ethan Howard... adikku.”
__ADS_1
****