
Semalaman tadi Daniel, Gerard dan Alex memeriksa CCTV dari kejadian pencurian mobil Daniel, dari mulai jalan yang di lalui Daniel dari apartemen sampai ke swalayan berharap ada sebuah kendaraan yang mengikuti mereka tapi itu sia-sia, dan seperti yang dikatakan oleh Alex tempat parkir mobil Daniel tidak terjangkau CCTV, mereka juga bisa melihat Daniel dan Kerelyn bertemu dengan Eddy yang langsung masuk ke dalam mobilnya setelah berpisah dengan keduanya, lalu ada Matt yang berjalan ke tempat parkir, karena posisinya di sebelah mobil Daniel maka merekapun tidak bisa melihat mobil Matt, tapi beberapa menit kemudian mereka bisa melihat mobil Matt meninggalkan parkiran. Kurang lebih sejam kemudian mereka melihat Daniel berlari keluar swalayan, pada saat itulah Daniel menyadari kalau mobilnya hilang kemudian terlihat kendaraan Harry memasuki tempat parkir.
“Kita tidak menemukan apa-apa,” ucap Alex sambil memijit pelipisnya dan memejamkan mata karena merasa lelah semalaman mereka harus berada di depan layar komputer untuk mengecek satu-satu video CCTV itu, entah berapa kali mereka mengulang video dari mulai Daniel meninggalkan apartemen sampai dengan swalayan berharap kalau ada sesuatu yang terlewat.
“Oh sial, aku berharap baj*ngan itu melakukan kesalahan,” ujar Daniel sambil meregangkan tubuhnya.
“Sepertinya ada yang kita lewati... tapi apa?” Gerard mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja terlihat berpikir, dia pun sudah terlihat lelah seperti kedua sahabatnya tapi karena dia sudah terbiasa di depan komputer berjam-jam bahkan berhari-hari tanpa tidur jadi tubuhnya lebih bisa mentolelir hal itu dari pada Daniel dan Alex.
“Apa kalian mau kopi lagi?” tanya Alex sambil berjalan ke dapur untuk membuat kopi kembali, entah sudah berapa gelas kopi yang mereka habiskan semalam supaya tetap bisa terjaga.
“Iya, kita butuh kopi yang sangat kental,” jawab Gerard sambil memilih USB yang berisi video rekaman CCTV yang berserakan di atas mejanya. Dan beberapa dus pizza terlihat menumpuk di lantai.
“Aku akan memanaskan pizza untuk sarapan.” Daniel berkata sambil berdiri dan mengambil satu dus pizza lalu berjalan ke arah dapur dimana microwave berada.
Dia menaruh beberapa potong pizza di atas piring lalu memasukkannya ke dalam microwave. Dan setelah beberapa menit terdengar suara dari alat pemanas yang langsung membuat Daniel mengeluarkan pizza yang telah kembali hangat lalu membawanya ke ruangan dimana Gerard terlihat serius menatap layar komputer, dan Alex tengah duduk di sampingnya sambil meminum kopi.
__ADS_1
“Apa yang sedang kalian lihat?” tanya Daniel sambil duduk di samping kiri Gerard.
“Kejadian saat mobilmu kecelakaan,” jawab Alex sambil melihat layar komputer, mereka semalam terlalu fokus kepada video sebelum mobil Daniel hilang, menyusuri setiap jalanan yang di lalui Daniel sampai dengan swalayan, tapi mereka belum memeriksa video setelah mobil itu keluar dari parkiran.
“Itu mobilku,” ucap Daniel sambil menunjuk mobil yang melintas dengan sangat cepat melewati CCTV hingga Gerard harus mencari video dari CCTV selanjutnya dan sampai saat ini mereka belum menemukan apapun. Mereka masih melihat jalanan yang terlihat sepi hanya satu atau dua mobil yang lewat sampai akhirnya terlihat mobil yang sudah mulai oleng dengan pintu depan terbuka yang tandanya kalau sopir dari mobil itu telah loncat meninggalkan kendaraan yang tak terkendali dan akhirnya kecelakaan itu terjadi, mobil terlihat beberapa kali berputar sampai akhirnya terseret dalam keadaan terbalik dan menabrak tiang listrik.
Melihat kejadian itu membuat mereka bertiga terdiam dengan jantung berdetak kencang, dan untuk pertama kalianya mereka bertiga bersyukur kalau mobil itu dicuri karena kalau tidak maka Daniel dipastikan akan berada di dalam mobil itu dan mungkin nyawanya tak akan tertolong lagi.
“Ya Tuhan... aku bersyukur karena seseorang mencuri mobilmu, D,” ucap Gerard yang dapat anggukan dari Alex dan juga Daniel.
Mereka masih menatap layar komputer memerhatikan mobil Daniel yang terbalik dan keadaan hancur, beberpa mobil yang lewat terlihat berhenti lalu pengemudinya keluar dan terlihat beberapa orang mendekati mobil Daniel untuk melihat apakah ada korban atau tidak, dan kerumunan orang semakin lama semakin banyak, sampai akhirnya mobil polisi datang.
“Tunggu!” seru Alex, ia semakin mendekatkan wajahnya ke layar, matanya memicing fokus, “Coba putar ulah,” ujarnya dengan serius, yang langsung dituruti Gerard tanpa banyak bertanya begitu juga dengan Daniel yang kini terlihat serius menatap layar.
Mereka melihat dari awal ketika mobil Daniel berguling-guling sampai dengan beberapa mobil mulai berdatangan dan beberapa orang terlihat keluar, Alex semakin memfokuskan tatapannya ke arah jalanan dimana tadi mobil Daniel datang.
__ADS_1
“Berhenti!” Seru Alex sambil lompat turun dari sofa, dia kini duduk di bawah tepat di depan komputer, “Dia!” seru Alex sambil menunjuk layar komputer dimana seorang pria baru saja keluar dari mobil dan tengah menatap ke arah mobil Daniel.
“Dia...” Daniel terlihat berpikir sebentar sebelum akhirnya membelalakan mata setelah mengingat siapa pria yang ditunjuk oleh Alex, “Jadi dia...”
“Kita belum pasti, D, kita harus mencari bukti lebih kuat dari sekedar ini,” ucap Alex tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar kompuer dimana videonya sudah kembali berputar, dan sesaat kemudian dia melihat pria itu kembali masuk ke dalam mobil lalu memutar ke arah sebelumnya.
“G, putar kembali video sebelum kejadian ini, kita harus melihat darimana dia datang.”
Gerard kembali mengikuti perintah Alex, dia kembali memutar video CCTV jalanan sebelum kecelakaan, dan ternyata mobil pria itu ada di sana, Gerard memutar jauh sebelum kejadian dan lagi-lagi mobil itu melewati jalanan yang sama dengan mobil Daniel tapi tertinggal sedikit jauh di belakang. Sampai akhirnya mereka kembali ke tempat parkiran swalayan, jantung mereka bertiga berdetak hebat, mata mereka fokus menatap layar, dan seketika mereka memaki ketika melihat mobil pria itu keluar tak lama setelah mobil Daniel keluar.
“Kita harus memastikannya lagi, ini tidak bisa menjadi bukti,” ujar Alex berusaha bersikap setenang mungkin, ia tak ingin melakukan kesalahan dengan terburu-buru yang akhirnya hanya akan membahayakan. Dan akhirnya mereka memutuskan memeriksa kamera CCTV dari tempat parkir swalayan untuk melihat kendaraan yang masuk, untuk lebih meyakinkan teori mereka.
***
Yey, akhirnya D, A, dan G sudah tau siapa sebenarnya si pemilik tulip 💃💃 beberapa bab menuju tamat, jd tungguin trs ya... 😘😘
__ADS_1