The Secret Admirer (#2 The Secret Series)

The Secret Admirer (#2 The Secret Series)
Bab 47


__ADS_3

Gerard sampai di kantor NYPD dalam waktu sepuluh menit dan langsung berlari menuju meja Alex yang ternyata kosong, dia berkeliling mencari sahabatnya itu sampai akhirnya bertemu dengan Phillip rekan Alex dan membawanya ke lantai dua dimana terlihat beberapa detektif dan juga polisi tengah mengadakan rapat. Alex berdiri di depan sebuah papan tulis dimana beberapa foto tertempel di atasnya. Ia mengangguk ke arah Gerard dan memintanya untuk bergabung.


“Seperti yang telah dijelaskan tadi, kami berhasil mendapatkan bukti kalau Harry Robert adalah dalang di balik rusaknya rem mobil milik Daniel dan setelah kami menyelidiki lebih lanjut kami meyakini kalau dia adalah tersangka di balik pembunuhan tulip putih selama ini.”


Terdengar gumaman mulai mengisi ruangan itu, hingga akhirnya seorang pria berkulit hitam dengan stelan rapi menyuruh mereka diam, Gerard mengenal pria pertengahan empat puluhan itu sebagai kepala polisi di sana.


“Harry Robert, memiliki nama asli Harry Hadson, sebelum akhirnya dia diadopsi oleh keluarga Robert pada usia 14 tahun. Ibu kandungnya Martha Hadson,” Alex menunjuk seorang perempuan berambut merah yang ditempel di atas foto Harry, “Terbunuh ketika Harry berusia 8 tahun oleh kekasihnya yang seorang pemabuk.” Alex kini menunjuk sebuah foto seorang pria berambut plontos yang tertempel di sebelah foto ibu Harry, “Bocah kecil itu ditemukan oleh teman Martha yang akan menemui mereka terbaring tak sadarakan diri di atas tubuh ibunya yang sudah tak bernyawa dengan luka di sekujur tubuhnya, sedangkan pelaku pembunuhan itu ditemukan tergeletak tak jauh dari mereka dengan kayu menusuk tubuhnya, dan meninggal ketika dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan Ayah kandungnya tak diketahui keberadaannya.”


Semua orang terdiam mendengar penjelasan Alex, “Polisi menutup kasus itu karena tidak ada yang menjadi saksi selain Harry yang mengalami trauma berat akibat menyaksikan kematian ibu kandungnya. Harry akhirnya tinggal di panti asuhan dan disanalah dia bertemu dengan Matthew Andrew atau yang sekarang kita kenal dengan nama Matt Forster.” Alex menunjuk foto Matt yang terpasang di samping foto Harry.


Kali ini seorang perempuan berambut pendek sebahu yang maju dan mulai berbicara, “Matt, adalah seorang yatim piatu korban kekerasan seksual oleh Ayah tirinya sendiri.” Terdengar gumaman polisi yang tak percaya dengan informasi yang baru saja mereka dengar, “Pada saat itu Matt masih berusia 8 tahun yang susah bersosialisasi hingga akhirnya Harry datang dan berhasil mendekati Matt. Mereka menceritakan segala rahasia terkelam dalam hidup mereka dan mereka jadi saling tergantung satu sama lain. Matt diadopsi oleh keluarga foster pada usia 10 tahun tapi dia masih suka menemui Harry di panti, dan Harry-pun akhirnya diadopsi. Ketika Harry berusia 22 tahun Orangtua angkatnya meninggal karena kecelakaan dan Harry mewarisi semua kekayaan keluarga Robert termasuk perusahaannya yang sekarang.”

__ADS_1


“Kalian harus melihat ini,” ucap Alex sambil menempel foto pemakaman keluarga Harry yang tercetak di surat kabar, dan makian terdengar di dalam ruangan ketika melihat foto pemakaman dimana Harry tengah meletakan satu buket bunga tulip putih dengan bercak merah di atas pusara orangtua angkatnya.


“Dan entah kebetulan atau tidak Ayah tiri Matt-pun ditemukan meninggal karena over dosis tak lama setelah kematian Orangtua angkat Harry.” Ucapan Alex itu membuat spekulasi mengisi ruangan itu.


“Setelah itu tak ada kejadian apapun, Harry berhasil menjadi pengusaha sukses dan Matt berubah menjadi artis papan atas.” Perempuan berambut hitam sebahu itu kembali berbicara membuat semua orang kembali terdiam memerhatikannya, “Sampai akhirnya tiga tahun lalu Kerelyn Howard hampir saja meninggal karena kekerasan yang diterima oleh kekasihnya. Foto Kerelyn yang bersimbah darah sempat beredar di seluruh koran Amerika dan sepertinya hal itu kembali membangkitkan kenangan masa lalu Harry yang telah terkubur di dalam alam bawah sadarnya. Kerelyn memiliki kesamaan dengan ibunya yaitu berambut merah dan menerima kekerasan dari kekasihnya, itulah yang membuatnya menjadi terobsesi dengan Kerelyn.”


Gerard sekarang mengerti alasan gila di balik pembunuhan yang dilakukan oleh psikopat gila itu. Dia melihat jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 3.30 yang artinya sudah hampir satu jam setelah Daniel menghilang, dia berharap sesi rapat ini akan cepat selesai dan para polisi ini akan segera bergerak mencari Daniel dan menemukannya.


“Dan sekarang dia tengah mengincar Daniel Winchester, kekasih Kerelyn.” Alex berkata sambil berdiri di depan, Gerard kini bisa melihat emosi di mata biru sahabatnya itu ketika membicarakan Daniel, “Daniel dianggap telah merebut Kerelyn darinya dan itu terbukti dengan upaya pembunuhan yang dilakukannya beberapa hari lalu tapi untung saja hal itu gagal. Sekitar pukul 2.30 tadi kami menduga kalau Harry dan Matt telah berhasil mendapatkan Daniel, dan kita kehilangan jejaknya. Begitu juga dengan Kerelyn, kita tak tahu tentang keberadaannya karena tak bisa dihubungi. Beberapa petugas sudah mendatangi kediaman Harry dan Matt tapi tak menemukan mereka di sana maupun di tempat kerja.”


“Kita menemukan Kerelyn!” Semua orang kini menatap ke arah Lucy yang baru saja datang sambil berjalan dengan cepat mendekati Alex, “Managernya mengatakan kalau Kerelyn ada acara makan siang bersama dengan Alexa dan Raina.”

__ADS_1


“Sial!” Seketika Alex dan Gerard memaki bersamaan ketika mendengar kabar itu, dengan tangan gemetar Alex mengeluarkan ponselnya langsung menghungi Alexa. Begitu juga dengan Gerard yang berusaha menghubungi Raina.


“Lexi, dimana kau sekarang?”


Semua orang terdiam mendengar pembicaraan Alex dengan Alexa, suasana tegang begitu terasa di dalam ruangan itu. Gerard masih berusaha menghubungi Raina, tapi teleponnya tak diangkat membuatnya memaki.


“Kau bersama Kerelyn dan Raina?”


Gerard mematikan teleponnya setelah mendengar ucapan Alex, dia kini terlihat fokus memerhatikan Alex dan berharap kalau mereka bertiga dalam keadaan baik-baik saja, tapi jantungnya kembali berpacu ketika mendengar Alex memaki. Alex menjelaskan secara singkat tentang apa yang tengah terjadi dan meminta alamatnya kepada Alexa kemudian menyuruhnya untuk pergi dan bersembunyi. Alex berteriak memberitahu lokasi dimana Harry berada saat ini dan menyuruh semua unit untuk menuju ke sana secepatnya karena Harry sudah mendapatkan Karelyn dan sekarang nyawa Daniel, Kerelyn dan Raina dalam bahaya.


“G, kau ikut denganku!” Seru Alex sambil setengah berlari menuruni tangga, “Kerelyn dan Raina telah masuk ke dalam perangkap Harry, dan sial! Lexi pasti tidak akan menurutiku, dan lihat saja kalau sampai dia kembali lagi ke sana dan tak mendengarkanku. Aku bersumpah akan mengurungnya di dalam apartemen dan membuang kuncinya!” geram Alex dengan penuh emosi sambil berlari meninggalkan Lucy yang berdiri mematung.

__ADS_1


******


__ADS_2