The Secret Admirer (#2 The Secret Series)

The Secret Admirer (#2 The Secret Series)
Bab 24


__ADS_3

Daniel memasuki rumah bergaya Victoria yang disulap menjadi tempat pesta kaum papan atas negara adidaya. Gemerlapnya lampu membuat rumah megah itu terlihat lebih megah, para wartawan berkerubun di belakang rantai yang membatasi mereka dengan para tamu, para panitia bahkan menggelar karpet merah untuk menghormati para tamu yang tak bisa dibilang biasa-biasa saja, mereka hadir dengan pakaian terbaiknya, membuat Daniel sedikit berpikir apa ini pesta amal atau ajang memamerkan kekayaan mereka?


Tak memedulikan teriakan beberapa wartawan yang mengajukan pertanyaan tentangnya dia terus berjalan menyeruak keramaian, matanya mencari sosok yang dari tadi membuatnya khawatir. Beberapa orang yang mengenalinya mengajaknya berbincang-bincang dan hanya atas nama kesopanan dia sedikit berbasa basi ikut berbincang dengan mereka tapi matanya tetap menyisir ruangan itu dan akhirnya ia bisa bernapas lega setelah melihat gadis berambut merah yang terlihat sangat cantik dengan gaun merahnya berada tak jauh darinya ditemani sahabatnya Gerard yang juga terlihat tampan dengan jas biru tua, kemeja putih dan dasi biru bergaris. Setelah pamit kepada orang-orang yang tadi mengajaknya berbincang, Daniel langsung menghampiri Kerelyn yang langsung terlihat lega ketika melihatnya.


“Oh syukurlah, kau telah datang,” ujar Kerelyn sambil mencium pipi Daniel yang juga menciumnya.


“Maafkan aku, aku datang secepat yang aku bisa,” jawabnya sambil tersenyum, ia kemudian mengalihkan pandangannya kearah sahabatnya dan seketika sorot matanya berubah serius, “Gerard, apa yang kau lakukan di sini, apa Alex tidak memberitahumu?” tanya Daniel dengan suara berbisik, jujur saja ia sempat kaget melihat sahabatnya itu ada di sini mengingat Alex telah memberi peringatan kepada Dylan dan Theo untuk tidak datang ke pesta amal malam ini, dan sepertinya dia tidak memperkirakan kalau Gerard akan diundang ke pesta itu.


“Perusahaanku mendapatkan undangan dan aku ditunjuk sebagai perwakilan, jadi disinilah aku berada dan Alex tidak memberitahuku apa-apa... sebenarnya apa yang sedang terjadi? Aku tadi bertemu dengannya dan dia seperti ingin memakanku hidup-hidup ketika melihatku,” ucap Gerard yang membuat Daniel membuang napas berat, dia baru akan membuka mulut untuk menjelaskan kondisi saat ini ketika seorang gadis berkacamata mendekati mereka.


“Daniel, apa kabar? Senang bertemu denganmu lagi, sudah lama sekali kita tidak bertemu,” ujar gadis itu dengan senyum lebar sambil menjabat tangan Daniel yang terlihat sangat terkejut melihat Sarah berada di sana, ia menatap Gerard dengan mata melotot tapi hanya ditanggapi sahabatnya itu dengan senyuman tanpa dosa.


“Sarah, apa yang kau sedang lakukan di sini?” tanya Daniel sambil tersenyum mencoba menutupi keterkejutannya


.


“Well, Gerard memintaku untuk menemaninya malam ini, jadi... di sinilah aku,” ucap Sarah sambil menatap Gerard bahagia, yang membuat Daniel hanya bisa mengangguk sambil tersenyum kaku sampai akhirnya Kerelyn berdehem dan menyadarkannya kembali.


“Oh, maafkan aku, aku hampir saja lupa.. Sarah kenalkan ini Kerelyn Howard.. Kerelyn, dia adalah Sarah Smith, teman kami ketika kuliah dulu.”


Kerelyn tersenyum sambil menjabat tangan Sarah yang terbelalak ketika menyadari siapa yang ada dihadapannya.


“Ya Tuhan, apa kau Kerelyn Howard yang itu?” tanyanya tak percaya, yang membuat Kerelyn tertawa.


“Iya, aku Kerelyn Howard, yang itu,” jawabnya yang membuat Sarah berbinar.


“Kau jauh lebih cantik daripada di televisi.”


“Terimakasih,” ucap Kerelyn singkat.


“Gerard, bisa bicara sebentar?” ujar Daniel lebih berupa perintah daripada pertanyaan, yang langsung mendapat persetujuan pria berkacamata itu. Mereka berjalan menjauh beberapa langkah, dengan mata masih mengawasi kedua perempuan yang terlihat hanya saling tersenyum kaku, Daniel mulai berbisik menjelaskan kondisi saat ini yang membuat Gerard mengumpat.

__ADS_1


“Sial! Kenapa kalian tak memberi tahuku?” tanya Gerard sedikit kecewa karena dia tidak dilibatkan dalam masalah kali ini.


“Kami baru mengetahuinya kemarin malam dan kami tak mengira kalau kau akan datang ke sini... bersama Sarah.”


“Percayalah aku tak akan mengajaknya ke sini seandainya tahu apa yang sedang terjadi,” ucap Gerard sambil tersenyum ketika dia menyadari Sarah sedang menatap mereka.


“Apa kalian berkencan?” tanya Daniel merasa penasaran dengan status sahabatnya saat ini, Gerard adalah pria yang sangat menarik secara fisik dilengkapi dengan kejeniusan, kacamatanya hanya memberi nilai tambah pesona pria itu, rahangnya yang kokoh membuatnya terlihat pas dengan rambutnya yang sedikit gondrong.


“Entahlah, kemarin kami makan siang bersama, hanya itu tidak lebih.”


Daniel mengangguk mengerti kondisi hubungan sahabatnya itu dan mereka baru saja memutuskan untuk kembali kepada Kerelyn dan Sarah ketika tiba-tiba saja Alex menghadang dengan wajah penuh amarah.


“Apa yang mereka berdua lakukan di sini!” Bisik Alex dengan suara menggeram yang membuat Daniel dan Gerard saling pandang.


“Kalau yang kau maksud aku dan Sarah, aku tak mengetahui kalau kondisinya sedang seperti ini dan kau bahkan tak memberitahuku,” ucap Gerard dengan sedikit emosi karena Alex seperti menyalahkan dirinya karena berada disana.


Alex menatap Gerard sesaat sebelum akhirnya ia menggelengkan kepala, “Bukan kalian, tapi mereka!” seru Alex masih berupa bisikan sambil memberi tanda dengan kepalanya yang membuat Daniel dan Gerard mengalihkan pandangnya ke arah seberang dan seketika keduanya memaki.


“Apa yang mereka berdua lakukan di sini!” kali ini Daniel yang menggeram dan matanya tak lepas menatap adik dan sepupunya yang terlihat cantik dengan gaun mereka masing-masing.


“Dengar, aku serahkan mereka kepada kalian berdua, pergi dari sini secepatnya setelah acara di mulai... pergi secara diam-diam atau cari alasan apapun... apa kalian paham?”


Daniel dan Gerard mengangguk mengerti interuksi yang Alex berikan sebelum pria yang sekarang terlihat seksi sekaligus berbahaya dengan jambang yang menutupi rahangnya dan rambut panjangnya dikuncir rapi dengan mata tajam itu meninggalkan keduanya karena dia tak ingin sang tuan rumah mendapatinya tengah berbicara dengan mereka.


“Kau tetap bersama Kerelyn dan Sarah.. aku akan membawa kedua anak nakal itu kemari,” ucap Daniel sambil berjalan menghampiri Alexa dan Raina yang sedang tertawa karena mendengarkan lelucon dari para pria yang daritadi menggoda mereka.


“Daniel, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Alexa sambil memeluk kakaknya itu kemudian berbisik, “Kau harus menyelamatkan kami, leluconnya buruk sekali.”


“Tentu saja aku datang karena mendapat undangan... permisi tuan-tuan bolehkah aku meminjam adik-adikku sebentar?” tanya Daniel yang mau tak mau disetujui para pria yang Daniel ketahui sebagai para eksekutif muda yang sedang naik daun.


“Syukurlah kau datang, kami akan mati bosan karena lelucon mereka,” ucap Alexa setelah mereka berjalan menjauh dari para pria itu.

__ADS_1


“Bagaimana kalian berdua bisa ada di sini?” tanya Daniel sambil terus berjalan ke arah Gerard dan yang lainnya.


“Well, kau ingat temanku Caroline? Model yang sempat ku kenalkan kepada Alex beberapa waktu lalu?” Daniel mengangguk sebagai jawaban, “Dia yang mendapat undangan, tapi dia pergi ke Milan tadi pagi jadi dia memberikan undangan itu untukku,” jelas Alexa dengan santai, berbeda dengan Daniel yang hanya bisa membuang napas berat karena menyadari betapa banyak kebetulan yang membuat mereka berkumpul di sini.


“Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Gerard dengan berapi-api setelah mereka bertiga bergabung dengannya.


“Masak,” jawab Raina singkat yang membuat Gerard mengerutkan keningnya.


“Apa kau bekerja sampingan di bagian ketering?” tanyanya penasaran yang membuat Daniel memutar bola matanya.


“Man, yang benar saja, apa menurutmu mereka sedang bekerja di bagian ketering dengan pakaian seperti itu?!”


Gerard menyadari kebodohannya setelah menatap mereka berdua dari atas sampai bawah, Raina terlihat seksi dengan gaun panjang merahnya yang memiliki potongan leher sabrina yang memerlihatkan bahu mulusnya, begitu juga dengan Alexa yang terlihat cantik dengan gaun hitam tanpa lengan dengan bentuk leher shanghai.


“Kalian terlihat luar biasa malam ini,” puji Kerelyn setelah memerhatikan penampilan kedua gadis itu.


“Terimakasih, kau pun terlihat sangat cantik,” puji Alexa sambil tersenyum.


Seorang pelayan berseragam putih dengan nampan perak mendatangi mereka untuk menawarkan minuman yang langsung disambut semuanya. Daniel dan Gerard terlihat waspada melihat sekeliling, sedangkan para perempuan yang tak tahu apa-apa terlihat santai larut dalam percakapan.


“Jadi kalian hanya datang berdua?” Kerelyn bertanya yang dijawab senyuman penuh misteri dari Alexa dan Raina.


“Iya, tentu saja, kami berencana mencari teman kencan di sini, aku dengar pesta ini dihadari oleh orang-orang hebat, siapa tahu kami menemukan jodoh diantara mereka.”


“Kalian jangan terkecoh, mereka bisa jadi hanya terlihat sukses tapi belum tentu baik,” ucap Daniel sambil memerhatikan sosok Simon Javier yang sedang berkeliling untuk menyapa para tamu undangan.


“Yeah, kau benar, tapi aku yakin ada seseorang di dalam ruangan ini yang akan memenuhi selera kita, benarkan Rain?”


“Kau benar, asal jangan Superman,” ucap Raina yang membuat semuanya terlihat bingung kenapa tiba-tiba dia menyebut Superman.


“Tentu saja... jangan Superman,” ujar Alexa sambil mengangguk serius.

__ADS_1


Gerard baru akan membuka mulutnya ketika tiba-tiba seseorang mendatangi mereka semua dan membuat Daniel langsung berdiri di samping Kerelyn dengan posesif.


*****


__ADS_2