
Daniel duduk dengan santai di sofa apartemennnya sambil menonton televisi, sedangkan Kerelyn saat ini tengah berada di balkon untuk menerima telepon dari Eddy. Ia melirik kekasihnya setelah mendengar teriakan bahagia dari mulutnya diikuti dengan senyum lebar yang terus mengembang di bibir seksinya.
“Daniel, kau tak akan percaya apa yang baru saja Eddy katakan!” Seru Kerelyn dengan raut bahagia, dia langsung berhambur ke dalam pelukan kekasihnya lalu menciumnya membuat pria itu tersenyum bahagia sambil memeluknya.
“Apa kau baru saja memenangkan lotre dengan hadiah jutaan dolar?” ucap Daniel menggoda kekasihnya.
Kerelyn menggelengkam kepala sambil kembali mengecup bibir kekasihnya, “Tidak, tapi ini lebih hebat daripada memenangkan sebuah lotre.”
Daniel kembali tersenyum melihat kekasihnya yang terlihat sangat bahagia, ia mengangkat gadis berambut merah itu ke dalam pangkuannya yang langsung melingkarkan tangan di leher Daniel, “Apa yang lebih hebat daripada memenangkan jutaan dolar?” tanya Daniel sambil menciumi leher Kerelyn yang mulai terkikik karena geli.
“Aku...” Kerelyn tak bisa meneruskan ucapannya karena ulah Daniel yang membuatnya lupa apa yang akan dia katakan, “Daniel... hentikan! Kau membuatku tak bisa berpikir.”
Daniel tertawa mendengar ucapan Kerelyn, diapun menghentikan aktifitas yang menurutnya lebih menyenangkan daripada memenangkan jutaan dolar.
“Baiklah, apa yang membuatmu lebih bahagia daripada memenangkan lotre jutaan dolar?”
“Aku berhasil mendapatkan peran di film James Bonds terbaru!” Seru Kerelyn dengan mata berbinar, dan membuat Daniel ikut membelalakan mata terkejut.
“Jadi kau adalah gadis Bonds terbaru?” tanya Daniel tak percaya, Kerelyn mengangguk dengan semangat dan mata berbinar.
“Aah... aku tak menyukainya,” ujar Daniel lemas sambil memeluk Kerelyn dan menumpukan dagunya di pundak kekasihnya.
“Kenapa kau tidak menyukainya?” tanya Kerelyn tak mengerti melihat perubahan sikap Daniel.
“Kau tahu gadis Bonds itu seperti apa?”
Kerelyn mengangguk, “Tentu saja aku tahu, tidak sembarang artis bisa mendapat peran itu.”
“Aku tahu itu... tapi aku tak suka melihatmu bermesraan dengan pria lain.” Daniel berkata dengan putus asa membayangkan kekasihnya harus melakukan adegan itu bersama pria lain, “Kau tahu, aku bahkan sangat membenci Matt karena kalian pernah melakukan adegan ciuman.”
Kerelyn tersenyum mengerti maksud perkataan Daniel, ia kembali melingkarkan tangannya di leher kekasihnya dan menciumnya dengan sangat lembut, untuk beberapa saat mereka larut dalam aktifitas itu sampai akhirnya mereka saling melepaskan diri dengan senyum mengembang di bibir masing-masing.
“Sayang, kau tak usah takut, itu semua hanya sebuah akting tanpa melibatkan perasaan... hanya sebuah profesionalisme.” Kerelyn mencoba menjelaskan tentang resiko dari pekerjaannya.
“Aku tahu.. hanya saja... aargghhh, aku tak suka walau hanya membayangkannya saja.”
Daniel tentu saja bahagia dan bangga karena kekasihnya mendapatkan sebuah peran besar, tapi sebagai seorang kekasih dia juga tak siap ketika harus menyaksikan perempuan yang ia cintai harus melakukan adegan mesra dengan lawan mainnya. Sebut saja ia egois, tapi bagaimanapun ia tetap tak menyukainya.
“Tak bisakah memakai artis pengganti untuk adegan itu?” tanya Daniel sambil menatap Kerelyn penuh harap.
Kerelyn terlihat berpikir untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia mengangguk, “Baiklah aku akan membicarakan ini dengan Eddy, besok.”
__ADS_1
Daniel akhirnya tersenyum mendengar ucapan Kerelyn, dia bisa kembali memeluk gadis itu mesra, “Bagus,” ujarnya sambil kembali menciumi leher Kerelyn yang mulai tertawa geli sebelum akhirnya bibirnya dikuasi Daniel.
Ciuman mereka semakin dalam, Kerleyn kini telah berbaring miring di atas sofa dengan Daniel di sampingnya menahannya agar tak jatuh, tangan kokohnya memeluk erat tubuh rampingnya, sesekali tangan itu akan mengelus punggungnya lembut membuat Kerelyn merasakan sensai yang menggelayari tubuhnya.
Mereka larut dalam kemesraan itu tanpa menghiraukan suara bel apartemen yang terus saja berbunyi. Semakin suara belnya berbunyi, semakin Daniel memperdalam ciumannya, dia kembali bersikap lembut ketika bel berhenti berbunyi tapi kemudian memaki dalam hati ketika ponselnya berdering nyaring, tapi ia tak mau peduli, yang ia inginkan saat ini adalah menikmati kebersamaan dengan kekasihnya. Daniel kembali bisa bernapas lega ketika ponselnya berhenti berdering tapi kini bel apartemen kembali berbunyi tanpa henti membuatnya memaki dan melepaskan ciuman mereka. Daniel mengeluarkan sumpah serapah sambil berjalan ke arah pintu dan dengan penuh emosi membukanya, dan mendapati Alex tengah berdiri santai sambil tersenyum miring kearahnya.
“Sial, Man, apa kau tidak mengerti tandanya kalau aku tak membuka pintu pada bel ketiga?” Daniel berkata dengan mata tajam menatap sahabatnya yang hanya tersenyum santai.
“Apa kau sedang sibuk?” tanya Alex santai membuat Daniel terlihat putus asa.
“Iya aku sedang sibuk,” jawab Daniel sambil berusaha menutup pintunya, tapi ia kalah cepat karena Alex kini telah masuk ke dalam apartemennya.
“Terlihat dari baju dan rambutmu yang berantakan,” bisik Alex sambil tersenyum menggoda sebelum masuk lebih ke dalam apartemen meninggalkan Daniel yang mengumpat dan mengutuk detektif NYPD itu.
“Hai, Kerelyn, maafkan aku mengganggu kalian,” ucap Alex setelah melihat Kerleyn yang sedang merapikan rambutnya.
“Tidak, kau tidak mengganggu kami benarkan, Sayang?”
“Tentu saja dia mengganggu kita,” ucap Daniel yang membuat pipi Kerelyn memerah dan menatap Alex dengan tersipu.
“Aku janji hanya sebentar, setelah itu kalian bisa melanjutkan apapun kegiatan kalian tadi,” ucap Alex membuta Kerelyn semakin memerah.
“Mengenai mobilmu, D, aku telah menerima laporannya... jadi seseorang telah memotong kabel remnya tapi tidak sampai putus, oleh karena itu pencurinya masih bisa membawa mobilmu cukup jauh. Dan sepertinya itu dilakukan pada saat kalian di dalam swalayan.”
“Ya Tuhan, jadi seseorang sengaja memotong kabel rem mobilmu?” Kerelyn terlihat terkejut karena baru mengetahui tentang berita ini yang di jawab daniel dengan anggukan.
“Jadi siapa-pun yang memotong kabel itu dia lakukan di tempat parkir swalayan?” Daniel bertanya yang mendapat anggukan dari Alex.
“Tapi sayangnya, posisi mobilmu tidak tertangkap CCTV... apa kau bertemu dengan orang yang mencurigakan ketika sedang di swalayan kemarin?”
Daniel dan Kerelyn saling pandang beberapa saat mencoba mengingat kejadian malam itu, tapi semua terlihat normal tak ada sesuatu yang mencurigakan.
“Tidak, aku tak melihat ada yang mencurigakan... kami bertemu Eddy di tempat parkir sebelum masuk ke swalayan, apa mungkin dia melihat seseorang yang mencurigakan?” Daniel menatap Kerelyn yang membuat gadis itu menggelengkan kepala.
“Aku tak tahu, tapi aku akan bertanya padanya.” Kerelyn berkata sambil mengambil ponselnya dan menghubungi managernya itu.
“Kalian bertemu dengan Eddy?” Alex bertanya sambil mencatat keterangan tambahan ini dalam kepalanya untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Iya, kami juga bertemu dengan Matt, ketika kami masuk swalayan dia sedang berada di kasir untuk melakukan pembayaran dan langsung keluar dari sana setelah menyapa kami.”
Alex kembali menganggukkan kepala mendengar perkataan Daniel, “Apa kau bertemu dengan yang lainnya selain Eddy dan juga Matt? Mungkin kita bisa menanyai mereka sebagai saksi dan berharap salah satu dari mereka melihat sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk.”
__ADS_1
“Mr. Robert!” Seru Kerelyn, “Kita bertemu dengan Harry Robert, bossku, apa kau ingat Daniel? Kita bertemu di tempat parkir setelah kau mengetahui seseorang mencuri mobilmu, dia bahkan menawarkan diri untuk mengantar kita pulang tapi kau menolaknya dengan mengatakan Alex akan menjemput kita.”
Daniel terlihat berpikir sejenak, saat itu pikirannya sedang kacau gara-gara mengetahui mobilnya telah hilang jadi dia tak bisa mengingat kejadian itu dengan benar, “Aku lupa, saat itu aku tak memerhatikannya.”
“Dia sangat baik, aku akan menghubunginya dan mengatakan kalau kau akan datang untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Dia pasti tidak keberatan untuk membantu kita,” ucap Kerelyn sambil tersenyum meyakinkan, “Aku juga akan memberitahu Matt, dan Eddy tadi mengatakan kalau besok dia akan menemuimu.”
Alex mengangguk sambil tersenyum, “Terimakasih, Kerelyn, aku sangat menghargai bantuanmu... dan mengenai bunga tulip putih itu, apa kau sudah yakin kalau bunga itu tidak ada di dalam mobil pada saat kau mengendarainya?”
“Bunga tulip?” Kerelyn terlihat bingung, ia menatap Daniel dan Alex bergantian.
“Iya, aku menemukan bunga tulip yang sama seperti yang kau terima pada malam pesta pernikahan Emily di dalam mobil... apa kau yang membawanya malam itu?”
Kerleyn menggelengkan kepalanya, ia mengerutkan alis matanya terlihat berpikir sebelum berkata,
“Tidak... sebenarnya aku tak menyukai bunga itu, entah kenapa aku selalu merasa takut setiap menerimanya.” Mereka bisa melihat gadis itu bergidik sebelum kembali melanjutkan ceritanya,
“Aku pernah akan membuangnya, tapi Eddy melarangku, dia selalu mengatakan kalau itu dari penggemarku dan mereka akan sakit hati bahkan marah kalau mengetahui aku membuang bunga pemberian dari fans.”
Daniel dan Alex saling pandang beberapa saat, sebelum akhirnya Alex mengajukan pertanyaan, “Jadi kau tidak membawanya atau melihatnya di dalam mobil pada malam itu?”
“Tidak.”
“Apa kau telah bertanya pada pencuri itu, siapa tahu bunga itu miliknya.” Daniel berkata sambil menatap Alex yang terlihat serius berpikir.
“Tidak, aku telah bertanya padanya dan dia bilang itu bukan miliknya.”
Mereka semua terdiam beberapa saat larut dalam pikiran masing-masing sebelum akhirnya Daniel berkata, “Sial! Aku rasa kita berhubungan dengan seseorang yang sakit jiwa.” Alex mengangguk menyetujui perkataan Daniel.
“Kerelyn, apa kau ingat kapan saja kau menerima bunga tulip itu?” tanya Alex sambil menatap gadis itu serius.
“Apa maksudmu, pelakunya adalah orang yang sama dengan orang yang selalu mengiriminya bunga?” Daniel bertanya sambil mengerutkan alisnya, sebenarnya sempat terbesit hal itu dalam pikirannya tapi ia tak memiliki bukti yang kuat, dan kini sahabatnya memiliki pemikiran yang sama dengannya.
******
****Naaaah... Alex dan Daniel mulai curiga kalau si tulip putih ada hubungannya dengan beberapa kejadian.
Ada yg sdh yakin dengan tebakan si pemilik tulip?
Dari kemarin sudah ada beberapa orang yang memiliki tersangka, dan banyak yg menunjuk Eddy, Matt dan Martin sang scurity menjadi tersangkanya, ada jg yg bilang papahnya Kerelyn(?)😅😅
Ok, setelah baca part ini pasti sudah semakin tercerahkan kan siapa tersangkanya? 😉**
__ADS_1