
"Demi Tuhan, Daniel, yang benar saja! Apa kau pikir aku akan menerima keputusanmu ini?"
Kerelyn terlihat marah setelah mendengar penjelasan Daniel yang menurutnya tak masuk akal. Dia berjalan mundar-mandir dengan tangan berkaca pinggang, dadanya naik turun, matanya nyalang karena amarah tapi juga terlihat sedih.
"Kerelyn, hanya ini jalan satu-satunya untuk menyelamatkan kita berdua." Daniel berusaha menjelaskan tentang keputusanya tapi Kerelyn tak mau mendengarkan.
"Tidak ini bukan jalan satu-satunya, kita bisa mencari cari lain, Daniel... bukankah Alex, Gerard dan para polisi sedang bekerja untuk menangkap penjahat itu?"
Kerelyn baru mengetahui kalau ada seorang psikopat yang rela untuk membunuh demi dirinya dan itu membuatnya merasa bersalah. Tapi kini Daniel malah memberitahu keputusan yang telah diambilnya dan memintanya untuk menyetujui keputusan yang tak masuk akal itu.
"Kerelyn... maafkan aku... aku juga tak mau mengambil keputusan ini, tapi tidak ada jalan lain." Daniel berkata dengan suara lembut sambil menarik kekasihnya untuk duduk, matanya menatap mata Kerelyn yang sudah berkaca-kaca.
"Sampai baj*ngan itu tertangkap, kita tidak bisa melakukan apapun selain ini... maafkan aku, tapi ini untuk keselamatan kita berdua... aku harap kau bisa pahami itu... aku janji semua akan baik-baik saja."
Daniel kini memeluk Kerelyn yang mulai terisak, tentu saja ini berat untuk mereka berdua tapi ia harus melakukannya, semua ini demi kebaikan semuanya.
Seminggu telah berlalu dari terakhir Kerelyn bertemu dengan Daniel dan kini dirinya benar-benar merasa terpuruk, yang dia lakukan hanya mengurung diri di dalam apartemen dan itu membuat Eddy terlihat putus asa karena tak berhasil membawa artisnya itu untuk keluar dari tempat persembunyiannya.
“Maafkan saya, Boss, dia masih tak mau keluar.” Eddy memejamkan matanya sambil menggerutukan gigi ketika mendengar omelan dari Herry Robert, atasannya dan Kerelyn, “Baiklah aku akan berusaha membujuknya kembali,” lanjut addy sebelum menutup ponselnya.
“Red, ayolah jangan seperti ini. Ini acara penting bukankah kau sangat ingin mendapatkan peran itu? Kau telah mendapatkannya dan sekarang kau tak mau datang untuk menandatangi kontrak hanya karena kau putus dengan seorang pria.”
“Hanya seorang pria?” geram Kerelyn tak percaya sambil menatap Managernya, “Sial, Eddy! Dia bukan hanya seorang pria, dia adalah Daniel Winchester, pria yang paling aku cintai, apa kau sudah lupa!” Seru Kerelyn dengan mata memancarkan sorot terluka sambil menatap Eddy yang terdiam mematung.
“Baiklah, maafkan aku,” ucap Eddy setelah sembuh dari keterkejutannya melihat reaksi berlebihan Kerelyn, “Tapi, sayang, ini bukan saatnya kau larut dalam kesedihanmu, sekarang waktunya kau untuk bangkit dan melanjutkan hidupmu lagi. Kau harus buktikan kepadanya kalau kau baik-baik saja tanpanya.”
“Aku tak baik-baik saja, Eddy!” seru Kerelyn sambil melap airmatanya yang keluar tanpa dikomando, “Bagaimana bisa aku baik-baik saja tanpanya yang selalu ada untukku,” lanjutnya sambil terisak membuta Eddy membuang napas berat.
__ADS_1
“Kau memiliki aku, Red. Aku akan selalu ada untukmu,” ujar Eddy dengan serius sambil menatap Kerelyn yang tengah membuang ingusnya yang ikut keluar menggunakan tisu.
“Dengarkan aku Kerelyn,” lanjut Eddy sambil menggenggam tangan Kerelyn lembut, “Kau adalah perempuan yang luar biasa, kau sangat cantik, pintar dan sukses. Banyak pria yang jatuh cinta kepadamu, kau tak perlu mencari pengganti Daniel sekarang, tapi setidaknya jangan tutup hatimu... buka hati dan matamu lebar-lebar karena masih banyak pria baik di muka bumi ini, jangan kau mengorbankan hidupmu hanya karena kau putus cinta, itu bukanlah akhir dari segalanya tapi awal dari sesuatu yang baru.” Eddy tersenyum menatap Kerelyn yang ikut tersenyum walaupun lemah.
“Kau benar.”
“Aku tahu,” ucap Eddy dengan percaya diri membuat Kerelyn tertawa.
“Aku senang kau bisa tertawa lagi... jadi... kita pergi sekarang?” tanya Eddy yang membuat Kerelyn langsung kembali lemas.
“Eddy, kau ingin aku pergi ke sana dengan mata sembab seperti ini?”
“kau bisa memakai make up dan... kaca mata hitam,” ujar Eddy sambil tersenyum membuat Kerelyn kembali tersenyum dan akhirnya pergi menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Dan di sinilah Kerelyn saat ini, duduk di sebuah meja di restoran mahal kota New York untuk makan malam bersama bossnya, Harry Robert dan Eddy, merayakan keberhasilan Kerelyn karena mendapatkan peran besar di sebuah film yang melegenda.
“Kau harus tahu, Kerelyn, bagaimana aku melobi produser dan sutradara untuk menyertakanmu dalam audisi, hingga akhirnya kau lolos. Ya walaupun kau memang artis berbakat,” ucap Harry, boss Kerelyn dan Eddy.
“Sungguh kejutan, aku tak tahu akan bertemu dengan kalian di sini.”
Mereka bertiga kini menatap ke arah suara dimana Matt tengah berdiri di samping meja mereka dengan senyum mengembang yang membuat para fansnya teriak histeris.
“Matt, apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Eddy sambil tersenyum menatap Matt yang kini menarik kursi yang tersedia di samping Harry Robert lalu duduk di sana.
“Aku ada janji makan malam bersama para staff film baruku yang baru saja selesai shooting kemarin, dan aku hanya ingin menyapa ketika melihat kalian juga berada di sini,” jawab Matt yang dapat anggukan dari semuanya.
“Mr. Robert, apa kabar? Sudah lama lama kita tak bertemu. Terakhir kita bertemu pada shooting hari itu, dimana aku berakhir di rumah sakit selama beberapa hari,” ucap Matt sambil tersenyum menatap pria yang dikenal bertangan dingin dalam menghasilkan artis-artis papan atas di industri perfilman Amerika.
__ADS_1
“Kau benar... apa sekarang kau baik-baik saja? Aku harap cederanya tidak memberi efek jangka panjang untukmu,” ujar Harry Robert sambil menatap Matt yang menggelengkan kepala.
“Tidak, sekarang aku telah pulih seperti semula,” jawab Matt yang langsung mendapat anggukan dari Harry dan Eddy sedangkan Kerelyn masih terlihat berada di dunianya sendiri.
“Jadi gosip itu benar?” lanjut Matt sambil menatap Kerelyn yang sepertinya menyadari kalau semua orang tengah menatapnya.
“Gosip?” tanya Kerelyn pura-pura tak mengerti.
“Kalau kau dan Daniel telah putus.” Matt menatap Kerelyn dengan penuh simpati sebelum melanjutkan perkataannya, “Semua orang tengah membicarakan gosip panas itu, dan sepertinya... itu memnag benar,” lanjut Matt sambil menatap Kerelyn penuh simpati.
Kerelyn menatap rekan kerjanya itu sambil membuang napas berat, “Bukankah kau ada janji makan malam? Sebaiknya kau pergi sekarang,” ujar Kerelyn dengan sinis tapi hanya membuat Matt tertawa.
“Sayang, bagaimana kalau kau berkencan denganku?” tanya Matt sambil mengangkat alis matanya menggoda Kerelyn yang hanya tersenyum menanggapi candaan Matt, “Kita bisa membuat pria itu cemburu dan menyesal telah meninggalkanmu, bagaimana?”
“Matt, bukan cuma Daniel yang akan cemburu, tapi kekasihmu juga akan cemburu,” ucap Eddy sambil tertawa.
“Ah... kau benar, Ed,” ucap Matt sambil meringis mebayangkan kekasihnya cemburu.
“Kau punya kekasih baru?” tanya Kerelyn sambil menatap Matt antusias.
”Ckkk... kau telalu sibuk dengan Daniel sampai kau tak tahu kabarku,” jawab Matt sambil menatap Kerelyn yang menatapnya dengan menyesal, “Ok, aku akan memberitahumu... Iya aku memiliki kekasih baru, aku bertemu dengannya ketika bermain sky di Vancouver dan dia adalah pemilik resort tempatku menginap,” lanjut Matt dengan mata bersinar ketika menceritakan itu, “Namanya John, and He’s so hot!” ucapan Matt itu sukses membuat Kerelyn dan Eddy tertawa sambil menggelengkan kepala, berbeda dengan Harry yang menganga tak percaya menyadari kenyataan tentang pria yang duduk di sampingnya.
Tapi tawa Kerelyn tiba-tiba berhenti ketika matanya menatap seseorang yang baru saja masuk ke dalam restoran, membuat yang lainnya menatap ke arah itu dan seketika umpatan terdengar dari mulut mereka, ketika melihat Daniel dengan santainya masuk ke dalam restoran bersama seorang perempuan, tanpa menyadari kalau mereka tengah menjadi perhatian beberapa orang yang duduk di meja paling pojok dimana Kerelyn berada.
*****
Haiii.... ok! di bab kali ini aku beratahu ya, ada beberapa petunjuk penting!!!
__ADS_1
Ayolah, petunjuk sudah begitu jelas masa gak ketebak? 🤣🤣🤣
Sudah ada yang yakin siapa si psikopat gila ini? 😁