The Secret Admirer (#2 The Secret Series)

The Secret Admirer (#2 The Secret Series)
Bab 43


__ADS_3

“Raina, kau terlihat cantik dengan rambut seperti itu!” Seru Alexa setelah melihat sepupunya itu masuk ke dalam apartemen mereka tinggal.


“Benarkah?” tanya Raina sambil mengelus rambutnya yang sekarang terlihat panjang, Daniel memberikannya voucher di salah satu salon terkemuka yang ada di New York sebagai hadiah untuknya karena dia akan segera pulang ke Indonesia, jadi dia memutuskan untuk melakukan hair extension jadi rambut pendeknya kini terlihat panjang sampai setengah punggungnya dan sedikit bergelombang di bagian bawahnya.


“Kau terlihat sangat berbeda, kenapa kau tidak mengubah warna rambutnya sekalian? Akan terlihat lebih cantik kalau kau merubahnya dengan warna coklat,” ucap Alexa sambil duduk di sofa kuning mereka.


“Ya Tuhan, biaya salon di sini bisa sampai 10 kali lipat biaya di Indonesia!” seru Raina sambil menggelengkan kepala mengingat harga fantastis yang harus dikeluarkannya untuk sekedar hair extention, “Seandainya ini bukan karena voucher dari Daniel, aku tak akan mau mengeluarkan uang sebesar itu hanya untuk pergi ke salon,” lanjutnya yang membuat Alexa tertawa.


“Dan Daniel juga mendapatkan itu gratis dari salah satu sponsor acara di TV-nya,” ucap Alexa di antara tawanya.


“Tapi semua terbayar dengan rambut indah ini.” Raina berkata dengan bangga sambil menggoyang-goyang kepalanya membuat rambutnya ikut bergoyang ke kanan ke kiri.


“Ngomong-ngomong, dimana Daniel? Apa kau pulang sendiri?” tanya Alexa setelah menyadari sepupunya itu pulang ke apartemen seorang diri tanpa Daniel, padahal tadi kakaknya itu mengatakan akan datang ke apartemnya setelah mengajak Raina makan malam.


“Dia masih di bawah, bersama Alex dan juga Gerard.”


Alexa mengangguk mengerti, “Jadi bagaimana rasanya makan malam berdua dengan seorang Daniel Winchester?”


Raina memutar bola matanya mengingat kejadian di restoran tadi, “Ya Tuhan, Lexa, aku harap kau ada di sana bersama kami,” ucapnya sambil menatap Alexa, “Semua orang menatapku seolah aku adalah alasan di balik putusnya hubungan Daniel dan Kerelyn,” lanjutnya sambil membuang napas berat begitu juga dengan Alexa yang kini menatapnya dengan penuh simpati.


“Kami bertemu dengan Matt, rekan Kerelyn dan dia sedang makan malam bersama para kru filmnya di sana, dia sengaja mendatangi meja kami untuk menyapa Daniel tapi yang dilakukan adalah menatapku dengan mata menyelidik dari atas sampai bawah, sampai akhirnya Daniel mengenalkanku sebagai sepupunya, barulah dia kembali ke mejanya.”


Alexa tertawa mendengar cerita Raina, dia bisa membayangkan hal itu. Hubungan Kerelyn dan Daniel sudah menjadi perhatian publik dari awal, dan kini berita tentang perpisahan mereka sudah mulai tercium walaupun belum ada pemberitaan resmi dari keduanya.


“Apa kau tahu alasan mereka berdua putus?” Alexa menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Raina.


“Tidak ada yang tahu, Daniel selalu menghindar setiap kali aku bertanya begitu juga dengan Kerelyn. Padahal aku sangat menyukai Kerelyn dan berharap dia yang akan menjadi kakak iparku nanti.” Alexa berkata dengan tulus, dia sangat menyukai Kerelyn karena di balik sosoknya sebagai seorang artis terkenal, Kerelyn adalah sosok yang sederhana dan menyenangkan.


“Iya, aku juga sangat menyukainya... hei, bagaiamana kalau kita mengajaknya makan siang? Kita bisa membuat alasan kalau ini makan siang terakhirku bersama dengannya sebelum kembali ke Indonesia.”


“Ide bagus, baiklah aku akan bertanya padanya nanti kapan dia ada waktu kosong,” ujar Alexa dengan semangat, Kerelyn tak mungkin akan menolaknya kali ini. Dan nanti dia akan mencari tahu tentang apa yang sebenarnya telah terjadi antara dirinya dan Daniel. Percakapan mereka terhenti ketika pintu apartemen dibuka dan masuklah ketiga sahabat itu, Daniel, Alex dan Gerard yang langsung di sambut Alexa dengan semangat karena Gerard terlihat membawa plastik yang berisi makanan Jepang.


“Kau selalu menjadi favoritku, G,” ujar Alexa dengan senyum lebar sambil mengambil bungkusan itu dari tangan Gerard.


“Hei, aku yang membelinya, dia cuma membawanya saja,” ucap Alex sambil berjalan ke arah sofa dan langsung menghempaskan tubuhnya di sana.


“Dan uangnya dariku,” ujar Daniel sambil duduk di samping Alex.


“Kau makan malam dengan sepupumu di restoran mahal berdua tanpa mengajak kami, jadi kau masih berhutang karena hanya membelikan kami makan Jepang saja.” Gerard berkata sambil ikut duduk di samping Daniel.


“Raina akan pulang ke Indonesia, aku bahkan belum sempat mengajaknya kemana-mana, setidaknya aku mengajaknya makan mlam sebelum dia pulang,” ujar Daniel sambil bersandar dan memejamkan matanya, dia terlihat sangat lelah malam itu.

__ADS_1


“Kau akan pulang ke Indonesia? Kapan?” tanya Gerard sambil menatap Raina yang tengah duduk di bawah bersama Alexa dan mengeluarkan kotak makanan dari dalam plastik.


“Minggu depan,” jawab Raina singkat tanpa mengalihkan pandangannya karena kini ia tengah membuka kotak-kotak makanan itu.


“Dia akan dijodohkan oleh ibunya, jadi harus kembali secepatnya,” ucap Alexa santai yang membuat Raina menatapnya bingung.


“A-apa? Dijodohkan?” tanya Gerard tak percaya dengan apa yang dia dengar.


“I-iya.. dijodohkan,” jawab Raina setelah sebelumnya dapat cubitan dari Alexa yang duduk di sampingnya sambil melahap sushi ikan salmon.


“Rain, perlihatkan fotonya,” ucap Alexa dengan mulut penuh.


“Foto?” tanya Raina bingung.


“Iya, foto pria tampan yang akan dijodohkan denganmu,” lanjut Alexa sambil mengangkat alis matanya memberi kode kepada Raina yang masih terlihat bingung.


“O..ooh... foto... yang kemarin maksudmu?”


Alexa memutar bola matanya karena sepupunya itu masih belum paham juga, “Iya foto yang kemarin, yang kau perlihatkan padaku.”


Raina akhirnya tersenyum mengerti, dia lalu mengambil ponselnya dan membuka galeri lalu memerlihatkan foto seorang pria yang terlihat sangat gagah dengan seragam tentaranya.


“Well, dia lumayan keren, Rain,” ucap Alex yang mendapat anggukan dari Daniel, kini ketiga pria itu tengah memerhatikan foto di dalam ponsel Raina.


“Iya,” jawab Raina menjawab pertanyaan Gerard.


“Dia biasa saja,” lanjut Gerard sambil mengambil sushi Alexa lalu mengunyahnya dengan tenaga berlebihan.


“Dia sangat keren dengan seragamnya... kalau kau menolaknya katakan padaku, aku akan menggantikannya untukmu,” ujar Alexa dengan mata berbinar menatap Raina yang tersenyum melihat sepupunya itu.


“Siapa namanya?” tanya Daniel sambil mengambil kopi yang tadi mereka beli di coffee shop yang berada tak jauh dari apartemen Alexa.


“Rio... Rio Dewanto,” jawab Raina santai menyebutkan nama salah satu aktor Indonesia dan suami dari Atika Hasiholan itu. Saat ini memang para pria itu tengah melihat foto Rio Dewanto yang tengah mengenakan seragam tentara untuk salah satu perannya di salah satu film.


Tanpa sengaja kemarin ketika tengah membuka twiter Raina dan Alexa menemukan foto itu, dan akhirnya mereka berdua iseng mengunduh foto itu karena merasa tertarik melihat kegagahan sang aktor di balik seragam tentaranya. Alexa mengatakan kalau pria di balik seragam seperti itu terlihat dua kali lebih keren, dan Raina menyetujui hal itu.


“Dan kau menyetujui untuk dijodohkan dengannya?” tanya Daniel kembali sambil menatap sepupunya itu serius. Jujur saja Raina merasa tak enak melihat Daniel seserius itu menanggapi ini semua dan semua karena Alexa yang malah terlihat santai berebut makanan dengan Alex, sedangkan Gerard terlihat sedikit lemas.


“Aku belum memutuskannya... kami akan bertemu dulu ketika pulang nanti, dan setelah itu baru aku akan memutuskannya.”


“Dengar, kau harus memikirkannya baik-baik, Rain,” ujar Gerard dengan serius, “Kau baru mengenalnya, bisa saja dia orang jahat.”

__ADS_1


“Dia tentara, G, bukan penjahat,” ujar Alex yang langsung dapat tatapan dari Gerard yang menyuruhnya diam tapi sahabatnya itu hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum miring.


“Mungkin saja dia playboy, seperti detektif ini.” Gerard berkata sambil menatap Alex yang terdiam sebentar lalu kembali mengangkat bahunya.


“Oh percayalah, dia sangat setia,” ucap Alexa yang membuat Gerard menatapnya.


“Darimana kau tahu?” tanya Gerard dengan kesal.


“Feeling seorang perempuan,” jawab Alexa santai yang membuat Gerard memutar bola matanya.


“Seperti Feelingmu kepada Ethan?” tanya Alex yang membuat Alexa memicingkan mata padanya.


“Semua orang pernah melakukan kesalahan,” ujar Alexa berusaha membela dirinya sendiri, “Tapi sepertinya sekarang dia menyesal... dia terus memaksa mengajakku berkencan.”


“Apa? Dan kau setuju kembali padanya?” tanya Alex tak percaya mendengar kalau adik Kerelyn itu masih berani mengajak Alexa berkencan.


“Apa kau pikir aku sudah gila?” Alexa berkata sambil menggelengkan dan mengambil sisa sushinya.


“Bagus,” ujar Alex sambil mengacak-acak rambut Alexa dengan senyum lebar.


“Dengar, Rain, apa kau harus menuruti kemauan orangtuamu? Kenapa kau tidak mencari calon suami sendiri?” Gerard kembali bertanya kepada Raina yang tengah mengambil kopinya.


“Well, sebenarnya aku tak harus mengikuti kemauan orangtuaku tapi sebagai anak yang berbakti aku harus melakukannya, minimal aku akan bertemu dengan pria yang telah dijodohkan denganku, kalau aku tidak cocok aku akan menolaknya, tapi kalau aku cocok maka aku akan menikah dengannya.”


“Dan percayalah kali ini kau tidak akan menolaknya.” Alexa kembali berkata yang mendapat pelototan dari Gerard, sedangkan Daniel terlihat seperti sedang berada di dunianya sendiri tak menghiraukan keriuhan di sekelilingnya dan itu tak luput dari perhatian Alex.


“Lexi apa kau punya buah?” tanya Alex sambil memberi kode dengan matanya ke arah Daniel dan gadis bermata amber itu-pun mengerti.


“Kami akan menyiapkannya untuk kalian, ayo Rain.”


“Apa yang kau pikirkan, D?” Alex bertanya setelah para perempuan pergi ke dapur.


“Tidak, aku hanya berpikir kapan ini semua berakhir,” ucap Daniel dengan lemah membuat kedua sahabatnya ikut terdiam berpikir.


“Apa kau belum menemukan sesuatu dari kamera mobil Daniel?” tanya Alex yang mendapat gelengan dari Gerard.


“Aku sudah berusaha mengerjakan secepatnya, tapi kerusakannya terlalu fatal.”


“Alex, bisakah kita memeriksa kamera CCTV di tempat parkir swalayan, mungkin saja polisi melewatkan sesuatu,” ujar Daniel berharap menemukan sesuatu yang bisa menjadi petunjuk.


Alex terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia berkata, “Baiklah, besok kita akan bertemu di tempat Gerard seperti biasa.”

__ADS_1


Malam itu Daniel tak bisa tidur seperti malam sebelumnya, ia selalu dilanda kegelisahan, bahkan ia sedikit paranoid kalau sedang berjalan sendiri di tempat sepi atau melihat seseorang mencurigakan yang mendekati apartemen Kerelyn. Dan sepertinya selama baj*ngan itu belum tertangkap maka ia akan tetap seperti itu, oleh karena itu ia akan melakukan apapun untuk menangkapnya. Termasuk dengan membahayakan dirinya sendiri.


*****


__ADS_2