
Steven datang lebih awal dari biasanya. Karena dia tidak mau Jasmine telat kumpul di kantor.Ayah dan ibu Jasmine yang pagi itu sedang sarapan bahkan menawarkan Steven untuk sarapan bersama.
"Steven,sini duduk sini. Sarapan bareng yuk". Ajak ayah.
"Hmmm,tidak perlu paman,saya sudah sarapan". Kata Steven.
"Tidak perlu berbohong,tante tau kamu belum sarapan".Kata ibu.
"Ikut saja Steven,kamu kan memang belum sarapan kan? Nasi goreng mamaku enak loh,lagian kamu juga mau tunggu aku selesai makan,bagus makan bareng". Ucap Jasmine.
"Ya sudah deh kalau gitu,saya tidak mau merepotkan". Kata Steven.
"Yang merepotkan itu Jasmine,ya gak Jasmine?".Ucap ayah.
"Papa...". Ngeluh Jasmine sambil menyantap nasi goreng kesukaannya.
Setelah selesai makan seperti biasanya Jasmine berpamitan dengan ayah dan ibunya.
"Pa,aku berangkat ya,jangan kangen Jasmine ya". Kata Jasmine sambil berpelukan erat dengan ayahnya.
"Kata-kata itu lebih cocok kamu ucapkan kepada Steven". Ejek ayahnya.
"Ma,Jasmine berangkat ya,titip papa yang bandel ini ya,nanti setelah sampai sana Jasmine video call ya Ma". Kata Jasmine.
"Iya,hati-hati. Nanti setelah sampai disana kabarin ya,jangan lupa kabarin Steven juga (nanti dia khawatir) ".Bisik ibunya.
"Hmmm...mama,ya udh bye bye". Kata Jasmine.
Di dalam pejalanan menuju kantor Jasmine,Steven memberikan sebuah tas kantong besar kepadanya.
"Ini apa?".Tanya Jasmine.
"Lihat saja".Kata Steven sambil menyodorkan tas kantongnya.
"Hah..kenapa banyak sekali makanan? Terus ini ada obat-obatan?". Tanya Jasmine.
"Aku takut kamu lapar di pejalanan,apalagi pejalananya jauh.Terus ada obat-obatan,untuk berjaga-jaga saja". Kata Steven.
"Kamu repot-repot siapin ini semua takut saya kelaparan dan sakit. Baik banget sih kamu,Terimakasih ya. Tidak perlu khawatir saya kelaparan,ini mama udah siapin saya bekal juga,saya juga ada bawakan untuk Mia. Lagian di bus juga bakalan ada di kasih makan". Terang Jasmine.
"Baguslah kalau begitu,titip salamku untuk Mia dan Marco ya,oh ya untuk manajer kamu juga Pak Hadi". Kata Steven.
"Baik,akan saya titipkan salam mu untuk mereka". Kata Jasmine.
Tidak seperti biasanya Steven bisa ajak komunikasi sampai Jasmine tiba di kantor,tapi kali ini Steven lebih pendiam. Dia hanya menjawab saat Jasmine bertanya. Sesampainya di kantor,Jasmine pamit turun dari mobil.
"Sudah sampai,Terimakasih ya untuk semua ini".Kata Jasmine sambil menunjukan tas kantong yang di kasih Steven.
"Tidak perlu berterima kasih lagi,cepat masuk Mia dan lainnya pasti sudah menunggumu". Kata Steven.
"Hmmmm...ada yang ingin kamu katakan lagi?". Tanya Jasmine.
"Tidak ada". Ucap Steven.
"Yakin? Nanti seperti kemarin sore saya mau turun kamu panggil lagi". Kata Jasmine.
"Hmmm...have fun saja,jangan lupa kasih kabar ke aku juga ya".Ucap Steven.
"Baiklah,kamu hati-hati ya,semoga pekerjaan kamu hari ini lancar". Kata Jasmine.
"Ok,bye bye". Kata Steven.
Jasmine pun bergegas masuk ke kantor dengan gembira. Baru melihat Jasmine masuk kedalam,Steven sudah mulai rindu. Sebenarnya perasaan Steven sedang tidak karuan,tapi dia tidak berani mengatakan kepada Jasmine takut merusak mood Jasmine yang begitu bahagia. Steven memilih hanya diam membisu,walaupun betapa dia ingin mengatakan kepada Jasmine kalau dia bakalan rindu berat.
Semua karyawan berkumpul di lapangan kantor,terlihat sudah banyak bus yang berbaris siap membawa para karyawan menuju kota Vilas. Di dalam bus,Jasmine duduk sebangku dengan Mia. Mereka seperti anak muda yang lagi healing,di dalam pejalanan, sesekali mereka tidur,berbincang dan makan.
"Mia,ini nasi goreng buatan mama saya,ini saya bawakan untukmu".Kata Jasmine.
"Aahhh,kenapa repot banget sampai bawakan untuk ku segala". Kata Mia.
"Tidak repot,sekalian masak untuk sarapan dan bekal". Kata Jasmine.
"Oh ya,aku juga ada bawa cookies buatanku,ini coba". Kata Mia.
"Enak sekali cookiesnya.Kamu masih sempatnya buat cookie,kamu memang hebat Mia". Puji Jasmine.
"Biasa saja,karena dibantu anakku". Kata Mia.
"Mia,saya ada bawa kamera,nanti kita foto-foto ya". Kata Jasmine.
"Tentu saja,itu sudah wajib kalau soal foto-foto". Kata Mia.
"Oh ya Mia,ini juga ada roti,snack,dan ada obat-obatan. Jika mau silakan ambil saja ya". Kata Jasmine.
"Jasmine gila lengkap banget kamu bawanya,bukannya kita cuma sepakat bawa beberapa snack dan coklat. Ini kebanyakan". Kata Mia.
"Hmmm...ini semua dari Steven,katanya dia takut kalau saya kelaparan". Kata Jasmine.
"Jasmine beruntung banget punya pacar seperti Steven". Kata Mia.
__ADS_1
"Mia,sudah beribu kali saya katakan kalau saya dan Steven belum pacaran". Kata Jasmine.
"Ya kalian mau sampai kapan begini? Emangnya kamu belum cukup siap terima dia?". Tanya Jasmine.
"Hmmm...tidak tau deh,bingung jawabnya". Kata Jasmine.
"Kamu jangan mempermainkan perasaan Steven lo Jas,saya melihat dia sudah sangat berusaha". Kata Mia.
"Saya pernah ada niat mau permainkan perasaan orang,hhmmmm... ya saya juga liat dia sudah begitu berusaha". Kata Jasmine.
"Ya sudah buruan...".Kata Mia.
"Ya,buruan kita makan nasi gorengnya nanti udah dingin". Jasmine mengalihkan pembicaraan.
Setelah pejalanan selama enam jam lamanya,mereka pun tiba di kota Vilas.Mereka semua menginap di hotel dekat Heaven Hill. Kedatangan mereka sudah disambut oleh resepsionis hotel. Jadwal mereka hari ini hanya istirahat dan acara kumpul bersama. Di hari kedua besok mereka dijadwalkan untuk rekreasi di themepark kota Vilas,dan di hari ketiga baru mereka dijadwalkan ke Heaven Hill tempat yang di tunggu-tunggu semua karyawan,di hari keempat mereka akan ke pusat kota Vilas untuk wisata kuliner dan membeli oleh-oleh,di hari kelima mereka sudah akan pulang.
Sesampainya di kamar hotel,Jasmine dan Mia istirahat sejenak dan mengabari keluarga mereka. Mia sibuk mengabari keluarganya dan Jasmine sibuk videocall dengan orang tuanya. Tidak lupa Jasmine juga kasih kabar ke Steven kalau dia sudah sampai. Namun anehnya, Steven hanya membaca pesannya dan tidak membalas satu kata pun.
Namun Jasmine tidak begitu pedulikan hal itu,mungkin saja Steven sedang sibuk mikirnya. Setelah Jasmine dan Mia selesai mandi, semua karyawan di instruksikan menuju hall hotel. Terlihat semua karyawan sedang berkumpul. Dan manajer mereka Pak Hadi menyampaikan beberapa jadwal.
"Selamat sore semuanya,kita berkumpul disini karena ada beberapa hal yang akan disampaikan terkait jadwal dalam tour karyawan kali ini,dan acara pertama hari ini,mari kita dengarkan kata sambutan dari Bapak Direktur PT.Intan Pertama Berlian,tepuk tangan semuanya,waktu dan tempat kita persilakan kepada Pak Chandra,silakan Pak".Kata Pak Hadi.
"Selamat sore,sekarang sudah pukul empat sore. Senang sekali pada kesempatan ini kita semua bisa berkumpul menikmati tour yang di berikan perusahaan. Tujuan dari tour pastinya kalian sudah tau yaitu bentuk apresiasi kepada karyawan PT. Intan Permata Berlian yang sudah bekerja dengan semangat untuk memajukan perusahaan. Di meja kalian masing-masing sudah ada kertas bertulis jadwal kegiatan tour kali ini,jadi jangan telat bangun ya. Karena sudah sore,perusahaan menyiapkan hitea ada cemilan dan minuman silakan dinikamati. Dan jangan lupa pada jam tujuh malam nanti semua kumpul di garden hotel ini untuk acara BBQ,semoga tour kali ini bisa mempererat rasa kebersamaan kita. Terimakasih". Pidato yang disampaikan Pak Direktur.
Semua karyawan sangat menikmati hitea yang sediakan,termasuk Jasmine dan Mia,terlihat juga Marco ikut bergabung. Marco membawa keluarganya.Begitu juga dengan manajer mereka Pak Hadi.
Tidak terasa sudah jam tujuh malam,semua karyawan berkumpul kembali di garden hotel sesuai yang disampaikan Pak Hadi,semua sangat hanyut dalam suasana BBQ,ada beberapa karyawan yang bernyanyi bersama,ada juga yang sibuk membakar sate,dan ada beberapa karyawan gotong-royong menyalahkan api unggun. Mereka juga bermain beberapa games berhadiah. Setelah jam sebelas malam,para karyawan kembali ke kamar hotel mereka masing-masing.
Jasmine dan Mia tidak lupa videocall lagi kepada keluarga mereka sebelum mereka tidur,ada canda tawa dalam melepas rindu bersama keluarga. Namun Jasmine masih belum menerima satu pesan pun dari Steven. Tapi tampaknya dia tidak begitu peduli,kerena status mereka bukan pacaran,Jasmine merasa Steven tidak punya kewajiban untuk membalas atau memberi kabar,yang penting dia sudah memberitahukan kabar jika dia sudah sampai sesuai yang di inginkan Steven.
Besok paginya,semua karyawan berkumpul di resto hotel untuk sarapan bersama.Marco sekeluarga dan Pak Hadi juga ikut semeja bergabung dengan Jasmine dan Mia.
"Gimana tidur kalian nyenyak?".Kata Pak Hadi.
"Nyenyak Pak". Sahut mereka serentak.
"Hari ini kita akan pergi bermain di theme park Vilas,sudah lama sekali saya dan keluarga tidak rekreasi ke theme park". Lanjut Pak Hadi.
"Benar,saya juga Pak,senang sekali kali ini kita bisa ke theme park mengajak anak saya lagi". Kata Marco.
"Saya juga sudah jarang Pak,lebih sering ke mall".Ucap Mia.
"Sama dengan Mia,saya jarang dan lebih sering ke mall". Kata Jasmine.
"Jasmine,liburan kali ini kamu harus benar-benar menikmatinya. Seperti kita yang sudah punya anak,kadang mengajak anak keluar jalan-jalan hanya untuk menyenangkan anak-anak kita,semua untuk kesenangan anak,bukan lagi untuk diri kita sendiri". Terang Pak Hadi.
"Benar sekali,namanya saja refreshing,sebenarnya anak-anak kita yang happy,kita orang tua bukan lagi menikmati. Lebih tepatnya sebagai penjaga anak". Lanjut Marco.
"Yang dikatakan mereka berdua benar,mumpung kamu masih single manfaatkan moment ini dengan baik". Kata Pak Hadi.
"Terimakasih Pak,saya pasti akan menikmati moment berharga ini". Kata Jasmine.
"Oh ya Jas,Steven gimana? Apakah kalian belum jadian? Kapan jadianya?". Tanya Marco.
"Kamu ini,kita lagi liburan,masih saja mikirin ini". Jawab Jasmine.
"Terus Steven gimana waktu kamu bilang sudah sampai,apa jawabnya?". Tanya Mia.
"Hmm...tidak ada balasan". Jawab Jasmine.
"Hah!!! Masa tidak ada balasan dari Steven sama sekali?". Tanya Mia lagi.
"Iya tidak ada,tidak balas ya tidak apa-apa,namanya juga orang sibuk kerja". Kata Jasmine.
"Walaupun sesibuk apapun setidaknya dia balas ya atau gimana,keterlaluan si Steven". Kata Marco.
"Biarin saja,itu hak dia mau balas atau tidak".Kata Jasmine.
"Hmmm... apa lebih baik kamu telepon Steven,saya melihat dia bukan tipe orang yang cuek".Kata Marco.
"No...sudah saya bilang dia sendiri saja tidak punya waktu,lagi banyak kerjaan mungkin,saya tidak mau menganggu dia".Kata Jasmine,
"Apa kalian lagi bertengkar?". Tanya Pak Hadi.
"Tidak Pak,kita tidak bertengkar kok. Tidak ada bahan yang membuat kami bertengkar". Jawab Jasmine.
"Bukannya kamu masih di antar ke kantor kemarin? Apa ada yang aneh dari dia?". Tanya Mia.
"Tidak ada yang aneh,hmmm... ngak tau apa hanya perasaanku saja,kemarin dia antar aku ke kantor,biasanya dalam pejalanan dia selalu tanya ini itu,tapi saya liat kemarin dia agak pendiam".Jawab Jasmine.
"Setidaknya kamu juga kasih perhatian ke dia,mungkin dia lagi ada masalah di kantor". Kata Marco.
"Kasih perhatian apa,dia saja tidak cerita kalau ada masalah. Apa yang harus saya hibur? Hmmm... sudah kita lupakan soal Steven,ini udah selesai makan kan,yuk siap-siap,bentar lagi bus jalan". Kata Jasmine.
Semua bersiap untuk naik ke bus yang akan membawa mereka ke theme park Vilas. Sesampainya mereka disana,mereka berfoto dan mencoba bermain wahana yang ada disana.
Semua bermain dengan begitu gembira,sampai pada waktunya akan balik ke hotel,bus berhenti di sebuah restoran seafood. Mereka semua ditraktir seafood oleh Pak Chandra direktur mereka.
Setelah selesai makan,semuanya kembali ke hotel dan masuk ke kamar masing-masing untuk beristrirahat,Jasmine dan Mia tidak lupa telepon keluarga dan bercerita keseruan mereka. Sebelum tidur,Jasmine melihat kembali ponselnya,namun belum ada balasan dari Steven. Jasmine lagi-lagi tidak memperdulikan itu,dan dia pun segera tidur.
__ADS_1
Hari ini adalah hari ketiga mereka liburan. Destinasi hari ini adalah ke tempat yang mereka tunggu-tunggu yaitu ke Heaven Hill Vilas. Semua tidak sabar ingin segera menginjak di Heaven Hill Vilas yang katanya begitu indah dan sejuk. Sebelum mereka berangkat,seperti biasa mereka sarapan dulu di resto hotel. Setelah semuanya selesai sarapan mereka pun akhirnya naik bus menuju Heaven Hill Vilas,di pejalanan Jasmine dan Mia mengobrol.
"Jas,Steven sudah balas belum?". Tanya Mia.
"Tidak ada". Kata Jasmine.
"Hmmm...kami tidak khawatir?". Tanya Mia lagi.
"Khawatir apa,dia pasti sibuk dan baik-baik saja". Kata Jasmine.
"Bukan,maksud saya kamu tidak khawatir kenapa tiba-tiba Steven jadi dingin begini? Apa dia memutuskan untuk mundur ya". Ucap Mia.
"Ya tidak apa-apa juga sih,dia bebas memilih dan menjatuhkan pilihan kepada siapapun kan. Dia berhak untuk mendapatkan yang terbaik, mungkin bukan saya yang terbaik. Sudah lah,lupakan saja". Terang Jasmine.
"Tapi kan....dia sudah berjuang selama ini,masa dalam sekejap berubah dan kamu tidak ada feel apapun?" Lanjut Mia.
"Jujur saja dia memang baik,tapi kita tidak terikat status apapun,jadi dia punya hak mendapatkan yang terbaik menurut versinya". Kata Jasmine.
"Itu namanya dia cowok pemberi harapan palsu,kamu tidak kesal atau sedih?". Tanya Mia.
"Tidak sama sekali,saya tidak merasa jadi korban,biarkan saja. Kita jangan bahas dia ya,nanti kamu fotoin aku di bunga yang cantik ya". Kata Jasmine.
"Iya iya". Ucap Mia.
Setelah mereka sampai di Heaven Hill Vilas,begitu takjubnya mereka melihat pemandangan yang seakan sedang berada di surga. Pemandangan yang indah dengan bukit yang menakjubkan,udara yang bersih,terdapat beberapa satwa yang bebas berkeliaran seperti lusa,kelinci dan lain-lain,serta taman bunga yang luas dengan beragam jenis bunga. Tidak hanya itu,terdapat juga kebun buah dan kebun teh yang luas.
Mereka semua dipandu oleh tim pemandu yang ada disana yang mengajak mereka menjelajahi semua yang ada di dalam Heaven Hill Vilas.Semua dimanjakan oleh keindahan di Heaven Hill Vilas,tentu saja ini adalah pengalaman yang tidak terlupa dan berkesan untuk siapapun yang ada disana,begitupun dengan Jasmine.
Tidak terasa mereka sudah seharian berkeliling,namun masih ada satu tempat terakhir yang akan pemandu tunjukan untuk mereka,yaitu taman bunga. Tentunya ini adalah bagian yang paling ditunggu oleh Jasmine,dia bisa melihat berbagai macam bunga yang ada disana.
Pemandu mengarahkan mereka ke taman bunga dan mengajak mereka berhenti di tengah taman.
Semua tercengang melihat ada sebuah tulisan besar yang bertuliskan kata JASMINE. Tulisan tersebut terbuat dari rangkaian tujuh warna bunga mawar dengan satu huruf satu warna.
"Jas,kamu mesti foto di tulisan itu". Kata Mia.
"Indah sekali,kenapa ada kata JASMINE,apakah pemilik tempat ini bernama Jasmine juga". Ucap Jasmine.
"Mungkin saja". Kata Mia.
"Apa ada yang mau berfoto di tulisan itu,biar saya fotokan". Kata salah seorang pemandu.
"Mau,Jasmine ayo". Mia mendorong Jasmine.
"Hmmm...tidak apa-apa biarkan teman saya saja yang foto". Kata Jasmine.
"Kamu gimana sih,kita kan mau foto berdua,masa selfi".Kata Mia.
"Hmmm...kalau begitu ini handphone saya pak,maaf ya merepotkan". Kata Jasmine sambil memberikan handphone nya kepada pemandu.
Jasmine dan Mia bergegas berdiri di tulisan yang ada tulisan JASMINE. Mereka juga mendengar arahan dari pemandu untuk berganti pose. Beberapa kali pemandu menjepret foto mereka,sampai pada pen jepretan terakhir,Mia bergeser ke samping,dan yang terjadi adalah Steven yang ada di samping Jasmine, namun Jasmine belum menyadarinya,dan pemandu lalu memotret mereka.
"Gimana liburannya? Menyenangkan?". Tanya Steven.
"Steven....!!!". Teriak Jasmine.
"Kenapa seperti melihat hantu?". Kata Steven.
"Kamu kenapa ada disini....?".Tanya Jasmine.
"Ini tempat rekreasi,semua orang boleh datang kesini". Kata Steven.
"Tapi....". Jasmine belum percaya Steven muncul di depannya.
"Terimakasih Mia,Marco,dan Pak Hadi yang sudah mendukung saya,jadi...tujuan saya datang kesini adalah....".Kata Steven.
"Tunggu....Mia,Marco,Pak Hadi,kalian....".Kata Jasmine terbata-bata.
"Dengar dulu apa yang mau dibicarakan Steven,tidak sopan memotong percakapan orang". Kata Pak Hadi yang sudah ada di depan Jasmine.
"Jadi,saya kesini adalah untuk menyatakan cinta saya untuk kedua kalinya,saya mencintai kamu Jasmine,maukah untuk kali ini kamu menerima aku menjadi pacarku?". Ucap Steven sambil berlutut memberikan bouquet bunga yang ada di tangannya kepada Jasmine.
"Steven... aku....".Kata Jasmine.
"Terima!!! Terima!!! Terima!!!". Sorak semua orang yang ada disana.
Sekali lagi Jasmine mematung sambil melihat Steven,teriakan orang-orang disana makin kencang,sekilas Jasmine memikirkan apa yang selama ini yang sudah Steven lakukan untuknya,akhirnya dia pun meluluhkan hatinya.
"Baiklah,saya terima". Kata Jasmine.
Mendengar dia diterima Jasmine,Steven lalu berdiri dan memeluk Jasmine. Serentak semuanya berteriak girang dan bertepuk tangan.
"Akhirnya kita berhasil Mia". Kata Marco.
"Iya...kita berhasil".Jawab Mia sambil mengusap air matanya.
"Jasmine yang ditembak kenapa kamu yang menangis?". Tanya Marco.
"Saya terharu Marco,begini ternyata orang menyatakan cinta di depan umum,suami saya dulu tidak begitu,seandainya dia begitu saya akan terharu". Ucap Mia.
__ADS_1
"Saya juga waktu nyatakan cinta kepada istriku juga tidak begitu kok". Kata Marco.
Ternyata sebelum mereka berangkat tour,Pak Hadi,Marco dan Mia sudah bekerjasama membantu Steven untuk memberikan kejutan ini kepada Jasmine.