The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Siapakah CEO perusahaan?


__ADS_3

Setelah mendengar apa yang disampaikan Pak Hadi,Jasmine kembali ke ruangannya dan memberitahukan kepada Mia.


"CEO perusahaan akan datang kesini besok,dan dia akan menilai langsung kinerja perusahaan. Yang lebih parahnya lagi,saya adalah orang pertama yang akan dia temui". Ungkap Jasmine.


"Yang benar Jas? Saya kerja disini lebih lama dari kamu,tapi sekalipun saya belum pernah melihat CEO kita datang". Kata Mia.


"Apa ada sesuatu di perusahaan kita yang sampai membuat dia kesini?". Kata Jasmine.


"Mungkin saja,Hmm...sungguh tiba-tiba sekali. Kenapa saya sedikit khawatir,takut sekali jika kita berbuat salah di depannya". Kata Mia.


"Benar,sepertinya Pak Hadi juga merasa khawatir. Aku harus lebih konsentrasi besok,jangan sampai saya melakukan kesalahan". Kata Jasmine.


"Kak Jasmine,kak Mia,sudah liat pengumuman belum? Besok CEO akan datang ke perusahaan kita,dan kita diwajibkan untuk berpakaian lebih rapi". Kata Cynthia rekan kantor Jasmine.


"Saya sudah mendengar dari Pak Hadi,tapi saya belum melihat pengumuman". Kata Jasmine.


"Yuk Jasmine,kita juga harus pergi lihat apa yang di tulis". Kata Mia.


Jasmine dan Mia keluar dari ruangan menuju mading kantor. Tertulis jika besok ada penilaian kinerja karyawan yang akan di lakukan oleh CEO perusahaan,di harapkan untuk semua staf agar berpakaian rapi.


Sontak pengumuman tersebut membuat semua karyawan khawatir,karena untuk pertama kalinya CEO mereka datang ke kantor dan menilai langsung kinerja mereka. Yang sudah karyawan lama disana juga sama sekali belum pernah melihat bagaimana muka CEO mereka.Sebenarnya para karyawan disana merasa aneh akan pengumuman tersebut,pasalnya penilaian kinerja karyawan merupakan tugas dari atasan masing-masing. Setara CEO perusahaan melakukan tugas ini rasanya tidak mungkin.


Banyak diantara mereka yang mencurigai jika perusahaan terdapat penyusup atau ada yang korupsi, sampai CEO perusahaan yang mengambil ahli,namum semuanya belum tentu benar. Semua kebenaran akan terungkap besok.


Malam harinya,Jasmine tidak bisa tidur dengan nyenyak. Seperti ada sesuatu yang akan terjadi besok. Dia tidak tau kenapa tiba-tiba dadanya berdetak dengan cepat menandakan ada suatu hal yang akan terjadi. Jasmine terjaga sepanjang malam sampai pada akhirnya dia tertidur.


Keesokannya di kantor,suasana kantor agak berbeda. Yang biasanya semua pada ceria,kini semua tampak diam seperti menyimpan ketakutan.


"Jasmine,bagaimana persiapanmu? Kamu sudah siap? Aduh aku seperti akan menghadapi ujian nasional". Kata Mia.


"Siap gak siap harus siap. Mau bagaimana lagi?". Kata Jasmine.


"Saya semalam tidak bisa tidur". Kata Mia.


"Sama,saya juga". Ucap Jasmine.


Mereka lalu membuka komputer mereka dan bekerja seperti biasa. Sebelum bekerja,seperti biasa Jasmine selalu menaruh bouquet bunganya kedalam pot terlebih dahulu. Jasmine berusaha konsentrasi tapi tetap saja dia kelihatan tidak tenang.


Sampai pada waktu menunjukan pukul sepuluh pagi,terdengar telepon yang berdering. Jantung mereka seakan mau copot. Dan benar saja,Jasmine di panggil ke ruangan Pak Hadi terlebih dahulu.


Mia pun memberikan semangat untuk Jasmine. Dengan wajah tersenyum dia melihat Mia dan keluar menuju ruangan Pak Hadi.


"Selamat pagi Pak". Kata Jasmine.


"Jasmine,kamu melakukan satu kesalahan fatal. Sebelumnya kamu salah mengimput nama investor dan kamu salah menarik data customer. Tapi lebih parah bukanlah itu,data yang kamu taruh di flashdisc untuk saya adalah data yang sebelum revisi. Flashdisc tersebut sekarang sudah ada pada Pak CEO kita. Dia sudah melihat flashdisc tersebut dan menyadari ada yang salah.Sekarang dia berada di ruangan direktur,dia menyuruh kamu untuk masuk bertemu dengannya". Terang Pak Hadi.


"Pak,apa saya akan di pecat?". Tanya Jasmine panik.


"Saya tidak tau apa yang akan terjadi Jasmine,saya sangat berharap dia memaafkan kamu". Kata Pak Hadi.


"Pak,maafkan saya. Tolong bantu saya untuk bicara dengan pak CEO agar saya tidak dipecat,saya janji akan lebih teliti". Jasmine memohon.


"Jasmine,saya tidak bisa melakukan apa-apa sekarang. Sebaiknya kamu sekarang masuk dulu,beliau sudah menunggu". Kata Pak Hadi.


"Pak,saya mohon. Kalau saya sampai di pecat,saya tidak akan punya kuasa untuk mengambil hak asuh anak saya". Kata Jasmine sambil menangis.


"Jasmine,kamu tenang dulu. Kita tidak tau apa yang akan Pak CEO katakan,sebaiknya kamu masuk terlebih dahulu. Jika dia pecat kamu karena kesalahan ini,saya janji saya akan bantu bicara dengannya". Kata Pak Hadi.


Jasmine dengan muka sedih dan mata sembab berjalan menuju ruangan direktur,di dalam ada CEO yang telah menunggunya. Jasmine yang sudah gemetaran memegang gagang pintu,berharap ada keajaiban yang bisa membantunya.Saat dia membuka pintu,terlihat seorang pria yang duduk di kursi direktur,namum pria tersebut membelakanginya.


"Selamat pagi Pak,saya...Jasmine". Ucap Jasmine.


"Kamu tau kenapa saya menyuruhmu kesini?". Tanya Pak CEO yang masih membelakangi Jasmine.


"Saya tau saya salah,tolong maafkan saya,saya mohon bapak kasih kesempatan saya sekali lagi. Saya janji akan lebih teliti dalam bekerja. Tolong jangan pecat saya". Jasmine memohon.


"Berikan saya satu alasan kenapa kamu takut dipecat? Dengan kemampuan yang kamu miliki,saya rasa tidak sulit menemukan pekerjaan di luar sana". Tanya Pak CEO.


"Hmmm...saya sedang proses sidang perceraian,jika saya tidak punya pekerjaan atau pindah pekerjaan dalam waktu dekat,besar kemungkinan saya tidak bisa mendapatkan hak asuh anak saya. Saya memohon agar bapak memberikan saya kesempatan sekali lagi". Terang Jasmine.

__ADS_1


"Jasmine...Jasmine... saya tidak bilang bahwa kamu akan di pecat. Apa kabar Jasmine? Senang bertemu lagi denganmu". Ucap Pak CEO sambil membalikan badannya,yang tenyata seorang pria ganteng yang berwibawa.


"(Hah! Senang bertemu lagi denganku?) Hmmm...maaf Pak,maksudnya? Apa sebelumnya kita pernah bertemu?". Kata Jasmine.


"Ternyata kamu memang lupa dengan saya". Kata Pak CEO.


"Tapi...maaf saya serius belum pernah bertemu dengan anda sebelumnya". Kata Jasmine.


"Saya mengerti jika kamu sudah melupakan saya,tapi tidak apa-apa. Izinkan saya perkenalakan diri, nama saya Vincent,saya pernah menjadi teman SMA kamu selama satu tahun". Kata Pak CEO.


"Vincent?". Tanya Jasmine.


"Coba kamu ingat,dulu saya adalah murid pindahan dari luar negeri,karena saya dulu pendiam dan cupu,saya selalu di bully di sekolah.Tidak ada yang mau berteman dengan saya selain kamu Jasmine. Kamu juga pernah menolong saya saat aku sedang di bully oleh kakak kelas". Terang Vincent sang CEO.


"Oh,saya ingat sekarang,kamu Vincent yang itu. Hmmm... maaf,maksud saya Pak Vincent". Kata Jasmine.


"Sudah ingat? Baguslah jika ingat. Apakah kamu suka bunga yang saya kirim?". Tanya Vincent.


"Bunga? Bunga apa yang bapak maksud?". Tanya Jasmine kembali.


"Bouquet bunga yang tiap hari kamu terima,apakah kamu menyukainya?". Tanya Vincent lagi.


"Kamu....?". Jasmine merasa lemas mengetahui semuanya.


"Kenapa? Kamu tidak suka? Bilang saja kamu suka bunga apa,akan saya ganti". Kata Vincent.


"Bukan,maksud saya adalah ternyata selama ini yang mengirimkan bunga untuk saya adakah kamu?". Kata Jasmine.


"Benar,bukankah kamu sangat ingin tau siapa yang mengirimnya untukmu. Sekarang kamu sudah mengetahuinya,tapi sepertinya kamu tidak begitu senang". Kata Vincent.


"Maaf,saya hanya sedikit syok".Kata Jasmine yang masih ngeblank.


"Terus..kamu tidak berniat bilang terimakasih?".Ucap Vincent.


"Eh...Terimakasih Vincent,maksud saya Pak Vincent". Kata Jasmine.


"Silakan duduk Jasmine,kita adalah teman lama,kamu tidak perlu terlalu formal". Kata Vincent.


"Silakan,mau tanya apa?". Tanya Vincent.


"Kenapa kamu bisa mengirim bunga kepadaku tiap hari selama ini tanpa nama pengirim?". Tanya Jasmine.


"Saya masih ingat,dulu kamu pernah bilang jika kamu sangat menyukai bunga,kamu juga pernah bilang belum ada orang yang mengirim bunga untukmu. Saya dari dulu ingin sekali memberikan bunga untukmu,tapi karena saya harus balik sekolah di luar negeri,saya belum kesampaian memberikanya langsung". Terang Vincent.


"Tapi setidaknya kamu menulis nama pengirim agar saya tidak bertanya-tanya". Kata Jasmine.


"Sebenarnya saya ingin menulis namaku,saya hanya merasa belum waktunya karena saya belum kembali ke negara ini,saya mencari informasi tentangmu dan ternyata kamu bekerja di perusahaan keluargaku. Saya hanya bisa mengirimkan bunga tanpa nama agar kamu bahagia dan semangat bekerja". Jelas Vincent.


"Kamu tidak perlu melakukan ini semua hanya karena omongan saya dulu". Kata Jasmine.


"Bagiku apa yang kamu katakan,itu sangat penting untukku". Kata Vincent.


"Hmmmm...Pak Vincent,sekarang aku sudah tau siapa yang mengirim bunga untukku. Saya sangat bahagia,tapi ini sudah cukup bagiku. Mulai besok,kamu tidak perlu mengirimnya lagi". Kata Jasmine.


"Memangnya kenapa?". Tanya Vincent.


"Saya...saya merasa tidak enak hati". Kata Jasmine.


"Kamu terima saja seperti biasa". Kata Vincent.


"Pak,saya menghargai niat baikmu,tapi...". Kata Jasmine.


"Jika kamu menghargai niat bagiku,maka terimalah seperti biasa. Kamu merasa tidak enak karena saya CEO? Atau karena statusmu?". Tanya Vincent.


"Dua-duanya. Seperti yang kamu ketahui,saya sudah menikah dan memiliki seorang anak,selain itu saya takut suatu hari orang di kantor ini akan tau,pastinya akan mempengaruhi nama baikmu sebagai seorang CEO perusahaan". Jawab Jasmine.


"Hahaha...Jasmine,bukanya kamu sudah akan proses cerai? Berarti bentar lagi kamu single,hari ini saya hadir di perusahaan,mereka juga akan tau kalau saya juga single. Apa salahnya atasan memberikan bunga untuk karyawannya yang berstatus single? Selama kita tetap bekerja secara profesional". Ungkap Vincent.


"Hmmm...Pak....".Kata Jasmine.

__ADS_1


"Mengenai bunga,kamu terima saja seperti biasa,saya akan tetap mengirim tanpa nama,dengan begitu kamu merasa tenang bukan?Apa ada lagi pertanyaan untuk saya?". Tanya Vincent.


"Apa selama ini kamu terus memperhatikan kehidupan saya?". Tanya Jasmine.


"Benar,saya mencari informasi dari informan semenjak kamu tamat SMA. Kamu kuliah dimana,bekerja dimana,tinggal dimana,sampai kamu berpacaran lalu menikah dan punya anak". Terang Vincent.


"Itu jelas seperti penguntit".Kata Jasmine sedikit kesal.


"Aku hanya memperhatikan kehidupanmu,apa selama ini saya ada menganggu hidupmu? Walaupun saya tau kamu sudah punya kekasih dan memutuskan untuk menikah,saya tetap mengirimu bunga tanpa menganggu kehidupan rumah tanggamu". Jelas Vincent.


"Tapi untuk apa kamu lakukan ini semua?"Tanya Jasmine.


"Saya sudah menyukaimu dari SMA sampai hari ini,perasaan aku terhadap kamu masih belum berubah.Walaupun kamu sudah berkeluarga,saya hanya bisa turut bahagia. Karena bagiku cinta itu tidak harus memiliki,aku sudah bahagia hanya dengan melihat kamu bahagia.Walaupun mungkin saya sedikit menyesal kenapa bukan aku yang menjadi pasanganmu".Kata Vincent.


"Pak Vincent,Terimakasih atas semuanya. Buang jauh-jauh perasaanmu terhadap ku,rasanya aku sangat tidak pantas untuk kamu menaruh perasaan,banyak wanita di luar sana yang akan sebanding untukmu". Ujar Jasmine.


"Lalu menurutmu,untuk apa saya baru muncul sekarang?". Tanya Vincent.


"Karena kamu akan memberikan penilaian karyawan di perusahaanmu". Kata Jasmine.


"Itu hanya alasan agar aku bisa berada di hadapanmu sebagai seorang atasan. Aku tau kamu sudah akan bercerai,saya tidak akan membuang kesempatanku lagi untuk mengejarmu". Kata Vincent.


"Pak Vincent,ehmmm...lebih baik kita sekarang bahas tentang pekerjaan". Kata Jasmine.


"Kalau begitu baiklah,menurutmu bagaimana kinerja karyawan di perusahaan kita? Siapa yang bisa bekerja dan siapa yang tidak pantas berada di perusahaan ini?". Tanya Vincent.


"Tapi maaf Pak,saya tidak punya wewenang untuk membahas kinerja karyawan". Kata Jasmine.


"Saya sekarang bertanya,jika kamu tidak mau menjawab,saya anggap semuanya tidak becus dalam pekerjaan". Kata Vincent.


"Hmmm...tentu saja semua karyawan disini sangat berpotensi dan bekerja dengan baik. Bukankah ini perusahaan anda,seharusnya anda bisa menilai sendiri perkembangan perusahaan sekarang jika bukan karena karyawannya". Jasmine menjawab dengan kesal.


"Hahaha...baiklah,kalau begitu kata-kata kamu itu saya akan anggap sebagai penilaian". Kata Vincent.


"Hah...!". Ucap Jasmine.


"Sudah cukup sampai disini,kamu boleh kembali bekerja". Kata Vincent.


"Hmmm...soal kesalahku?". Tanya Jasmine.


"Jasmine,saya tau kinerja kamu selama ini,tidak mungkin perusahaan pecat kamu hanya karena sebuah kesalahan". Kata Vincent.


"Terimakasih Pak,lain kali saya akan lebih perhatikan. Hmmmm... ada satu hal lagi". Kata Jasmine.


"Ada apa katakanlah?". Kata Vincent.


"Saya harap tentang bouquet bunga dan tentang kita berdua adalah teman SMA biarkan kita berdua saja yang tau. Kita tetap seperti CEO dan karyawan,bisa kan?". Tanya Jasmine.


"Hmmm...baiklah kalau begitu". Kata Vincent.


"Terimakasih Pak". Kata Jasmine.


"Sama-sama". Jawab Vincent.


Setelah Jasmine keluar dari ruangan,Vincent terlihat cengar-cengir mendengar apa yang dikatakan Jasmine tadi. Jasmine akhirnya kembali ke ruanganya.Tidak terlihat seperti orang yang sedang disidak,Jasmine malah tampak lebih tenang setelah keluar dari ruangan CEO. Namum Jasmine belum sempat memberitahukan Mia apa yang terjadi,sebuah pengumuman dari HRD terdengar. HRD menyuruh semua karyawan untuk berkumpul di ruang aula kantor.


"Jasmine sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa semua karyawan di suruh kumpul di aula?". Tanya Mia.


"Saya juga kurang tau". Jawab Jasmine.


"Apa yang terjadi di ruang CEO,apakah dia memarahimu?". Tanya Mia.


"Tidak,dia hanya menegur saya agar lebih teliti dalam bekerja". Kata Jasmine.


"Tapi kamu masuk kedalam ruanganya lumayan lama,apa yang kalian bahas?". Tanya Mia lagi.


"Hanya membahas masalah pekerjaan yang berhubungan dengan devisi accounting". Jasmine berbohong.


"Baguslah. Apa CEO kita galak? Saya mendengar dari staf lain yang melihatnya. Mereka bilang CEO kita sangat tampan,berwibawa dan berkarisma. Apa benar seperti itu?". Kata Mia.

__ADS_1


"Hmmm..,haizzz...nanti juga kamu bisa liat sendiri. Ayo sekarang kita ke aula dulu". Kata Jasmine.


Jasmine dan Mia berjalan ke aula,sesampainya di dalam sudah banyak karyawan dari divisi lain berkumpul. Terlihat Vincent CEO mereka juga berada disana. Melihat Vincent,seketika Jasmine merasa was-was. Sebenarnya apa yang akan terjadi di aula tersebut?


__ADS_2