The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Diluar dugaan


__ADS_3

Jasmine dan Steven adalah orang tua yang membuat iri mata yang memandang. Mereka sangat kompak dan saling membantu dalam mengasuh anak. Walaupun mereka terlihat mungkin lelah,tapi mereka menjalankan dengan penuh kebahagiaan. Jasen yang kini berusia lima tahun pun semakin mengemaskan.


Suatu hari Jasmine membawa Jasen kecil ke kantornya,karena Jasen sedang libur sekolah dan biasanya dia berada di rumah kakek dan neneknya. Berhubung kakek dan neneknya sedang liburan ke luar negeri,Jasen memaksa untuk ikut Jasmine ke kantor.


"Horeeee!! Besok Jasen ke kantor mommy".Kata Jasen.


"Tapi janji ya tidak boleh nakal". Kata Jasmine.


"Janji mommy,Jasen akan patuh". Kata Jasen.


"Jasmine,apakah begini baik? Apakah kantor tidak keberatan jika kamu membawa anak?". Tanya Steven.


"Tidak apa-apa,saya sudah mendapatkan izin. Jasen cuma tiga hari ikut saya ke kantor. Setelah papa dan mamaku pulang,saya akan membawa Jasen kesana". Kata Jasmine.


"Bagaimana kalau kita titipkan Jasen ke rumah orang tuaku saja? Aku takut Jasen akan menganggu kamu bekerja". Kata Steven.


"Mama kamu sudah menjaga anak dari kakakmu, dia akan kerepotan jika harus menjaga Jasen lagi. Kamu tenang saja,saya percaya Jasen akan baik di kantor". Kata Jasmine.


"Iya daddy,Jasen janji tidak akan menganggu mommy bekerja".Kata Jasen.


"Baiklah kalau begitu,Jasen mau ngapain kalau sudah sampai kantor mommy?". Tanya Steven.


"Jasen mau menulis dan menggambar saja". Jawab Jasen.


"Anak baik,ya sudah kalau begitu kamu cepat pergi tidur,besok harus bangun pagi ke kantor mommy". Kata Steven.


"Baik daddy. Good night mommy,good night daddy". Ucap Jasen.


"Good night sayang". Kata Jasmine dan Steven.


Besok paginya,Jasen sangat antusias.Dia tidak sabar di ajak ke kantor mommy nya untuk pertama kali. Setelah sampai di kantor,Jasen kecil sangat ramah dan menyapa semua orang yang dia lihat. Aksinya mengundang gemes teman kantor Jasmine.


"Pagi paman,pagi tante. Saya Jasen". Kata Jasen.


"Pagi Jasen,sudah sarapan?". Tanya seorang staf di kantor Jasmine.


"Sudah paman,tadi Jasen makan roti". Kata Jasen.


Sontak kata-kata Jasen membuat semua orang tertawa. Jasen juga di kasih permen oleh Marco.


"Jasen,ini permen untukmu,kita salaman dulu dong". Kata Marco.


"Terimakasih paman Marco". Kata Jasen sambil bersalaman dengan Marco.


"Jasen masih ingat paman?". Tanya Marco.


"Ingat,paman adalah temanya daddy ku". Jawab Jasen.


"Halo,Jasen sayang. Ini tante ada permen dan coklat, Jasen mau yang mana?". Tanya Mia sambil menunjukan pilihan yang ada di tangannya.


"Jasen mau coklat saja tante". Kata Jasen.


"Kenapa pilih coklat?". Tanya Mia.


"Karena Jasen sudah punya permen, dikasih paman Marco tadi". Jawab Jasen.


"Hahaha...pintarnya kamu Jasen. Sini peluk tante dulu,ini coklatnya". Kata Mia.


"Kalian ada yang kasih permen,ada yang kasih coklat. Lain kali dia bakalan minta ikut ke kantor lagi". Kata Jasmine.


"Tidak apa-apa,dia sudah membuat kami semua senang,dia layak dapat permen dan coklat. Iya kan Jasen?". Tanya Mia.


"Iya,Terimakasih tante Mia". Ucap Jasen.


"Sama-sama sayang". Kata Mia.


"Jasen,semalam janjinya apa? Sampai kantor mau apa?".Tanya Jasmine.


"Mau menulis dan menggambar". Jawab Jasen.


"Ya sudah Jasen keluarkan buku tulis dan buku gambarnya,duduk disini". Kata Jasmine.


"Mommy ini bunga apa? Cantik sekali. Mommy ini harum". Kata Jasen.


"Yang merah ini namanya bunga mawar sayang,yang warna pink namanya bunga anggrek,nah yang warna jingga ini namanya bunga Marigold. Ketiga jenis bunga ini punya harum yang berbeda-beda". Terang Jasmine.


"Mommy,kenapa bunga ini ada di meja mommy,ini punya mommy?". Tanya Jasen lagi.


"Iya sayang,ini punya mommy,jadi taruh saja di meja". Ucap Jasmine.


"Kenapa mommy membeli bunga? Kapan mommy beli bunga? Jasen tidak melihat mommy beli bunga tadi". Tanya Jasen.


"Ini...hmmmm....mommy titip tante Mia,iyakan kan Mia?". Tanya Jasmine.


"Iya Jasen, mommy kamu suka bunga,jadi mommy titip tante beli bunganya". Kata Mia.


"Mommy suka bunga,besok kita beli bunga sendiri saja,tidak usah repotin tante Mia". Kata Jasen.


"Hmmm...tapi mommy tidak beli tiap hari". Kata Jasmine.


"Tidak repot kok Jasen, tukang bunganya kebetulan dekat rumah tante. Jadi,titip tante saja". Terang Mia.


"Oh..begitu". Kata Jasen.


"Sudah cukup belum pertanyaanya? Ada yang mau ditanya lagi? Mommy sudah mau kerja". Tanya Jasmine.


"Tidak ada lagi mommy,kalau begitu Jasen mau menggambar dulu". Kata Jasen.


"Bagus,jangan ganggu mommy lagi kerja ya". Kata Jasmine.

__ADS_1


"Iya mommy". Kata Jasen.


Ketika Jasen sudah berada jauh dari di antara Jasmine dan Mia. Jasmine lalu berbisik kepada Mia.


"Mia,Terimakasih sudah mau membantu aku menjawab,saya bingung gimana jelaskan ke Jasen. Dia sekarang suka sekali bertanya ini dan itu,semua mau tau". Kata Jasmine.


"Tidak apa-apa Jasmine. Wajar saja,anak kecil rasa ingin tau nya besar". Kata Mia.


"Siapa sebenarnya si pengirim ini,sudah sepuluh tahun dia mengirim bunga tanpa indentitas". Kata Jasmine.


"Benar,tidak pernah sehari pun absen. Sungguh sebuah kejadian yang langka dan aneh". Kata Mia.


"Ya sudah lah,kita tidak tau siapa orangnya. Tapi saya sungguh berterimakasih kepada orang yang mengirim bunga ini". Kata Jasmine.


"Saya yakin orang yang mengirimkan bunga ini adalah orang yang baik,dia diam-diam kagum denganmu tanpa menganggu kehidupan kamu". Kata Mia.


"Iya,saya juga merasa begitu". Sambung Jasmine.


"Tapi,bagaimana jika dia tidak berhenti mengirim sampai Jasen dewasa? Apa yang harus kamu jelaskan nanti?". Tanya Mia.


"Jika Jasen sudah dewasa dan dia masih menyinggung soal bunga ini,maka saya akan mengatakannya dengan jujur seperti yang saya katakan kepada Steven". Terang Jasmine.


"Setuju". Ucap Mia.


Setelah Jasmine pulang kerja,Jasen kecil menceritakan apa saja yang dia lakukan di kantor,dia juga menceritakan perihal bunga kepada Steven. Steven yang sudah tau hanya menjadi pendengar setia anaknya.


"Jadi besok masih mau ikut mommy ke kantor?". Tanya Steven.


"Mau,besok Jasen mau membawa buku cerita dan puzzle". Jawab Jasen.


"Sepertinya Jasen senang sekali ikut ke kantor mommy". Kata Steven.


"Disana semua orang ketawa melihat Jasen,paman Marco kasih permen,terus tante Mia kasih coklat. Semua orang senang dengan Jasen. Jasen juga senang disana". Terang Jasen.


"Benarkah? Masa iya semua orang senang lihat Jasen?". Tanya Steven.


"Iya daddy,mereka bilang Jasen anak yang baik". Kata Jasen.


"Masa iya?". Tanya Steven.


"Iya ,tanya saja mommy". Jawab Jasen.


"Anak kamu terlalu ramah,semua orang dia sapa". Kata Jasmine.


"Itu lah baru anak aku" Kata Steven.


Benar saja,Jasen mempunyai perpaduan yang sempurna dari orang tuanya.Sifat yang ekstrovet seperti ayahnya membuat Jasen sangat ramah dan sopan,serta mempunyai sifat baik dan pintar seperti ibunya sehingga Jasen sangat penyayang dan bijaksana.


"Pagi daddy,pagi mommy". Kata Jasen.


"Pagi sayang,hari ini Jasen bangun pagi lagi?". Kata Steven.


"Iya,Jasen kan hari ini mau ikut ke kantor mommy lagi". Kata Jasen.


"Mommy...Hmm...Jasen boleh tidak pakai wangi-wangi?". Tanya Jasen.


"Hah!! Pakai wangi-wangi?". Tanya Jasmine.


"Iya,Jasen pengen harum-harum". Jawab Jasen.


"Lah kenapa? Jasen tidak bau kok,Jasen kan sudah mandi". Kata Jasmine.


"Jasen ingin sama seperti tante dan paman yang ada di kantor mommy,mereka wangi-wangi semua". Kata Jasen.


Sontak pernyataan tersebut membuat tawa Steven dan Jasmine. Anak sekecil itu minta dipakaikan parfum agar terlihat wangi dan rapi seperti teman kantor Jasmine.


"Maksud Jasen minyak wangi ya?". Kata Steven.


"Iya itu, minyak untuk wangi-wangi". Kata Jasen.


"Daddy kasih tau ya,minyak wangi bisa juga di bilang parfum". Kata Steven.


"Parfum? Jadi Jasen boleh kan pakai parfum?". Tanya Jasen dengan muka memelas.


"Boleh sayang,tapi tidak boleh pakai banyak-banyak. Mommy tidak punya parfum anak-anak, jadi semprotnya sedikit saja ya". Kata Jasmine.


"Ok mommy". Kata Jasen.


"Karena Jasen anak cowok,jadi pakai parfum daddy saja". Kata Steven.


"Ok daddy. Horeee!!! Jasen pakai wangi-wangi". Teriak Jasen.


Dan seperti kemarin,sesampainya di kantor Jasmine,Jasen pun menyapa semua orang yang ada disana.


"Selamat pagi paman". Jasen memberikan salam.


"Pagi Jasen,hari ini ikut kantor lagi?". Tanya sekuriti disana.


"Iya paman". Kata Jasen.


"Jasen hari ini harum sekali". Kata seorang staf disana.


"Iya,Jasen pakai wangi-wangi,biar sama seperti paman dan tante disini". Kata Jasen.


"Jasen,tadi daddy dirumah kasih tau kalau minya wangi itu disebut....?". Tanya Jasmine.


"Parfum". Jawab Jasen.


Lagi-lagi si Jasen membawa suasana yang ceria di kantor,semua orang tertawa terbahak-bahak melihat sikapnya. Jasen bergegas masuk ruangan Jasmine dan melihat bunga apa yang Mia beli hari ini.

__ADS_1


"Tante Mia,hari ini tante beli bunga apa?". Tanya Jasen.


"Sebelum tante jawab,Jasen terlebih dahulu jawab pertanyaan tante,oke?". Kata Mia.


"Ok". Jasen menyetujui Mia.


"Pertama-tama ini warna apa hayo? Jasen tau gak ini warna apa?". Tanya Mia sambil menunjukan salah satu bunga.


"Tau dong,ini warna unggu". Jawab Jasen.


"Bagus,bunga unggu ini namanya bunga Lavender. Harum kan? Kalau ini warna apa?". Tanya Mia menunjukan bunga lainnya.


"Warna pink". Jawab Jasen lagi.


"Pintar,bunga warna pink ini namanya bunga geranium". Kata Mia.


"Terus ini warna apa?". Tanya Mia lagi.


"Warna hijau dan putih". Jawab Jasen.


"Wuah,Jasen pintar. Sebenarnya warna bunganya putih,yang hijau ini karena belum mekar". Terang Mia.


"Bunga putih ini apa namanya tante?". Tanya Jasen.


"Namanya bunga sedap malam". Jawab Mia.


"Sudah Jasen,jangan ganggu tante Mia. Kamu susun puzzle" Kata Jasmine.


"Baik mommy". Kata Jasen.


"Ini bungamu Jasmine. Jasen benar-benar sangat lucu dan pintar". Kata Mia.


"Terimakasih Mia,maaf Jasen menganggumu". Kata Jasmine.


"Tidak sama sekali,aku senang Jasen bisa disini. Dia berbeda dengan anak-anak lain yang seusianya. Jasen kategori anak jenius". Kata Mia.


"Kamu terlalu memuji dia". Kata Jasmine.


"Kamu tidak berencana punya anak lagi Jasmine? Jasen sudah lima tahun". Tanya Mia.


"Saya masih tidak memikirkan itu,yang hanya di otakku sekarang adalah memberikan yang terbaik untuk Jasen,jika saya punya anak lagi. Kasih sayang terhadap Jasen akan terbagi". Terang Jasmine.


"Saya yakin kamu bisa berbagi kasih sayang dengan adil. Anak pertama dan anak kedua saya hanya selisih tiga tahun. Sebagai orang tua,kita pasti akan memberikan yang terbaik untuk keduanya". Jelas Mia.


"Saya masih merasa Jasen sekarang sudah cukup banget buat aku". Kata Jasmine.


"Atau kamu punya rencana hanya mau satu anak?". Tanya Mia.


"Tidak Mia.Saya memang punya rencana menambah anak,itu juga yang Steven inginkan. Tapi kami sudah diskusi dan sepakat untuk menunggu Jasen sampai di sekolah dasar tingkat pertama". Kata Jasmine.


"Begitu juga bagus". Ucap Mia.


Waktu sudah menunjukan pukul empat sore,telepon Jasmine tiba-tiba berbunyi,ternyata telepon masuk dari Steven.


"Halo Jasmine,nanti malam saya ada ketemu orang,mungkin pulang agak telat. Nanti kamu pulang sama Jasen pakai taxi online saja ya,nanti saya pesankan untukmu". Kata Steven.


"Tidak perlu Steven,saya bisa pesan sendiri,kamu gak perlu khawatir". Kata Jasmine.


"Tapi nanti kalau sudah sampai rumah jangan lupa telepon kasih kabar ya?". Kata Steven.


"Baiklah". Ucap Jasmine.


"Jasen sedang apa?". Tanya Steven.


"Dia lagi asik susun purzle". Kata Jasmine.


"Saya ingin bicara dengan Jasen". Kata Steven.


"Jasen,sini sayang daddy mau bicara". Kata Jasmine.


"Halo daddy,saya sedang main purzle,saya tidak nakal dan tidak menganggu pekerjaan mommy,jangan bawa saya pulang please". Ucap Jasen.


"Jasen,siapa yang mau bawa kamu pulang? Daddy hanya mau tau keadaan kamu,ada yang mau daddy kasih tau". Kata Steven.


"Ada apa daddy?". Tanya Jasen.


"Nanti daddy tidak bisa datang menjemput kamu dan mommy, daddy ada pekerjaan di kantor. Jadi,Jasen nanti pulang sama mommy pakai taxi ya,harus patuh ya sama mommy".Terang Steven.


"Siap daddy,bye". Kata Jasen sambil menutup telepon dari ayahnya.


"Daddy bilang apa Jasen?". Tanya Jasmine.


"Suruh aku harus patuh sama mommy". Kata Jasen.


"Bagus,ayo lanjut susun lagi purzle nya". Kata Jasmine.


"Hari ini Steven telat pulang malam lagi?". Mia bertanya.


"Iya Mia,akhir-akhir ini Steven sangat sibuk urusan pekerjaan,tapi dia selalu pulang lebih telat". Kata Jasmine.


"Kamu tidak apa-apa bersama Jasen dirumah? Atau kamu mau saya temanin?". Mia menawarkan diri.


"Tidak perlu repot,jangan khawatir saya bisa kok, kita sudah terbiasa berdua dirumah jika Steven pulang telat". Kata Jasmine.


"Begini saja,nanti kamu dan Jasen biar saya yang antarin kalian pulang". Kata Mia.


"Tidak perlu Mia,kita naik taxi online saja".Kata Jasmine.


"Kebetulan nanti saya mau menjemput anak saya pulang les sekalian. Lokasi les dekat dengan rumah mu, biar saya dan anak saya sekalian main bentar ke rumahmu". Kata Mia.

__ADS_1


"Nah oke banget kalau begitu".Kata Jasmine.


Setelah pulang kantor,Jasmine dan Jasen menebeng mobil Mia sekalian menjemput anaknya Mia,kemudian Mia dan anaknya bermain ke rumah Jasmine. Tentu saja Jasmine dan Jasen senang banget.


__ADS_2