
Setelah ayah dan ibu Jasmine mengantarkan mereka pulang ke rumah. Mereka yang telah lelah di pejalanan pun segera beres dan beristirahat. Setelah beberapa lama mereka sedang istirahat, handphone Steven berbunyi,kali ini ada panggilan masuk yang ntah dari siapa.
Steven bergegas mengangkat panggilan tersebut. Steven terlihat berjalan keluar kamar untuk berbicara. Jasmine tidak melihat siapa panggilan masuk tersebut,dia pun melanjutkan tidurnya.
Malam harinya,Jasmine sibuk di dapur menyiapkan makan malam, Steven lalu menuju ke dapur yang dengan berpakaian rapi,dia berpamitan dengan Jasmine untuk keluar bertemu client.
"Jas,aku tidak makan di rumah,saya harus ketemu satu client penting". Kata Steven.
"Apa? Ketemu client sekarang? Kamu kan baru pulang,masih capek". Kata Jasmine.
"Tapi client ini sangat penting,kita sudah buat janji di restoran Santa Swiss". Kata Steven.
"Kamu baru pulang,tapi sudah mulai sibuk". Ucap Jasmine dengan nada kecewa.
"Ya sory. Tapi ini penting banget,cuma perlu tanda tangannya,habis itu pulang. Tidak akan pulang terlalu malam". Kata Steven.
"Ya sudah,pergi lah". Kata Jasmine.
"Atau kamu dan Jasen ikut saja, kalian duduk di meja sebelah. Gimana?". Tanya Steven.
"Tidak usah,kamu pergi saja. Saya sudah buat makanan untuk Jasen". Kata Jasmine.
"Kalau begitu saya jalan ya,bye sayang". Kata Steven sambil mencium kening Jasmine.
"Oh ya Steven....". Kata Jasmine.
"Hmmm...ada apa?". Tanya Steven.
"Eh...ngak,cuma mau tanya,tadi siapa yang telepon? Kenapa kamu angkat teleponnya di luar?". Tanya Jasmine.
"Dari staf kantor,saya tidak mau menganggu kalian yang sedang tidur,makanya saya angkat di luar. Ini nomornya staf kantor,pukul lima sore tadi". Terang Steven menunjukan handphone nya kepada Jasmine,yang memang panggilan tadi masuk jam lima sore.
"Oh,ya sudah kalau begitu,hati-hati di jalan". Kata Jasmine.
"Baiklah,bye". Kata Steven.
Setelah Steven keluar,Jasmine mengurus makan malam Jasen. Dia juga mengeluarkan beberapa oleh-oleh dari koper untuk dibagikan kepada teman kantornya besok.
Keesokan harinya di kantor,
"Teman-teman,selamat pagi. Ini oleh-oleh untuk kalian". Kata Jasmine.
"Wuah Jasmine Terimakasih". Ucap teman kantor serentak.
"Sama-sama". Kata Jasmine.
"Gimana liburannya Jasmine?".Tanya Mia.
"Menyenangkan". Jawab Jasmine.
"Kamu tidak masuk kantor,rasanya sepi sekali". Kata Mia.
"Maaf ya Mia,meninggalkan kamu lagi. Aku kangen banget sama kamu". Kata Jasmine yang menuju Mia untuk memeluknya.
"Aku juga kangen". Kata Mia membalas pelukan Jasmine.
'Mia ini ada oleh-oleh spesial buat kamu". Kata Jasmine sambil menyerahkan sebuah
"Wuah apa ini?". Tanya Mia.
"Buka saja". Kata Jasmine.
"Astaga Jasmine,banyak banget ada tas,syal dan coklat. Terimakasih Jasmine". Kata Mia.
"Suka tidak oleh-olehnya?". Tanya Jasmine.
"Suka banget. Ini luar biasa,tas dan syal nya sangat cantik. Kamu juga tau aku suka coklat kurma". Ucap Mia terharu.
"Bagus lah kalau kamu suka,saya senang bisa beli sesuai seleramu". Kata Jasmine.
"Oh ya,ini bunga mu. Selama dua minggu kamu tidak masuk kerja,bouquet bungamu saya bawa pulang.Seisi rumahku harum wewangian bunga". Terang Mia.
"Baguslah,bukankah anakmu suka dengan bunga?". Tanya Jasmine.
"Benar,dia senang sekali". Kata Mia.
"Kamu bahkan merawat bunga ku dengan baik. Terimakasih Mia". Ucap Jasmine.
"Sama-sama Jasmine". Kata Mia.
"Oh ya,Mia ada yang mau saya ceritakan". Kata Jasmine.
"Cerita saja,ada apa?". Tanya Mia.
"Begini Mia,aku merasa ada yang aneh dengan Steven. Dia seperti menutup sesuatu dari saya". Kata Jasmine.
"Aneh gimana?". Tanya Mia.
__ADS_1
"Waktu kita sedang liburan,ada nomor tidak di kenal yang mengirim pesan ke ponsel Steven,terhitung sudah tiga kali mengirim pesan,pertama Steven yang lihat,kedua dan ketiga saya yang membuka pesan tersebut,tapi cuma huruf kapital. Seperti ada kode tersembunyi di huruf tersebut". Terang Jasmine.
"Apa tanggapan Steven?". Tanya Mia lagi.
"Steven hanya bilang itu dari orang yang iseng atau salah kirim,tapi nomor tersebut adalah nomor dari negara kita. Pesan kedua dan ketiga saya diam-diam membacanya tanpa sepengetahuan Steven,dan saya tidak beritahukan Steven jika saya sudah membaca pesan tersebut".Jelas Jasmine lebih lanjut.
"Apa kamu mencatat nomor misterius itu?". Tanya Mia.
"Ada,ini nomor nya". Kata Jasmine menunjukan kertas berisi nomor telepon misterius tersebut.
"Kamu mau coba telepon? Tapi jangan pakai nomor kamu,ini pakai handphone saya saja".Kata Mia.
"Apa sebaiknya di abaikan saja? Saya takut ini nomor peneror atau sejenis kejahatan cyber crime". Kata Jasmine.
"Hmmmm...kamu ingat gak,huruf kapital di pesan itu huruf apa?". Tanya Mia.
"Tentu saja ingat,IMU WAYG dan IMU RMM". Ucap Jasmine.
"Kamu yakin hanya huruf itu? Tidak ada yang lain?". Tanya Mia.
"Saya yakin Mia,saya ingat dengan jelas". Kata Jasmine.
"Kalau begitu,untuk sementara kita tidak usah menelepon nomor tersebut. Yang harus kita cari tau adalah kode dari huruf itu". Kata Mia.
"Tapi bagaimana kita cari tau huruf tersebut itu kode apa?". Kata Jasmine.
"Atau kita tanyakan kepada Marco?". Ucap Mia.
"Jangan Mia,biarkan hanya kita berdua yang tau masalah ini". Kata Jasmine.
"Kalau begitu baiklah,kita pikirkan bersama kira-kira ini kode apa? Dan jika ada sesuatu yang mencurigakan lagi,kamu harus perhatikan". Kata Mia.
"Baik Mia,kemarin malam baru juga pulang,Steven sudah pergi ketemu client". Kata Jasmine.
"Hmmmm....maaf Jasmine,saya sebenarnya dari dulu ingin beritahukan kamu,tapi saya belum ada keberanian untuk mengatakan,takut malah jadi fitnah". Ucap Mia.
"Saya mengerti kamu,apa yang ingin kamu katakan adalah untuk kebaikanku,jadi jangan sengan untuk mengatakan apa yang ingin kamu katakan".Kata Jasmine.
"Dari aku tau jika Steven sering pulang malam karena masalah pekerjaan,saya mengerti kamu sangat mendukung karier suami,itu bagus. Tapi,kamu juga harus berhati-hati dan waspada jika suami di luar". Mia akhirnya mengatakan apa yang ingin dia katakan.
"Maksudmu adalah takut jika Steven macam-macam di luar?". Tanya Jasmine.
"Iya,saya harap kamu mengerti maksudku,saya hanya menyuruh kamu waspada bukan curiga". Kata Mia.
"Saya paham sekarang,kenapa dulu kamu begitu cemas dan ingin mengungkapkan sesuatu,tapi kamu memilih diam. Apa karena ini?". Tanya Jasmine.
"Iya benar sekali,saya hanya takut jika Steven mengecewakan kamu". Kata Mia.
"Sangat mencurigakan,bagaimana dia bisa tau temannya tidak sengaja tertekan padahal dia belum angkat telepon?". Tanya Mia.
"Steven berkata jika temannya sering tidak sengaja tertekan panggilan". Jawab Jasmine.
"Kamu jangan ketahuan curiga terhadap dia,bersikaplah seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa. Tugas kita adalah pikirkan apa maksud dari huruf kapital tersebut". Kata Mia.
"Baiklah Mia". Kata Jasmine.
Sesampainya dirumah,Jasmine beraktivitas seperti biasa seoalah tidak ada apa-apa. Dia mendengar apa yang dikatakan Mia,dia tidak boleh ketahuan curiga atau langsung mencurigai sesuatu,dia harus waspada dan awasi apa yang aneh dari Steven.
Namum hari itu Steven tidak ada ketemu client. Sepulang dari kantor Steven hanya dirumah bersama dengan Jasmine dan Jasen. Setelah malam tiba,Steven sudah terlelap,tapi Jasmine masih terjaga. Jasmine tidak bisa tidur memikirkan apa arti dari huruf tersebut.
Sesampainya di kantor besok,Jasmine dan Mia sama sekali belum bisa memecahkan teka-teki dari huruf misterius tersebut.
"Jasmine,kita tunggu lagi jika ada tanda-tanda dari Steven yang aneh,kita sama sekali tidak tau kru apa dibalik kode ini".Kata Mia.
"Baiklah Mia,saya akan terus mengawasi Steven. Semalam Steven tidak ada ketemu client". Kata Jasmine.
"Baguslah,semoga semua kecemasan kita tidak benar". Kata Mia.
"Saya juga berharap begitu". Kata Jasmine.
"Hari ini apakah Steven akan pulang malam?". Tanya Mia.
"Sepertinya iya". Kata Jasmine.
"Kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan?". Ucap Mia.
"Tentu saja, saya akan awasi setiap yang mencurigakan".Jawab Jasmine.
Dan benar saja,malam itu Steven izin untuk ketemu client lagi. Setiap keluar,Steven memang selalu berpakaian formal,dia juga selalu membawa tas kerja dan laptop.
Jasmine seperti biasanya memberikan perhatian dan mengurus Steven dengan hangat. Biasanya Steven pulang,Jasmine sudah tertidur.Tapi kali ini Jasmine pura-pura tidur untuk melihat apa yang Steven lakukan sehabis pulang.
Ketika Steven pulang,dia melihat Jasmine yang sudah lelap. Steven pun mau lanjut mandi dan tidur. Tapi sebelum Steven pergi mandi,Jasmine melihat jika Steven sedang mengetik sesuatu di ponsel seolah sedang mengirim pesan test kepada seseorang. Setelah selesai mengetik,Steven lalu berjalan ke kamar mandi.
Jasmine segera meraih ponsel Steven,dia mau melihat pesan apa yang Steven ketik dan untuk siapa pesan tersebut. Dengan hati-hati Jasmine membuka ponselnya dan ternyata pesan test tersebut di kirimkan ke nomor tanpa nama,dan nomor tanpa nama tersebut adalah nomor yang sama dengan nomor misterius ketika mereka pergi liburan.
Di dalam pesan yang di tulis Steven berisi huruf kapital IAH GN. Dan beberapa lama kemudian pesan tersebut di balas oleh nomor tidak di kenal itu. Betapa terkejutnya Jasmine,nomor tersebut membalas dengan jawaban "Baiklah jika sudah sampai rumah,good night juga sayang".
__ADS_1
Jasmine membeku seketika,otaknya sudah berpikir yang aneh-aneh,tidak ada yang berani memanggil suami orang dengan kata sayang. Sudah pasti ini adalah orang ketiga atau pelakor. Pintu kamar mandi terdengar akan segera terbuka,Jasmine dengan cepat pura-pura tertidur balik.
Steven yang keluar dari kamar mandi langsung membaca pesan tersebut dan meletakannya di meja kerja. Setelah Steven baring dan tertidur,Jasmine seperti menemukan titik terang dari kode tersebut. Dia tetap tenang dan akan membicarakan semuanya kepada Mia besok.
Keesokan harinya di kantor.
"Mia...Mia...". Teriak Jamsine.
"Ada apa Jasmine? Seperti orang yang mendapat jackpot saja". Kata Mia.
"Mia...bentar aku nafas dulu". Kata Jasmine yang kelihatan ngos-ngos-ngosan.
"Kamu kenapa? Kamu tidak lari kok tapi kenapa kelihatan lelah sekali. Kamu sakit?". Tanya Mia.
"Mia,saya sudah tau". Kata Jasmine.
"Tau apa? Hmmm...sini Jasmine,kamu duduk dulu.Bicarakanlah pelan-pelan". Kata Mia yang menyodorkan bangku untuk Jasmine.
"Mia,saya merasa kecurigaanku benar. Aku pura-pura tidur untuk melihat apa yang di lakukan Steven setelah pulang, sebelum dia mandi,dia mengirim pesan untuk nomor misterius itu dengan kode IAH GN". Terang Jasmine.
"Lalu apa lagi yang kamu dapat?". Tanya Mia.
"Beberapa menit kemudian,nomor itu balas dengan kalimat baiklah jika sudah sampai rumah,good night juga sayang". Kata Jasmine sesuai apa isi pesan tersebut.
"Sayang? Nomor misterius itu panggil sayang?". Tanya Mia untuk memastikan.
"Benar Mia,saya tidak salah baca. itu bukanlah sebuah kode,tapi huruf tersebut adalah singkatan dari kata.Saya menyimpulkan bahwa GN itu maksudnya adalah good night". Kata Jasmine.
"Jadi,selama kalian liburan nomor itu telah mengirim pesan untuknya menggunakan huruf kapital ,tapi Steven bilang itu adalah orang iseng yang salah kirim? Begitukah?". Mia memperjelas.
"Benar,nomor misterius itu adalah nomor yang kemarin chat dengan Steven". Kata Jasmine.
"Menurutmu huruf dari pesan pertama yang kamu baca itu singkatan dari apa?". Tanya Mia.
"IMU WAYG mungkin saja singkatan dari kata I Miss You, Where Are You Go". Jasmine menerka.
"Ini sangat mungkin Jasmine,jangan-jangan pesan kedua yang kamu lihat itu IMU RMM adalah singkatan dari kata I Miss You,Reply My Message". Ucap Mia.
"Saya yakin kali ini kecurigaan kita benar,kedua kode itu di kirim di hari yang berbeda dengan arti yang saling berhubungan pula". Terang Jasmine.
"Kalau begitu,pesan yang semalam Steven kirim ke orang tersebut IAH GN itu apa?". Tanya Mia.
"Itu sangat gampang untung dipecahkan,IAH GN singkatan dari kata I’m Arrived Home,Good Night". Kata Jasmine.
Mia syok mendengar apa yang Jasmine katakan. Keduanya pun saling menatap dengan tatapan kosong.
"Saya tidak akan memaafkan Steven jika dia selingkuh di belakang ku". Ucap Jasmine dengan nada kesal.
"Kita belum cukup bukti untuk menyatakan kalau dia selingkuh. Kamu harus sabar dan bersikap biasa agar Steven tidak merasa curiga. Hanya kesabaran dan waktu yang bisa mengumpulkan bukti. Jika terbukti dia benar selingkuh,baru kamu tindak lanjuti". Jelas Mia kepada Jasmine.
"Saya tidak menyangka,dia bisa melakukan itu sama aku". Guman Jasmine.
"Jasmine yang sabar ya,ini hanya analisis sementara kita,jangan cepat mengambil kesimpulan". Kata Mia.
"Baiklah Mia". Kata Jasmine.
Jam pulang kantor telah tiba,Steven sudah tunggu diluar menjemput Jasmine pulang. Sebelum dia keluar dari ruangan,Mia mengingatkan Jasmine sekali lagi untuk tidak terlalu terbawa perasaan di hadapan Steven.
Sesampainya di mobil,terlihat Steven yang begitu ceria menyambut Jasmine namun tidak begitu dengan Jasmine. Dia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya walaupun belum ada bukti yang kuat jika Steven berselingkuh.
"Jasmine kamu sakit? Kenapa muka mu kelihatan mulung?". Tanya Steven.
"Apa iya? Mungkin saya hanya kelelahan". Jawab Jasmine.
"Banyak kerjaan ya di kantor?". Tanya Steven lagi.
"Iya,banyak laporan yang harus saya selesaikan". Kata Jasmine.
"Kalau begitu,biar saya yang pergi menjemput Jasen dirumah orang tua mu,kamu Istirahatlah di rumah". Kata Steven.
"Saya tidak apa-apa,kita pergi jemput Jasen". Kata Jasmine.
"Baiklah kalau begitu,tapi yakin ya kamu tidak apa-apa". Kata Steven.
"Tidak apa-apa. Saya baik-baik saja,hanya lelah. Istirahat bentar juga segar lagi". Kata Jasmine.
"Baguslah,nanti kamu istirahat saja,biar saya yang menjaga Jasen". Kata Steven.
"Hari ini kamu tidak ketemu orang?". Tanya Jasmine.
"Sebenarnya ada,tapi saya akan diskusikan untuk mengubah jadwal di hari besok". Kata Steven.
"Apa tidak masalah? Jangan karena aku,kamu sampai harus mengubah jadwal.Saya takut client mu akan keberatan". Ucap Jasmine.
"Tidak masalah,kamu tenang saja ya". Kata Steven.
"Baiklah". Kata Jasmine.
__ADS_1
Mereka melaju mobil ke tempat orang tua Jasmine untuk menjemput Jasen pulang. Sesampainya di rumah,Jasen dijaga dan bermain dengan Steven. Sementara Jasmine istirahat di kamar. Sebenarnya yang di butuhkan Jasmine adalah bukti,bukan istirahat.
Apakah Jasmine akan menemukan bukti jika Steven itu selingkuh?