
Hari demi hari sudah dilewati,tidak terasa bentar lagi Jasmine akan menghadiri sidang final perceraiannya. Banyak yang memberikan semangat untuk Jasmine dari mulai keluarga sampai teman-teman,membuat dia merasa optimis akan menang di persidangan.
Vincent juga diam-diam memberikan semangat untuk Jasmine.Dukungan dari Vincent seolah diabaikan Jasmine.Bukannya merasa senang,dukungan dari Vincent kadang membuat Jasmine merasa kesal.
"Jas,bouquet bunga mu hari ini ada memo nya". Kata Mia.
"Hah? Memo?". Tanya Jasmine.
"Iya,ini bunga mu bawa pergi sana taruh di mejamu". Kata Mia.
"Bentar ya Mia,saya mau mengecek email dulu". Ucap Jasmine.
"Lah,biasanya sebelum bekerja kamu taruh bunga ini di vas bunga dulu". Kata Mia.
"Hmmm...hari ini saya sibuk,nitip dulu ya di tempatmu". Kata Jasmine.
"Oh gitu,bawa pergi gak ini?Atau gak aku bacakan isi yang ada di memo nya". Ancam Mia.
"Yeee...sini...sejak kapan kamu jadi pandai mengancam. Dasar...". Kata Jasmine.
"Biarin...". Ucap Mia.
Jasmine segera mengambil bouquet bunganya,lalu menaruh bunga tersebut ke dalam vas bunga. Memang ada memo yang tertempel di bouquet bunga. Jasmine pun mencabut memo tersebut dan membacanya.
"Apa-apa an ini?". Kata Jasmine.
"Hmmm...apa yang di tuliskan pangeran dalam memo?". Tanya Mia.
"Kamu tidak usah pura-pura,bukannya kamu sudah membacanya". Kata Jasmine.
"Pangeran mu sekarang semakin maju dan berjuang,saya sangat kagum padanya". Kata Mia.
"Stop bilang pangeran,dia CEO mu,bos kamu". Kata Jasmine.
"Yee..namanya saya mengidolakan dia,kamu buta ya Jasmine?Kamu tidak bisa melihat betapa berwibawa dan berkarisma nya pangeran kamu". Terang Mia.
"Ya udah,kalau kamu begitu terkagum-kagum padanya,bunga dan memo nya untuk kamu saja". Kata Jasmine.
"Seandainya aku berada di posisimu,saya pasti membuka hatiku sebesar bandara untuk Pak Vincent tercinta". Jelas Mia.
"Kenapa saya melihat kamu lebih cocok dengannya daripada aku". Kata Jasmine.
"Kenapa begitu?". Tanya Mia.
"Sama-sama alay. Udah lah,saya mau kerja,pusing dengar kamu pangeran-pangeran terus". Kata Jasmine.
"Capek saya punya teman sebodoh kamu Jasmine.Ada berlian di depan mata,malah diabaikan. Gak asik banget". Kata Mia.
"Udah selesai belum ngocehny nyonya Mia yang terhormat?". Tanya Jasmine.
"Belum puas sebelum aku menjitak batok kepalamu yang keras itu". Kata Mia.
"Dasar sensitif sekali". Kata Jasmine.
Memo yang ada di bouqet bunga tersebut bertulis “Dear Jasmine,semoga hari ini indah seperti kecantikanmu,semangat selalu dan jangan lupa makan. Dari your secret man”. Bukannya berbunga-bunga,Jasmine malah merinding setelah membacanya.
Hari ini ruangan CEO udah di bersihkan dan siap untuk ditempati. Tentu saja Vincent hari ini akan datang ke kantor untuk menempati ruangannya. Banyak karyawan yang sangat terpesona dengan Vincent. Selain ramah,dia juga pintar. Banyak juga yang berharap agar Vincent segera menjalin hubungan dengan Jasmine.
"Silakan Pak Vincent,ruanganmu sudah ready. Semoga kamu menyukainya". Kata Pak Hadi.
"Terimakasih Pak Hadi. Saya sangat suka konsepnya dan interiornya". Kata Vincent.
"Baguslah jika Pak Vincent menyukainya,kalau begitu saya permisi dulu". Kata Pak Hadi.
"Pak Hadi,ada yang mau saya tanyakan". Kata Vincent.
"Silakan Pak Vincent". Ucap Pak Hadi.
"Hmmm...itu.... Maaf sebelumnya,saya bertanya yang bukan urusan pekerjaan.Apakah kamu mengetahui kapan sidang perceraian Jasmine?". Tanya Vincent.
"Tidak apa-apa Pak,saya sangat mengerti maksud anda. Mengenai sidang perceraian Jasmine, sepertinya dalam bulan ini,kapan pastinya saya kurang tau". Jawab Pak Hadi.
"Oh begitu,kalau begitu Terimakasih". Kata Vincent.
"Jika ada kabar saya akan segera kasih tau".Kata Pak Hadi.
"Pak Hadi,tolong jangan kasih tau Jasmine kalau saya bertanya soal ini". Kata Vincent.
__ADS_1
"Aman Pak Vincent,saya juga pernah muda". Ucap Pak Hadi.
Vincent tersenyum mendengar kata Pak Hadi. Dia tau sekarang Pak Hadi mendukungnya untuk mengejar Jasmine.Bukan hanya Pak Hadi,Mia,Marco dan bahkan seluruh karyawan di kantor itu mendukung Pak CEO mereka berhubungan dengan Jasmine.Namum Vincent masih belum bergerak,dia menghargai Jasmine yang masih sibuk urusan perceraiannya.
Pak Hadi diam-diam bertanya kepada Marco untuk mencari informasi kapan Jasmine akan cuti persidangan. Karena Marco juga kurang tau,dia memutuskan untuk bertanya kepada Mia.Marco menghubungi ruangan accounting untuk mencari Mia. Namum yang angkat malah Jasmine.
"Halo bisa bicara dengan Mia?". Tanya Marco.
"Oh,bentar ya, ini Marco kan?". Tanya Jasmine.
"Iya Jas,kamu apa kabar?". Tanya Marco lagi.
"Saya baik. Sebentarnya saya panggil Mia". Kata Jasmine.
"Ok". Jawab Marco.
"Mia...ada telepon dari Marco". Teriak Jasmine.
"Ya ok. Halo Marco". Kata Mia.
"Mia...Saya mau tanya tentang Jasmine,jangan sampai dia mendengar". Kata Marco.
"Eh tidak,tanya saja ada apa? Dia sedang sibuk mengetik". Ucap Mia.
"Ehmmm...baguslah. Saya mau tanya,kapan Jasmine sidang?". Tanya Marco.
"Ya,kira-kira seminggu lagi nanti saya akan kirim emailnya ke kamu". Kata Mia agar Jasmine tidak curiga.
"Oh..berarti minggu depan. Baiklah,terus apa dia akan cuti beberapa hari?" Tanya Marco lagi.
"Ehmmm...mungkin saya butuh waktu tiga hari untuk menyelesaikan laporannya". Kata Mia yang berpura-pura.
"Hmmm...baiklah". Kata Marco.
"Kenapa tiba-tiba kamu tanya tentang ini?". Mia bertanya dengan suara berbisik.
"Pak Hadi yang bertanya kepada saya. Kamu tau kan Pak Hadi bukan orang yang ingin tau urusan orang,sepertinya Pak Vincent yang menyuruh Pak Hadi untuk cari tau". Terang Marco.
"Sepemikiran". Kata Mia.
"Terimakasih Mia sudah menganggu waktu mu,saya mau sampaikan ke Pak Hadi dulu". Kata Marco.
Jasmine sepertinya tidak tau bahwa Marco dan Mia sedang berbicara tentangnya. Dia terlalu fokus pada pekerjaanya.
Sampai waktu makan siang tiba,Mia mengajak Jasmine makan di kantin. Namum Jasmine menolak dengan alasan masih banyak pekerjaan dan dia masih kenyang. Padahal Jasmine tidak terlihat ada makan sesuatu dari pagi.
Mia ke kantin bersama dengan teman lainnya dan disana ada Marco. Mia lalu duduk dengan Marco. Marco pun bertanya tentang Jasmine,kenapa tidak ikut makan? Mia mengatakan bahwa dia sudah mengajaknya tapi Jasmine belakangan ini sangat gila kerja. Dia menyelesaikan semua pekerjaanya sebelum dia mengambil cuti untuk sidangnya.
Mereka berdua sangat khawatir dengan Jasmine,namum mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Sampai tercetus lah ide jahil Marco agar Jasmine mau makan siang. Marco segera berbisik kepada Mia tentang idenya. Mia pun ketawa dan mengiyakan ide Marco.
Pertama-tanya Marco menelepon Pak Hadi untuk mengatakan apa yang dia rencanakan. Pak Hadi tanpa berpikir panjang langsung setuju saja dengan ide Marco. Pak Hadi pun segera menelepon Vincent.
"Selamat siang Pak Vincent,apakah Pak Vincent masih di kantor?". Tanya Pak Hadi.
"Masih,ada apa Pak Hadi?". Tanya Vincent.
"Begini Pak,Marco punya sebuah rencana". Kata Pak Hadi.
"Rencana?". Tanya Vincent.
"Karena Jasmine sudah sering tidak makan siang,mereka pun khawatir dengannya. Maka dari itu,mereka ingin meminta bantuan anda". Kata Pak Hadi.
"Apa yang harus saya lakukan?". Tanya Vincent.
"Hmmmm...rencana Marco adalah (Pak Hadi menjelaskan rencana Marco kepada Vincent)". Ucap Pak Hadi.
"Baiklah,saya akan lakukan". Kata Vincent.
Beberapa menit kemudian,Vincent menuju ke ruangan Jasmine.Seketika Jasmine terkejut CEO nya masuk secara tiba-tiba.
"Hmmmm...kamu....eh,Pak Vincent ngapain kesini?". Tanya Jasmine.
"Ini kantor saya,ya suka-suka saya mau kemana saja". Kata Vincent.
"Tapi ini waktunya makan siang,sebaiknya Pak Vincent pergi makan siang". Kata Jasmine.
"Saya rasa ruangan ini nyaman untuk istirahat,saya mau makan siang disini. Kantin terlalu rame saya kurang suka". Kata Vincent.
__ADS_1
"Tapi Pak,ini ruangan accounting. Lebih nyaman istirahat di ruangan bapak sendiri". Kata Jasmine.
"Pokoknya saya mau makan siang disini. Kebetulan sekali ada kamu. Ehmm...saya ada teman makan siang. Benar kata orang,jodoh tidak kemana". Kata Vincent.
"(Hmmmm.....Mau apa orang ini disini)".Ucap Jasmine dalam hati.
"Yuk Jasmine,mana makananmu,keluarkan. Aku bawa bekal sendiri,hmmm...lapar". Kata Vincent sambil mengeluarkan bekalnya di meja Jasmine.
"Saya tidak membawa bekal,ini saya mau makan di kantin sekarang.Maaf tidak bisa menemani Pak Vincent. Saya permisi". Kata Jasmine yang buru-buru keluar dari ruanganya meninggalkan Vincent sendiri di dalam ruangan.
Vincent hanya diam melihat Jasmine keluar dari ruangan itu meninggalkannya sendiri,kemudian dia menelepon Marco.
"Marco,target sudah menuju kantin. Pastikan dia ada makan siang disana". Kata Vincent.
"Siap Pak Vincent,Terimakasih banyak". Kata Marco.
"Seharusnya saya yang harus berterimakasih". Kata Vincent.
"Sama-sama Pak Vincent,hmmm...Jasmine sudah menuju kemari. Saya tutup telepon nya ya Pak". Kata Marco.
"Baik Marco". Ucap Vincent.
Jasmine menuju ke kantin dengan perasaan jengkel. Setiap langkah dia berjalan,Jasmine selalu bergumam. Mia dan Marco yang melihat Jasmine yang lagi kesal pun harus pura-pura tidak tau dan menahan tawa.
"Lah Jas,katanya tidak mau makan siang?". Tanya Mia.
"Eh tau gak,idola kamu itu yang kamu bangga-banggakan ada di ruangan kita. Bawa bekalnya segala,katanya mau makan siang disana". Terang Jasmine.
"Ya tidak apa-apa dong Jas. Namanya juga dia yang punya kantor ini,jadi suka-suka dia mau makan dimana". Kata Mia.
"Iya walaupun kantor dia,aneh aja masa harus makan siang di ruangan orang. Padahal ruanganya besar dan nyaman". Kata Jasmine.
"Hmmm...terus kenapa kamu kesini? Katanya gak mau makan siang tadi,ya temanin Pak Vincent kan tidak apa-apa". Kata Marco.
"Oh Tidak...,aku tidak mau hanya berdua dengannya di ruang kerjaku. Apa kata orang nanti? Bisa-bisa jadi gosip CEO makan di ruangan accounting bersama seorang karyawannya". Kata Jasmine.
"Jas,cuma makan siang,tidak ada masalah kali". Kata Mia.
"Pokoknya tidak,sekarang stop bahas dia.Aku lagi kesal dan aku mau makan. Hmmm...aku pesan makan dulu". Kata Jasmine sambil berjalan ke stand makanan.
"Mia,kita berhasil". Kata Marco.
"Kamu hebat Marco,saya sampai tidak tau lagi cara membujuk Jasmine untuk makan". Kata Mia.
"Kelihatannya Jasmine benar-benar tidak punya perasaan sedikitpun kepada Pak Vincent". Kata Marco.
"Cinta bisa dibina,Pak Vincent sepertinya belum begitu mengejar Jasmine". Kata Mia.
"Itu karena Pak Vincent menghargai Jasmine. Sekarang status Jasmine belum janda. Jika dia menjalin hubungan dengan Pak Vincent,apa kata orang nanti". Jelas Marco.
"Benar juga,kita tunggu saja minggu lagi. Oh ya,bukannya Pak Vincent ingin pastikan Jasmine makan. Dia sedang memesan makanan,sebaiknya kamu fotoin Jasmine sebagai bukti". Kata Mia.
"Iya,benar juga katamu Mia". Ucap Marco.
Marco segara memotret Jasmine dengan handphone nya,kemudian dia mengirim kepada Vincent sebagai bukti bahwa Jasmine sudah memesan makanan.Setelah Vincent melihat foto yang di kirim Marco,dia pun tersenyum bahagia.
Keesokan harinya,Jasmine tidak pernah di ruanganya lagi saat jam makan siang. Dia takut sekali Vincent akan masuk lagi ke ruangnya seperti kemarin.
Hari persidangan pun tiba,Jasmine datang bersama keluarga besarnya dan Ibu Manda selaku kuasa hukumnya. Terlihat Steven juga hadir disana bersama dengan keluarga dan kuasa hukumnya. Ketika sidang akan di mulai,Jasmine merasa sangat gugup sekali. Steven juga merasakan hal yang sama, mereka berdua sama-sama kelihatan tidak begitu tenang.
Persidangan dinyatakan terbuka untuk umum dan sidang pun dimulai. Semua berjalan begitu hikmat,sampai detik-detik pembaca sidang keputusan oleh hakim ketua.
"Selamat pagi semuanya,saya selaku hakim ketua akan menyampaikan perihal persidangan kasus perceraian saudara Steven tergugat dengan saudari Jasmine penggugat. Dalam sidang persidangan ini,majelis telah menimbangkan semua hak yang terjadi di dalam persidangan ini dan majelis juga sudah mengambil keputusan. Keputusan akhir dari sidang pada hari ini adalah bahwa saudari Jasmine selaku penggugat menerima hak asuh anak bernama Jasen Febrio berusia lima tahun selaku anak pertama dari perkawinan Steven tergugat dan Jasmine penggugat. Dimana saudara Steven sebagai tergugat wajib memberikan nafkah sampai anak berusia dua belas tahun. Demikian sidang keputusan ini disampaikan sebagaimana mestinya. Dan sidang perkara perdata cerai gugat register nomor 0223/Pdt.G/2022/ST JS pada hari ini tanggal empat belas bulan April tahun dua ribu dua puluh dua dinyatakan ditutup (ketok palu tiga kali)". Pembacaan sidang keputusan oleh hakim ketua.
Jasmine sangat bahagia mendengar keputusan hakim,dia begitu lega dan langsung menangis di pelukan Ibu Manda pengacaranya. Steven hanya bisa terdiam dan pasrah menerima sidang keputusan tersebut. Dia juga melihat Jasmine menangis. Kemudian dia berjalan ke arah Jasmine.
"Jas,boleh kita bicara sebentar?". Tanya Steven.
"Silakan". Kata Jasmine sembari mengusap air matanya.
"Selamat kamu menerima hak asuh Jasen,sesuai kewajibanku,saya akan bertanggung jawab untuk menafkahi. Jika kita tidak bisa menjadi teman lagi,saya harap kamu melihat saya sebagai orang tua Jasen,jika saya ingin bertemu Jasen,saya akan menghubungi kamu". Kata Steven.
"Sesuai janji,pasti akan saya lakukan. Semoga kehidupan kamu bisa lebih baik". Kata Jasmine.
"Terimakasih Jasmine,boleh saya memeluk kamu untuk terakhir kalinya?". Tanya Steven.
"Lebih baik kita salaman saja". Jasmine menjulurkan tangannya.
__ADS_1
"Baiklah". Steven bersalaman dengan Jasmine.