The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Steven tidak mau menyerah


__ADS_3

Masih dalam acara ulang tahun ayahnya Jasmine,tamu undangan di suguhkan dengan hidangan yang enak dan mewah. Tidak hanya itu,tamu undangan juga bisa menikmati hiburan dari penyanyi dan penari terkenal yang sudah di atur oleh team party organizer.


Di sela-sela acara,ayah dan ibu Jasmine berkeliling ke meja tamu untuk sekedar sapa dan bersulang bersama tamu undangan. Sampai lah pada meja Pak Robert. Ayahnya Jasmine sepertinya sangat merindukan teman lamanya itu,begitu juga sebaliknya.


"Terimakasih sudah datang Robert". Ucap ayahnya Jasmine.


"Saya sudah pulang,tidak mungkin saya tidak hadir". Kata Pak Robert.


"Hmmm...saya pinjam anakmu sebentar untuk menemani Jasmine dan Jasen". Kata ayah Jasmine.


"Mereka kelihatan sangat serasi,ditambah lagi cucu mu sangat menggemaskan". Kata Pak Robert.


"Saya tidak tau sejak kapan Jasen sangat lengket kepada Vincent,tapi kita bisa lihat dengan jelas kalau Vincent sangat menyayangi Jasen". Kata ayah Jasmine.


"Apa perlu kita atur ulang perjodohan Vincent dan Jasmine?". Canda Pak Robert.


"Sepertinya memang kita harus mengatur ulang dengan konsep yang berbeda". Lanjut ayah Jasmine.


"Hahaha... baiklah,kita harus segera atur. Lebih cepat lebih baik". Kata Pak Robert.


"Kamu bisa saja. Pak Hadi,Terimakasih sudah datang". Ucap ayah Jasmine.


"Sama-sama paman,jangan panggil saya Pak Hadi,paman panggil nama saja". Kata Pak Hadi.


"Baiklah Hadi,Terimakasih sudah menjaga Jasmine selama ini. Hmmm...tapi kenapa kamu bisa kenal dengan Pak Robert?". Tanya ayahnya Jasmine.


"Paman tidak tau ya kalau Pak Robert adalah big bos kita? Sedangkan Pak Vincent sendiri adalah atasan kita,CEO di perusahaan kita".Terang Pak Hadi.


"Benarkah? Robert ternyata kamu bos anak saya? Maaf saya tidak pernah bertanya tentang perusahaan mu,yang saya tau kamu berbisnis di luar negeri". Kata ayah Jasmine.


"Yang di katakan Hadi benar,saya adalah pemilik perusahaan tempat Jasmine bekerja. Vincent adalah CEO Jasmine,apakah Jasmine tidak pernah cerita?". Tanya pak Robert.


"Jasmine tidak pernah bilang apapun tentang Vincent,saya memang sempat curiga jika Vincent bukan hanya sekedar teman SMA Jasmine".Jelas ayah Jasmine.


"Kita juga baru mengenal Pak Vincent beberapa bulan ini karena beliau sebelumnya tidak pernah ke kantor. Dan yang paling syok adalah Jasmine,dia baru mengetahui bahwa teman SMA nya dulu adalah CEO perusahaannya,dan yang paling membuat kita kagum adalah ternyata Pak Vincent lah yang selama ini mengirim bunga untuk Jasmine". Terang Pak Hadi.


"Jadi selama ini yang mengirim kan bunga untuknya adalah Vincent?". Tanya ayahnya Jasmine.


"Benar. Anakku Vincent sangat tulus menyukai Jasmine walaupun akhirnya Jasmine menikah dengan orang lain. Vincent tetap mengirimkan bunga untuknya". Kata Pak Robert.


"Saya merasa bersalah atas pengorbanan Vincent. Betapa kecewanya dia melihat Jasmine bersama dengan orang lain,namun dia hanya memilih diam". Kata ayah Jasmine.


"Ini bukan salahmu,mungkin ini sudah takdir mereka". Kata Pak Robert.


"Takdir mereka adalah bersama,sudah jelas jika mereka memang di takdirkan bersama. Jasmine mungkin akan susah untuk membuka hati lagi,tapi semoga paman bisa membantu". Kata Pak Hadi.


"Saya mengerti,tapi apakah Robert akan keberatan? Anak saya sudah janda dan punya satu anak. Saya tidak mau keluarga kalian dirugikan,terutama Vincent. Vincent berhak mendapatkan yang lebih baik dari Jasmine". Kata ayah Jasmine.


"Tidak ada yang dirugikan,Jasmine tetaplah Jasmine. Jasen adalah anaknya berarti anaknya Vincent juga,cucu ku juga".Kata Pak Robert.


"Benar,saya sudah mempunyai satu cucu,itu adalah hal yang baik". Kata Bu Catherine.


"Terimakasih Robert dan Catherine,kalian sangat baik,ntah bagaimana saya harus mengungkapkan rasa syukur mempunyai teman seperti kalian". Kata ayahnya Jasmine.


"Sekarang kita masih berteman,kedepannya kita sudah besan". Canda Pak Robert.


"Hmmm....maaf paman dan Pak Robert,kita sudah ikut menguping,tapi kita sangat senang sekali mendengarnya".Kata Mia.


"Saya juga mau mengaku dosa". Lanjut Marco.


"Kalian berdua ini,sudah dari kapan kalian menguping?". Tanya Pak Hadi.


"Sudah dari tadi". Jawab Mia dan Marco.


"Hahaha...tidak apa-apa,kalian adalah teman baik Jasmine,paman tidak akan marah". Kata ayahnya Jasmine.

__ADS_1


"Pak Robert tidak akan marah juga kan kepada kami berdua?". Tanya Marco.


"Hmm...karena kalian berdua sudah menguping,hukuman untuk kalian berdua adalah kalian harus membantu mendekatkan Jasmine dan Vincent". Kata Pak Robert.


"Siap Pak". Ucap keduanya serentak.


"Tapi janji ini akan menjadi rahasia kita saja oke? Jangan sampai Jasmine tau tentang misi kita". Kata ayahnya Jasmine.


"Setuju paman,kalau begitu mari kita bersulang untuk misi kita". Kata Pak Hadi.


"Benar,mari kita bersulang untuk misi kita dan untuk ulang tahun teman baikku ini". Lanjut Pak Robert.


"Terimakasih semuanya,semoga kita berhasil". Kata ayahnya Jasmine.


Mereka pun mengangkat gelas masing-masing dan bersulang.Dari kejauhan Steven memandang mereka begitu meriah dan melihat ayah Jasmine begitu bahagia bersulang bersama ayahnya Vincent membuat hati Steven semakin panas.


Setelah bersulang dengan Pak Robert dan lainnya,kini ayahnya Jasmine berjalan ke meja tamu yang lain sampai pada meja Steven. Namum tatapan Steven seperti sedang kesal dengan mantan mertuanya tersebut.


"Gimana besan makananya enak?". Tanya ayah Jasmine kepada ayah dan ibu Steven.


"Enak,saya sangat menikmati hidangan yang disajikan". Jawab ayah Steven.


"Saya juga". Lanjut ibunya Steven.


"Kalau Steven sendiri gimana?". Tanya ayahnya Jasmine.


"Enak". Jawab Steven.


"Kamu bilang enak,tapi sepertinya banyak hidangan di piringmu yang belum tersentuh".Kata ayahnya Jasmine.


"Eh ini...". Ucap Steven.


"Ada apa Steven? Kamu tidak sehat?". Tanya ayah Jasmine.


"Kesal karena apa?". Tanya ayah Jasmine.


"Tidak apa-apa,kejadiannya sudah lewat". Jawab Steven.


"Karena Jasen? Atau karena Jasmine?". Tanya ayah Jasmine.


"Ehmm...tidak ada". Kata Steven.


"Mama lanjut ke meja lain dulu,nanti saya menyusul. Saya mau bicara sebentar dengan Steven". Kata ayah Jasmine kepada istrinya.


"Baik Pa". Ucap ibunya Jasmine.


"Steven,saya tau kamu kesal karena apa. Saya minta maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan ini". Kata ayah Jasmine.


"Tidak Pa,eh tidak paman. Kamu tidak bersalah sama sekali". Kata Steven.


"Kamu kesal kepada Jasen karena tidak mau bersama kamu kan? Kamu juga kesal dengan Jasmine karena tidak merespon kamu dengan baik. Benarkan?". Kata ayah Jasmine.


"Benar,tapi semuanya sudah lewat,biarkan saja". Kata Steven.


"Kalau kamu masih memikirkan dalam otakmu dan masih ada rasa sakit di dalam hatimu,itu tidak boleh di biarkan. Jasmine adalah anak saya,dan Jasen adalah cucu saya,jika mereka melakukan sesuatu yang melukai kamu,itu juga menjadi tanggung jawab saya". Terang ayah Jasmine.


"Saya hanya merasa kecewa dengan diri saya sendiri,bahkan anak saya sendiri tidak mau ikut dengan saya,dan Jasmine dia....".Kata Steven.


"Kamu dan Jasen sekarang ada jarak,tapi kamu masih ayahnya. Lakukan yang terbaik untuk menarik hati Jasen,saya yakin di hatinya kamu tetaplah ayahnya". Kata ayah Jasmine.


"Apa itu juga yang dilakukan Vincent? Dia berhasil menarik hati Jasen". Kata Steven.


"Hmmm...Steven,saya tidak tau apa yang Vincent lakukan sehingga Jasen bisa begitu lengket dengannya,tapi satu hal yang pasti adalah apa yang di lakukan Vincent tidak pernah Jasen dapatkan dari kamu mungkin saja itu cinta,kenyamanan dan perhatian".Jelas ayah Jasmine.


"Aku ayahnya,tapi aku seperti orang asing baginya. Apa aku masih punya kesempatan untuk memberikan cinta,kenyamanan dan perhatian itu?". Tanya Steven.

__ADS_1


"Tentu saja,kamu ayah biologisnya. Sampai kapanpun kamu tetaplah ayahnya,kami tidak pernah membuat Jasen jauh dari kamu,tapi kamu lah yang menciptakan jarak itu". Kata ayah Jasmine.


"Saya mengerti". Kata Steven.


"Kalau soal Jasmine,kamu tau sendiri bagaimana sifatnya. Jika dia bersikap dingin terhadap kamu,itu karena dia pernah sangat kecewa dengan mu". Kata ayah Jasmine.


"Apa saya masih punya kesempatan untuk mendapatkan Jasmine kembali?". Tanya Steven.


"Itu hal yang tidak mungkin". Jawab ayahnya Jasmine.


"Kenapa? Apa karena Vincent? Vincent juga menyukai Jasmine kan? Apa mereka sekarang sudah bersama?". Tanya Steven.


"Vincent memang menyukai Jasmine bahkan sebelum kamu hadir. Vincent dan Jasmine adalah teman SMA,mereka sudah terpisah dan tidak saling kontak selama bertahun-tahun. Namun Vincent tidak pernah melupakan Jasmine sekalipun,bouqet bunga yang Jasmine dapat tiap hari itu adalah dari Vincent. Jasmine bahkan tidak tau itu dari siapa,dia hanya menerima bunga itu dengan gembira. Kenapa Vincent tidak pernah menulis nama pengirim,karena dia ingin diam-diam memberikan kebahagiaan untuk Jasmine". Terang ayahnya Jasmine.


"Ternyata selama ini Vincent lah orang di balik bouquet bunga itu". Kata Steven.


"Ayahnya Vincent adalah teman baik saya,kita bahkan pernah mau menjodohkan mereka,tapi kita tidak tau jika mereka sudah saling kenal sejak SMA. Jasmine juga tidak tau jika yang mau kita jodohkan dengannya adalah Vincent,teman dia sendiri. Jasmine begitu sedih saat di jodohkan dan dia menolaknya sebelum bertemu.Vincent tau Jasmine menolak,dia juga memilih mundur.Karena kita sebagai orang tua harus menghargai keputusan anak kita,terpaksa kita membatalkan perjodohan mereka. Dan akhirnya Jasmine bertemu dengan kamu".Jelas ayahnya Jasmine.


"Sekarang Jasmine sudah tau semua kebenaran ini,dia pasti menerima Vincent". Kata Steven.


"Jasmine belum menerima Vincent sampai sekarang. Karena Jasmine pernah di kecewakan kamu dan membuat luka yang mendalam di hatinya.Jasmine sudah pasti akan susah membuka hati untuk orang lain.Vincent sudah berusaha sejauh ini,namun semua pengorbanan dan usaha Vincent yang tulus belum terbalaskan". Kata ayahnya Jasmine.


"Tolong restui aku,berikan aku satu kesempatan terakhir untuk memperbaikinya. Aku yang membuat Jasmine sakit hati,aku lah yang akan mengobatinya. Saya janji akan menebus semuanya. Saya mohon dukungan kalian untuk membantu aku memperbaiki semuanya". Steven memohon.


"Steven,jika kamu mau menebusnya bukan kepada Jasmine,tapi kepada Vincent. Ketika Vincent siap hadir di hadapan Jasmine,di saat itu kamu sudah bersama Jasmine. Dia mengalah untuk kamu dan tidak pernah sekalipun dia hadir di kehidupan kalian ataupun menganggu rumah tangga kalian. Kamu lah yang membuat rumah tangga yang indah rusak dan berantakan. Setelah kalian bercerai,Vincent baru berani mendekati Jasmine,namum apa yang dia dapat? Jasmine sudah tidak semudah itu jatuh cinta,bukankah kamu bersalah juga kepada Vincent? Jika kamu berniat untuk menebusnya, biarkan Vincent bersama dengan Jasmine,doakan dan restui mereka". Terang ayahnya Jasmine.


"Saya tidak bisa merestui mereka,saya masih cinta kepada Jasmine".Kata Steven.


"Di saat kamu berselingkuh dengan sekertarismu,cinta apa yang untuk Jasmine?". Tanya ayah Jasmine.


"Saya salah". Ucap Steven.


"Jika tau salah maka anggaplah ini sebagai hukuman mu,restui lah mereka dengan ikhlas. Kamu tidak hanya salah terhadap Jasmine dan Jasen,tapi juga terhadap Vincent". Kata ayah Jasmine.


"Setiap orang punya kesalahan dan setiap orang punya kesempatan,apa aku sama sekali tidak ada lagi harapan?". Tanya Steven.


"Steven,terlepas dari kesalahan kamu,sebenarnya kamu adalah orang yang baik. Sampai saat ini keluarga kami tidak pernah membenci kepada kamu,kecuali Jasmine. Kamu memang salah dan berhak mendapatkan kesempatan kedua,tapi kesempatan kedua bukan lah bersama Jasmine,mungkin suatu hari kamu bisa mendapatkan calon istri yang baik dan hidup bahagia. Saya akan mendoakan yang terbaik untukmu,kesalahan kamu bersama Jasmine perbaiki lah dengan istri mu kelak,belajar dari kesalahan dan jangan mengurangi kesalahan yang sama". Kata ayah Jasmine.


"Saya belum bisa mencintai orang lain selain Jasmine,saya memang berhubungan dengan sekertaris saya,tapi itu bukanlah cinta".Kata Steven.


"Kamu pikirkan baik-baik ucapan kamu ini apakah benar atau salah. Jika tidak bisa mencintai orang lain selain Jasmine,lalu kenapa ada wanita lain? Jika bukan cinta mu sudah terbagi dua, hubungan terlarang ini tidak akan pernah terjadi". Kata ayah Jasmine.


"Tolong percayalah kepadaku sekali saja,saya sangat mencintai Jasmine".Ucap Steven.


"Dulu saya percaya,maaf Steven sekarang saya tidak percaya lagi". Kata ayah Jasmine.


"Paman....aku.....". Kata Steven.


"Pikirkan lah kata-kata kamu terlebih dahulu,saya mau lanjut ke meja lain".Kata ayah Jasmine lalu meninggalkan Steven.


Steven melihat ayahnya Jasmine meninggalkannya mejanya. Dia tau apa yang di katakan mantan mertua tentang dirinya adalah benar,walaupun hatinya merasa bersalah, Steven tetap tidak terima jika Jasmine bersama dengan Vincent. Dia tidak rela jika Jasmine harus bersama dengan pria lain.


"Steven,apa yang di katakan mantan mertuamu benar. Lebih baik kamu menyerah saja, kamu sendiri tidak bisa berbuat apa-apa sekarang". Kata ayahnya Steven.


"Bahkan papa juga tidak mendukung aku". Kata Steven.


"Saya mendukung kamu juga percuma,Jasmine tidak akan pernah kembali lagi kepadamu. Hak kamu hanya Jasen bukan Jasmine".Kata ayahnya Steven.


"Apa yang dikatakan papamu benar,yang terpenting untuk saat ini adalah Jasen anakmu bisa merasakan kasih sayang kamu sebagai seorang ayah". Terang ibunya Jasen.


"Tidak Pa Ma,saya akan merebut kembali keluarga saya. Saya mau menyatukan kembali keluarga kecilku". Kata Steven.


"Kamu cukup membuat saya malu sekali,jangan membuat aku malu untuk kedua kali. Berpikir dewasa lah Steven". Kata ayahnya Steven.


Steven tidak bisa apa-apa selain pasrah untuk saat ini,tapi dia punya keinginan untuk merebut kembali Jasmine dan Jasen.Sekarang semua orang sudah mendukung Jasmine dengan Vincent. Untuk Steven kembali mendapatkan hati Jasen saja sudah sulit apalagi untuk mendapatkan hati Jasmine.

__ADS_1


__ADS_2