The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Vincent menjadi tukang kebun


__ADS_3

"Kalian terlihat bahagia sekali". Kata ayah Jasmine yang mampir di meja mereka.


"Kita sedang mengajak Vincent untuk bersulang Pa". Kata kakak pertama.


"Oh ya,kalau begitu saya juga mau bersulang dengan Vincent". Ucap ayah Jasmine.


"Eh tidak paman,seharusnya saya yang bersulang untuk paman. Selamat ulang tahun paman, semoga bahagia dan sehat selalu". Kata Vincent.


"Baiklah,Terimakasih doa nya Vincent. Apa Jasmine ku ini ramah kepada kamu?". Kata ayah Jasmine.


"Tidak ramah sama sekali,bintang satu". Jawab kakak kedua.


"Jasmine memang dingin terhadapku,saya sudah terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu". Vincent mengadu kepada ayah Jasmine.


"Saya tidak seperti itu". Jasmine membela diri.


"Kamu sungguh keterlaluan Jasmine. Vincent sudah baik terhadap kamu,lalu kamu tidak menghargainya".Kata ayah Jasmine.


"Tidak Pa,saya sangat menghargainya dan menghormatinya". Kata Jasmine.


"Jangan sampai Vincent mendapatkan perlakuan tidak baik dari kamu,maka kamu berurusan dengan papa". Tegas ayahnya Jasmine.


"Eh,paman tidak separah itu. Jasmine memang sedikit dingin kepadaku,mungkin karena kita sudah lama tidak bertemu dan merasa canggung". Terang Vincent.


"Kalau begitu,kedepannya kalian harus sering bertemu". Kata ayah Jasmine.


"Papa,kita tiap hari bertemu di kantor". Kata Jasmine.


"Kenapa bisa bertemu setiap hari di kantor? Vincent sekantor dengan Jasmine?". Tanya kakak pertama.


"Kalian berdua dengar ya,Vincent adalah CEO Jasmine di kantor,paman Robert adalah pemilik perusahaan tempat Jasmine bekerja". Terang ayahnya Jasmine.


"Papa kok tau? Jasmine tidak pernah cerita kepada papa". Tanya Jasmine.


"Papa sudah tau semuanya sekarang,Pak Hadi atasan kamu yang mengatakan kepada papa". Terang ayah Jasmine.


"Ehmm...tapi kita profesional dalam bekerja, makanya saya sebagai karyawan harus menjaga jarak dan harus menjaga sikap. Saya harus tau batasan antara atasan dan bawahan". Jelas Jasmine.


"Tapi ini acara ulang tahun papa,bukan di kantor. Kamu awas aja mengabaikan Vincent". Kata ayahnya.


"Tidak Pa". Ucap Jasmine.


"Apanya yang tidak? Kamu bersikap cuek kepada Vincent dan kita yang mencari cara agar kalian bisa mengobrol". Jelas kakak pertama.


"Kalian memang dasar,Vincent kan tamu kita semua,bukan cuma tamu saya.Mau siapa saja yang ngobrol dengannya sama saja. Kenapa mesti aku?". Ngeluh Jasmine.


"Kalau bukan karena Vincent,apa Jasen mau ikut berbaris? Kalau bukan karena Vincent,kamu tidak akan semeja dengan anakmu. Berterimakasih lah kepada Vincent". Terang ayahnya.


"Ya,Terimakasih Vincent". Ucap Jasmine dengan terpaksa.


"Sama-sama Jasmine". Balas Vincent.


"Acara sudah hampir selesai,hari ini paman tidak sempat menjamu kamu dengan baik,di lain waktu semoga kita bisa bertemu lagi dan saling ngobrol". Kata ayah Jasmine kepada Vincent.


"Tidak apa-apa paman,lain kali kita atur waktu ketemuan". Kata Vincent.


"Tidak usah". Kata Jasmine.


"Apanya yang tidak usah?". Tanya ayahnya.


"Maksud saya tidak usah ketemuan lain kali,Vincent orang yang sangat sibuk Pa,jangan menganggu waktunya dia". Kata Jasmine.


"Tidak sesibuk yang di katakan Jasmine,saya ada waktu kok di malam hari dan di hari Sabtu-Minggu". Kata Vincent.


"(Astaga Vincent...)".Ucap Jasmine dalam hati.


"Kalau begitu baguslah,kita atur saja di hari kamu sedang santai". Kata ayah Jasmine.


"Siap paman". Ucap Vincent.


"Jangan lupa kami juga". Kata kakak pertama.


"Tentu saja,senang bisa mengobrol dengan kalian". Kata Vincent.


"Pantas saja cucu ku Jasen sangat menyukaimu,ternyata kamu orangnya sangat bersahabat". Kata ayah Jasmine.


"Paman terlalu memuji,saya yang senang bermain dengan Jasen". Kata Vincent.


"Lain kali ajak orang tua mu juga,semakin rame semakin seru". Kata ibu Jasmine.


"Setuju tante,saya akan mengajak mereka". Kata Vincent.


Kemudian MC menyuruh ayahnya Jasmine berserta keluarga untuk naik ke atas panggung sebagai tanda menutup acara ulang tahun ayahnya. Mereka sekeluarga naik ke panggung dan ayahnya Jasmine menyampaikan ucapan Terimakasih kepada tamu undangan. Di akhiri dengan acara foto-foto bersama tamu undangan.


Jasmine dan sekeluarga juga berfoto bersama Pak Hadi,Mia dan Marco. Keluarga Steven juga ikut foto bersama,lalu disusul oleh keluarga Vincent.Pada saat sesi foto bersama keluarga Vincent,mereka semua mengarahkan Jasmine agar berdiri bersama Vincent.


"Jasmine,kamu lebih cocok berdiri di samping Vincent,kita semua masing-masing punya pasangan, kamu juga harus berdiri bersama pasanganmu,jangan dekat-dekat aku". Kakak pertama mendorong Jasmine ke arah Vincent.


"Kakak kok tega sekali,aku masih adikmu". Kata Jasmine.


"Maaf adikku sayang,untuk saat ini saya tidak terima kamu berdiri disampingku,saya harus menggandeng kakak iparmu dan keponakanmu. Sana...sana...". Kakak pertama mengusir Jasmine.


"Saya juga tidak terima adik,silakan berdiri sesuai arahan". Ucap kakak kedua yang juga tidak mau Jasmine di sampingnya.


Semua orang tertawa mendengarnya. Semua orang setuju jika Jasmine lebih cocok berdiri di samping Vincent,akhirnya fotografer bantu mengarahkan Jasmine dan Vincent. Namun Jasmine merasa tidak nyaman dan takut jika Vincent merasa risih. Tapi yang di lakukan Vincent malah sebaliknya.


"Tidak apa-apa Jasmine,sini berdiri bersamaku,apa yang mereka katakan benar. Mereka saling berpasangan hanya kita berdua yang jomblo disini". Kata Vincent lalu memegang tangan Jasmine untuk berdiri di sampingnya.


"Nah,ini baru cocok". Ucap kakak pertama.


"Tolong di rangkul pasangan masing-masing". Kata fotografer.


"Eh,apa yang kamu lakukan kita bukan pasangan". Kata Jasmine kepada Vincent.

__ADS_1


"Bahkan semua orang merestui kita sebagai pasangan". Kata Vincent.


"Vincent,mereka cuma iseng,jangan di dengarkan". Kata Jasmine.


"Kamu diam Jasmine,ini bukan waktunya kamu mengoceh. Liat kedepan kamera dan tersenyum lah". Kata Vincent yang masih merangkul Jasmine.


Jasmine tidak bisa berkata apa-apa,dia hanya bisa pasrah mengikuti kemauan semua orang. Foto bersama itu akhirnya selesai diambil dan semua tamu undangan pulang. Hari yang melelahkan dan menjengkelkan bagi Jasmine pun selesai. Besok Jasmine akan kembali bekerja seperti biasa.


Keesokan harinya Jasmine pun masuk ke kantor seperti biasa. Sudah ada bouquet bunga cantik di atas meja tanpa nama,walaupun Jasmine sudah tau kalau bunga itu dari Vincent,tapi lagi-lagi Vincent tidak pernah menuliskan namanya. Hanya terdapat sebuah kertas yang tertempel di bouqet bunga tersebut.


Jasmine mengambil bunga tersebut lalu memasukannya ke dalam pot bunga,kemudian dia mencabut kertas yang tertempel di bunga dan membacanya.Kertas tersebut bertulis "Pagi yang indah di sambut mentari,semoga bunga ini bisa membuat kamu tersenyum sepanjang hari. Dari saya tukang kebun yang kamu cintai,your secret man". Sontak membuat Jasmine ketawa terbahak-bahak setelah membacanya.


"Jasmine,kamu kerasukan ya? Bahagia sekali ketawanya". Kata Mia.


"Bukan,ini lucu". Kata Jasmine.


"Mana mana?". Tanya Mia.


"Hmmm...nanti kamu geli setelah membacanya". Kata Jasmine.


"Astaga Jasmine,kamu bilang ini lucu? Ya ampun Jasmine,Pak Vincent romantis sekali". Ucap Mia.


"Kecilkan suaramu Mia,kamu mau buat aku malu". Kata Jasmine.


"Ngapain malu,semua orang disini sudah tau kalau kamu dan Pak Vincent...". Kata Mia.


"Ahhh...sudahlah kembali bekerja". Kata Jasmine.


"Eh Jas,tapi kenapa dia tulis tukang kebun yang kamu cintai?". Tanya Jasmine.


"Saya tidak tau,tanya saja langsung ke orangnya". Jawab Jasmine.


"Tapi saya dari tadi tidak melihat Pak Vincent". Kata Mia.


"Oh baguslah,berarti dia benar-benar menepati janjinya". Kata Jasmine.


"Janji apa?". Tanya Mia.


"Kamu tidak ingat,dia hari ini meliburkan pekerja kebun nya,Vincent bilang dia yang akan menggantikan mereka menjadi tukang kebun". Jelas Jasmine.


"Oh iya,tapi kenapa aneh sekali ya? Apa dia sedang mabuk di saat itu? Seorang CEO meliburkan karyawannya dan dia sendiri yang menggantikan pekerjaan mereka. Tidak masuk akal". Terang Mia.


"Dia tidak mabuk,dia mengucapkan dalam keadaan sadar". Kata Jasmine.


"Tapi kan aneh sih,kamu tidak merasa aneh?". Tanya Mia.


"Menurutku tidak,mungkin itu bentuk apresiasi dia terhadap karyawannya ". Kata Jasmine.


"Apa dia benar-benar ada disana untuk menjadi tukang kebun sekarang?". Tanya Mia.


"Mungkin saja". Balas Jasmine.


"Apa Pak Vincent juga sarjana perkebunan? Jadi dia mau meneliti hasil kebunnya sendiri?". Tanya Mia lagi.


"Tidak tau Mia,kamu banyak sekali pertanyaan,buat aku pusing saja". Kata Jasmine.


"Tidak. Dia bukan pangeran ku. Saya tidak mau melayani pertanyaan kamu lagi,saya harus selesaikan laporan keuangan ini untuk Pak Hadi". Terang Jasmine.


"Baiklah tuan putri". Ucap Mia.


Akhirnya Mia berhenti bertanya,Jasmine lanjut mengerjakan laporan yang akan di serahkan ke Pak Hadi.Sementara di kantor Steven,dia melihat Vincent yang hari ini datang ke kantor nya tapi tidak berpakaian formal melainkan pakaian santai.


Dalam otak Steven terus bertanya,apa yang dilakukan Vincent disini? Padahal Jasmine dan lainnya sudah selesai audit. Karena rasa penasarannya,Steven berjalan mendekati Vincent dan kebetulan mereka saling berhadapan.


"Selamat pagi Pak Vincent". Ucap Steven.


"Pagi Steven". Balas Vincent.


"Kita bertemu lagi Pak Vincent,saya tidak pernah bertemu dengan Pak Vincent di kantor ini,baru kali saya melihat anda disini". Terang Steven.


"Saya hari ini datang untuk bekerja". Kata Vincent.


"Bekerja?". Tanya Steven yang melihat out fit Vincent dari atas sampai bawah.


"Iya,saya kesini untuk bekerja". Balas Vincent.


"Eh,saya sudah harus masuk ke dalam kantor,kalau begitu saya permisi Pak". Pamit Steven.


"Steven,nanti setelah jam makan siang,kamu temui aku di belakang taman bunga". Kata Vincent.


"Hmm...baik Pak,saya permisi". Ucap Steven.


Steven langsung mengiyakan Vincent tanpa bertanya kenapa dia di panggil ke taman belakang. Vincent langsung menuju kebun bunga dan melakukan aktivitas yang biasa di lakukan oleh pekerja kebun. Vincent menyiram bunga,mencabut rumput,dan lain-lain.


Sementara di tempat Jasmine,dia sudah menyelesaikan laporannya dan mau diserahkan kepada Pak Hadi. Jasmine menuju ruangan Pak Hadi dan melihat Pak Hadi sibuk dengan laptopnya.


"Selamat pagi Pak Hadi,ini laporan yang sudah saya siapakan". Kata Jasmine yang kemudian meletakkan arsip laporannya di meja Pak Hadi.


"Kamu silakan duduk,saya cek terlebih dahulu". Kata Pak Hadi.


"Terimakasih Pak". Ucap Jasmine.


"Saya sudah melihat laporan kamu,bagus sekali. Kamu mengerjakan sesuai deadline yang di tentukan. Kalau begitu,kamu silakan masuk ruangan CEO dan minta tanda tangan pengesahan". Kata Pak Hadi.


"Ruangan CEO? Bukannya Pak Vincent tidak ada di tempat?". Tanya Jasmine.


"Kamu bahkan tau dengan benar jika Pak Vincent tidak masuk hari ini,apa dia memberitahu kamu?". Tanya Pak Hadi.


"Tidak Pak,saya waktu itu hanya mendengar di tempat BBQ,jika hari ini dia akan menggantikan tugas sebagai tukang kebun disana". Terang Jasmine.


"Benar sekali,Pak Vincent memang tidak masuk hari ini. Pak Robert yang menggantikan posisinya. Kamu cukup berikan laporan itu kepada Pak Robert,biarkan dia yang tanda tangan". Jelas Pak Hadi.


"Baik Pak". Ucap Jasmine.

__ADS_1


Jasmine senang sekali bukan Vincent yang ada di ruangan CEO,dia cukup menemui Pak Robert dan minta tanda tangan dari Pak Robert saja.Jasmine kemudian berjalan ke ruangan CEO dan mengetuk pintu sebelum masuk.


"Selamat pagi Pak Robert". Salam Jasmine.


"Oh Jasmine silakan masuk". Ucap Pak Robert.


"Saya sudah menyelesaikan laporan keuangan dan sudah di cek oleh Pak Hadi. Dia menyuruh saya menemui Bapak untuk tanda tangan. Ini laporannya". Terang Jasmine.


"Bagus sekali,kamu butuh berapa lama untuk menyelesaikan laporan keuangan?".Tanya Pak Robert.


"Maaf Pak,saya tidak bisa memberikan estimasi waktu. Untuk mengerjakan laporan keuangan harus berhati-hati,tentu saja akan membutuhkan waktu yang banyak. Saya tidak menghitung berapa hari yang saya perlukan,laporan ini sudah terpending karena saya ikut audit". Terang Jasmine.


"Hahaha...itulah kelebihan kamu,sifat kamu yang membuat orang sangat menghargai dan menyayangi kamu. Saya suka dengan kejujuran kamu dan laporan ini kamu selesaikan dengan sangat rapi". Kata Pak Robert.


"Bapak terlalu memuji,ini sudah tugas saya". Kata Jasmine.


"Kamu bukan hanya menyelesaikan tugasmu,kamu juga memberikan tugas kepada anakku. Saya tidak pernah berpikir suatu hari Vincent akan menjadi tukang kebun di kebunnya sendiri". Terang Pak Robert.


"Eh Pak Robert bukan begitu,saya bukan memberikan tugas,itu adalah sebuah hukuman". Jelas Jasmine.


"Kamu tidak perlu panik,saya mengerti. Saya tidak marah Jasmine". Kata Pak Robert.


"Ehmm..jika Pak Robert merasa ini sangat merugikan,salahkan saja aku. Karena saya yang menyuruh Vincent untuk...". Terang Jasmine.


"Tidak apa-apa Jasmine,tidak ada yang dirugikan. Saya hanya becanda padamu. Sebenarnya saya juga kagum dengan hukumanmu itu, setidaknya Vincent bisa merasakan sekali susahnya bekerja sebagai tukang kebun". Kata Pak Robert.


"Apakah Vincent menceritakan kepada anda kenapa saya memberikannya hukuman?". Tanya Jasmine.


"Tentu saja,dia menceritakan semuanya". Kata Pak Robert.


"Astaga,apakah dia menceritakan semuanya dengan detail?". Tanya Jasmine lagi.


"Benar sekali". Kata Pak Robert.


"Hmmmm....seharusnya dia menceritakan ringkasan nya saja". Ucap Jasmine.


"Dia sama seperti kamu Jasmine. Vincent adalah orang yang jujur,baik dan bertanggung jawab. Tidak apa-apa jika dia menjelaskan secara detail,saya juga pernah muda". Kata Pak Robert.


"Kalau begitu,saya permisi kembali ke ruanganku". Kata Jasmine.


"Jasmine sebentar,duduklah disini. Ada yang mau saya bicarakan". Kata Pak Robert.


"Baik Pak". Ucap Jasmine.


"Apa tanggapan kamu tentang Vincent? Apakah kamu bersedia menerima dia?". Tanya Pak Robert.


"Saya tidak ada tanggapan,saya dan Vincent cuma berteman". Kata Jasmine.


"Oh,kenapa begitu? Vincent kurang berusaha?". Tanya Pak Robert.


"Bukan begitu Pak,saya memang tidak punya perasaan terhadap Vincent". Kata Jasmine.


"Hmmm...sepertinya cinta anakku bertepuk sebelah tangan". Kata Pak Robert.


"Maaf Pak Robert,saya tidak mau menyakiti perasaan Vincent,saya sudah menyuruhnya berhenti. Masih banyak gadis baik di luar sana yang lebih cocok untuk dia". Terang Jasmine.


"Saya mengerti sekarang,baguslah kalau begitu. Berarti saya tidak salah,saya harus terus mendukung kalian". Kata Pak Robert.


"Hah? Maksud Pak Robert?". Tanya Jasmine.


"Kamu menolak Vincent ternyata bukan hanya karena luka masa lalu,tapi kamu tidak sadar bahwa kamu ternyata peduli dengan Vincent,kamu ingin dia mendapatkan wanita lebih pantas dan lebih baik dari kamu". Jelas Pak Robert.


"Eh,kenapa jadi gini.Maksud saya adalah....".Ucap Jasmine.


"Tidak perlu di jelaskan lagi,saya sudah tau". Kata Pak Robert.


"Pak,kamu salah menilai perkataanku". Kata Jasmine.


"Sifat,karakter dan pikiran setiap manusia itu berbeda,tapi saya sudah bertemu banyak orang dengan banyak perbedaan.Setidaknya saya bisa membaca sedikit apa yang ada pada manusia tersebut hanya dengan mendengar mereka berbicara.Kamu adalah orang yang baik dan pengertian. Sembilan puluh persen dari dirimu sama seperti Vincent". Terang Pak Robert.


"Saya anggap ini adalah sebuah pujian untukku". Kata Jasmine.


"Jasmine,Vincent tidak pernah menyerah. Jika dia adalah manusia yang sama dengan mantan suami mu itu,dia tidak akan melangkah sampai sejauh ini. Dia menyukai kamu dari SMA sampai sekarang,dia tidak pernah berpaling dari kamu walaupun banyak wanita yang berada di sekelilingnya. Bertahun-tahun dia menunggu dan tetap mencintai kamu sampai detik ini,status mu dan anakmu bukanlah halangan buat dia untuk maju. Tidak bisakah kamu membuka hatimu untuknya?". Kata Pak Robert.


"Pak Robert,Vincent adalah anakmu,kenapa kamu mendukungnya untuk mencintai seorang janda?". Tanya Jasmine.


"Bukan karena dia anakku maka aku mendukungnya,saya juga melihat siapa wanita yang dia cintai. Saya tidak tau bagaimana cara kamu menilai dirimu,tapi kamu harus tau satu hal,kamu di bandingkan wanita di luar sana,kamu lebih berkelas Jasmine". Jelas Pak Robert.


"Pak Robert,jika aku bukan anak dari temanmu,apakah kamu akan berkata hal yang sama?". Tanya Jasmine.


"Saya tetap berkata hal yang sama sekalipun kamu bukan anak teman ku,yang saya nilai adalah kamu personal,bukan siapa keluargamu dan status mu". Kata Pak Robert.


"Baiklah,Terimakasih telah menilaiku dengan sangat positif. Apa saya sudah boleh kembali ke ruangan saya?". Tanya Jasmine.


"Jasmine,saya punya sebuah permintaan. Saya meminta sebagai seorang paman bukan sebagai bos. Berjanjilah padaku Jasmine,jika tidak ada pria lain yang lebih baik dari Vincent,maka izinkan dia mengejarmu. Saya tidak akan meminta lagi jika memang suatu hari ada pria yang lebih baik dari dia, maka saya sendiri yang akan menyuruh Vincent untuk berhenti". Pak Robert memohon.


"Pak Robert apa perlu seperti itu?". Tanya Jasmine.


"Aku mohon Jasmine". Ucap Pak Robert.


"Pak Robert,jangan seperti itu". Kata Jasmine.


"Kamu bahkan tidak mengiyakan permintaanku". Kata Pak Robert.


"Hmmm...baiklah Pak". Kata Jasmine.


"Janji ya Jasmine,kamu harus membiarkan Vincent mengejarmu,berikan kesempatan dia untuk berjuang sekali lagi". Kata Pak Robert.


"Baiklah,tapi ada satu hal,saya tidak bisa menjamin suatu saat saya bisa menerima Vincent walaupun dia sudah berjuang. Jangan salahkan saya jika kalian kecewa". Kata Jasmine.


"Baiklah".Ucap Pak Robert.


"Kalau begitu,saya permisi Pak". Kata Jasmine.

__ADS_1


Jasmine akhirnya keluar dari ruangan CEO. Jasmine merasa Vincent dan ayahnya Pak Robert sama saja,mereka berdua ayah dan anak selalu menilai positif apapun yang Jasmine katakan. Walaupun itu hal yang seharusnya baik,tapi membuat Jasmine merasa tidak enak hati.


Sedangkan di kebun bunga belakang,Vincent sibuk menjalankan hukuman yang di berikan Jasmine yaitu menjadi tukang kebun,apakah dia bisa menjalankan hukumannya dengan baik? Ada hal apa yang mau di lakukan Vincent dengan menyuruh Steven bertemu dengannya?


__ADS_2