
Mia yang masih di dalam kamar hotel terus memantau situasi yang disana. Sementara Jasmine yang katanya akan memberitahukan rencana dia kepada Mia,tapi akan di bicarakan lagi besok di kantor.
Setelah hampir satu jam lamanya,Mia akhirnya mendapatkan kamar empat ratus tujuh yang sedang membuka pintu kamar. Dia melihat Steven yang keluar sendiri dari dalam kamar tersebut,dan terlihat Lydia mengantarnya sampai depan pintu.Mia lalu memotret pemandangan sakral tersebut,dan misi Mia untuk hari ini selesai.
Setelah mendapatkan telepon dari Jasmine bahwa Steven sudah jalan pulang,Mia kemudian turun dan check out dari hotel tersebut. Walaupun dia hanya membantu sahabatnya Jasmine sebagai mata-mata,namum dada Mia juga ikut nyesek melihat semua kejadian itu.
Keesokan harinya,Mia menuju meja kerja Jasmine dan menunjukan semua foto yang ada di kameranya.
Walaupun Jasmine begitu sakit melihatnya,namum air mata Jasmine tidak jatuh sedikitpun. Sorotan matanya hanyalah kebencian.
"Jadi bagaimana Jasmine? Apa rencanamu?". Tanya Mia.
"Pinjam kameramu,saya akan mencuci semua foto disini dan saya ingin melabrak dia". Kata Jasmine.
"Kamu serius mau melabrak Steven?". Tanya Mia lagi.
"Iya,dan tidak hanya itu,saya akan membuat dia malu semalu-malunya akibat perbuatan dia tersebut". Kata Jasmine.
"Setelah berhasil melabraknya,apa tindakan kamu selanjutnya?". Tanya Mia.
"Saya akan menggugat cerai dia dengan hak asuh anak di tangan saya". Kata Jasmine.
"Jasmine,soal perceraian,kamu pikirkan lagi".Kata Mia.
"Tidak ada kata maaf untuk penghianat,tidak adil jika tukang selingkuh di maafkan begitu saja,jika tidak ada hukuman untuk pendosa,orang itu tidak akan pernah sadar kalau dia bersalah". Kata Jasmine.
"Baiklah,jika keputusan kamu sudah bulat". Kata Mia sedikit merasa kecewa.
"Kamu tidak bertanya,dengan cara apa saya melabraknya?". Kata Jasmine.
"Hmmmm...katakanlah Jasmine,apakah kamu perlu bantuanku?". Ucap Mia.
"Bantu aku cari kameramen handal".Kata Jasmine.
"Tapi..untuk apa? Saya bisa membantu kamu jadi kameramen jika perlu". Kata Mia.
"Tidak Mia,kali ini kamu harus menjadi penonton setia". Kata Jasmine.
"Apa sebenarnya yang mau kamu lakukan?". Tanya Mia.
"Sini....(Jasmine berbisik di telinga Mia)". Terang Jasmine ke Mia sambil tersenyum puas.
Mia seketika terdiam seribu bahasa mendengar bisikan Jasmine,dia tidak percaya apa yang barusan Jasmine katakan kepadanya. Mia melihat wajah Jasmine yang begitu semangat ingin melabrak Steven, membuat Mia tidak bisa berkata-kata selain hanya bisa mendukung sahabatnya itu.
"Mia..Mia..kamu setuju kan?". Tanya Jasmine.
"Jika memang ini maumu,baiklah Jasmine. Saya akan telepon suami saya,dia punya kenalan kameramen yang handal". Kata Mia.
"Baiklah Mia,Terimakasih". Kata Jasmine.
Beberapa hari kemudian,ini adalah aksi pembalasan untuk Steven yang selingkuh darinya. Seperti biasa Steven dengan alasan jitunya meminta izin untuk pergi bertemu client di malam hari. Namum dia tidak tau bahwa hari itu adalah hari paling memalukan sepanjang hidupnya.
Setelah Steven pergi,Jasmine meminjam mobil kantor untuk menjemput kedua orang tuanya dan kedua orang tua Steven untuk stay cation di hotel tempat dimana Steven sering check in dengan Lydia yaitu hotel Sky Ten. Jasmine sudah memesan tiga kamar untuk dirinya sendiri di kamar empat ratus enam,untuk orang tua Steven di kamar empat ratus delapan dan untuk orang tuanya sendiri di kamar empat ratus sembilan.
Jasmine sengaja tidak memesan kamar di empat ratus tujuh,karena itu merupakan kamar akan di booking Steven. Dengan alibi akan memberikan suprise untuk Steven karena sebentar lagi Steven akan berulang tahun. Orang tua Jasmine dan Steven cuma mengiyakan,mereka bahkan belum tau apa kelakuan Steven selama ini.
Seperti biasa,Steven dan Lydia makan malam dulu sebelum mereka check in di hotel. Sementara Jasmine dan keluarganya sudah duluan sampai di hotel. Dan di lobi hotel,Mia dan kameramen sudah stand by menunggu kedatangan Steven dan Lydia.
Beberapa jam setelahnya,terlihat Steven dan Lydia memasuki hotel,dan Mia segera menelepon Jasmine.
"Jas,target sudah disini,mereka sudah siap naik ke atas". Kata Mia.
"Baiklah Mia,kameramen tolong ikutin mereka di belakang dan jangan sampai ketahuan". Kata Jasmine.
"Siap Jasmine,setelah dapat kabar dari kameramen,saya akan segera kabarin kamu". Ucap Mia.
Kameran dengan kamera kecil nya mengikuti Steven dan Lydia menyoroti mereka berjalan berdua memasuki kamar hotel,setelah mereka masuk,kameramen langsung mengabari Mia. Kira-kira setengah jam Steven dan Lydia masuk ke dalam kamar hotel,aksi selanjutnya di luncurkan.
Kameramen yang menyamar jadi kurir mengantarkan kado ke kamar Steven,sontak Steven membuka pintu kamar dan terkejut kenapa dia mendapatkan kado. Terlihat kotak kado dengan tali merah tanpa nama membuat Steven makin bingung. Steven menolak untuk mengambil kado tersebut hingga terjadi percakapan yang lumayan panjang dengan kurir pengantar kado tersebut.Jasmine lalu menyuruh kedua orang tuanya dan kedua orang tua Jasmine untuk ikut melihat pertunjukan tersebut.
"Selamat malam,dengan Pak Steven?". Tanya kurir.
"Iya,ada apa ya?". Tanya Steven.
__ADS_1
"Ini ada paket untuk Bapak,silakan diterima dan tanda tangan disini". Kata Kurir.
"Dari siapa? Tidak ada nama pengirimnya". Kata Steven.
"Saya hanya di suruh mengantar kepada Bapak". Kata kurir.
"Saya tidak bisa menerimanya jika saya tidak tau siapa pengirimnya. Kamu kurir kenapa bisa masuk ke sini? Aneh,emangnya siapa yang menyuruh kamu?". Tanya Steven.
"Kamar sebelah Pak?". Kata kurir.
"Kamar sebelah? Siapa?". Tanya Steven yang sudah mulai kesal.
Lalu Jasmine dan kedua orang tua mereka keluar dari kamar.
"Dari saya". Kata Jasmine.
"Jasmine....,kenapa kamu kesini?Kenapa papa mama ada disini juga?". Tanya Steven yang mukanya mulai pucat.
"Lah,aneh ya,kamu boleh kesini masa kami tidak boleh. Kami datang untuk kasih suprise sebelum ulang tahunmu". Kata Jasmine.
"Ada apa Steven,kenapa rame banget di luar". Kata Lydia yang keluar kamar untuk melihat.
"Nah ini lah Pa,Ma,yang saya bilang suprise. Kalian liat sendiri kan? yang katanya ketemu client tiap hari,inilah client nya".Kata Jasmine.
"Apa-apa an ini Steven!!!". Teriak ayahnya Steven.
"Saya bisa jelasin Pa". Ucap Steven.
"Benar ini client kamu? Jawab....!!!". Kata ibunya Steven.
"Pa,Ma,nanti kalian dengarkan aku dulu". Steven membantah.
"Dasar anak tidak tau diri!!!". Ucap ayahnya Steven yang sambil menamparnya.
Lidya yang syok melihat itu mencoba kabur dari tempat kejadian,namum kameramen yang menyamar jadi kurir tersebut menghadangnya. Mereka semua masuk ke kamar Steven membawa Lydia untuk mendengar pernyataan dari keduanya.
"Maaf kak Jasmine,kita memang bertemu client,karena saya sekretaris Pak Steven,jadi saya hanya mengikuti dia". Kata Lydia.
"Oh,sekretaris yang baik. Lalu mana client nya? Ketemu client di kamar hotel,maksudnya kamu bertemu client,terus client ya suami saya? Itu namanya jual diri". Kata Jasmine.
"Baik,saya akan dengar penjelasan kamu,tapi sebelum itu kamu buka dulu kado dari saya". Kata Jasmine.
Steven segera membuka kado yang di berikan oleh Jasmine,betapa terkejutnya mereka, kado tersebut berisi foto-foto Steven dan Lydia sedang berduaan. Sontak membuat Steven menutup kembali kotak tersebut,dan di rampas oleh ayahnya Jasmine.
"Saya percayakan anak aku dijaga oleh kamu,tapi ini hasil yang kamu lakukan ke dia?". Kata ayannya Jasmine.
"Bagaimana kamu bisa setega itu berselingkuh Steven! Jasmine adalah istri dan menantu yang baik,kenapa kamu membuatnya kecewa?Papa malu sekali, saya sangat malu kepada Jasmine dan besan. Saya tidak pernah mendidik kamu membuat hal yang tidak terhormat". Kata ayahnya Steven.
"Maafkan Steven Pa". Kata Steven.
"Minta maaf sama Jasmine dan mertua kamu". Tegas ibunya Steven.
"Pa,Ma,maafkan Steven. Saya tau saya salah,sebagai menantu dan seorang suami,saya sudah mengecewakan kalian". Ucap Steven.
"Bagaimana saya harus maaf in kamu Steven,kali ini kesalahanmu fatal sekali". Kata ibunya Jasmine.
"Steven,keluarga kita tidak tidak hanya menganggap kamu sebagai menantu,bahkan sebagai anak sendiri. Aku sudah pernah mengatakan kepadamu,jika suatu hari kamu sudah tidak mencintai Jasmine lagi,katakan padaku,saya akan membawanya pulang. Tapi jangan kamu melukainya,sekarang apa yang kamu lakukan?". Kata ayahnya Jasmine.
"Maaf in aku Pa,saya benar-benar salah. Saya masih mencintai Jasmine dan anak ku Jasen". Kata Steven.
"Kamu sebut itu cinta Steven? Di saat kamu berkata untuk bertemu client,saya selalu mendoakan agar kerjaan kamu lancar,di saat kamu sedang berada di luar,saya selalu berdoa agar kamu selamat sampai tujuan,dan di saat kamu sedang bekerja,saya selalu doakan kamu sukses. Tapi kamu sebut itu cinta? Cinta tidak pernah berkhianat,cinta tidak pernah merusak kepercayaan. Di saat saya dan Jasen di rumah,kamu bersama dengan wanita lain,sekarang kamu bilang cinta!!". Jasmine meluapkan semua kekesalannya.
"Maafkan aku Jasmine,aku mohon berikan aku kesempatan sekali lagi. Aku janji akan berubah,kasih aku kesempatan lagi,kita mulai dari awal". Steven memohon.
"Atas dasar apa aku harus berikan kamu kesempatan? Sekali kamu selingkuh tidak ketahuan,kamu bahkan tidak berubah,malah berkali-kali. Kamu mau mulai dari awal kan? Ini kita sudah mulai dari awal,perasaanku kepadamu sudah nol". Kata Jasmine.
"Jasmine tolong jangan begini,saya tau saya salah. Saya mohon maafkan aku,apa yang kamu minta akan saya turuti,agar kamu bersedia memaafkan saya". Ucap Steven.
"Baiklah,kamu mau saya maafkan asal kamu ikutin apa yang saya mau". Kata Jasmine.
"Benar Jasmine,kamu boleh hukum saya. Aku akan menerima apapun hukumanmu". Kata Steven.
"Baik,di depan orang tua kita saya Jasmine mengatakan bahwa saya akan memaafkan kamu. Kamu juga bilang akan menuruti semua kemauanku. Sekarang kamu tanda tangan disini,surat perceraian". Kata Jasmine sambil memberikan surat pengajuan cerai.
__ADS_1
"Jasmine,aku tidak mau bercerai,tolong jangan begitu". Kata Steven.
"Berikan alasan kepadaku kenapa tidak boleh bercerai?". Tanya Jasmine.
"Aku masih mencintaimu,aku juga ayah dari anak kita Jasen". Kata Steven.
"Oh begitu,jadi selama kamu selingkuh,kamu ingat kamu masih istri dan ayah orang?". Tanya Jasmine kembali.
"Jasmine,aku memohon jangan sampai bercerai,kasihan Jasen". Kata ayah Steven.
"Maaf Pa,dia harus membayar semuanya jika mau menerima maaf". Kata Jasmine.
"Jasmine,sudah kamu pikirkan baik-baik?". Tanya ayahnya Jasmine.
"Saya sudah pikir dengan sangat baik,ada Steven atau tidak sama sekali tidak ngaruh.Jasen juga sudah beberapa bulan tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah. Apa bedanya punya dia atau tidak,saya dan Jasen sudah cukup saling melengkapi". Kata Jasmine.
"Jasmine,kamu boleh suruh aku apa saja tapi tolong jangan minta saya tanda tangan surat cerai". Kata Steven.
"Permintaan untuk tanda tangan saja kamu tidak bisa menyangkupinya,apalagi yang lain". Kata Jasmine.
"Jasmine,anak saya memang salah. Keluarga kami sudah sangat bersalah kepadamu,saya tau mungkin dengan kata maaf saja tidak akan cukup. Tapi saya sebagai mertua dan nenek dari Jasen meminta untuk pertama dan terakhir,tolong jangan bercerai". Kata ibunya Steven.
"Ma,maaf saya tidak bisa. Keputusan saya sudah bulat. Mungkin perceraian hanya mengubah hidup dan status kita sebagai suami istri,tapi sampai kapanpun mama adalah nenek Jasen,aku tidak akan pernah lupa,saya punya mertua yang baik. Kesalahan Steven bukanlah salah kalian,dia sudah berbuat salah,tolong biarkan dia menanggung konsekuensinya". Terang Jasmine.
"Saya sudah mengerti maksud mu Jasmine. Jika keputusan mu sudah bulat,saya sebagai orang tua Steven mendukung keputusanmu".Ucap ayahnya Steven.
"Terimakasih Pa". Kata Jasmine.
"Pa,tolong yakinkan Jasmine untuk tidak bercerai,saya memohon". Kata Steven.
"Ada sebab ada akibat,kamu yang menyebabkan semua hal ini terjadi,maka kamu harus menerima akibatnya". Jelas ayah Steven.
"Jasmine aku bersujud padamu,saya sudah tau salah. Tolong jangan ceraikan saya,aku berjanji akan setia kepadamu". Ucap Steven yang sudah berlinang air mata.
"Kamu sudah pernah mengatakan itu sebelumnya,tapi kamu sendiri yang melanggarnya. Simpan kata-kata itu untuk selingkuhanmu Lidya,saya sudah tidak butuh". Kata Jasmine.
"Jasmine aku mohon". Kata Steven yang sudah bersujud di depan Jasmine.
"Steven,tanda tangan surat cerainya. Kamu sudah gagal menjadi seorang suami dan ayah yang baik". Kata ayah Jasmine.
"Pa,maafkan aku". Kata Steven.
"Saya memaafkan kamu,bangunlah dan cepat tanda tangan". Ucap ayahnya Jasmine.
"Cepat tanda tangan Steven!!!". Teriak ayah Steven.
Akhirnya Steven menanda tangani surat perceraian tersebut dengan terpaksa. Dia tersadar keluarga yang dia bangun telah hancur karena perbuatannya.Istri yang begitu baik dan anak yang lucu sudah dia sia-siakan demi wanita lain.
"Jasmine,bagaimana dengan Jasen? Saya ingin memeluk Jasen". Kata Steven.
"Jasen ada di rumah Mia,saya menitipkan dia disana. Aku akan mengambil hal asuh anak. Kelak jika kamu mau menemuinya,akan saya izinkan. Bagaimanapun juga kamu adalah ayahnya. Tapi kamu harus ingat satu hal,jika suatu hari Jasen tidak ingin bertemu kamu lagi,maka itu adalah hak dia". Terang Jasmine.
"Jasmine,kita masih kakek dan neneknya,apakah masih boleh menjenguk cucu kami?".Tanya ibunya Steven.
"Tentu saja,sampai kapanpun kalian tetap kakek dan neneknya". Kata Jasmine.
"Kami sangat kehilangan menantu yang baik sepertimu". Kata ayah Steven.
"Pa,Ma,saya sudah bilang,kalian tidak salah, hanya Steven yang salah. Tolong jangan menyalahkan diri sendiri lagi". Kata Jasmine.
Ayah dan ibunya Steven memeluk Jasmine sambil meminta maaf. Walaupun mereka orang tua Steven,namum Jasmine tidak pernah menyalahkan mereka atas apa yang di buat anak mereka.
"Steven, sampai sidang perceraian selesai,saya tidak akan izinkan kamu bertemu Jasen. Kamu tenang saja,aku tidak akan memberitahukan Jasen tentang perbuatan yang kamu lakukan. Saya tidak mau dia semakin membenci ayahnya sendiri,sampai setelah Jasen sudah dewasa baru saya akan beritahukan yang sebenarnya". Jelas Jasmine.
"Jas,aku masih sayang kalian berdua". Kata Steven.
"Jika kamu benar sayang,hal ini tidak akan terjadi. Oh ya,satu hal lagi,saya tidak akan minta harta gono-gini. Saya hanya perlu hak asuh Jasen dan rumah yang sudah kamu berikan atas nama saya adalah mirip saya. Jadi,besok tolong kamu beresin baju dan barang-barangmu keluar dari rumahku". Kata Jasmine.
"Jasmin,apa perlu kamu sekejam ini?". Tanya Steven.
"Aku kejam,terus perbuatan kamu tidak kejam?". Jasmine bertanya kembali.
Steven hanya bisa diam,bagaimanapun cara dia membujuk Jasmine,semuanya hanya sia-sia belaka. Kedua orang tua Jasmine dan Steven bahkan tidak bisa berkata-kata selain mengiyakan keputusan Jasmine.
__ADS_1
Terhitung dari surat cerai tersebut di tanda tangani, Steven tidak di izinkan untuk tinggal di rumah mereka dan tidak boleh melihat Jasen. Bagaimana jalan persidangan perceraian keduanya? Bagaimana kehidupan mereka setelah bercerai?