The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Sidang perceraian


__ADS_3

Hari ini adalah sidang perdana kasus perceraian antara Jasmine dan Steven. Jasmine di dampingi kuasa hukum nya bernama Ibu Manda beserta ayah dan kedua kakaknya. Sedangkan dari pihak Steven terlihat ayah dan ibu serta kakak Steven hanya di dampingi kuasa hukum. Steven tidak hadir dalam sidang perdana perceraian tersebut.


Sidang tetap di lanjutkan walaupun tanpa di hadiri Steven. Kuasa hukum Steven yang mewaki Steven dalam sidang tersebut. Dalam sidang perdana tersebut hanya proses tanya jawab dan pengumpulan bekas serta bukti.


Persidangan yang di bilang lumayan singkat,karena pihak tergugat tidak hadir. Namum karena proses pengumpulan berkas dan bukti sudah ada pada hakim,maka Jasmine dan Steven akan melakukan persidangan kedua satu bulan kemudian.


"Sidang kedua dilaksanakan satu bulan dari sekarang di hari Selasa,tanggal sepuluh Februari. Diharapkan pihak menggugat dan pihak tergugat bisa hadir di sidang kedua. Saya akan tutup sidang pada hari ini". Kata hakim.


Setelah keluar dari ruang sidang,ayahnya Jamsine mengajak pengacaranya yaitu ibu Manda untuk minum kopi bersama di sebuah Cafe. Disana Jasmine banyak bertanya perihal kasus perceraian dia kepada Ibu Manda.


"Apa kamu gugup?". Tanya ibu Manda.


"Tentu saja,saya belum pernah sekalipun menghadiri persidangan seperti ini. Jika bukan karena pernikahan,saya tidak mungkin ada disini". Kata Jasmine.


"Jangan salahkan pernikahan,tidak semua pernikahan akan menempu jalan seperti ini. Kamu harus lebih sabar dan kuat". Hibur Bu Manda.


"Apakah kasus yang ibu tanganin semuanya adalah kasus perceraian?". Tanya Jasmine.


"Tidak semua,tapi tujuh puluh persen saya memegang kasus perceraian. Ada yang lebih bahagia setelah bercerai dan ada yang menyesal setelah bercerai". Kata ibu Manda.


"Apakah dari mereka juga karena suaminya berselingkuh?". Tanya Jasmine lagi.


"Selain berselingkuh,ada juga karena faktor ekonomi,dan yang lebih parah sampai melakukan KDRT(kekerasan dalam rumah tangga), tapi di kasusmu ini,tergugat tidak pernah melakukan KDRT sekalipun. Apa kamu tidak mau mempertimbangkan lagi untuk memberikan kesempatan kepada dia?".Kata Ibu Manda.


"Tidak,sekarang dia sudah berhianat,saya tidak tau kedepannya dia mungkin saja bisa melakukan KDRT atau selingkuh lagi". Kata Jasmine.


"Baiklah,kalau kamu sudah berpikir begitu. Dalam sidang kedua,Pak hakim akan melakukan mediasi antara kedua belah pihak,tujuan mediasi agar kalian berdua bisa berpikir kembali konsekuensi dari perceraian ataun mungkin saja ada yang mau berdamai". Kata ibu Manda.


"Saya tidak akan pernah mau berdamai apapun mediasinya". Kata Jasmine.


"Jika begitu,persiapkan dirimu untuk sidang kedua. Jika ada yang perlu ditanya,kamu boleh tanya saya". Kata Bu Manda.


"Hari ini Steven tidak ikut sidang,apakah akan berdampak?". Tanya Jasmine.


"Tidak sama sekali,justru jika ada salah satu dari kalian yang tidak hadir dalam sidang akan mempercepat persidangan". Kata ibu Manda.


"Kalau begitu baguslah". Kata Jasmine.


"Baiklah,saya rasa kamu pulang sekarang Jasmine.Kamu harus banyak istirahat agar kamu bisa tetap semangat.Jangan terlalu terbebani,saya akan selalu mendampingi kamu dalam proses hukum.Sampai ketemu satu bulan mendatang". Kata Ibu Manda.


"Baik,Terimakasih Ibu". Kata Jasmine.


"Benar kata ibu Manda,kamu harus tetap semangat,lihatlah kamu menjadi kurusan". Kata kakak pertama.


"Bukan hanya ibu Manda,kita sebagai kakak kamu akan selalu mendampingi kamu". Ucap kakak kedua.


"Sekarang ayo kita pulang dulu untuk beristirahat. Mama kalian sudah menunggu kalian pulang makan siang". Kata ayah Jasmine.


Setelah sampai di rumah,ibu Jasmine sudah mempersiapkan makan siang untuk mereka. Ada banyak sekali sayuran enak,semuanya adalah makanan kesukaan Jasmine. Namum Jasmine sepertinya tidak begitu nafsu makan.


"Ini semua makanan kesukaan kamu Jasmine,makalah lebih banyak". Kata ibunya.


"Wuahh,Jasmine liat ada bebek packing kesukaan kamu". Kata kakak kedua.


"Terimakasih Ma". Ucap Jasmine.


"Jasmine,apakah kamu yakin sudah akan balik tinggal di rumah itu?". Tanya kakak pertama.


"Iya kak,Steven sudah keluar dari rumah itu,sekarang hanya ada aku dan Jasen. Kita berdua akan tinggal disana". Kata Jasmine.


"Tinggal saja disini sampai selesai persidangan". Kata ayahnya.


"Tidak masalah Pa,saya sudah tinggal disini cukup lama,Jasen selalu bertanya kenapa kita tidak pulang ke rumah". Kata Jasmine.


"Jasen hanya kangen dengan rumahnya,tapi dia juga bahagia tinggal disini". Kata ayahnya.


"Benar,Jasen sangat senang tinggal disini. Tapi bagaimanapun saya akan mulai mencoba hidup dari awal di rumah itu,Jasen pelahan-lahan akan terbiasa dengan rumah tanpa seorang ayah". Terang Jasmine.


"Tinggal disini sampai kamu selesai sidang,disini kita bisa menemani kamu". Kata ayah Jasmine.


"Tapi Pa,saya disini sudah cukup merepotkan papa dan mama". Kata Jasmine.


"Bagaimana bisa ada kata repot untuk anak dan cucuku. Papa dan mama sangat senang sekali kamu bisa tinggal disini". Kata ibunya.


"Benar kata mama mu,papa bisa melihat anak kesayangan papa dan cucu ku tiap hari adalah sebuah kebahagiaan. Walaupun sekarang rumah tanggamu hancur,tapi jangan lupa kamu punya keluarga yang akan selalu merangkulmu dengan hangat". Terang ayahnya.


"Dengarkan kata papa dan mama,tinggal lah disini sampai sidang perceraianmu selesai. Saya dan kakak kedua juga akan sering disini untuk menemani kamu". Kata kakak pertama.


"Baiklah,kalian sudah berkata seperti ini,saya akan ikutin kalian". Kata Jasmine.


Sudah sebulan lebih sejak kejadian perselingkuhan Steven,tidak ada lagi senyuman di wajah Jasmine sampai hari ini di meja makan keluarga,Jasmine tersenyum kembali. Dia begitu bahagia mendapat keluarga yang selalu ada untuknya.


Keesokan harinya di kantor,Jasmine terkejut karena banyak bouquet bunga di meja kantornya. Serta ada beberapa kue tart. Padahal dia tidak sedang berulang tahun.


"Ada apa ini Mia?" Tanya Jasmine.


"Suprise". Kata Mia.

__ADS_1


"Semangat Jasmine,kita akan selalu mendukungmu!!!". Teriak staf yang tiba-tiba muncul di ruangan.


"Ini adalah bentuk support kita untuk kamu Jasmine. Kita tau ini berat,kita tau kita tidak bisa bantu apa-apa,setidaknya izinkan kami untuk memberikan semangat untukmu". Kata Marco.


"Jadi,kalian semua sudah tau ya?". Tanya Jasmine.


"Eittt...jangan salahkan saya ya Jasmine,saya tidak ada ngomong apapun sama mereka". Kata Mia.


"Hmmm...maaf Jasmine,sebenarnya saya yang kasih tau mereka". Ucap Marco.


"Jasmine jangan salahkan Marco ya,sebenarnya kita semua mendesak Marco agar memberitahukan yang sebenarnya". Ucap Shelly salah satu teman kantor.


"Iya kita yang mendesak Marco". Jawab teman lain.


"Kita tidak pernah melihat kamu begitu,biasanya kamu sangat bersemangat. Maafkan kalau kita kepo". Kata Toni staf disana.


"Bagaimana saya bisa menyalahkan siapapun disini,apalagi menyalahkan Marco. Dia sudah banyak membantu aku. Terimakasih atas perhatian kalian semua. Kalian semua disini adalah keluarga kedua saja,lagi-lagi kalian membuat saya terharu". Terang Jasmine.


"Ini tisue nya Jasmine,gara-gara kalian,tisue habis lagi". Ejek Mia.


"Sekarang kamu potong kue tart nya Jasmine,walaupun kamu tidak sedang berulang tahun,anggap aja kue tart yang kamu potong akan memotong semua kesedihan dan di gantikan dengan kebahagiaan". Kata Marco.


Sebelum Jasmine akan siap-siap memotong kue tart,tiba-tiba Pak Hadi atasan mereka masuk ke dalam ruangan.


"Kalian semua sungguh keterlaluan,bagaimana kalian bisa melakukan ini semua tanpa mengajak saya?". Kata Pak Hadi.


"Maaf Pak,kami...". Kata Marco.


"Jasmine,aku udah disini,ayo lanjutkan potong kuenya". Kata Pak Hadi.


"Pak,kamu tidak akan marah kepada mereka kan?". Tanya Jasmine.


"Saya disini untuk bergabung,bukan mau membubarkan". Kata Pak Hadi.


Semua ketawa mendengar pengakuan Pak Hadi,Jasmine lalu memotong kue tart yang ada di depannya dan membagikan kepada semuanya. Dengan adanya teman kantor yang begitu pengertian,Jasmine merasa semangat kembali.


Kini semua orang di kantor sudah mengetahui kabar perceraian Jasmine,namum tidak ada yang menghujat atau membicarakan hal negatif tentangnya. Semua teman kantor mendukungnya dan mendoakannya agar Jasmine bisa melewati cobaan ini.


Disisi lain,Lydia yang merupakan sekertaris Steven sekaligus selingkuhan Steven mengirim sebuah sebuah bingkisan yang dalamnya ada sebuah surat. Bingkisan tersebut di taruh di depan rumah orang tua Jasmine.


Setelah Jasmine pulang dari kerja,dia melihat bingkisan tersebut yang awalnya tidak ada nama pengirim,namum tertulis untuk Jasmine. Jasmine kemudian membuka bingkisan tersebut dan melihat ada surat di dalamnya.


Surat tersebut bertulis "Untuk kak Jasmine tercinta,setelah kamu menerima surat ini,saya harap kamu membacanya sampai habis sebelum membuangnya. Saya Lydia,wanita tidak tau diri yang menghancurkan rumah tangga kamu. Saya tau saya tidak pantas menerima maafmu,namum saya tetap ingin meminta maaf,saya sangat bersalah. Awal mula saya bisa dekat dengan Pak Steven karena saya ada masalah dengan pacarku,kemudian mempengaruhi kerjaanku yang kemudian dia memberikan semangat untukku. Dari situ saya menaruh hati kepadanya,walaupun saya tau dia adalah pria yang sudah beristri. Saya tau dia begitu mencintai keluarga,namum saya berusaha menggodanya dan kita kencan beberapa kali sampai akhirnya ketahuan. Dari sini saya sadar,dengan egois saya menghancurkan kebahagiaan orang,saya tidak akan pernah bahagia. Kak Jasmine,aku sangat menyesal,begitu pula dengan Pak Steven. Saya akan resign dari perusahaan dan tidak akan berhubungan dengan Pak Steven lagi. Besar harapan saya melihat kalian kembali bersama. Dia sangat mencintai anda,dia selalu menangis sambil memeluk foto keluarga kalian. Saya harap ada keajaiban yang bisa merubah keputusan anda untuk membatalkan perceraian. Dari saya yang berdosa,Lidya".


Setelah membaca surat dari Lydia tersebut,dia langsung segera mengoyak dan membuangnya ke tong sampah. Benar-benar tidak ada lagi yang bisa merubah keputusan Jasmine untuk bercerai.


Setelah satu bulan kemudian,waktunya Jasmine menghadiri sidang perceraian kedua,kali ini Steven hadir dalam sidang tersebut bersama keluarga dan pengacaranya,begitu juga dengan Jasmine hadir bersama keluarga dan pengacaranya. Steven tanpa lesu dan tidak semangat,mukanya pucat seperti orang yang sedang sakit. Sesekali Steven melirik ke arah Jasmine untuk mencuri pandang. Namum Jasmine yang sama sekali sudah tidak peduli.


Sidangnya pun selesai,namum masih ada satu sesi sidang lagi yang harus mereka jalankan. Sidang ketiga atau sidang akhir mereka di lakukan dua bulan mendatang,dalam sidang tersebut akan mengumumkan hasil final dari kasus tersebut dan menyangkut hak asuh anak dan harta.


Walaupun Steven yang di nyatakan bersalah,namum hak asuh anak bisa saja jatuh ke tangan Steven.


Karena walaupun sudah bercerai,keduanya punya kewajiban untuk memelihara dan mendidik anak mereka sampai anak tersebut dinyatakan dewasa atau sudah menikah. Itu yang membuat Jasmine semakin was-was dan kurang optimis.


"Bagaimana ini Bu Manda,apakah saya bisa memenangkan hak asuh anak saya? Saya tidak butuh harta,saya hanya ingin anak saya Jasen". Kata Jasmine.


"Tentu saja,jika kamu mempunyai kemampuan untuk menghidupi dan mendidik anak,apalagi anak sebelum umur dua belas tahun kemungkinan akan jatuh kepada ibunya". Kata Bu Manda.


"Aku hanya takut jika pihak Steven mengajukan banding". Kata Jasmine.


"Kamu tenang saja Jasmine,jika mereka ajukan banding sekalipun,hakim tau undang-undang yang belaku di negara kita". Terang Bu Manda.


"Tetap saja saya takut sekali". Ucap Jasmine.


"Kamu tenanglah dulu,semua akan baik-baik saja. Steven juga punya hak atas Jasen,tapi bukan sebagai hak asuh,dia punya hak untuk bertemu Jasen sesuai perjanjian kalian berdua dan dia punya kewajiban untuk menafkahi Jasen". Kata Bu Manda.


"Ibu,saya mohon lakukan apapun agar saya bisa memenangkan hak asuh anak". Kata Jasmine.


"Jasmine saya berjanji,tapi kamu harus tenang dulu". Bu Manda menghibur Jasmine.


"Baiklah,sepertinya saya sedikit sakit kepala". Kata Jasmine.


"Pulanglah istirahat,kamu harus pastikan kamu sehat saat sidang agar hakim bisa menyerahkan hak asuh Jasen kepadamu". Kata Bu Manda.


"Baiklah Ibu,Terimakasih". Kata Jasmine.


Walaupun Bu Manda sudah meyakinkan Jasmine,tetap saja hal ini membuat Jasmine tidak tenang. Mia juga menghibur Jasmine,namum semakin di pikir,Jasmine semakin takut. Dua bulan baginya seperti hidup dalam ketakutan.


"Mia,aku bisa menang gak menurut kamu?". Tanya Jasmine.


"Dengarkan kata Bu Manda,dia sudah meyakinkan kamu untuk tenang,semua udah diatur undang-undang,dan berkas kamu cukup membuat kamu sah untuk mendapatkan hak asuh". Terang Mia.


"Tapi tetap saja saya sangat takut". Kata Jasmine.


"Tenangkan dirimu Jasmine,jika kamu terus seperti ini,nanti kamu bisa sakit". Kata Mia.


"Semakin di pikir semakin menakutkan". Kata Jasmine.

__ADS_1


"Kalau begitu,jangan terlalu di pikirkan. Percayalah Jasmine,semua akan baik-baik saja". Kata Mia.


Kemudian telepon di meja kantor berbunyi. Ternyata Marco menelepon untuk menanyakan perihal dokumen.


"Halo Jasmine,dokumen dari investor yang kamu kirim ke emailku sepertinya ada yang perlu direvisi". Kata Marco.


"Hmmm...baiklah Marco,saya akan segera revisi dan kirim ulang". Kata Jasmine.


"Baiklah". Marco lalu menutup teleponnya.


Jasmine segera melihat input dokumen yang dia kirim ke Marco dan ternyata benar-benar banyak yang harus dia revisi. Dia baru sadar,bahkan tempat dan tanggal saja dia salah input. Jasmine berusaha fokus untuk merevisi dokumen tersebut.


Setelah di revisi,Jasmine segera mengirim ulang ke email Marco. Namum lagi-lagi Marco menelepon untuk direvisi.


"Halo Jasmine,hmmm...email yang barusan kamu kirim ke aku,coba kamu perhatikan.Nama investor di dokumen A dan dokumen B tertukar. Jika ini sampai pada Pak Hadi,bisa fatal". Kata Marco.


"Astaga,maaf Marco. Saya akan segera merevisi lagi".Kata Jasmine.


"Apa kamu baik-baik saja Jasmine?". Tanya Marco.


"Saya baik-baik saja. Maaf ya saya kurang teliti. Aku akan lebih memperhatikan". Kata Jasmine.


"Baiklah,saya tunggu. Siang nanti Pak Hadi akan membawa dokumen tersebut". Kata Marco.


"Ok,saya segera memperbaikinya". Ucap Jasmine.


Setelah revisi untuk kesekian kali,akhirnya dokumen tersebut sudah benar. Dan Marco segera memberikan kepada Pak Hadi untuk dibawa pergi bertemu investor.


Keesokan harinya,Pak Hadi meminta semua devisi finance untuk meeting. Pak Hadi meminta Jasmine untuk menarik data investor dan data customer dari tahun lalu. Jasmine segera menarik data untuk kepentingan meeting. Namum di dalam ruangan meeting,lagi-lagi Jasmine melakukan kesalahan,dia menarik data investor dan customer dari dua tahun lalu sampai sekarang.


Ketika Pak Hadi mau mempresentasikan,dia baru menyadari ada data yang tidak sesuai dengan yang dia minta. Bahkan dia melihat Jasmine seperti linglung dan pandangan Jasmine terlihat kosong.


"Jasmine...Jasmine...". Kata Pak Hadi.


"Iya Pak". Jawab Jasmine.


"Apa kamu kurang sehat?". Tanya Pak Hadi.


"Tidak Pak,saya baik-baik saja". Kata Jasmine.


"Data yang kamu tarik salah,harusnya data dari tahun lalu bukan dari dua tahun yang lalu".Terang Jasmine.


"Ma...maaf Pak,saya akan tarik ulang datanya". Kata Jasmine.


"Meeting kita lanjut besok saja,silakan kalian kembali ke ruangan kalian". Kata Pak Hadi.


Seketika seisi ruang meeting menjadi hening,satu persatu keluar dari ruang meeting. Namum Jasmine keluar paling terakhir. Dia menuju ke Pak Hadi yang masih duduk di kursi untuk meminta maaf.


"Pak,maaf. Gara-gara saya,meeting jadi di tunda besok". Kata Jasmine.


."Kamu tampak tidak semangat Jasmine,tidak seperti biasa kamu begitu. Apa karena masalahmu?". Tanya Pak Hadi.


"Tidak Pak,saya... saya janji akan lebih fokus". Kata Jasmine.


"Baiklah,kamu siapkan bahan meeting untuk besok". Kata pak Hadi.


Jasmine pun segera menuju kembali ke ruanganya dengan perasaan bersalah. Dia terlihat memakan obat sakit kepala.


"Jasmine,kamu sakit ya?". Tanya Mia.


"Hanya sakit kepala". Kata Jasmine.


"Kamu istirahat saja,biarkan saya yang menarik datanya". Kata Mia.


"Tidak perlu Mia,saya masih sanggup. Maaf ya meeting batal,terpaksa harus di tunda besok". Kata Jasmine.


"Tidak masalah,kamu yakin kamu bisa?". Tanya Mia lagi.


"Bisa,tenang saja". Kata Jasmine.


Jasmine melanjutkan kerjanya,walaupun dia memang sedang sakit kepala,dia menolak bantuan Mia karena merasa bertanggung jawab atas tugasnya.Keesokan harinya,mereka kembali ke ruang meeting, Jasmine menyerahkan bahan meeting yang benar kepada Pak Hadi,kali ini Jasmine tidak melakukan kesalahan,namum terlihat jelas jika dia tidak fokus.


Pak Hadi sebelumnya sudah bertanya kepada Mia dan Marco tentang keadaan Jasmine,mereka berdua mengatakan hal yang sebenarnya tentang Jasmine. Hal itu membuat Pak Hadi prihatin terhadap Jasmine dan mengabaikan Jasmine yang tidak konsentrasi dalam meeting tersebut.


Namum ada satu hal yang menganggu Pak Hadi.CEO perusahaan menelepon Pak Hadi,dia mengatakan akan berkunjung ke perusahaan besok. CEO hampir tidak pernah menginjakkan kakinya ke perusahaan, tujuan dia datang besok adalah ingin menilai sendiri kinerja karyawan. Dan yang paling mengejutkan adalah CEO ingin bertemu langsung dengan head accounting yaitu Jasmine. Melihat keadaan Jasmine sekarang,Pak Hadi merasa khawatir.


"Meeting hari ini sampai disini,semuanya sudah boleh kembali keruangan kalian kecuali Jasmine".Kata Pak Hadi.


"Ada apa Pak? Apakah saya melakukan kesalahan lagi?". Tanya Jasmine.


"Tidak Jasmine,ada hal yang mau saya kasih tau". Kata Pak Hadi.


"Silakan Pak". Ucap Jasmine.


"Besok CEO perusahaan kan datang ke kantor,tujuan dia datang adalah untuk menilai sendiri kinerja karyawan,dan beliau besok ingin bertemu dengan kamu head accounting dahulu.Persiapkan diri kamu Jasmine,saya tidak tau berdasarkan apa penilaiannya". Jelas Pak Hadi.


"Baik Pak". Kata Jasmine.

__ADS_1


Kenapa CEO datang di waktu yang tidak tepat,di saat Jasmine mengalami masa surut. Namun apapun itu,besok Jasmine harus menghadapinya.


.


__ADS_2