The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Kebun bunga di belakang kantor


__ADS_3

Sebenarnya apa yang ada di pikiran Vincent? Harusnya dia tau jika ternyata Steven bekerja di perusahaan ayahnya,namum dia bersikap seolah tidak tau apa-apa dan mengirim Jasmine beserta anggotanya kesana untuk training audit.


Walaupun tindakan Vincent membuat Mia dan Marco bertanya-tanya,namum Jasmine hanya memikirkan satu hal,dia males jika akan bertemu dengan mantan suaminya disana.Jasmine hanya bisa pasrah dengan keadaan.


Satu minggu kemudian,waktunya mereka untuk pergi mempelajari audit di PT.Golden Winner Goods. Jasmine membawa lima orang dari tim nya,dan Pak Hadi membawa tiga orang dari tim nya. Mereka semua ikut bus yang akan mengantar mereka ke perusahaan yang dituju.


"Jasmine kamu baik-baik saja kan?". Tanya Mia.


"Hmmm...baik". Kata Mia.


"Apakah Steven tau kalau kita yang akan kesana?". Tanya Mia.


"Saya rasa dia tau,tapi kita harus profesional". Kata Jasmine.


Setelah hampir setengah jam pejalanan,mereka akhirnya sampai di tempat tujuan. Kedatangan mereka di sambut oleh tim eksternal audit yang sudah menunggu mereka disana. Satu persatu dari mereka turun.


"Selamat datang untuk kalian semua,sebelumnya saya perkenalkan diri dulu,nama saya Kevin. Saya adalah ketua tim audit disini. Dan ini asisten saya Andi berserta anggota saya yang lain. Kami disini dengan senang hati akan memberikan pelajaran seputar audit baik dalam bentuk teori dan praktik. Semoga kalian semua bisa mengikuti pelajaran ini dengan baik". Terang Kevin ketua tim.


"Terimakasih banyak Pak Kevin,saya harap kita bisa mendapatkan ilmu yang berharga dari sini". Kata Pak Hadi.


"Sama-sama,silakan masuk". Kata Kevin.


Setelah mereka masuk kedalam,ternyata perusahaan ayahnya Vincent tidak kalah megah dari perusahaan mereka. Dan ketua tim audit Kevin memulai audit dari devisi accounting duluan.


Mereka juga disambut baik oleh staf yang ada disana.


Materi demi materai diberikan,semuanya belajar dengan sangat serius. Terlihat semuanya sangat antusias dalam belajar. Sampai saat makan siang tiba,mereka akhirnya beristirahat. Ternyata di perusahaan itu juga terdapat kantin besar seperti kantor mereka.


Karena mereka sudah diberikan voucher makan siang dari Vincent. Mereka segera menuju ke kantin untuk memesan makanan yang mereka mau. Dan disana pertemuan antara Jasmine dan Steven terjadi.


"Hmmm...selamat siang teman-teman,kalian datang untuk audit?". Tanya Steven yang menghampiri meja mereka.


"Oh,kamu Steven kan? Hmmm...ternyata kamu kerja disini?". Tanya Pak Hadi.


"Iya Pak Hadi,saya tidak menyangka jika perusahaan ini dan perusahaan kalian ternyata....". Kata Steven.


"Eh,iya. Perusahaan kami dipegang oleh anaknya,dan perusahaan kalian dipegang oleh bapaknya". Terang Pak Hadi.


"Hi Marco,Mia,Jasmine". Kata Steven.


"Hmmm...Hi Steven,lama tidak bertemu". Ucap Marco.


"Jas,kita pergi pesan makanan yuk?". Ajak Mia.


"Yuk".Jawab Jasmine segera.


"Eh,Steven mau gabung dengan kami?". Tanya Pak Hadi.


"Ehmm...Terimakasih Pak,saya duduk disana saja. Jasmine akan keberatan jika saya semeja dengan kalian". Kata Steven.


"Untung tau diri". Ucap Marco.


"Eh Marco,jangan seperti itu". Kata Pak Hadi.


"Saya permisi". Kata Steven.


"Baik,silakan". Balas Pak Hadi.


"Hmmm...saya penasaran mana sekertarisnya".Kata Marco.


"Marco,kita disini untuk belajar bukan bergosip". Kata Pak Hadi.


"Iya deh Pak,kan cuma penasaran saja". Kata Marco.


"Steven adalah teman kamu,kenapa kamu bersikap dingin padanya?". Tanya Pak Hadi.


"Saya anggap dia teman,saya ikut menjodohkan dia dengan Jasmine. Tidak disangka dia setega itu menghianati Jasmine". Jelas Marco.


"Kita tidak pernah tau sifat manusia yang sebenarnya,kembali lagi ke diri masing-masing. Mungkin dia memang salah,tapi sebagai teman,kita jangan memojokkan dia. Saya melihat dia memang benar-benar menyesal". Terang Pak Hadi.


"Bagaimana saya bisa anggap dia teman setelah apa yang sudah dia lakukan kepada Jasmine yang sudah seperti adikku sendiri". Kata Marco.


"Saya mengerti perasaan kamu,tapi pelan-pelan buang sedikit demi sedikit kebencianmu kepada Steven. Bagaimanapun juga dia adalah ayah dari anak Jasmine".Kata Pak Hadi.


"Saya akan usahakan,tapi saya tidak yakin bisa". Kata Marco.


"Kamu pasti bisa Marco". Kata Pak Hadi.


"Serius sekali,apa yang kalian bicarakan?". Tanya Mia.


"Ehmm...kita membahas apa yang kita pelajari hari ini,iya kan Pak Hadi?". Kata Marco.


"Benar". Ucap Pak Hadi.


"Tumben teman kamu tidak semeja dengan kita". Nyinyir Mia.


"Ehmm..,kamu mau semeja dengannya? Silakan duduk disana". Kata Marco.


"Aku sih ogah". Kata Mia.


"Kalian berdua jangan berdebat lagi,ayuk makan". Kata Pak Hadi.


Akhirnya mereka berdua terdiam dan menyantap makanan di depan mereka. Pak Hadi melihat Jasmine kelihatan tidak begitu semangat seperti ada sesuatu yang menganggu pikirannya.


"Jasmine,kamu kenapa?". Tanya Pak Hadi.


"Hah...tidak apa-apa Pak". Jawab Jasmine.


"Sepertinya ada sesuatu yang menganggu pikiranmu. Kamu seperti sedang memikirkan sesuatu". Kata Pak Hadi.


"Benar,hari ini kamu sama sekali tidak bersuara,apa karena Steven?". Tanya Marco.


"Hmm..,tidak sama sekali. Steven sudah tidak ada hubungannya dengan aku". Kata Jasmine.


"Setelah selesai makan,kalian keluar sebentar untuk mencari udara segar,agar kalian bisa lebih bersemangat lagi". Kata Pak Hadi.


"Baik Pak". Kata Jasmine.


Setelah selesai makan,Jasmine dan Mia berjalan ke taman yang ada di belakang kantor dan menikmati pemandangan yang ada disana.

__ADS_1


"Hmmm...segar sekali udara disini,Jasmine apakah kamu mencium sesuatu yang harum?". Tanya Mia.


"Tentu saja,itu adalah harum bunga". Kata Jasmine.


"Kamu benar Jas,banyak sekali bunga disana. Sepertinya itu kebun bunga". Kata Mia.


"Ayo kita kesana".Ajak Jasmine.


"Eh... Jasmine,jangan-jangan bunga yang selama ini kamu terima dari Vincent berasal dari sini. Bunga-bunga disini sangat segar,sama seperti bunga segar yang di kirimkan untuk kamu". Kata Mia.


"Saya juga berpikir seperti itu.Ternyata Vincent punya kebun bunga di belakang perusahaan ayahnya". Kata Jasmine.


"Jas,bukankah itu tukang kebun?dia sampai mempekerjakan banyak sekali tukang kebun disini".Kata Mia.


"Wajar dia memperkerjakan begitu banyak tukang kebun,lihatlah kebunnya seluas ini". Kata Jasmine.


"Benar,ini luas sekali". Kata Mia.


"Aku mau jalan kesana untuk melihat-lihat". Kata Jasmine.


"Eh,Jasmine tunggu aku". Ucap Mia.


"Apakah ini bunga Gardenia?". Tanya Jasmine kepada seorang pekerja.


"Benar,ini adalah bunga Gardenia". Kata pekerja tersebut.


"Oh,bagus sekali". Kata Jasmine.


"Bunga jenis ini banyak digunakan untuk aroma parfum karena keharumannya". Lanjut seorang ibu pekerja.


"Apakah saya boleh bertanya lagi ini bunga apa?". Tanya Jasmine.


"Ini adalah bunga Sweet Pea". Jawab ibu tersebut.


"Oh,saya belum pernah menerima bunga ini dari dia". Kata Jasmine.


"Maksudnya?". Tanya ibu tersebut.


"Hmmm...tidak apa-apa". Kata Jasmine.


"Bunga jenis Sweet Pea sangat susah untuk dijadikan bouquet,wajar jika kamu tidak menemukan bunga jenis ini di toko bunga". Terang ibu pekerja tersebut.


"Oh begitu,maaf sudah menganggu ibu".Kata Jasmine.


"Sama sekali tidak menganggu. Sepertinya kamu sangat menyukai bunga". Kata ibu pekerja.


"Benar,saya suka sekali dengan bunga". Kata Jasmine.


"Oh ya Ibu,kenapa perusahaan ini ada kebun bunga? Apakah bos suka dengan bunga juga?". Tanya Mia.


"Lahan disini sangat luas. Awalnya sisa lahan ini hanya semak-semak. Kemudian tuan muda kita ingin agar lahan ini menjadi kebun bunga". Kata Ibu pekerja.


"Oh begitu?hmmm sangat jarang ada cowok yang begitu menyukai bunga sampai membuat kebun bunga yang luas". Kata Mia.


"Sebenarnya tuan muda kita punya alasan tertentu". Kata Ibu pekerja.


"Selain karena nyonya juga lumayan suka dengan bunga,alasan yang paling utama adalah tuan muda kita jatuh cinta kepada seorang gadis sejak dia masih SMA. Gadis tersebut sangat menyukai bunga,bahkan sampai saat ini,tuan muda masih diam-diam mengirim bouquet bunga kepada gadis tersebut. Saya tidak tau apakah gadis tersebut sudah menikah atau belum. Saya yakin gadis tersebut adalah gadis yang cantik dan baik hati". Terang ibu pekerja.


"Ternyata kita benar Jasmine,bunga yang dia kirim untuk kamu memang berasal dari sini". Ucap Mia.


"Jasmine? Jadi kamu adalah nona Jasmine yang disukai oleh tuan muda?". Tanya Ibu pekerja.


"Hmmm...aku....".Ucap Jasmine.


"Benar Ibu,dia adalah nona Jasmine yang disukai oleh tuan muda Vincent". Jelas Mia.


"Mia...ssstttt....(Jasmine menarik tangan Mia). Maaf Ibu,kita harus kembali bekerja". Kata Jasmine.


"Baik nona Jasmine". Kata Ibu tersebut.


"Jasmine,kenapa menarik tanganku? Masih banyak yang mau saya tanyakan kepada ibu itu". Kata Mia.


"Sudah Mia,kita sudah cukup menganggu mereka. Sudah waktunya kita kembali". Kata Jasmine.


"Hmmm...baiklah". Kata Mia.


Setelah mereka balik kedalam kantor. Mereka disibukkan dengan pelajaran demi pelajaran sampai tidak terasa sudah waktunya pulang. Semua kembali ke bus yang akan mengantar mereka kembali ke kantor mereka.


Sungguh hari yang melelahkan. Pada malam harinya,Jasmine masih harus mengajari Jasen belajar dan melihat jadwal kegiatan Jasen di sekolah besok. Setelah semuanya selesai,dia kembali menidurkan Jasen. Tidak berapa lama Jasen pun tertidur.Lagi-lagi Vincent menelepon Jasmine pas di saat Jasen sudah tertidur.


"Ada apa?". Tanya Jasmine.


"Jawab telepon di mulai dengan kata Halo dulu Jasmine". Kata Vincent.


"Saya hari cukup lelah,langsung ke intinya saja. Ada apa? Kalau tidak penting saya mau tutup telepon". Kata Jasmine.


"Hmmm...sebenarnya aku ada di depan rumahmu. Bolehkah kamu buka pintu?". Kata Vincent.


"Kenapa kamu di depan rumahku? Ini sudah malam". Kata Jasmine.


"Karena sudah malam,tolong buka pintu. Saya tidak akan pergi sampai kamu buka pintu". Ancam Vincent.


"Aku tidak mau,malam-malam begini kerumah orang. Gila kamu ya?". Ucap Jasmine.


"Aku datang pagi kamu bilang kepagian,aku datang malam kamu bilang aku gila". Kata Vincent.


"Setidaknya kasih tau ada keperluan apa datang kesini. Aku tidak akan buka pintu sebelum kamu kasih tau". Kata Jasmine.


"Ya,aku kesini membawakan sesuatu untuk kamu.Saya tidak akan lama,setelah kamu menerimanya, saya akan pulang". Terang Vincent.


"Hmmm,awas saja lama". Kata Jasmine.


Jasmine segera membuka pintu rumah dan memang Vincent sudah berdiri di luar. Jasmine tidak membiarkan Vincent masuk kedalam rumahnya karena sudah malam,takut nanti terjadi fitnah atau sesuatu hal yang tidak diinginkan.


"Halo Jasmine". Kata Vincent.


"Cepat,apa yang mau kamu kasih?". Tanya Jasmine.


"Saya membawa sup herbal untuk kamu,ini adalah masakan ibuku. Sangat berkhasiat untuk kesehatan dan mengurangi kelelahan". Kata Vincent.

__ADS_1


"Ibu kamu memasak untukmu,lalu kamu membawakan untukku?". Tanya Jasmine.


"Hmmm...sebenarnya ibuku memasak untukmu". Kata Vincent.


"Ini sungguh di luar nalar. Bawa pulang untuk kamu saja". Kata Jasmine.


"Jasmine saya serius. Kamu tidak menghargai aku tidak masalah,kamu tidak menghargai ibuku yang sudah masak untukmu?". Kata Vincent.


"Ibumu tidak mengenal aku Vincent,bagaimana dia bisa memasak sup untuk orang yang dia tidak kenal?kamu mau berbohong?".Kata Jasmine.


"Saya tidak pernah berbohong padamu. Kamu memang tidak mengenal ibuku,tapi dia sangat mengenal kamu.Dia baru pulang dari luar negeri hari ini. Sup herbal ini dalamnya ada ginseng yang dia bawa dari luar negeri. Saya mohon terimalah ini agar dia tidak kecewa".Jelas Vincent.


"Hmmm...baiklah.Saya akan terima ini. Terlepas dari kamu bohong atau tidak,sampaikan terimakasih ku untuknya. Ada lagi?". Tanya Jasmine.


"Ini ada coklat untuk Jasen. Tolong sampaikan maafku karena tidak bisa menemuinya. Saya ingin datang lebih awal tapi saya tau kamu masih sibuk,jadi....". Kata Vincent.


"Jadi sekarang kamu sudah boleh pulang". Kata Jasmine.


"Hmmm...baiklah. Aku senang bisa melihat kamu hari ini walaupun sebentar". Kata Vincent.


"Tapi saya senang seharian tidak melihat kamu". Kata Jasmine.


"Hahaha...segera di minum sup nya selagi panas. Kalau begitu saya permisi".Kata Vincent.


Jasmine menutup kembali pintunya setelah Vincent pulang. Dia ke dapur untuk meminum sup buatan ibunya Vincent.Setelah selesai meminum sup,Jasmine kembali ke kamar untuk tidur.Namum ada sesuatu yang mendorong hati Jasmine untuk menelepon Vincent.


"Halo". Kata Vincent.


"Hmmm...sudah sampai di rumah?". Tanya Jasmine.


"Hehe...". Vincent ketawa tipis.


"Apa yang kamu ketawakan? Jawab aku!". Kata Jasmine.


"Aku masih di jalan,bentar lagi sudah sampai". Kata Vincent.


"Oh baguslah,apa yang kamu ketawakan tadi?". Tanya Jasmine lagi.


"Aku hanya bahagia,ternyata kamu mengkhawatirkan saya". Kata Vincent.


"Kamu jangan salah paham. Karena kamu sudah jauh-jauh mengantar sup untuk ku,jadi sepantasnya saya memastikan kamu selamat sampai di rumah". Kata Jasmine.


"Hmmm...begitu". Kata Vincent.


"Baiklah saya tutup teleponnya,bye". Kata Jasmine.


"Bentar,karena kamu sudah menelepon aku,setidaknya temanin aku mengobrol sampai aku tiba di rumah". Ucap Vincent.


"Kamu di kasih hati minta jantung". Kata Jasmine.


"Kamu bahkan belum memberikan hatimu". Kata Vincent.


"Aku tidak ada topik percakapan". Kata Jasmine.


"Bagaimana hari ini kalian di perusahaan ayahku?Apakah kalian mengalami kesulitan?". Tanya Vincent.


"Kami menerima pelajaran dengan baik". Kata Jasmine.


"Baguslah". Kata Vincent.


"Di belakang kantor ada kebun bunga yang luas. Kamu mengambil bunga yang segar dari sana untuk dikirimkan untukku. Benarkan?". Kata Jasmine.


"Benar. Kamu sudah mengetahuinya?". Kata Vincent.


"Saya dan Mia sempat berjalan di kebun bunga itu".Kata Jasmine.


"Ternyata kalian bukan hanya belajar disana,tapi sempat mengunjungi kebun bungaku".Kata Vincent.


"Pak Hadi menyuruh kami untuk keluar mencari udara segar,saya melihat kebun bunga. Jadi saya dan Mia melihat-lihat kesana". Terang Jasmine.


"Ya baguslah,apa kamu mencari tau sesuatu disana?".Tanya Vincent.


"Emangnya apa lagi yang harus saya tau? Aku disana untuk belajar bukan untuk liburan". Jawab Jasmine.


"Benar juga. Apa kamu bertemu Steven disana?". Tanya Vincent.


"Ternyata dari awal kamu sudah tau kalau Steven bekerja di perusahaan ayahmu?". Kata Jasmine.


"Tidak,saya tidak tau sebelumnya.Saya baru tau setelah saya mencari tau". Kata Vincent.


"Kamu sungguh mengerikan.Sepertinya kamu banyak sekali rahasia yang tidak aku ketahui". Kata Jasmine.


"Hehe,kamu selalu saja berprasangka buruk tentangku. Apakah aku ini tidak pernah ada baiknya di matamu?".Kata Vincent.


"Kalu begitu,jawab aku tiga pertanyaan saja. Yang pertama siapa sebenarnya ibumu?".Tanya Jasmine.


"Dia adalah seorang istri presiden direktur dan seorang ibu dari CEO tampan". Kata Vincent.


"Jawaban apa ini. Tolong jawab yang benar". Kata Jasmine.


"Saya sudah menjawab dengan benar Jasmine. Memang begitu kenyataannya". Kata Vincent.


"Hmmmm...ya sudah lanjut pertanyaan kedua,kenapa dia mengenal saya?". Tanya Jasmine.


"Karena kamu adalah wanita yang di cintai anaknya,calon menantunya". Kata Vincent.


"Jangan ngawur. Jawab yang benar!". Ucap Jasmine yang mulai kesal.


"Ini juga benar Jasmine.Hmmm...saya sudah sampai dirumah". Kata Vincent.


"Pertanyaan ketiga,siapa kamu sebenarnya?Pasti ada sesuatu yang tidak aku ketahui".Kata Jasmine.


"Kamu lucu sekali Jasmine,padahal kamu jelas sudah tau saya Vincent teman SMA kamu,CEO kamu". Kata Vincent.


"Hmmm... baiklah,saya sangat lelah hari ini. Kamu sudah sampai di rumah,saya akan tutup teleponnya. Terimakasih sudah repot membawa sup untukku,ini adalah yang terakhir. Saya harap kamu tidak perlu datang lagi ke rumahku.Bye". Jasmine menutup telepon dengan kesal.


"Jas,halo...kenapa dia sensitif sekali hari ini". Kata Vincent.


Jasmine semakin jengkel kepada Vincent,namum dia mulai penasaran kepada Vincent. Jasmine sangat yakin kalau Vincent punya rahasia besar yang tidak dia katakan. Lalu apakah rasa penasaran Jasmine sekarang membawa nya mengetahui rahasia Vincent?

__ADS_1


__ADS_2