The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Liburan Keluarga


__ADS_3

Selama Steven di luar negeri,Jasmine selalu mendapatkan telepon dari Steven yang hanya sekedar menanyakan kabar atau mengobrol sedikit tentang kegiatan yang ada disana. Namum Jasen yang masih kecewa dengan ayahnya tidak pernah mau mendengar telepon,walaupun sudah di bujuk oleh Jasmine dan kakek neneknya.Jasen lebih memilih sibuk sendiri dengan mainannya.


"Jasen,ini daddy telepon dari luar negeri,sini daddy mau mendengar suaramu". Kata Jasmine.


"Gak mau ahh...". Ucap Jasen sedikit jengkel.


"Jasen,nanti baru lanjut main,sekarang kamu dengar telepon daddy dulu". Kata kakeknya.


"Ngak mau,kenapa di luar negeri baru cari Jasen,biasanya juga daddy ngak pernah temanin Jasen main". Kata Jasen.


"Jasen,nanti kakek sama nenek temanin Jasen main lagi,sekarang Jasen ngomong dulu sama daddy". Bujuk neneknya.


"Ngak mau!! Ngak mau!! Jasen benci daddy!". Teriak Jasen.


Steven yang mendengar semua apa yang Jasen ucapkan seketika membeku dan pasrah.


"Gak apa-apa Jasmine,biarkan Jasen main saja". Kata Steven.


"Hmmm...sebenarnya dia kecewa sama kamu,tapi nanti setelah kamu pulang,aku bicaralah dengan Jasen". Kata Jasmine.


"Baik sayang,semua ini salahku,harusnya saya bisa kasih perhatian lebih ke Jasen. Kerjaan membuatku tidak bisa membagi waktu yang adil untuk kamu dan Jasen". Kata Steven.


"Sudah kamu tenang saja,dia cuma anak-anak. Setelah kamu pulang,dia akan bahagia".Kata Jasmine.


"Baiklah saya dua hari lagi pulang. Kalian istirahat ya,titip cium ku untuk Jasen".Kata Steven.


"Ok,kamu juga". Kata Jasmine.


"Jasmine bilang sama Steven jangan terlalu sibuk,harus bis bagi waktu untuk istri dan anak. Yang dibutuhkan Jasen adalah kasih sayang yang cukup dari kedua orang tuanya". Jelas ayahnya Jasmine.


"Iya Pa,tadi Steven sudah mengerti dan sadar. Setelah dia pulang,dia kan menebusnya untuk Jasen". Terang Jasmine.


"Jasen,daddy dua hari pulang,senangkan?". Tanya kakeknya.


"Biasa saja,kakek jangan sama seperti daddy ya,selalu sibuk kerja". Kata Jasen.


"Tidak dong sayang,kakek sudah tua. Kakek sudah tidak bekerja,kalau daddy kan perlu kerja,supaya bisa biayain Jasen sekolah,beli susu Jasen,dan lain-lain". Kata kakeknya.


"Nah,Jasen tidak boleh begitu sama daddy. Harus sayang daddy". Lanjut neneknya.


"Tapi daddy sudah lama tidak pernah bermain sama Jasen,selalu sibuk sibuk dan sibuk. Mommy juga kerja demi Jasen,tapi mommy tidak pernah pulang malam". Kata Jasen.


"Jasmine,sudah berapa lama Steven pulang malam terus? Dia lembur?". Tanya ayahnya Jasmine.


"Sudah beberapa bulan Pa,tapi tidak tiap hari pulang malam. Baru-baru ini lebih sering pulang malam. Katanya untuk menjamu client penting yang akan kerjasama kontrak". Terang Jasmine.


"Jam berapa sampai rumah?". Tanya ayahnya lanjut.


"Jam dua belas malam,kadang lebih cepat,kadang bisa lebih larut dari itu. Jasmine tidak pernah menunggu Steven pulang, saya sudah tertidur waktu dia pulang". Jelas Jasmine.


"Steven juga harus kasih paham ke client,selain dunia kerja,di punya keluarga. Nanti Steven pulang,kamu harus bicarakan berdua dengan Steven". Kata ayahnya.


"Baik Pa". Jawab Jasmine.


Setelah Steven pulang dari luar negeri,Jasmine memberikan nasehat kepada Steven agar lebih perhatian kepada Jasen, jika tidak Jasen akan semakin jauh dari ayahnya.


"Steven,sekarang Jasen semakin hari semakin tidak peduli kepada kamu. Kamu harus lebih sering temanin dia main". Kata Jasmine.


"Saya mengerti,kamu jangan khawatir Jasmine. Jasen akan kembali dekat dengan saya seperti dahulu". Kata Steven.


"Baguslah,gimana saya tidak khawatir. Selama kamu di luar negeri,Jasen sama sekali tidak pernah menanyakan tentang kamu,bahkan tidak mau menerima telepon mu". Terang Jasmine.


"Saya tau Jasmine,karena pekerjaan saya,sampai mengabaikan kalian berdua. Maaf ya sayang,sesuai dengan janji saya,kalian mau jalan-jalan kemana? Sudah saatnya kita famili trip". Kata Steven.


"Soal itu saya terserah kamu saja,atau kamu rundingkan dengan Jasen. Dia pasti akan senang sekali". Kata Jasmine.


"Baiklah,sekarang Jasen sudah tidur. Besok kita bicarakan". Kata Steven.


Rutinitas seperti biasa,Jasmine selalu menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. Terlihat Jasen yang sedang makan roti selai kesukaannya tanpa sedikitpun melirik ke ayahnya. Suasana yang biasa begitu hangat menjadi dingin.


"Jasen,daddy ada beli oleh-oleh buat Jasen". Kata Steven.


"Ya,Terimakasih". Ucap Jasen tanpa bertanya hadiah apa yang di beli oleh ayahnya.


"Jasen tidak penasaran?". Tanya Steven.


"Mommy,Jasen sudah siap makan. Ayuk berangkat ke rumah kakek". Kata Jasen.


"Jasen,ini daddy beli purzle dan koleksi dinosaurus untuk Jasen". Kata Steven sambil memberikan mainan tersebut kepada Jasen.


"Mommy,Ayuk!! Nanti mommy terlambat kerja". Kata Jasen.


"Jasen,ini baru jam berapa,masih kepagian. Kamu buka dulu mainan di belikan daddy,suka gak?". Tanya Jasmine.


"Suka,tapi Jasen bukanya nanti di rumah kakek saja". Jawab Jasen.


"Hmmm...Jasen...sini daddy ada satu hadiah lagi buat Jasen". Kata Steven.

__ADS_1


"Apa?". Tanya Jasen.


"Jasen pengen jalan-jalan keluar negeri tidak? Sesuai janji daddy, aku mau ajak kamu dan mommy liburan ke luar negeri bareng. Jasen mau kemana?". Tanya Steven.


"Benaran mau jalan-jalan ke luar negeri?". Tanya Jasen balik.


"Benar dong sayang,kan daddy udah janji". Kata Steven.


"Horeee....!!! Jasen jalan-jalan keluar negeri". Teriak Jasen yang mulai bersemangat.


"Jadi Jasen mau kemana ini? Kasih tau daddy". Kata Jasmine.


"Jasen mau ke tempat yang ada banyak saljunya daddy". Kata Jasen.


"Wuah,emangnya Jasen suka salju? Kan dingin?". Tanya Steven.


"Iya,Jasen suka salju. Di purzle Jasen ada gambar boneka salju yang besar sekali". Terang Jasen.


"Oh karena itu Jasen suka salju? Baiklah kita ke negera yang ada turun saljunya". Kata Steven.


"Horee....tapi daddy janji ya? Tidak bohong kan?". Jasen bertanya untuk memastikan kebenaran karena takut di bohongi.


"Tidak bohong,Jasen kan masih libur sekolah. Jadi pas moment nya kita liburan". Kata Steven.


"Terimakasih daddy". Ucap Jasen yang sudah mulai ceria.


"Sama-sama sayang,sekarang peluk dan cium daddy dulu dong!". Kata Steven.


Jasen yang dingin akhirnya mencair,suasana menjadi hangat kembali setelah Jasen sudah mau memeluk Steven.


Setelah memutuskan untuk pergi berlibur di negara yang bersalju sesuai permintaan Jasen. Akhirnya Steven membawa Jasmine dan Jasen pergi liburan di negara Spawlos. Dimana negara tersebut mempunyai iklim yang sangat dingin.


Liburan mereka kali ini merupakan liburan mereka yang terjauh,dan merupakan yang pertama kalinya bagi Jasen berkunjung ke negara bersalju. Moment kebersamaan mereka diabadikan dalam foto maupun video.


Selama dua minggu Steven membawa keluarga kecilnya liburan di Spawlos dan benar-benar mengembalikan suasana kehangatan mereka yang sempat dingin karena kesibukan Steven. Melihat Jasen dan Jasmine begitu bahagia,dia memutuskan untuk melakukan liburan bersama setiap tahun di negara dan tempat berbeda.


"Tidak terasa beberapa hari lagi kita akan pulang. Rasanya masih ingin disini liburan bersama kalian". Kata Steven.


"Ini sudah lebih dari cukup. Di lain kesempatan,semoga kita bisa kesini lagi". Kata Jasmine.


"Tentu saja,saya sudah memutuskan untuk mengadakan liburan keluarga setiap tahun". Kata Steven.


"Benarkah? Baguslah". Kata Jasmine.


"Jasen sudah tidur,kamu mandi duluan". Kata Jasmine.


Namum beberapa menit setelah Steven pergi mandi,terdengar bunyi pesan masuk dari handphone nya Steven. Walaupun Jasmine tidak membuka isi pesannya,tapi nampak dari latar layar notifikasi adalah nomor tidak dikenal,dan nomornya dari negara asal mereka.


Setelah Steven selesai mandi,Jasmine lalu memberitahukan kepada Steven kalau ada pesan masuk dari nomor negara mereka,namum tidak bernama.


"Steven,ada nomor tidak di kenal mengirim pesan untukmu". Kata Jasmine.


"Oh,baiklah". Jawab Steven.


"Dari siapa?". Tanya Jasmine.


"Tidak tau,mungkin saja orang iseng atau ada orang yang salah mengirim pesan". Kata Steven.


"Memangnya isi pesannya apa?". Tanya Jasmine.


"Cuma kata OKE". Jawab Steven.


"Aneh,nomornya dari negara kita. Lagian jam sekarang di negara kita kan masih subuh jam tiga pagi". Terang Jasmine.


"Namanya juga orang salah kirim,sudah tidak apa-apa,abaikan saja. Sekarang kamu mandi,habis itu kita istirahat. Besok kita mau pergi jalan-jalan lagi". Kata Steven.


"Ok,saya mandi dulu". Kata Jasmine.


Jasmine mendengarkan apa yang Steven katakan,dia pergi mandi lalu tidur. Karena mereka besok masih harus mengunjungi tempat wisata lain di kota Spawlos.


Di hari besoknya mereka mengunjungi wahana bermain ice skating. Jasen yang antusias begitu senang dan bersemangat. Ditemanin Steven,Jasen memasuki area ice skating dan bermain dengan gembira. Sementara Jasmine yang tidak begitu menyukai ice skating memilih duduk dan hanya melihat suami dan anaknya bermain.


Beberapa saat kemudian,terdengar pesan masuk lagi dari handphone Steven. Jasmine mencoba melihat dari siapa pesan tersebut ternyata dari layar notifikasinya terlihat nomor yang sama yang mengirim pesan semalam.


Karena kata Steven itu adalah orang asing atau orang yang salah mengirim pesan,Jasmine pun beranikan diri untuk membuka apa isi pesan tersebut.


Namun isi pesan tersebut hanya tertulis IMU WAYG. Melihat pesan tersebut Jasmine tidak mengerti apa maksud kode yang diberikan dari pesan itu,dia kemudian menghapus nomor dan pesan tersebut lalu menutup kembali handphone Steven.


"Mommy....Jasen lapar,makan yuk..". Ucap Jasen setelah keluar dari arena ice skating.


"Gimana permainannya? Menyenangkan?". Tanya Jasmine.


"Seru mommy". Jawab Jasen.


"Ya sudah,kita pergi makan ya,kalian sudah lapar kan?". Kata Steven.


"Steven...". Kata Jasmine yang sebenarnya mau mengatakan soal pesan tadi.

__ADS_1


"Ada apa Jasmine?". Tanya Steven.


"Hmmm...kita mau makan dimana?". Tanya Jasmine.


" Ada satu restoran yang tidak jauh dari sini,katanya disitu adalah restoran yang paling terkenal di negara Spawlos". Kata Jasen.


"Oh,kalau begitu terserah kamu saja". Kata Jasmine.


Jasmine ingin sekali memberitahukan Steven tentang pesan dari nomor yang tidak dikenal. Namum dia mengurungkan niatnya karena tidak mau merusak suasana liburan mereka.


"Gimana? Enak tidak makananya?". Tanya Steven.


"Enak,keju disini berbeda dengan keju di negara kita.Rasa keju disini lebih kuat,tapi rasanya sungguh enak". Kata Jasmine.


"Disini memang negara yang punya kualitas keju yang terbaik". Kata Steven.


"Daddy...kenapa minuman saya dan daddy berbeda?minuman mommy juga berbeda?".Tanya Jasen.


"Minuman Jasen namanya hot chocolate,yang punya daddy cofe latte dan punya mommy namanya jasmine tea". Terang Steven.


"Cafe latte dan Jasmine tea?". Tanya Jasen terheran.


"Cafe latte itu kopi,rasanya pahit. Jasen mau coba?". Tanya Steven.


"Tidak daddy,lebih enak coklat panas Jasen. Mommy...kenapa minuman mommy jasmine tea? Jasmine kan nama mommy?". Tanya Jasen lagi.


"Jasmine sebenarnya adalah nama bunga. Jasmine itu adalah bunga melati. Orang membuat teh menggunakan bunga melati agar teh nya lebih nikmat dan harum". Terang Jasmine.


"Oh..jadi nama mommy dari nama bunga". Kata Jasen.


"Iya sayang,diminum coklatnya nanti dingin". Kata Jasmine.


"Terus nama Jasen dari mana?". Tanya Jasen.


"Biar saya saja yang jawab. Jadi,Jasen itu diambil dari tiga huruf depan nama mommy dan dua huruf terakhir nama daddy". Jelas Steven.


"Oh..". Jawab Jasen yang sebenarnya belum begitu mengerti apa yang Steven jelaskan.


Selesai makan,mereka pergi mengunjungi pusat perbelanjaan yang ada disana. Sambil berkeliling,mereka berbelanja dan membeli oleh-oleh untuk di bawa pulang. Setelah puas berkeliling dan berbelanja,akhirnya mereka pulang kembali ke hotel untuk beristirahat.


Steven dan Jasen yang sudah lelah jalan-jalan seharian,sesampainya di hotel mereka mandi dan tertidur. Jasmine yang masih belum tidur sibuk merapikan barang belanjaan untuk di packing ke dalam koper. Besok siang mereka akan melakukan penerbangan pulang ke negara mereka.


Namum lagi-lagi ada sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal,dan nomor tersebut sama dengan nomor-nomor sebelumnya. Jasmine segera membuka pesan dari nomor tersebut,pesan singkat dari nomor yang tidak di kenal tersebut bertulis IMU RMM.


Merasa ada yang tidak beres,Jasmine diam-diam menyimpan nomor tersebut di handphone pribadinya. Lalu dia menghapus pesan dari nomor tersebut.


Sampai pada besok tiba,mereka sarapan dulu di hotel yang sudah disediakan breakfast. Setelah selesai sarapan,mereka kemudian siap-siap berangkat ke bandara,karena mereka sudah akan pulang ke negara asal. Sampai di bandara pun,Jasmine tidak membahas soal nomor tidak dikenal itu kepada Steven. Jasmine bersikap seperti biasa,seoalah tidak ada sesuatu yang terjadi.


Dan akhirnya mereka tiba ke negara asal dengan selamat. Terlihat ayah dan ibu Jasmine menjemput kepulangan mereka di bandara. Jasen yang tertidur pun bangun begitu riang melihat kakek dan neneknya.


"Kakek dan nenek,Jasen pulang!!". Teriak Jasen.


"Cucu kesayanganku,kangen gak sama kita?". Tanya kakeknya.


"Kangen sekali". Jawab Jasen.


"Sudah naik dulu ke mobil,kita bicara di mobil saja". Kata ibunya Jasmine.


"Gimana liburan kalian?". Tanya ayahnya Jamsine.


"Menyenangkan Pa". Jawab Jasmine.


"Liat Steven,begitu bahagianya Jasen,tentunya kamu juga bahagia bisa quality time bersama istri dan anak". Kata ayahnya Jasmine.


"Benar Pa,senang sekali bisa melihat mereka bahagia". Kata Steven.


"Kalau begitu,jangan sering-sering pulang larut malam. Ada istri dan anak yang mau ditemanin sebelum mereka tidur". Kata ayahnya Jasmine.


"Saya mengerti Pa,lain kali saya akan lebih mengatur waktuku dengan baik". Kata Steven.


"Baguslah kamu mengerti. Saya percaya kamu suami dan ayah yang baik". Kaya ayah Jasmine.


"Terimakasih Pa". Ucap Steven.


Sebuah panggilan masuk dari handphone nya Steven. Namum Steven hanya melihat dan mematikan panggilan tersebut.


"Kenapa tidak diangkat?". Tanya Jasmine.


"Tidak apa-apa". Kata Steven.


"Dari siapa?Mana tau ada yang penting". Kata Jasmine.


"Dari teman saya Toni,dia mungkin hanya salah telepon. Dia sering sekali salah telepon seperti ini,jika memang ada yang penting,dia pasti menghubungi ku lagi". Terang Steven.


"Oh". Ucap Jasmine.


Memang setelah panggilan telepon yang katanya dari orang bernama Toni masuk,tidak ada lagi panggilan masuk lain selama mereka dalam pejalanan pulang ke rumah. Namum kali ini malah mengundang kecurigaan Jasmine.

__ADS_1


Jasmine merasa aneh setelah sebelumnya ada nomor yang tidak dikenal mengirim pesan dengan kode huruf,sekarang ada teman nya Steven yang telepon namum tidak di angkat. Steven tidak pernah menutup telepon jika ada yang menelepon. Ada apa sebenarnya dengan Steven?


__ADS_2