
Kantor Jasmine libur setiap Sabtu dan Minggu.kebetulan hari ini adalah hari Sabtu,jadi Jasmine tidak bekerja.Kegiatan Jasmine di rumah setiap Sabtu adalah mengurus rumah dan quality time bersama Jasen. Besok Minggu baru Jasmine kumpul keluarga di rumah orang tuanya.
Jasmine selalu bangun pagi walaupun tidak bekerja,dia menyempatkan diri untuk olahraga ringan di rumah,karena di hari biasa dia tidak mempunyai waktu olahraga. Setelah siap berolahraga,Jasmine langsung menuju dapur membuat omelet untuk sarapan Jasen.
Setelah Jasen bangun,dia segera gosok gigi dan mandi,semua dilakukan sendiri walaupun dia hanya berumur lima tahun. Jasmine memang sudah sejak dini mengajarinya untuk mandiri. Setelah mandi, Jasen menuju ruang makan dan menyantap dengan rahap omelet buatan ibunya.
"Bagaimana enak gak omelet buatan mommy?". Tanya Jasmine.
"Enak sekali". Jawab Jasen.
"Kalau begitu habiskan ya sayang". Kata Jasmine.
"Baik mommy". Ucap Jasen.
Lalu terdengar suara bel berbunyi,Jasmine yang kala itu sedang mencuci sesuatu harus menghentikan aktivitasnya sejenak. Tapi Jasen yang lugas langsung menuju ke pintu.
"Tunggu Jasen,biar mommy saja yang buka". Kata Jasmine.
"Mommy...". Kata Jasen.
"Iya sayang,siapa yang datang? Kakek ya?". Tanya Jasmine.
"Bukan". Kata Jasen.
Jasmine segera menuju ke depan pintu,dan ternyata Vincent yang datang. Dia membawa sebuah bouquet bunga di tangannya dan sebuah paper bag yang besar.
"Vincent?". Kata Jasmine.
"Kenapa melihatku seperti melihat hantu?". Tanya Vincent.
"Untuk apa kamu disini?". Tanya Jasmine.
"Untuk berkunjung". Kata Vincent.
"Kamu pikir rumah aku ini tempat kunjungan?". Tanya Jasmine.
"Begini cara tuan rumah menyambut tamu? Kamu tidak memperkenankan saya masuk?". Kata Vincent.
"Vincent,ada anakku....". Kata Jasmine.
"Hi,kamu Jasen ya?". Kata Vincent.
"Mommy,paman ini siapa?". Tanya Jasen.
"Ini...hmmm". Kata Jasmine.
"Nama saya Vincent,saya adalah teman mommy kamu". Kata Vincent.
"Vincent,kamu ini...". Ucap Jasmine.
"Mommy kenapa tidak mengajak teman mommy masuk?". Tanya Jasen.
"Eh...Ehmm...silakan masuk". Kata Jasmine.
"Terimakasih...(lebih ramah Jasen daripada kamu)". Bisik Vincent.
Jasmine terpaksa mempersilakan Vincent masuk karena di suruh Jasen. Tidak mengurangi rasa hormat,Vincent segera masuk.
"Hmmm...ini bunga untukmu Jasmine". Kata Vincent.
"Vincent,kenapa bawa bunga kesini?". Tanya Jasmine.
"Hari ini kantor tutup,kebetulan saya mau datang,jadi lebih baik saya langsung kasih ke kamu saja. Ternyata begini rasanya kasih bunga untuk wanita". Terang Vincent.
"Hmmm...kamu mau minum apa? Teh? Kopi?". Tanya Jasmine.
"Kopi saja". Kata Vincent.
"Ok silakan duduk,saya buat kopi untukmu". Kata Jasmine.
"Halo Jasen,ini ada mainan untukmu". Kata Vincent.
"Terimakasih paman". Kata Jasen.
"Jasen suka tidak hadiahnya?". Tanya Vincent.
"Wuahhh,ini lego keluaran terbaru. Jasen suka sekali,Terimakasih paman". Ucap Jasen.
"Sama-sama Jasen". Kata Vincent.
"Kenapa paman tau nama saya Jasen? Saya belum pernah ketemu paman sebelumnya". Tanya Jasen.
"Saya tau dari mommy kamu,katanya kamu adalah anak yang baik dan pintar.Benarkan?". Kata Vincent.
"Hehe...kenapa paman kasih bunga ke mommy? Apa mommy titip paman beli bunga?". Tanya Jasen lagi.
"Hmmm...tidak,karena paman tau mommy kamu suka dengan bunga.Jadi paman beli untuknya". Kata Vincent.
"Apakah mommy kasih tau paman juga dia suka bunga?dia juga bilang sama tante Mia teman kantor mommy". Kata Jasen.
"Hmmm...mungkin paman duluan tau sebelum tante Mia". Kata Vincent.
"Tapi mommy selalu nitip tante Mia beli bunga untuk taruh di kantor". Kata Jasen.
"Oh...begitu?". Kata Vincent.
"Iya,tante Mia selalu membeli bunga yang indah sekali.". Kata Jasen.
"Apa bunga yang paman bawa untuk mommy cantik?". Tanya Vincent.
"Ehmm...cantik". Kata Jasen.
"Jasen stop menganggu paman,cepat habiskan omelet nya". Kata Jasmine.
"Jasen tidak menganggu kok. Jasen habisin omelet dulu ya,nanti kita susun lego bersama gimana?". Kata Vincent.
"Baik paman". Kata Jasen.
"Ini kopinya,silakan di minum". Jasmine memberikan kopinya untuk Vincent.
"Kamu sudah sarapan? kalau belum silakan makan dulu". Kata Vincent.
"Aku...". Kata Jasmine.
"Paman sudah sarapan? Mau coba omelet buatan mommy? Rasanya enak sekali". Kata Jasen.
"Oh ya,kebetulan paman belum sarapan. Boleh nih coba omeletnya". Kata Vincent.
"Saya tidak begitu pande memasak,saya takut tidak sesuai di lidah anda. Atau saya pesan makanan lain untukmu?". Kata Jasmine.
"Tidak perlu,saya hanya perlu omelet. Apapun yang kamu masak,saya akan memakannya". Kata Vincent.
"Kalau begitu,ini silakan di coba". Kata Jasmine.
__ADS_1
Vincent mencicipi omelet buatan Jasmine,dia terlihat sangat menikmatinya. Jasmine sebenarnya ingin memesan makanan dari luar untuk Vincent. Dia tidak percaya diri dengan omelet buatannya,padahal rasanya enak.
"Enak omeletnya,boleh buatkan lagi?". Tanya Vincent.
"Lagi? Yakin enak?". Tanya Jasmine.
"Benar kata Jasen,enak sekali". Kata Vincent.
"Ya sudah,tunggu sebentar saya buatkan lagi yang baru". Kata Jasmine.
"Oke". Jawab Vincent.
"(Aneh ini orang,gak pernah makan omelet ya? Perasaanku biasa saja rasanya,dia bilang enak sekali. Dasar pintar sekali bermulut manis,tidak seperti dulu yang cupu. Dia sudah belajar public speaking dengan baik di luar negeri)". Kata Jasmine dalam hati.
"Paman,Jasen sudah selesai makan,ayo susun lego". Kata Jasen.
"Baiklah,sini lego nya". Kata Vincent.
Mereka berdua seperti sudah saling akrab satu sama lain. Jasmine melihat Jasen senang sekali menyusun lego berdua dengan Vincent. Dia merasa selama ini Jasen sangat kesepian tidak mempunyai teman bermain.
"Ini omletnya,silakan di makan". Kata Jasmine.
"Bentar ya,ini bentar lagi selesai". Kata Vincent.
"Paman makan dulu,sisa nya biar Jasen yang susun". Kata Jasen.
"Baiklah,paman makan dulu ya. Omelet mommy kamu enak,paman sudah minta tambah".Bisik Vincent di telinga Jasen.
"Hehe..suruh buat yang banyak". Jasen berbisik balik.
"Apa yang kalian berdua bicarakan?". Tanya Jasmine.
"Tidak ada...". Teriak mereka kompak.
"Jas,kamu mengajarkan Jasen dengan baik. Dia itu anak yang baik dan pintar". Kata Vincent.
"Saya cuma mengajarkan yang seharusnya,tidak berlebihan". Kata Jasmine.
"Jadi apa kegiatan kamu di hari Sabtu?". Tanya Vincent.
"Mau tau aja,cepat makan dan pulang". Kata Jasmine.
"Sungguh tidak ramah sama tamu". Kata Vincent.
"Kamu ini tamu tidak di undang".Kata Jasmine.
"Jadi kapan kamu mau undang saya jadi tamu?". Tanya Vincent.
"Tidak mau". Kata Jasmine.
"Hmmm...kalau tidak mau saya datang,bagaimana kalau kita keluar jalan-jalan saja?". Tanya Vincent.
"Tidak mau juga". Kata Jasmine.
"Jadi mau kamu apa?". Tanya Vincent.
"Aku mau kamu jangan disini. Pulang dan istirahat dirumah,atau main golf sama teman". Kata Jasmine.
"Kamu kan tau aku tidak punya teman". Kata Vincent.
"Dulu mungkin kamu susah bergaul,tapi sekarang berbeda,kamu seorang CEO.Tidak mungkin tidak ada relasi". Kata Jasmine.
"Relasi banyak,tapi tidak semua saya anggap teman,hanya sebatas relasi dalam bisnis". Kata Vincent.
"Mungkin untuk sekarang hanya tiga orang". Kata Vincent.
"Hah?". Ucap Jasmine.
"Tiga orang itu adalah Mia,Marco dan Pak Hadi. Saya merasa mereka sangat tulus". Kata Vincent.
"Mereka memang teman terbaik,tapi sejak kapan mereka jadi teman kamu?". Tanya Jasmine.
"Mau tau saja". Kata Vincent.
"Hmmm...baguslah cuma mereka bertiga,aku tidak termasuk dalam teman kamu,jadi sekarang silakan pulang". Kata Jasmine.
"Aku punya tiga teman,satu gebetan. Kamu adalah gebetan ku".Kata Vincent.
"Vincent,saya rasa kamu sebaiknya berpikir baik-baik pakai akal sehat. Saya karyawan kamu,saya seorang janda,dan saya punya seorang anak berumur lima tahun. Lihatlah dunia ini yang luas,wanita bukan cuma saya di dunia. Banyak cewek cantik,baik dan yang sepadan untukmu". Terang Jasmine.
"Saya dengan sadar memakai otak saya untuk berpikir,dan sekali lagi saya katakan padamu Jasmine. Apapun status kamu,biarpun kamu punya sepuluh anak,saya tetap tidak akan menyerah". Kata Vincent.
"Kamu sepertinya sudah gila". Kata Jasmine.
"Benar,tergila-gila padamu". Kata Vincent.
"Vincent...!!". Teriak Jasmine.
"Mommy,kenapa mommy berteriak kepada paman?". Tanya Jasen.
"Hmmm...tidak Jasen,mommy hanya panggil namanya". Kata Jasmine sambil tersenyum.
"Jasen,kamu dengar kan,mommy kamu teriak-teriak mengusir paman pulang.Padahal paman masih ingin bermain dengan Jasen". Kata Vincent.
"Mommy,tidak boleh begitu". Kata Jasen.
"Jasen bukan,mommy cuma...". Kata Jasmine.
"Paman adalah tamu kita,kakek pernah bilang harus baik terhadap tamu. Paman sudah baik memberikan hadiah untuk Jasen,dia juga memberikan mommy bunga yang cantik. Mommy tidak boleh bersikap kasar kepada paman". Ngomel Jasen.
"Mommy tidak kasar,mommy hanya panggil namanya". Kata Jasmine.
"Sekarang paman Vincent adalah teman Jasen". Kata Jasen.
"Hah?". Ucap Jasmine.
"Paman,jangan sedih ya. Sini main dengan Jasen". Kata Jasen sambil menarik tangan Vincent.
"Eh.,,Jasen...". Kata Jasmine.
"Jasmine,sekarang temanku bertambah satu". Bisik Vincent ke Jasmine.
"Astaga kenapa anakku seperti di hipnotis oleh manusia ini". Ucap Jasmine.
Jasen dan Vincent yang lagi asik bermain,tiba-tiba telepon Jasmine berbunyi. Setelah melihat handphone nya,Jasmine terkejut ternyata yang menelepon adalah Steven mantan suami Jasmine.
"Halo Jasmine apa kabar?". Tanya Steven.
"Baik,ada apa?". Ucap Jasmine.
"Nanti siang aku boleh ajak Jasen jalan-jalan?". Tanya Steven.
"Hmmm...berapa lama?". Tanya Jasmine.
__ADS_1
"Mungkin untuk beberapa jam saja.Orang tua saya juga sangat rindu sekali dengan Jasen. Setelah makan siang,saya akan membawa Jasen pulang ke rumah orang tuaku sebentar. Kamu tenang saja,tidak akan lama,aku akan membawa Jasen pulang setelah semuanya selesai". Terang Steven.
"Baiklah,dimana kita akan bertemu?". Tanya Jasmine.
"Aku akan menjemputnya di rumah". Kata Steven.
"Tidak perlu,katakan saja lokasinya,saya akan membawa Jasen kesana dan setelah semuanya selesai saya yang akan menjemput Jasen".Kata Jasmine.
"Di resto biasa". Kata Steven.
"Saya tidak mengerti maksudnya resto biasa itu yang mana? Resto yang biasa kamu bertemu Lydia atau....". Kata Jasmine.
"Jas,kenapa masih membahas itu. Hmmm... ke restoran Lotus maksud saya". Kata Steven.
"Baiklah,jam dua belas siang saya akan mengantarkan Jasen kesana". Kata Jasmine.
"Kamu ikut saja,kita bertiga sudah lama tidak makan bersama". Kata Steven.
"Kita? Maaf Steven,kita bukan lagi keluarga. Baiklah,sampai jumpa dengan Jasen nanti". Kata Jasmine lalu mematikan teleponnya.
"Ada apa Jasmine? Mantan suamimu menelepon?". Tanya Vincent.
"Iya,dia mau bertemu dengan Jasen nanti siang". Kata Jasmine.
"Oh...bagaimana dengan kamu?". Tanya Vincent.
"Aku...aku tidak mau bertemu dengannya lama-lama. Saya akan mengantar Jasen pergi ke restoran, setelah itu saya pulang". Terang Jasmine.
"Hmmm...bertemu di restoran mana? Biar saya yang mengantar kalian". Kata Vincent.
"Tidak perlu Vincent,kamu pulanglah". Kata Jasmine.
"Sudah tiga kali kamu mengusirku pulang". Kata Vincent.
"Memang bukan saatnya saya menerima tamu,maaf". Kata Jasmine.
"Kamu mau membawa Jasen kesana sendirian? Dengan apa kamu kesana?". Tanya Vincent.
"Mungkin naik taxi atau pinjam mobil papaku. Saya bisa meminta tolong papaku untuk mengantarku". Kata Jasmine.
"Dengar Jasmine,saya yang akan mengantar kalian ke sana. Kamu bisa menganggap aku supir taxi online. Saya hanya cukup menunggumu,saya tidak akan turun. Gimana?". Tanya Vincent.
"Vincent,saya bisa mengatasinya". Kata Jasmine.
"Saya tau kamu bisa mengatasinya.Apa tidak boleh saya hanya menawarkan tumpangan,saya tidak akan merusak acara kalian". Kata Vincent.
"Ini bukan sebuah acara".Kata Jasmine.
"Ya anggap aja ini pertemuan keluarga". Kata Vincent.
"Saya dan dia bukan lagi keluarga". Ucap Jasmine.
"Ya ya,apapun itulah terserah. Yang penting lebih aman jika saya yang membawa kalian kesana. Kamu juga tidak perlu merepotkan papamu,gimana perasaannya harus mengantar cucu menemui mantan menantu?".Kata Vincent.
"Hmm...baiklah jika kamu terus memaksa". Kata Jasmine.
"Kita mau kemana mommy?". Tanya Jasen.
"Jasen,daddy akan membawa kamu pergi makan dan membawa kamu ke rumah kakek nenek. Tapi,mommy hanya mengantar kamu,mommy tidak ikut. Nanti mommy jemput Jasen lagi". Jelas Jasmine.
"Mommy kenapa tidak ikut?". Tanya Jasen.
"Mommy ada pekerjaan penting yang harus dilakukan,jadi Jasen sama daddy dulu ya hari ini". Kata Jasmine.
"Oke. Mommy,apakah daddy benci sama Jasen?". Tanya Jasen.
"Tentu saja tidak,daddy sayang banget sama Jasen". Kata Jasmine.
"Tapi kenapa daddy tidak mau pulang ke rumah?". Tanya Jasen lagi.
"Rumah ini sekarang bukan lagi rumah daddy. Dia tidak akan tinggal disini. Jangan tanya lagi,setelah Jasen sudah lebih besar baru mengerti". Kata Jasmine.
"Hmmmm...baik mommy". Kata Jasen.
"Kasihan Jasen,dia masih kecil tapi orang tuanya sudah pisah". Kata Vincent.
"Apa boleh buat,ini adalah kehidupan yang harus dia lewati". Kata Jasmine.
"Ya sudah,kalau begitu kamu silakan sibuk dengan kegiatanmu,biar saya yang menjaga Jasen". Kata Vincent.
"Kamu jaga Jasen?".Kata Jasmine.
"Jasen adalah anak yang manis,aku sangat senang bisa menemani dia bermain".Kata Vincent.
"Kalau begitu repotin kamu tolong temanin Jasen,saya akan berberes di kamar". Kata Jasmine.
"Kamu tenang saja,Jasen serahkan padaku". Ucap Vincent.
Jasmine tiba-tiba merasa tenang melihat Vincent yang mau berbaik hati menjaga Jasen. Dia pun bisa segera beresin kamar dan dapur. Karena Jasmine memang agak sibuk di hari Sabtu secara otomatis dia sangat kebantu dengan adanya Vincent.
"Jasen,senang tidak nanti siang mau ketemu daddy?". Tanya Vincent.
"Biasa saja". Ucap Jasen.
"Kenapa biasa saja? Kan sudah lama tidak ketemu daddy,pasti kangen dong?". Kata Vincent.
"Biasa saja,daddy jarang di rumah temanin Jasen bermain. Alasannya selalu sibuk banyak kerjaan". Kata Jasen.
"Jasen,daddy memang benaran sibuk kerja,jadi harap maklum kalau dia tidak punya waktu". Terang Vincent.
"Mommy juga sibuk kerja,tapi mommy tidak seperti daddy yang suka menghilang". Kata Jasen.
"Hmmm...jadi orang dewasa itu tidak gampang,nanti Jasen sudah besar akan tau perjuangan mommy dan daddy". Jelas Vincent.
"Tapi Jasen kapan besar? Jasen kecil terus". Ngeluh Jasen.
"Hahaha...iya dong,Jasen kan baru umur lima tahun". Kata Vincent.
"Harus umur berapa supaya bisa besar?". Tanya Jasen.
"Hmmm...masih sepuluh atau dua puluh tahun lagi". Jawab Vincent.
"Paman umur berapa?". Tanya Jasen.
"Paman sekarang seusia mommy kamu,umur tiga puluh tahun". Kata Vincent.
"Kenapa paman cepat sekali menjadi orang dewasa? Jasen pengen cepat-cepat dewasa juga seperti paman". Kata Jasen.
"Eh...saya Hmmm...,paman cepat dewasa karena makan sayur,buah-buahan,olahraga,rajin membaca, rajin sekolah,jadi anak baik,terus apa lagi ya,oh suka membantu pekerjaan orang tua di rumah". Kata Vincent.
"Oh begitu,Jasen akan ikutin kata paman supaya cepat dewasa". Kata Jasen.
"Oke anak baik,toss dulu dong". Kata Vincent.
__ADS_1
Sampai Jasmine sudah selesai dengan pekerjaanya,Jasen masih kelihatan begitu senang mengobrol dengan Vincent. Sudah saatnya Jasmine siap-siap membawa Jasen bertemu dengan mantan suaminya. Dia menerima tawaran Vincent untuk membawa mereka ke tempat tujuan. Apa kisah selanjutnya yang terjadi antara Jasmine,Jasen,Steven dan Vincent?