The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Klarifikasi permasalahan


__ADS_3

Vincent akhirnya sampai di kantor,dia segera menuju ke ruang tamu untuk menemui Merry teman kuliahnya. Kedatangan Vincent disambut hangat oleh Merry,wanita yang mengaku sebagai calon tunangan Vincent.


"Akhirnya kamu datang juga". Kata Merry berlari memeluk Vincent.


"Minggir kamu,kenapa kamu bisa kesini?". Tanya Vincent yang menolak pelukkan dari Merry.


"Mau memberikan kejutan untukmu,kamu senang kan aku disini?". Tanya Merry.


"Aku tidak senang sama sekali.Kamu kenapa mengaku menjadi calon tunanganku?". Tanya Vincent.


"Oh,staf mu sudah memberitahumu ya?". Kata Merry.


"Bisa tolong jawab pertanyaanku? Kenapa kamu menyebut dirimu calon tunanganku? Sejak kapan kita pacaran? Saya bahkan tidak pernah dekat denganmu". Kata Vincent.


"Kenapa kamu sepertinya marah dengan pernyataan aku? Kita memang belum pacaran dan kita juga belum dekat,tapi keluargamu dan keluargaku sudah setuju untuk menjodohkan kita". Terang Merry.


"Keluargaku?". Tanya Vincent.


"Tanyakan saja kepada ibumu,dia sudah setuju untuk menjodohkan kita". Kata Merry.


"Ibuku tidak akan pernah melakukan hal yang tidak masuk akal. Saya akan meneloponnya nanti,tapi sekarang silakan kamu keluar. Jangan mencari ku di tempat kerja seperti ini dan jangan sembarangan bicara dengan staf ku". Terang Vincent.


"Kamu mengusir aku?". Tanya Merry.


"Iya benar. Silakan keluar dari sini". Tegas Vincent.


"Kalau begitu kita ketemuan di luar saja. Saya tau kamu merasa malu jika staf mu mengetahui hubungan kita". Kata Merry.


"Dengarkan aku,jangan datang mencari ku lagi, saya hargai kamu datang sebagai tamu,saya sangat marah mendengar kamu mengaku sebagai calon tunanganku". Kata Vincent.


"Tapi perjanjian keluarga kita sudah di sepakati". Kata Merry.


"Perjanjian apa maksudmu?". Tanya Vincent.


"Perjanjian kerja sama bisnis, ibumu sudah menandatangani surat perjanjian kontrak kerjasama". Jelas Merry.


"Lalu hubungannya apa dengan ku?". Tanya Vincent.


"Hanya jika kamu setuju dengan perjodohan kita,maka perjanjian di realisasikan". Kata Merry.


"Kamu memakai kontrak kerjasama untuk di tukarkan dengan perjodohan? Kamu gila! Ini bukan sinetron,bahkan ibu saya sendiri tidak memberitahukan saya". Kata Vincent.


"Tapi...". Ucap Merry.


"Cukup ya Merry,jangan buat kepala saya sakit. Sekarang kamu silakan keluar dari sini". Kata Vincent.


"Ternyata sikapmu begitu dingin,mungkin kamu masih syok. Baiklah,Saya akan datang lagi besok". Kata Merry.


Merry lalu keluar dari ruang tamu,Vincent sempat beberapa menit duduk di dalam ruang tamu untuk berpikir secara jernih sebenarnya apa yang terjadi. Dia lalu berjalan ke ruangan nya untuk menelepon ibunya. Vincent tidak sengaja berpapasan dengan Jasmine yang baru balik dari ruangan Pak Hadi.


"Jasmine...". Ucap Vincent.


"Selamat pagi Pak Vincent". Kata Jasmine.


"Jasmine,kamu mungkin sudah mendengar kabar dari Marco,tapi itu tidak benar". Terang Vincent.


"Saya tidak peduli benar atau salah. Saya mau kembali ke ruanganku,permisi". Kata Jasmine.


"(Vincent segera menarik tangan Jasmine) Dengarkan aku Jasmine,saya akan menjelaskan detailnya kepadamu setelah saya mengetahui apa yang terjadi,saya mau menelepon mamaku mengenai perjanjian kontrak kerjasama dengan perusahaan mereka. Kenapa melibatkan aku,saya sama sekali tidak mengerti". Terang Vincent.


"Tidak perlu di jelaskan,bukankah kamu mengatakan hari ini mau istirahat di rumah? Ya saya mengerti, karena ada tamu penting kamu datang ke kantor,itu sudah menjelaskan semuanya". Kata Vincent.

__ADS_1


"Jasmine kamu salah paham. Saya kesini untuk mencari tau apa yang terjadi. Jika kamu tidak percaya,ikutlah aku keruanganku. Kamu bisa mendengar sendiri percakapan aku dengan mamaku".Kata Vincent.


"Tidak perlu,saya tidak ada kaitan dengan kerjasama kalian. Saya disini untuk bekerja,jangan sangkut pautkan aku dengan urusan pribadi kalian,saya permisi dulu Pak Vincent". Jelas Jasmine.


Jasmine segera kembali ke ruangannya,dan Vincent tidak bisa menahan Jasmine untuk ikut dengannya. Sesampainya di ruangan CEO,Vincent langsung menelpon ibunya.


"Halo Ma,apa yang terjadi dengan kontrak kerjasama bisnis bersama Valley Group?". Tanya Vincent.


"Tidak ada terjadi apa-apa. Kenapa kamu bertanya tentang Valley Group?". Tanya Bu Catherine.


"Anak perempuan dari Valley Group datang ke kantor hari ini dan dia mengatakan kepada staf ku bahwa dia adalah calon tunanganku. Dan lebih parahnya lagi,dia memberitahukan jika kerjasama ini terjadi antara kesepakatan dua belah pihak untuk menjodohkan kita. Saya pusing sekali,apakah mama sudah tanda tangan kontrak dengan pihak mereka?". Tanya Vincent.


"Begini,tanda tangan kontrak memang sudah di sepakati,tapi hanya sebatas bisnis. Kemudian mereka baru membahas soal pertunangan,namum saya tidak setuju. Jika sampai dia memaksakan kehendak seperti ini,saya akan membatalkan kontrak kerjasamanya". Terang Bu Catherine.


"Lebih baik di batalkan saja,hmmm...kejadian hari ini sudah membuat Jasmine salah paham. Saya tidak tau harus bagaimana menjelaskan kepadanya". Jelas Vincent.


"Saya mengerti,kamu tenanglah. Saya akan mengurus pembatalan kerjasama dengan pihak mereka, baru saya sendiri yang akan menjelaskan kepada Jasmine". Kata Bu Catherine.


"Terimakasih Ma,semoga pembatalan kontrak kerjasama ini tidak mempengaruhi bisnis kita". Kata Vincent.


"Kerjasama atau tidak,sama sekali tidak berefek apapun dengan bisnis kita. Yang terpenting adalah kebahagiaan mu". Kata Bu Catherine.


"Baguslah kalau begitu". Kata Vincent.


"Kamu harus menjaga kesehatanmu. Bagaimana keadaanmu?". Tanya Bu Catherine.


"Saya baik-baik saja". Kata Vincent.


"Istirahatlah di rumah,jangan terlalu di pikirkan". Kata Bu Catherine.


"Bagaimana saya bisa istirahat,situasi saat ini sangat kacau dengan kehadiran Merry anak dari Valley Group". Kata Vincent.


"Bersabarlah sebentar,saya akan membereskan semuanya". Kata Bu Catherine.


Walaupun sudah mendengar penjelasan dari ibunya,Vincent masih belum tenang sebelum semuanya selesai.Kepalanya mumet sekali,padahal hubungan dia dengan Jasmine sudah semakin menuju arah yang lebih,seketika hancur dengan kehadiran Merry.


Setelah jam makan siang,Jasmine,Mia,Marco dan Pak Hadi menuju kantin kantor. Mereka bertiga sangat khawatir dengan perasaan Jasmine. Namun tingkah Jasmine seperti biasa,seolah tidak ada sesuatu yang terjadi.


"Kalian bertiga berhenti menatapku terus". Kata Jasmine.


"Jasmine,kamu baik-baik saja kan?". Tanya Marco.


"Baik,seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja. Makan siang hari ini enak sekali,saya harus makan lebih banyak". Kata Jasmine.


"Jasmine,kamu masih nafsu makan,saya yang tidak selera makan". Kata Mia.


"Kenapa? Kamu sakit?". Tanya Jasmine.


"Jasmine,berhenti berpura-pura. Katakan apa tanggapan kamu tentang kejadian hari ini? Kita bisa sharing disini". Kata Mia.


"Apa aku kelihatan berpura-pura? Saya baik-baik saja. Tidak ada tanggapan". Jelas Jasmine.


"(Marco menghentikan Jasmine yang sedang makan) Jasmine,semua salahku,seharusnya saya tidak memberitahu kamu. Semua ini hanya salah paham,tolong percayalah kepada Pak Vincent". Kata Marco.


"Saya tidak salah paham,iya atau bukan berita itu bukanlah urusanku". Kata Jasmine.


"Jasmine,jika memang kamu tidak salah paham baguslah. Saya harap kejadian hari ini tidak mempengaruhi hubungan kalian". Kata Pak Hadi.


"Pak Hadi,saya dan Vincent tidak ada hubungan apa-apa". Kata Jasmine.


"Tapi Pak Vincent mencintai kamu,hanya kamu. Mengenai wanita itu,kita bahkan tidak tau benar atau salah. Jika memang beritanya tidak benar,please Jasmine. Saya hanya ingin kamu mendengar penjelasan yang sesungguhnya dari Pak Vincent". Terang Pak Hadi.

__ADS_1


"Saya tidak perlu mendengar apapun,saya harap kalian juga mengerti aku". Kata Jasmine.


"Bagaimana ini? saya yang harus di salahkan atas kejadian ini". Kata Marco.


"Kamu tidak salah Marco,tidak ada kaitan dan hubungannya denganmu". Kata Jasmine.


"Tapi aku kasihan kepada Pak Vincent,saya yakin perempuan itu pasti sembarangan bicara". Kata Marco.


"Saya juga yakin,di pikir saja sudah aneh. Jika Pak Vincent sudah punya calon tunangan bernama Merry itu,tidak mungkin Pak Robert mendukung Pak Vincent dengan Jasmine. Bahkan Pak Robert dan Bu Catherine sangat ingin agar Jasmine segera menjadi menantu mereka". Jelas Pak Hadi.


"Itu benar,kita jangan dengar sepihak,kita juga harus mendengarkan penjelasan Pak Vincent". Kata Mia.


"Kalian kenapa sibuk mengurusi masalah orang lain? lebih baik kalian makan makanan kalian". Kata Jasmine.


"Jasmine,kamu tidak khawatir sama sekali dengan Pak Vincent? Dia dari pagi masuk ke ruanganya dan sampai sekarang belum keluar. Saya merasa dia juga stres memikirkan hal ini,di tambah lagi dia baru sembuh dari sakit".Terang Pak Hadi.


"Tidak usah khawatir dengan dia,harusnya dia bisa istirahat di rumah. Dia bisa masuk kantor menyambut tamu penting berarti dia sudah seratus persen sehat". Jelas Jasmine.


"Tujuan Pak Vincent datang untuk mengusir tamu tidak di undang bukan untuk menyambutnya.Jika Merry itu adalah tamu penting,tidak mungkin Pak Vincent tidak menjamunya malah mengusirnya". Kata Marco.


"Yang di katakan Marco benar. Tidak terlihat seperti tamu istimewa,lebih tepatnya tamu tidak di undang. Hari ini Pak Vincent sama sekali tidak tersenyum sedikitpun". Lanjut Pak Hadi.


"Baiklah,saya sudah selesai makan siang,saya akan kembali ke ruanganku". Kata Jasmine.


"Jasmine,lihatlah Pak Vincent sebentar,saya khawatir terjadi sesuatu kepadanya". Kata Mia.


"Jika kamu khawatir,kamu saja yang kesana melihat dia".Kata Jasmine.


"Jasmine...".Ucap Mia.


"Bagaimana ini Pak Hadi? Sifat Jasmine semakin dingin,apa dia benar-benar salah paham?".Tanya Marco.


"Jasmine tidak mau terlibat dalam urusan Pak Vincent makanya dia menghindar. Kita berpikir positif saja,jangan menganggap Jasmine salah paham,anggap saja dia sedang cemburu". Kata Pak Hadi.


"Tapi dia sama sekali tidak terlihat cemburu,intinya saya sangat khawatir". Kata Mia.


"Tenanglah Mia,jika kita juga ikut panik tidak akan dapat menyelesaikan masalah". Kata Pak Hadi.


"Baiklah". Ucap Mia.


Sampai pada waktunya pulang,Vincent sama sekali tidak keluar dari ruangannya. Pak Hadi masuk ke ruangan untuk menyuruh Vincent pulang. Tapi untuk pertama kalinya Vincent kelihatan stres dan linglung.


"Pak Vincent,ini sudah waktunya pulang". Kata Pak Hadi.


"Baiklah,Terimakasih".Kata Vincent.


"Kamu seharian tidak keluar dari ruangan,kamu juga tidak makan siang". Kata Pak Hadi.


"Tidak apa-apa,Pak Hadi pulanglah dulu". Kata Vincent.


"Lebih baik Pak Vincent juga pulang. Istirahatlah di rumah,masalah ini jangan terlalu di pikirkan". Kata Pak Hadi.


"Saya mengerti,saya hanya...". Kata Vincent.


"Jika soal Jasmine,kami akan meyakinkan dia. Kami sendiri bisa melihat sendiri masalah ini hanyalah salah paham,tidak mungkin secerdas Jasmine tidak mengerti". Kata Pak Hadi.


"Tapi saya merasa sikapnya berubah,saya takut jarak kita akan semakin jauh". Kata Vincent.


"Percayalah padaku Pak Vincent,semua akan baik-baik saja".Kata Pak Hadi.


"Kamu membuatku semakin tenang Pak Hadi". Kata Vincent.

__ADS_1


"Kalau begitu,mari kita pulang". Ajak Pak Hadi.


Akhirnya bujukan Pak Hadi bisa membuat Vincent pulang. Melihat Vincent dalam situasi begitu, membuat siapapun yang melihatnya merasa tidak tega. Semoga segera ada penyelesaian.


__ADS_2