The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Hari kedua di rumah sakit


__ADS_3

"Kamu lihatlah papa mu membawa begitu banyak makanan untukku. Sepertinya paman Robert mau menggendut kan aku". Kata Jasmine.


"Jasmine,kamu harus makan lebih banyak,aku masih harus merepotkan kamu untuk menjaga ku hari ini". Kata Vincent.


"Aku akan membagikan makanan ini untukmu". Kata Jasmine.


"Apa kamu takut gendut? Kamu kurus ataupun gemuk,aku tetap menyukainya". Kata Vincent.


"Hmmm...saya menyukai yang seperti sekarang ini,tidak gemuk dan tidak kurus". Kata Jasmine.


"Tapi bagiku kamu masih kurus". Kata Vincent.


"Baguslah,semoga tipe mu berubah". Kata Jasmine.


"Perasaan saya tidak akan pernah berubah walaupun kamu menjadi seperti apa,yang paling penting bagiku adalah kamu menjadi dirimu sendiri". Kata Vincent.


"Vincent,aku juga mau kamu menjadi dirimu sendiri. Jangan menjadi apa yang aku mau,jadilah Vincent dan hidup dengan santai". Terang Jasmine.


"Tapi ini adalah versi aku yang sebenarnya". Kata Vincent.


"Lalu untuk apa buku-buku itu? Di saat seperti ini,tolong fokus dengan kesehatanmu". Kata Jasmine.


"Jasmine,aku hanya membaca sedikit". Kata Vincent.


"Saya sudah menghitungnya. Buku ini berjumlah selusin". Kata Jasmine.


"Hmmm...saya membacanya dengan santai,kamu tenang saja. Saya janji tidak akan mempengaruhi kesehatanku". Kata Vincent.


"Jika kamu masih mau aku disini,maka aku akan menyita semua bukunya.Saya akan kembalikan kepadamu setelah kamu keluar dari rumah sakit". Terang Jasmine.


"Jasmine...". Ucap Vincent.


"Deal atau saya pulang sekarang juga?". Tanya Jasmine.


"Ya ya oke. Silakan menyitanya,tapi kamu harus kembalikan kepadaku setelah saya keluar dari rumah sakit". Kata Vincent.


"Baiklah". Kata Jasmine.


"Ehm...baru kali pasien di ancam,saya harus mengadukan ini kepada ayahnya". Kata Vincent.


"Dia pasti akan mendukung saya". Kata Jasmine.


"Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?". Tanya Vincent.


"Kamu sebaiknya beristirahat". Kata Jasmine.


"Tapi saya tidak bisa tidur lagi". Kata Vincent.


"Kamu bisa mendengarkan musik atau menonton televisi". Kata Jasmine.


"Lalu apa yang mau kamu lakukan?". Tanya Vincent.


"Hmmm...saya mau memberikan informasi kepada orang tuaku,Mia,Marco dan Pak Hadi tentang kondisi mu saat ini". Kata Jasmine.


"Setelah itu apa lagi yang mau kamu kerjakan?". Tanya Vincent.


"Tidak tau". Kata Jasmine.


Jasmine memberikan pesan kepada yang lain tentang kondisi Vincent. Sementara Vincent kelihatan krasak-krusuk di tempat tidur.


"Jasmine,saya bosan. Apa yang harus aku lakukan?". Tanya Vincent.


"Kamu tidak mau mendengar musik atau menonton televisi?". Tanya Jasmine.


"Saya lagi tidak mood mendengarkan musik dan menonton". Kata Vincent.


"Eh,bagaimana kalau aku membawa kamu jalan-jalan di bawah? Kamu bisa menghirup udara segar,ada banyak pepohonan yang rindang". Kata Jasmine.


"Setuju". Kata Vincent.


Jasmine lalu membawa Vincent dan menemaninya mengelilingi taman di rumah sakit. Vincent merasa senang sekali.


"Kamu benar ya,udara disini segar sekali. Suasana hati pun menjadi lebih tenang". Kata Vincent.


"Baguslah,kasih tau jika kamu sudah lelah. Aku akan membawa kamu kembali ke kamar".Kata Jasmine.


"Saya masih ingin berlama-lama disini bersama kamu". Kata Vincent.


"Hmm...kamu harus banyak istirahat". Kata Jasmine.


"Duduk disini juga termasuk istirahat". Kata Vincent.


"Nanti kamu akan mengambil darah,apa kamu takut?". Tanya Jasmine.


"Tidak,yang aku takutkan cuma satu yaitu kehilangan kamu". Kata Vincent.


"Vincent jawab yang benar". Kata Jasmine.


"Saya serius,yang saya katakan adalah benar. Saya sudah punya karier,saya sudah mapan,saya punya segalanya kecuali cintamu. Kapan kamu akan menerima aku?". Tanya Vincent.


"Sekarang bukan saatnya membicarakan hal ini". Kata Jasmine.


"Kenapa kamu selalu menghindar di saat saya bertanya? Apa sampai detik ini juga kamu tidak punya perasaan terhadapku?". Tanya Vincent.


"Vincent,sebenarnya saya tidak tau tentang perasaan saya saat ini. Saya sangat bingung apakah ini perasaan cinta atau sekedar rasa berterimakasih atas kebaikanmu. Saya butuh waktu untuk meyakinkan diriku sendiri".Terang Jasmine.


"Saya akan menunggu,sampai kamu sudah yakin akan perasaanmu". Kata Vincent.


"Maaf Vincent,mungkin kamu sendiri juga merasa saya sangat jual mahal seperti yang di pikirkan orang. Setelah saya pernah gagal dalam berumah tangga,pandangan saya tentang cinta seakan memudar. Saya merasa memang lebih baik jika saya hidup seperti ini,membesarkan Jasen sendiri". Jelas Jasmine.


"Saya mengerti Jasmine,saya tidak berpikir jika kamu jual mahal tapi kamu memang wanita mahal. Itu sebabnya saya memilih kamu bukan orang lain. Percayalah padaku Jasmine,saya sudah cukup berkomitmen untuk membangun rumah tangga denganmu,saya berjanji akan memberikan kamu kehidupan pernikahan yang bahagia". Terang Vincent.


"Tetap saja saya butuh waktu untuk meyakinkan diriku sendiri. Bukan kamu tidak layak,mungkin saya lah yang tidak layak untukmu".Kata Jasmine.


"Jasmine lihatlah aku,yang lalu biarkanlah berlalu.Bukan layak atau tidak,tapi mau atau tidak. Jika kamu butuh waktu oke,saya akan menunggu. Tolong jangan bicara soal kelayakan,kamu sangat layak untukku". Jelas Vincent.


"Vincent...jika saya tidak memilihmu,apa yang akan kamu lakukan?". Tanya Jasmine.

__ADS_1


"Tidak memilih aku? maksudnya kamu memilih Steven?". Tanya Vincent.


"Bukan,maksud saya adalah tidak memilih dua-duanya". Kata Jasmine.


"Saya tidak akan terima itu,lalu siapa yang akan kamu pilih untuk hidup bersama?". Tanya Vincent.


"Mungkin saya akan menjadi single parent selamanya". Kata Jasmine.


"Kalau begitu,saya tidak akan menikah selamanya". Kata Vincent.


"Kamu ini sungguh keras kepala". Kata Jasmine.


"Pokoknya kamu harus memilih aku atau Steven,saya hanya akan mundur jika ada pria lain di antara kami yang menurutmu lebih baik".Jelas Vincent.


"Hmmm...ayo kita kembali ke kamar. Sudah waktunya kamu istirahat sebelum pemeriksaan". Kata Jasmine.


"Jasmine berjanjilah,kamu harus memilih antara aku atau Steven. Saya akan menunggu kamu sampai kamu siap". Kata Vincent.


"Hmmm..gimana ya..".Ucap Jasmine.


"Sebelum kamu berjanji,saya tidak mau kembali ke kamar".Tegas Vincent.


"Iya iya,dasar cerewet". Kata Jasmine.


Karena Jasmine sudah berjanji,akhirnya Vincent mau kembali ke kamar. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Jadwal pemeriksaan akan dilakukan sebentar lagi.


"Vincent,apa kamu butuh sesuatu?". Tanya Jasmine.


"Tidak ada". Ucap Vincent tersenyum kepada Jasmine.


"Sebentar lagi kamu akan melakukan pemeriksaan".Kata Jasmine.


"Saya tau,kenapa kamu yang kelihatan gugup? Padahal yang akan di ambil darahnya adalah aku". Kata Vincent.


"Kelihatan ya kalau aku gugup?". Tanya Jasmine.


"Tentu saja. Sudah saya bilang saya bisa membaca mimik wajah". Kata Vincent.


"Iya,saya tidak tau kenapa saya merasa gugup". Kata Jasmine.


"Karena kamu terlalu khawatir terhadap saya. Kamu takut terjadi sesuatu dengan saya. Benarkan?". Tanya Vincent.


"Eh...itu...".Ucap Jasmine.


"Tenanglah Jasmine,tidak akan terjadi apa-apa. Hanya pemeriksaan,saya yakin saya akan segera sehat kembali".Kata Vincent.


Jasmine tidak melanjutkan percakapan,dia hanya mengangguk-anggukan kepalanya memberi isyarat kepada Vincent bahwa dia lebih tenang sekarang. Setelah itu,dokter dan suster masuk kedalam ruangan untuk melakukan pemeriksaan.


"Selamat siang,kamu sudah siap Vincent? Kita akan mengambil sampel darah mu terlebih dahulu". Ucap dokter.


"Siap dok". Jawab Vincent.


"Maaf,untuk kerabat pasien silakan menunggu di depan". Kata dokter.


"Baiklah,Vincent saya akan menunggu kamu di luar". Kata Jasmine.


"Dia sungguh pacar yang pengertian". Kata dokter.


"Benar sekali dok". Balas Vincent.


Di saat dokter melakukan pemeriksaan,Jasmine menunggu di luar lalu mengabari Pak Robert dan lainnya. Ntah kenapa Jasmine memang kelihatan gelisah.


"Halo nona". Ucap dokter.


"Heh,eh iya dok". Balas Jasmine.


"Dengan siapa ini saya berbicara?". Tanya dokternya.


"Saya Jasmine dok,saya adalah teman pasien". Jawab Jasmine.


"Nona Jasmine,saya sudah memeriksa pasien,sekarang kondisi pasien memang sudah membaik. Tapi sampel ini akan kami cek terlebih dahulu untuk memastikan lebih lanjut keadaan pasien. Kamu sudah boleh kembali menemani pasien di dalam. Pastikan dia cukup makan dan istirahat agar membantu stamina nya lebih baik". Terang dokter.


"Eh,baiklah terimakasih banyak dok". Ucap Jasmine.


"Sepertinya anda lebih gugup dari pada pacarmu". Kata dokter.


"Maaf dok,saya bukan pacarnya". Kata Jasmine.


"Hmmm...pasien sudah mengakui kamu pacarnya. Kenapa kamu tidak? Tapi setelah saya melihat kamu gugup,saya lebih percaya dengan pasien". Jelas dokter.


"Eh,bukan begitu dok". Kata Jasmine.


"Tidak apa-apa,tidak perlu malu. Apa ada yang mau kamu tanyakan?". Kata dokter.


"Kapan kita akan mengetahui hasilnya?". Tanya Jasmine.


"Dua jam dari sekarang. Setelah hasil keluar,kita akan segera mengabari anda". Kata dokter.


"Terimakasih dok". Kata Jasmine.


"Ada pertanyaan lagi?". Tanya dokter.


"Sudah tidak ada dok". Jawab Jasmine.


"Kalau begitu saya permisi dulu. Jaga pacar anda dengan baik. Kamu juga harus menjaga kesehatan". Kata dokter.


"Baik dok,terimakasih ". Balas Jasmine.


Jasmine kembali ke dalam untuk melihat Vincent. Jasmine merasa semua orang yang dia kenal sangat mendukung hubungan mereka berdua kecuali Steven. Bahkan dokter dan suster di rumah sakit itu juga mendukung mereka.


"Jasmine,kenapa kamu lama sekali masuk? Apa yang dokter bicarakan denganmu?". Tanya Vincent.


"Dokter bilang kondisimu sekarang stabil,namun sampel darahmu akan di cek terlebih dahulu untuk memastikan". Kata Jasmine.


"Jasmine,saya haus". Kata Vincent.


"Baik,saya akan ambilkan minuman untukmu". Kata Jasmine.

__ADS_1


"Jasmine,Terimakasih sudah menjaga ku disini". Kata Vincent.


"Terimakasihnya nanti saja setelah kamu keluar dari rumah sakit. Sekarang kamu harus istirahat. Sebentar lagi makan siangmu datang". Kata Jasmine.


"Jasmine,apa aku boleh memegang tanganmu lagi sambil tidur?". Tanya Vincent.


"Tidak boleh". Kata Jasmine.


"Aku tidak bisa tidur". Kata Vincent.


"Saya akan menceritakan dongeng untukmu". Kata Jasmine.


"Jasmine,kamu akan menidurkan calon suamimu bukan anakmu. Yang benar saja,aku lebih tidak bisa tidur dengan dongeng". Kata Vincent.


"Kamu banyak maunya". Kata Jasmine.


"Ya sudah kalau tidak mau,ambilkan satu buku untuk ku,saya mau baca". Kata Vincent.


"Tidak boleh". Ucap Jasmine.


"Pegang tangan tidak boleh,baca buku tidak boleh. Kamu sungguh kejam kepada pasien yang malang ini". Kata Vincent.


"Vincent...". Teriak Jasmine.


"Kamu mau aku tidur? Pinjam tanganmu,saya tidak akan macam-macam.Seperti semalam,kamu juga tidur di samping,kamu kan juga butuh istirahat". Jelas Vincent.


"Eh,ya sudahlah. Tapi awas saja kamu tidak tidur". Kata Jasmine.


"Hehe". Vincent tersenyum kepada Jasmine.


Demi Vincent bisa tidur,Jasmine terpaksa meminjamkan tangannya. Benar saja,begitu dia memegang tangan Jasmine,Vincent langsung tertidur. Satu jam setelahnya,suster mengantarkan makan siang ke kamar pasien.


"Selamat siang,maaf mengganggu istirahatnya,ini makan siang untuk pasien". Kata suster.


"Eh,suster. Boleh tolong letakkan dulu di meja itu.Pasien masih tertidur,saya tidak bisa beranjak dari tempatku". Kata Jasmine.


"Ehm..baiklah,saya mengerti. Saya taruh disini ya,permisi". Kata suster.


Suster langsung mengerti maksud Jasmine setelah melihat tangan Jasmine sedang di pegang oleh Vincent sambil tertidur. Suster pun tersenyum tipis dan meletakkan makananya di meja. Jasmine ingin membangunkan Vincent untuk makan siang tapi karena melihat Vincent begitu nyenyak,dia lalu membiarkannya untuk tidur lebih lama.


"Selamat siang,saya membawa...". Ucap Pak Robert yang datang menjenguk.


"Stttt...paman,Vincent sedang tertidur". Kata Jasmine.


"Eh,oke...oke...". Ucap Pak Robert.


"Dia baru tidur selama satu jam,biarkan dia tidur lebih lama,setelah dia bangun,saya akan menyuruhnya makan siang". Terang Jasmine.


"Baik Jasmine,dia tidur seperti ini membuat kamu tidak bisa bergerak kemana-mana". Kata Pak Robert yang fokus ke tangan Vincent dan Jasmine.


"Tidak apa-apa paman,susah sekali membujuk dia tidur. Tidak ada cara lain,terpaksa harus seperti ini". Jelas Jasmine.


"Anakku sungguh merepotkan kamu". Kata Pak Robert.


"Tidak apa-apa,apakah paman sudah makan?". Tanya Jasmine.


"Belum,saya sengaja ingin makan siang disini bersama kalian". Kata Pak Robert.


"Maaf paman,sebaiknya paman makan duluan saja. Saya akan menunggu Vincent bangun". Kata Jasmine.


"Tidak Jasmine,saya yang seharusnya minta maaf. Saya juga akan menunggu Vincent bangun dan kita makan bersama". Kata Pak Robert.


"Paman duluan saja,nanti paman kelaparan jika menunggu kami". Kata Jasmine.


"Tidak akan,saya sudah makan banyak cemilan sebelum kesini". Kata Pak Robert.


"Apakah di kantor baik-baik saja?". Tanya Jasmine.


"Semuanya baik-baik saja". Jawab Pak Robert.


"Oh,baguslah". Kata Jasmine.


"Apakah Vincent banyak menyusahkan kamu?". Tanya Pak Robert.


"Dia memang banyak mau nya,tapi tidak menyusahkan sama sekali". Kata Jasmine.


"Baguslah jika begitu,untuk hari ini saya masih harus merepotkan kamu". Kata Pak Robert.


"Jangan berkata begitu paman,Vincent juga banyak membantuku". Kata Jasmine.


"Jasmine,paman berharap apa yang kamu lakukan untuk Vincent memang dari hatimu bukan untuk membalas budi". Kata Pak Robert.


"Paman saya memang melakukannya karena peduli". Kata Jasmine.


"Apa hanya peduli? Bukan karena cinta?". Tanya Pak Robert.


"Paman,aku tidak bisa menjawab". Kata Jasmine.


"Baiklah Jasmine,saya mengerti kamu butuh waktu,tapi cinta bisa dibina seiring berjalannya waktu". Kata Pak Robert.


"Paman,saya tidak mau buru-buru mengambil keputusan,Vincent juga sudah tau akan hal itu. Dia bilang bersedia menunggu sampai aku siap meyakinkan diriku sendiri". Terang Jasmine.


"Baiklah Jasmine,bukan hanya Vincent yang bersedia menunggu. Aku dan istriku juga". Kata Pak Robert.


"Apa yang kalian bicarakan? Papa sudah lama disini?". Tanya Vincent yang sudah bangun dari tidurnya.


"Eh,baru saja". Jawab Pak Robert.


"Oh,saya merasa segar sekali setelah bangun tidur. Eh,Jasmine maaf membuatmu tidak leluasa bergerak". Kata Vincent.


"Vincent,kamu jangan membuat anak orang menderita". Kata Pak Robert.


"Saya tidak berani Pa,dia saja lebih galak dari pada saya". Kata Vincent.


"Kamu pasien keras kepala,harus lebih galak sedikit". Kata Jasmine.


"Ya sudah,karena kamu sudah bangun. Kita makan siang bersama". Kata Pak Robert.

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga makan siang bersama. Setelah mereka selesai makan siang, dokter datang memberikan hasil pemeriksaan. Apa yang terjadi? Apakah Vincent akan baik-baik saja?


__ADS_2