The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Rumah Vincent


__ADS_3

Vincent memeluk Jasmine dari belakang membuat Jasmine terkejut dan hampir berteriak,tapi untungnya Jasmine sadar dia berada di rumah sakit.


"Vincent,kamu kenapa lagi? Sudah gila kamu ya? Jangan sampai kamu orang kedua yang saya tampar hari ini". Kata Jasmine.


"Sebentar saja,kamu mau tampar aku lebih baik. Jadi aku tidak begitu merasa bersalah". Kata Vincent.


"Vincent singkirkan tanganmu. Ini di rumah sakit".Kata Jasmine.


"Ya aku tau ini rumah sakit,tapi kamar ini tidak ada orang lain hanya kita berdua". Kata Vincent.


"Vincent,saya tidak bisa bergerak". Teriak Jasmine.


"Izinkan saya memeluk kamu sebentar saja. Maaf ya kejadian hari semua karena aku". Bisik Vincent.


"Iya,tapi lepaskan aku dulu.Kita bicarakan di sana". Kata Jasmine.


"Tidak mau". Kata Vincent.


"Vincent jangan buat aku marah,lepaskan". Kata Jasmine.


Vincent bukan melepaskan pelukkannya malah semakin erat. Jasmine sampai tidak bisa berkata-kata.


"Vincent...". Ucap Jasmine.


"Saya tidak peduli kamu marah atau tidak,saya hanya ingin mengatakan bahwa aku semakin mencintaimu Jasmine".Kata Vincent.


"Tapi aku bisa mati kalau begini". Kata Jasmine.


"Hmmm... aku tidak akan membuat kamu mati". Kata Vincent.


"Aduh,maksud saya lepaskan dulu biar saya bisa bicara". Kata Jasmine.


"Kamu dari tadi juga bisa bicara". Kata Vincent.


"Tadi Steven buat saya marah,sekarang kamu. Apa semua pria memang menyebalkan ya?". Tanya Jasmine.


"Sudah saya katakan saya tidak peduli kamu mau marah atau tidak. Jika kamu mau menampar saya juga silakan,tapi aku tetap mau memelukmu". Kata Vincent.


"Kamu mau sampai kapan seperti ini?". Tanya Jasmine.


"Sampai kamu diam dan menikmati pelukkan ku". Kata Vincent.


"Astaga Vincent...". Ucap Jasmine.


"Sttt...makanya kamu diam saja. Rasanya begitu hangat bisa memeluk orang yang kita cintai,tapi saya sangat sedih melihat orang yang saya cintai menerima kata-kata menyakitkan dari orang lain". Terang Vincent.


"Sudahlah lupakan saja kejadian tadi". Kata Jasmine.


"Apa aku seegois itu ya merebut seorang ibu dari anaknya?". Tanya Vincent.


"Vincent,saya bilang lupakan saja. Itu bukan kesalahan kamu". Kata Jasmine.


"Tapi saya merasa bersalah". Ucap Vincent.


"Kalau merasa bersalah ya udah lepaskan aku sekarang dan pergi tidur. Kamu harus segera sehat kembali agar aku bisa kembali menjaga Jasen". Terang Jasmine.


"Hmmm...baiklah tapi aku mau tidur di kamar tamu".Kata Vincent.


"Kamu berulah lagi,pasien ya tidur di kasur pasien. Aku akan tidur di kamar tamu". Kata Jasmine.


"Baiklah". Kata Vincent.


"Kamu tidurlah dulu,setelah saya selesai. Saya akan tidur. Jika perlu apa-apa,kamu boleh memanggil saya". Jelas Jasmine.


"Baik Jasmine,selamat malam". Kata Vincent.


"Selamat malam Vincent". Balas Jasmine.


Vincent akhirnya melepaskan pelukkan nya dan mengikuti perintah Jasmine,setelah beberes Jasmine memastikan Vincent sudah tertidur lalu dia masuk ke kamar tamu yang memang tersedia di dalam kamar pasien agar keluarga yang menemani pasien bisa tidur di kamar tersebut.


Sementara itu di tempat Steven,kak Jimmy mengajak Steven ke sebuah cafe untuk bersantai sejenak agar hati dan pikiran Steven tenang.


"Kak Jimmy Terimakasih sudah mengajak aku kesini". Kata Steven.


"Tidak apa-apa,kamu mau makan atau minum apa?". Tanya Jimmy.


"Saya mau minum kopi saja". Kata Steven.


"Saya pesan beberapa cemilan lain,kamu temanin aku makan ya sambil mengobrol santai". Kata kak Jimmy.


"Baiklah,saya tau tujuan kak Jimmy mengajak aku kesini agar aku bisa lebih tenang". Kata Steven.


"Kita sudah lama tidak mengobrol seperti ini". Kata Kak Jimmy.


"Benar,mungkin saya tidak akan bisa lagi ngobrol dan becanda bersama kalian seperti dulu". Kata Steven.


"Kenapa bicara begitu? Jika kamu butuh teman ngobrol,kamu boleh menghubungi saya". Kata kak Jimmy.


"Maaf ya kak Jimmy,saya sungguh tidak tau diri,kalian selalu mendukung saya dan menyayangi saya seperti keluarga tapi saya bukan hanya membuat Jasmine kecewa,saya juga membuat kalian sekeluarga kecewa". Terang Steven.


"Sudahlah,setiap orang pernah melakukan kesalahan. Ambil pelajaran ini untuk hidupmu kedepannya". Kata kak Jimmy.


"Saya yang membuat semua kekacauan ini,tapi saya sendiri yang tidak bisa menerimanya. Saya sungguh membenci diriku sendiri". Kata Steven.


"Steven,yang penting kamu masih mau bangkit dan memperbaiki kesalahan. Dunia ini belum hancur,kamu masih punya kesempatan". Terang Kak Jimmy.


"Tapi aku seperti tidak punya peluang lagi untuk mendapatkan Jasmine kembali". Kata Steven.


"Kesempatan yang saya maksud adalah bukan kembali ke Jasmine,kamu masih muda dan tampan, kamu orang berpendidikan,punya karier bagus dan mapan,kamu bisa mendapatkan wanita baik di luar sana". Jelas Kak Jimmy.


"Kak Jimmy tidak mendukung aku lagi?". Tanya Steven.

__ADS_1


"Ini saya sedang mendukungmu". Kata Kak Jimmy.


"Saya hanya ingin istriku dan anakku kembali". Kata Steven.


"Steven,berbesar hati dan berlapang dada lah. Apapun kesalahan yang kamu lakukan,Jasen tetap lah anakmu. Jasmine dia....kamu lihat sendiri bagaimana Vincent berusaha tapi sampai saat ini Jasmine belum siap menerima Vincent. Bukan karena Jasmine masih mencintaimu,dia belum siap menerima Vincent karena hatinya yang kamu hancurkan masih terasa sakit sampai sekarang".Terang Kak Jimmy.


"Saya hanya butuh Jasmine memberikan aku kesempatan sekali lagi,aku akan memperbaiki semuanya". Kata Steven.


"Steven,kamu adalah pria yang baik tapi bukan pria dewasa. Jika kamu punya pikiran yang dewasa dan bijaksana,kamu tidak seharusnya datang ke rumah sakit untuk membuat suasana menjadi kacau". Kata kak Jimmy.


"Kak Jimmy,aku hanya...". Ucap Steven.


"Biarkan aku menyelesaikan perkataanku. Steven dengar baik-baik,sampai detik ini pun keluarga kami tetap melihat kamu sebagai pria yang baik. Jika kamu memang pria dewasa yang bijaksana,kamu seharusnya mendukung Jasmine dengan Vincent. Biarkan Vincent menyembuhkan hati Jasmine yang sudah kamu hancurkan". Terang kak Jimmy.


"Saya tidak bisa kak Jimmy". Kata Steven.


"Kamu bisa. Kamu pasti bisa!". Kata kak Jimmy.


"Kak Jimmy...bagaimana kamu bisa menyuruh saya mundur? kamu tau jelas perasaanku terhadap Jasmine". Kata Steven.


"Steven,jika kamu memang mencintai Jasmine,kamu harus memberikan doa yang terbaik untuk dia. Ikhlaskan hatimu maka kebencian Jasmine terhadapmu juga semakin berkurang. Apa yang kamu lakukan tadi di rumah sakit adalah tidak benar. Jasmine dan lainnya akan semakin buruk menilaimu". Jelas kak Jimmy.


"Saya mengerti". Kata Steven.


"Kamu bukan orang bodoh Steven,kamu pasti tau maksud saya. Perlihatkan sisi baik mu kembali kepada Jasmine dan lainnya". Kata Kak Jimmy.


"Ada yang ingin saya tanyakan". Kata Steven.


"Silakan Steven". Kata kak Jimmy.


"Apakah Vincent adalah pria yang tepat untuk Jasmine?". Tanya Steven.


"Menurut saya iya,tapi kamu juga bisa menilai sendiri. Jika menurutmu Vincent bukanlah pria yang tepat untuk Jasmine,maka kamu boleh mempertahankan hatimu. Tapi jika Vincent adalah pria yang baik,maka berjanjilah Steven,kamu akan mengikhlaskan nya". Jawab Kak Jimmy.


"Baiklah kak Jimmy". Balas Steven.


Vincent yang sudah tertidur tiba-tiba terbangun,dia berjalan ke dalam kamar tamu dan melihat Jasmine yang sedang tertidur pulas. Karena udara di ruangan itu sudah begitu dingin,Vincent lalu memakaikan selimut ke Jasmine yang tengah tidur begitu nyenyak.


Jasmine sama sekali tidak bergerak sedikitpun,Vincent lama memandangi wajah Jasmine yang sedang tertidur. Dan akhirnya dia memutuskan untuk tidur di samping Jasmine. Pagi hari pun tiba,Jasmine yang baru buka mata dari tidurnya melihat Vincent sudah ada di sampingnya membuat dia syok.


"Vincent,kenapa kamu tidur disini? Bukannya semalam kamu ada di kasur pasien?". Tanya Jasmine.


"Pagi Jasmine,ini jam berapa?". Vincent tanya balik.


"Jam enam pagi. Aku tanya kenapa kamu bisa tidur disini?". Kata Jasmine.


"Oh,semalam aku terbangun, melihat kamu tidak memakai selimut saya lalu memakaikan selimut padamu".Kata Vincent.


"Terus?". Tanya Jasmine.


"Terus ya saya tidur disini. Hehe..". Ucap Vincent.


"Kamu kenapa tidak kembali ke kasur kamu sendiri?". Tanya Jasmine.


"Kamu tidak bisa sesuka hati mu saja mau tidur dimana,kamu ini pasien". Kata Jasmine.


"Jangan selalu anggap saya pasien,aku udah sembuh". Kata Vincent.


"Ya walaupun kamu sudah sembuh,pokoknya tidak boleh sesuka mu masuk kamar tamu dan tidur. Sangat tidak sopan". Kata Jasmine.


"Aku kan cuma tidur,aku tidak ngapa-ngapain kamu". Kata Vincent.


"Tetap saja tidak boleh! Kalau kamu bukan pasien,saya sudah menghajar mu".Tegas Jasmine.


"Ya oke,maaf ya. Sudah jangan marah,aku lapar. Ada makanan?". Kata Vincent.


"Lihat sendiri di meja,kamu bilang sendiri kamu bukan pasien lagi kan?".Ucap Jasmine.


"Sungguh kejam dirimu Jasmine". Kata Vincent.


"Baru tau kalau saya kejam,aku mau mandi dulu,kalau lapar cari makan sendiri. Di meja banyak sekali makanan". Terang Jasmine.


"Nasib". Ucap Vincent.


Hari ini Vincent sudah di nyatakan sembuh total dan sudah di perbolehkan pulang ke rumah oleh dokter. Vincent dan Jasmine senang sekali akhirnya pulang juga. Jam tiga sore Pak Robert datang untuk menjemput mereka pulang.


"Paman,kamu antar Vincent pulang,saya akan langsung ke kantor". Kata Jasmine.


"Jasmine,saya masih meliburkan kamu". Kata Pak Robert.


"Paman,saya sudah tidak masuk selama dua hari,lagi pula Vincent sudah boleh pulang". Kata Jasmine.


"Hmmm...Jasmine boleh saya meminta waktu sehari lagi untuk menjaga Vincent?". Tanya Pak Robert.


"Eh,tapi dia tidak perlu perawat lagi". Kata Jasmine.


"Saya masih perlu,tangan dan kaki saya masih kaku. Kamu mau kalau saya kenapa-kenapa di rumah?". Lanjut Vincent.


"Vincent,kamu di rumah punya banyak pembantu". Kata Jasmine.


"Yang aku butuhkan ada perawat bukan pembantu. Saya tidak nyaman mereka membantu saya". Kata Vincent.


"Jasmine,anggap saja paman minta tolong. Kamu hari ini jaga Vincent di rumah,besok hari Sabtu tidak bekerja,saya yang akan menemani Vincent.Kamu akan saya antar pulang besok,bagaimana?". Tanya Pak Robert.


"Baiklah,tapi hanya hari ini saja ya?". Kata Jasmine.


"Oke sepakat". Ucap Pak Robert.


Akhirnya Jasmine setuju membantu Pak Robert menjaga Vincent. Ini adalah pertama kalinya Jasmine menginjak rumah Vincent,rumah besar yang begitu luas membuat Jasmine langsung berpikir berapa pembantu yang mereka butuhkan untuk membersihkan rumah ini.


"Ini rumah atau istana ?".Kata Jasmine.

__ADS_1


"Jasmine,tugasmu disini hanya merawat Vincent,jika kamu butuh sesuatu kamu boleh langsung menyuruh pembantu untuk menyediakan untukmu. Anggap saja rumah sendiri". Kata Pak Robert.


"Baik paman". Kata Jasmine.


"Vincent,kamu dan Jasmine harus istirahat,setelah itu ajak Jasmine berkeliling. Saya harus kembali ke kantor,Jasmine semoga kamu nyaman disini". Kata Pak Robert.


"Eh,baik paman. Dimana kamar tamu?". Tanya Jasmine.


"Kamar tamu untuk?". Tanya Pak Robert.


"Ya untuk saya paman,rumah seluas ini pasti punya kamar untuk tamu kan?". Kata Jasmine.


"Tapi kamar Vincent sudah cukup luas untuk kalian berdua". Kata Pak Robert.


"Apa? Paman mau saya tidur sekamar dengan Vincent?". Tanya Jasmine.


"Kalian juga sekamar waktu di rumah sakit". Kata Pak Robert.


"Paman,itu hal yang berbeda. Ini...masa saya harus sekamar dengan Vincent?". Kata Jasmine.


"Hahaha...Jasmine,dengarkan paman dulu. Tidak perlu panik.Di dalam kamar Vincent ada tiga ranjang besar dan sofa. Kamu boleh tidur terpisah jika merasa tidak nyaman". Kata Pak Robert.


"Tapi paman,aku lebih nyaman jika tidur di kamar terpisah". Kata Jasmine.


"Hahaha...baiklah. Saya akan menyuruh pembantu siapkan kamar untukmu. Kamu takut Vincent akan macam-macam dengan mu? Kamu tenang saja,Vincent bukanlah pria yang seperti itu". Terang Pak Robert.


"Sudah saya katakan seribu kali saya bukan pria seperti itu tapi Jasmine tidak percaya. Hemm...". Kata Vincent.


"Jasmine,saya akan suruh pembantu saya menyiapkan kamarmu,untuk sementara kamu istirahat dulu di kamar Vincent. Tidak masalah kan?". Tanya Pak Robert.


"Baiklah paman". Kata Jasmine.


"Vincent,bawa Jasmine istirahat di kamar. Dia adalah tamu kita,kamu harus memperlakukan dia dengan baik". Kata Pak Robert.


"Baik Pa,saya kan memang selalu memperlakukan Jasmine dengan baik". Kata Vincent.


Vincent kemudian mengantarkan Jasmine ke kamarnya.


"Akhirnya saya kembali lagi ke kamar ini". Kata Vincent.


"Kamar kamu seluas ini?". Tanya Jasmine.


"Benar". Kata Vincent.


"Lalu untuk apa tiga ranjang besar ini padahal kamu cuma sendiri?".Tanya Jasmine heran.


"Hmmm...mana tau aku bosan dengan kasur yang ini,saya bisa tidur di kasur yang satunya lagi". Jelas Vincent.


"Dasar manusia tidak jelas". Ucap Jasmine.


"Silakan istirahat,sini Jasmine". Kata Vincent.


"Tidak mau,kamu disana,saya disini". Kata Jasmine.


"Kamu sejauh itu bagaimana kita bisa mengobrol?". Tanya Vincent.


"Ya salahmu,siapa suruh punya kamar sebesar ini. Kamarmu ini sudah sebesar rumahku".Kata Jasmine.


"Nanti juga kamar ini akan menjadi kamar kita". Goda Vincent.


"Jangan mimpi,hmmm...aku lelah sekali menjaga bayi besar. Sekarang saya harus istirahat,jangan mengganggu ku". Kata Jasmine.


"Silakan istirahat". Kata Vincent.


Setelah selesai istirahat,Vincent mengajak Jasmine untuk berkeliling di rumahnya. Betapa terkejutnya Jasmine ternyata di dalam rumah Vincent ada ruang buku yang besar sudah seperti perpustakaan. Ada tempat gym,teater,dan sejumlah ruangan lainnya. Yang paling mengesankan adalah sebuah ruangan yang hanya berisi piala dan penghargaan.


"Piala dan penghargaan? Kamu yang mendapatkan semua ini?". Tanya Jasmine.


"Tentu saja,liat saja semua piala dan penghargaan ini adalah atas nama saya". Ucap Vincent dengan bangga.


"Iya,kamu memang wajib bangga. Ternyata kamu sangat berprestasi". Kata Jasmine.


"Gimana sudah mulai terkesan dengan saya?". Tanya Vincent.


"Kamu berharap saya akan bilang wow...kamu adalah pria yang hebat!!". Kata Jasmine.


"Hmm...saya lupa kalau kamu Jasmine,kamu tidak akan mengatakan itu". Kata Vincent.


"Baguslah kalau kamu tau. Tapi kali ini harus aku akui,kamu memang hebat". Kata Jasmine.


"Thanks Jasmine". Ucap Vincent.


"Permisi nona,kamar mu sudah siap,boleh kami bantu bawakan barang-barangmu ke kamar?". Tanya seorang pembantu.


"Terimakasih,maaf merepotkan". Kata Jasmine.


"Sama-sama nona,sudah menjadi tugas kami".Balas pembantu tersebut.


"Katanya kamu mau menjagaku,tapi kamu memilih kamar terpisah". Kata Vincent.


"Melihat kamu sekarang sepertinya tidak perlu ada yang jaga. Aku hanya tidak enak menolak permintaan ayahmu". Kata Jasmine.


"Hmmm...tapi aku masih butuh kamu untuk mengobrol denganku".Kata Vincent.


"Baiklah,saya akan menemani kamu mengobrol,setelah waktunya tidur kembali ke kamar masing-masing". Jelas Jasmine.


"Baik calon istriku". Kata Vincent.


"Vincent jaga ucapanmu". Kata Jasmine.


"Saya harus jaga ucapanku di rumahku sendiri?". Tanya Vincent.

__ADS_1


"Tapi rumah ini bukan cuma ada kita berdua,banyak sekali pembantu bisa mendengar apa yang barusan kamu katakan". Kata Jasmine.


"Kamu takut pembantu ku disini salah paham? Menurutmu mereka akan berpikir kalau kamu adalah perawat? Jasmine... Jasmine...saya kasih tau,selama ini saya belum pernah membawa perempuan masuk ke dalam rumahku,apalagi sampai masuk ke kamarku. Kamu adalah yang pertama. Mereka sudah pasti akan berpikir kalau kamu pacar saya". Terang Vincent.


__ADS_2