The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Semuanya terbukti


__ADS_3

"Daddy,hari ini tidak ketemu orang?". Tanya Jasen.


"Tidak sayang,hari ini mommy sepertinya tidak enak badan,kita main di luar kamar ya,jangan ganggu mommy sedang istirahat". Kata Steven.


"Baik daddy,mommy sakit apa?". Tanya Jasen lagi.


"Mommy hanya lelah,butuh istirahat". Terang Steven.


Sementara di kamar,Jasmine terus memikir cara agar dia bisa mendapatkan bukti lain. Lalu dia melihat dompet Steven yang ada di meja kerja,dan segara dia membuka dompet tersebut.Terdapat uang,kartu ATM,kredit card dan kartu-kartu lainnya.


Tidak ada sesuatu yang mencurigakan,kemudian dia melihat tas kerja Steven yang ada di laci meja. Dia kemudian membuka tas tersebut. Jasmine dengan hati-hati mengecek isi tas Steven,terdapat banyak dokumen,dia tidak mau mengacak dokumen tersebut karena akan fatal jika berantakan.


Jasmine kemudian membuka laci bagian bawah,di saat terdapat sebuah tas laptop berwarna hitam.


Dengan segara dia membuka tas laptop tersebut,dia menemukan tumpukan struk. Ada struk belanja,struk restoran dan hotel.


Karena takut ketahuan jika Steven dan Jasen akan tiba-tiba masuk ke kamar jika dia membaca satu-satu struk tersebut,maka dengan sigap Jasmine mengambil ponselnya dan memfoto semua struk yang ada di tangannya.


Karena panik dan takut ketahuan,setelah mengambil foto dan meletakan semua barang tersebut di tempat seharusnya,Jasmine menonaktifkan ponselnya dan pura-pura tidur kembali.Dia akan melihat struk itu bersama Mia di kantor. Dia berharap struk tersebut bisa menjadi bukti dan petunjuk.


Tidak berapa lama kemudian,Steven dan Jasen masuk ke kamar. Jasmine mendegar jika Jasen meminta izin kepada ayahnya untuk mencium ibunya yang sudah tidur. Namum Steven melarangnya karena takut jika Jasmine akan terbangun.


"Daddy,apakah Jasen boleh mencium mommy?".Tanya Jasen.


"Jasen,mommy sudah tidur,besok saja ya ciumnya. Jasen gak mau mommy terbangun kan?". Kata Steven.


"Baiklah". Kata Jasen.


"Daddy temanin Jasen gosok gigi dan cuci muka,habis itu daddy dongeng ya sambil Jasen tidur". Kata Steven.


"Terimakasih daddy". Ucap Jasen.


"Sama-sama sayang". Jawab Steven.


Keesokan harinya,sesampainya di kantor,Jasmine segera menunjukan hasil foto struk tersebut. Mereka berdua pun saling menganalisis satu persatu fotonya.


"Mia,banyak sekali struk yang sempat saya foto di tas laptop Steven". Kata Jasmine yang menunjukan ponselnya kepada Mia.


"Kamu hebat Jasmine,tapi bagaimana kamu melakukannya? Apa tidak ketahuan?". Tanya Mia yang mengslide satu persatu foto tersebut.


"Ceritanya panjang,intinya semalam Steven berpikir saya tidak enak badan,lalu dia antusias mau menjaga Jasen dan bermain dengannya di luar.Sedangkan saya beristirahat di dalam kamar,disitulah saya mencari barang bukti dan ketemu lah ini". Terang Jasmine.


"Hmmm...ini kebanyakan struk restoran,hotel dan belanja. Jasmine liat ini,disini ada struk dari toko tas terkenal. Apakah dia beli tas untukmu?". Tanya Mia.


"Tidak ada. Dia sama sekali tidak pernah beli tas untuk ku,apalagi tas mewah,karena dia tau aku tidak menyukai tas yang terlalu mewah". Kata Jasmine.


"Tapi disini tertulis di struk adalah empat hari lalu jam delapan malam,dan harganya juga fantastis. Jadi untuk siapa tas tersebut?". Kata Mia.


"Empat hari lalu katanya dia bertemu client penting,ternyata dia keluar untuk membeli tas mewah ini,sungguh keterlaluan". Kata Jasmine yang mulai emosi.


"Jasmine tenangkan dirimu dulu,kita coba liat yang lain". Kata Mia.


"Bagaimana saya bisa tenang. Kamu coba liat struk restoran ini,dan ini. Perhatikan,rata-rata struk restoran tertulis dua makanan dan dua minuman,yang artinya setiap dia ke restoran ketemu client selalu berdua. Client macam apa yang dia temui setiap hari,se spesial apa dia!!".Ungkap Jasmine semakin emosi.


"Maaf harus saya katakan,struk hotel dan struk restoran kebanyakan di hari yang sama. Intinya setelah Steven dan client tersebut selesai makan,Steven memesan hotel kamar,tapi....". Kata Mia.


"Saya sudah mengerti Mia,kenapa dia selalu pulang malam sekali. Tas branded,restoran mewah,dan hotel mewah,siapapun tau apa yang di lakukan Steven". Kata Jasmine.


"Tapi Jas,bisa saja dia memang memesan itu semua untuk client nya". Kata Mia.


"Client hanyalah sebuah alasan agar aku percaya kepadanya". Kata Jasmine.


"Walaupun begitu,kamu tetap perlu mendapatkan bukti lain yang lebih akurat". Kata Mia.


"Ini sudah cukup membuktikan semuanya Mia". Kata Jasmine.


"Tidak Jasmine,lebih baik kamu cari tau lagi dengan siapa dia pergi selama ini,client nya seperti apa". Jelas Mia.


"Bagaimana saya bisa tau?". Tanya Jasmine.

__ADS_1


"Hari dimana Steven keluar lagi untuk bertemu client nya,maka kamu harus ikutin dia. Pasang GPS di mobilnya secara diam-diam,maka kamu akan tau dimana dia berada. Kamu harus nyusul ke tempat dia pergi untuk membuktikan sendiri. Namum jangan gegabah Jasmine,kamu harus dapatkan foto nya dan bukti chat nomor tersebut tidak di kenal itu". Terang Mia.


"Lalu bagaimana dengan Jasen,dia tidak boleh ikut dengan saya". Kata Jasmine.


"Tenang saja,Jasen titipkan ke saya saja". Kata Mia.


"Atau lebih baik titipkan ke orang tua saya,tapi bagaimana saya menceritakan ini semua kepada mereka?". Tanya Jasmine.


"Orang tua mu sebaiknya tidak perlu tau terlebih dahulu,jika semuanya sudah jelas dan terbukti,barulah kamu ceritakan yang sebenarnya kepada mereka". Kata Mia.


"Baiklah Mia,kalau begitu Jasen titip ke kamu saja". Kata Jasmine.


Ketika Jasmine sudah sepakat dengan Mia,maka keesokan harinya Jasmine beraksi setelah memasang GPS diam-diam ke dalam mobil Steven. Seperti biasa Steven selalu berpakaian rapi dan tidak lupa membawa tas dan laptop kerjanya.


Setelah Steven pergi,Mia sudah berada di depan rumah Jasmine. Mia menjemput Jasmine dan Jasen mengikuti arah GPS dimana Steven pergi. Tujuan Steven berhenti di sebuah restoran mewah yang jaraknya empat kilometer dari rumah.


Terlihat Steven sudah turun dari mobil berjalan menuju restoran,barulah Jasmine turun. Namum Jasen yang ada di dalam mobil tidak ikut turun,Mia membawa Jasen dan anaknya pergi ke tempat bermain anak di salah satu mall dekat sana.


"Jasen,mommy mau beli sesuatu dulu. Jasen sama tante Mia ya,jangan nakal". Kata Jasmine.


"Baik mommy". Jawab Jasen.


"Jasen,kita pergi bermain di playground yuk? Tapi harus janji sama tante dulu,harus dalam pengawasan tante dan satu hal lagi, jangan kasih tau daddy ya kalau tante ajak main,nanti daddy marahin tante". Kata Mia.


"Baik tante,Jasen janji akan jadi anak baik". Kata Jasen.


"Dan apa lagi...hayo!!?". Ucap Mia.


"Dan tidak boleh kasih tau daddy tante membawa aku ke playground". Tambah Jasen.


"Bagus,anak pintar,nanti setelah selesai main,kita jemput mommy". Kata Mia.


"Baik tante". Ucap Jasen.


Setelah Jasmine turun,dia melihat Jasen berjalan menuju sebuah meja yang disana sudah duduk seorang cewek. Dengan berhati-hati Jasmine berjalan lebih dekat menuju tempat makan Jasen,dan dia melihat lebih jelas lagi ternyata cewek tersebut adalah Lydia yang merupakan sekretaris dari suaminya Steven.


"Mia,dia sedang bersama sekretarisnya". Kata Jasmine.


"Apakah hanya berdua?". Tanya Mia.


"Untuk saat ini mereka hanya berdua,apa mungkin sekretarisnya juga ikut menemui client? Tapi lihat ada client yang datang duduk bersama mereka". Kata Jasmine.


"Hmm...bisa saja sekretarisnya memang di tugaskan untuk menemani Steven bertemu client. Kamu tunggu sebentar lagi,mungkin client yang di sebut segera datang. Kamu jangan sampai ketahuan,harus pantau terus jika ada yang mencurigakan". Terang Mia.


"Baiklah,apakah Jasen baik-baik saja?". Tanya Jasmine.


"Dia baik-baik saja,Jasen begitu senang bermain disini".Kata Mia.


"Baguslah,Terimakasih Mia. Merepotkan kamu untuk menjaga Jasen. Apa ada bilang padanya untuk tidak memberitahukan kepada Steven?". Tanya Jasmine.


"Sudah. Jasen sudah berjanji kepada saya". Kata Mia.


"Hmmmm... baguslah. Baiklah saya akan awasi mereka lagi". Kata Jasmine.


"Jika ada apa-apa,segera telepon saya". Kata Mia.


"Baik Mia". Kata Jasmine.


Setelah beberapa menit memantau,tidak ada yang datang menemui mereka. Sampai menu makanan sudah keluar dan hanya mereka berdua terlihat menikmati makanan tersebut. Sesekali terlihat Lydia tersenyum manis kepada Steven.


Jasmine mulai memanas,tapi dia tidak boleh labrak mereka. Karena tujuannya untuk mencari bukti. Segera dia menelepon Mia lagi,dan mengatakan kondisi terkini.


"Mia,sampai saat ini hanya ada mereka berdua, bahkan hidangan makanan mereka sudah datang dan mereka langsung makan tanpa menunggu client. Apa selama ini yang dia maksud client adalah Lydia sekretarisnya?". Kata Jasmine.


"Jasmine,tidak ada yang duluan makan sebelum client datang. Sudah jelas ini bukan urusan kerja tapi urusan pribadi, kamu jangan labrak mereka walaupun kamu kesal sekarang. Tujuan kamu adalah mencari bukti agar Steven tidak bisa mengelak lagi". Jelas Mia.


"Baiklah,saya akan menahan emosi saya demi bukti". Kata Jasmine.


"Baiklah,kamu juga harus hati-hati". Kata Mia.

__ADS_1


Setelah menutup telepon,pandangan Jasmine tidak bisa berkedip sedikitpun melihat Steven dan Lydia makan bersama. Tiba-tiba,terlihat Lydia menyuapi Steven,segera Jasmine foto moment tersebut untuk di jadikan bukti. Kini Jasmine sudah yakin jika tidak ada client yang seperti selama ini Steven katakan, semua hanya bohong semata demi bisa selingkuh dengan sekretarisnya.


Setelah mereka selesai makan,terlihat Steven menggandeng tangan Lydia,mereka jalan masuk menuju mobil Steven. Jasmine pun tidak lupa mengambil kesempatan untuk mengambil beberapa gambar dan video untuk buktinya.


Setelah mobil Steven melaju pergi,Jasmine segera naik taxi online untuk menuju tempat yang tujuan yang akan di kunjungi Steven. Jasmine terkejut untuk sekian kalinya,Steven dan sekertarisnya itu turun di sebuah hotel mewah. Jasmine segera turun dan membuntuti mereka. Tidak lupa Jasmine juga mengambil foto saat mereka masuk ke dalam hotel.


Terlihat Steven sedang check in bersama Lydia di lobi. Dia berpikir tidak mungkin Steven melakukan ini padanya. Namum dia salah,Steven masuk ke dalam lift bersama sekertarisnya itu. Jasmine dengan jantung berdebar-debar memberanikan ini dengan pura-pura mau check in demi mendapat informasi.


"Halo selamat malam,ada yang bisa di bantu bu?". Ucap resepsionis tersebut.


"Hmmm...teman saya bernama Steven,katanya dia baru check in di hotel ini,dia di lantai berapa ya? Saya mau pesan satu kamar di lantai yang dia tempati". Kata Jasmine.


"Baik,tunggu sebentar ibu,saya cek terlebih dahulu". Kata resepsionis.


"Baik pak". Ucap Jasmine.


"Terimakasih sudah menunggu,tuan Steven ada di kamar empat ratus tujuh,apakah ibu mau pesan di lantai yang sama?". Tanya resepsionis tersebut.


"Benar,saya pesan satu kamar dilantai yang sama,apakah kamar di sebelahnya kosong? Jika kosong, saya ambil satu kamar di sebelahnya saja". Kata Jasmine.


"Baik Bu,kebetulan kamar sebelah kosong,di kamar empat ratus delapan. Apakah mau langsung check ini?". Tanya resepsionisnya lagi.


"Iya,saya ambil kamar itu saja". Kata Jasmine.


"Baik". Kata resepsionis.


Setelah melakukan check in,Jasmine segera naik ke lantai kamar yang dia pesan, dia sengaja memesan lantai yang sama pas di sebelah kamar Steven dan Lydia. Setelah masuk kamar hotel,Jasmine segera menelepon Mia dan menjelaskan semuanya.


Hati wanita mana yang tidak sakit hati menyaksikan suaminya check in di hotel dengan selingkuhan. Walaupun Jasmine termasuk wanita yang tegar,tapi dia tidak kuasa menahan air mata saat bercerita kejadian yang dia liat dengan matanya sendiri.


"Mia,saya harus bagaimana? Steven bersama Lydia di dalam kamar,ternyata selama ini dia selingkuh dengan Lydia". Kesah Jasmine.


"Saya mengerti Jas,tapi kamu harus sabar sedikit lagi. Kamu sekarang di hotel mana? Saya akan segera kesana.Kebetulan Jasen sudah tertidur di dalam mobil. Saya akan menunggu kamu di parkiran hotel. Setelah Steven keluar dari kamar,kamu pura-pura meminta Steven untuk membeli makanan yang jauh lokasinya dari sini,sehingga saya bisa mengantar kamu pulang terlebih dahulu ke rumah". Terang Mia.


"Baik Mia,saya sekarang di hotel Sky Ten. Saya akan mengikuti arahan kamu". Kata Jasmine.


"Ok". Kata Mia.


Setelah hampir satu jam,Steven keluar dari kamar hotel. Mendengar pintu kamar sebelah yang terbuka, Jasmine membuka pintu kamarnya untuk memastikan itu adalah Steven. Ternyata benar,yang keluar adalah Steven,namum Lydia masih di dalam kamar hotel. Jasmine segera menelepon Mia untuk memastikan Steven sudah keluar dari hotel.


"Halo Mia,Steven sudah keluar. Dia parkir di mobilnya di basement lantai LG". Kata Jasmine.


"Baik Jasmine,saya tau mobil Steven,kebetulan saya juga parkir mobil di lantai yang sama,jaraknya lumayan dekat dengan mobil Steven. Tapi setelah saya memastikan dia sudah keluar hotel,baru kamu turun dan telepon dia sesuai dengan apa yang saya katakan". Terang Mia.


"Baik Mia". Kata Jasmine.


"Jas,Steven sudah keluar. Kamu segera telepon dia menyuruhnya membeli sesuatu. Setelah itu,kamu boleh turun,saya berada di basement LG sebelah kiri,tidak jauh dari tempat parkir Steven". Kata Mia.


"Baik". Kata Jasmine.


Jasmine segera menelpon Steven,sesuai dengan rencana mereka.


"Halo Steven,kamu masih bersama client atau sudah pulang?". Tanya Jasmine berpura-pura.


"Saya sudah selesai Jasmine,ini mau jalan pulang. Kenapa kamu belum tidur?". Tanya Steven.


"Oh,saya terbangun karena lapar. Hmmm...saya boleh titip beli martabak ayam? Saya sangat lapar". Ucap Jasmine.


"Oh begitu,ya sudah,tapi tempatnya lumayan jauh. Apa kamu bisa menunggu?". Tanya Steven.


"Tidak apa-apa,saya tunggu kamu. Saya sangat ingin makan martabak". Jawab Jasmine.


"Baiklah,kalau begitu saya akan pergi beli,kamu tunggu ya".Kata Steven.


"Kamu hati-hati ya". Kata Jasmine.


"Ok sayang". Ucap Steven.


Setelah itu Jasmine turun dan check out dari hotel. Dia segera menuju parkir basement yang sudah di katakan Mia. Apakah Mia bisa membawa Jasmine dan Jasen pulang tepat waktu? Ataukah malah Steven yang sampai duluan di rumah?

__ADS_1


__ADS_2