The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Ibu pekerja memberikan jawaban


__ADS_3

Keesokan harinya,mereka kembali ke PT.Global Winner Goods untuk ikut traning audit. Dihari kedua mereka disana tidak berbeda dengan hari pertama. Semua masih sangat semangat untuk belajar.


"Jika kalian ada pertanyaan,jangan segan untuk bertanya". Kata Kevin ketua audit.


"Hari ini semuanya masih sangat bersemangat". Kata Pak Hadi.


"Benar,saya salut dengan kerjasama tim kalian.Selain itu kemampuan belajar tim kalian juga sangat baik. Prediksi saya kita akan selesai hanya dalam satu minggu". Kata Kevin ketua audit.


"Pak Kevin terlalu memuji. Tapi saya sangat senang mendengarnya".Ucap Pak Hadi.


"Ini bukan pujian,memang kenyataannya kalian semua sangat luar biasa". Balas Kevin.


"Maaf Pak Kevin,saya izin bertanya. Apakah data faktur yang di tarik oleh accounting akurat? Jika memang begitu,baguslah. Tapi seharusnya faktur penjualan dan pembelian harus punya limit batas faktur yang boleh di otorisasi oleh head accounting". Kata Jasmine.


"Benar sekali Jasmine,data faktur biasanya ditarik oleh head accounting dan di batasi limit faktur yang sudah disepakati. Dan data tersebut sudah saya periksa sebelumnya di program,semuanya akurat". Jawab Kevin.


"Namum yang saya lihat disini terdapat faktur penjualan dengan nama customer yang sama melebihi lima faktur. Apakah ini memang sudah ada persetujuan dari bos? Batas maksimal faktur penjualan untuk satu customer bisanya hanya boleh tiga faktur?". Tanya Jasmine.


"Kamu benar lagi Jasmine. Saya sudah bertanya masalah ini sebelumnya kepada bos,dan memang ada customer prioritas yang boleh melebihi tiga faktur dengan catatan pembayaran lancar". Terang Kevin.


"Oh begitu,baiklah saya mengerti. Terimakasih Pak Kevin". Kata Jasmine.


"Sama-sama Jasmine. Kamu sangat teliti dan pintar menganalisis.Perusahaan kalian tidak salah menjadikan kamu sebagai head accounting". Puji Kevin.


"Terimakasih pujiannya. Saya masih harus banyak belajar dari anda". Kata Jasmine.


Setelah jam makan siang,mereka ke kantin untuk makan. Mereka satu tim selalu makan bersama. Pada saat Jasmine ke counter makanan bersama Mia,dia bertemu dengan Steven yang juga ada disana.


"Hmm...Jasmine,apa kabar?". Tanya Steven.


"Baik". Ucap Jasmine.


"Kamu semakin kurus Jasmine,makanlah lebih banyak. Jika kurang,saya akan memesan yang lainnya untukmu". Kata Steven.


"Tidak perlu. Bos memberikan voucher makan sepuasnya disini". Kata Jasmine.


"Kalau begitu baguslah.Hmmm...sampai kapan kalian audit disini?". Tanya Steven.


"Tidak lama,semoga segera selesai". Kata Jasmine.


"Oh,apakah Jasen sehat?". Tanya Steven lagi.


"Sehat. Saya sudah selesai mengambil makanan. Permisi". Kata Jasmine.


Lalu datang Kevin dan tim nya juga sedang mengambil makanan di counter. Baru juga Jasmine mau pergi dari sana,Kevin yang melihat Jasmine ada disana. Dia pun berbicara kepada Jasmine.


"Ehmmm...Jasmine,kamu udah selesai mengambil makanan?". Tanya Kevin.


"Iya Pak,saya permisi". Kata Jasmine.


"Jasmine bentar,boleh saya minta nomor telepon kamu?". Tanya Kevin.


"Eh,tapi untuk apa?". Kata Jasmine.


"Mana tau ada yang perlu kamu tanyakan atau ada materi yang mau di bahas,kamu boleh langsung menghubungi saya". Kata Kevin.


"Ehm...tapi....". Kata Jasmine.


"Ini Pak,saya saja yang kasih nomornya". Kata Mia.


"Oh Terimakasih Mia. Tidak apa-apa kan Jasmine?". Tanya Kevin.


"Baiklah,kalau begitu saya permisi dulu". Kata Jasmine.


Steven yang masih disana mendengarkan semuanya. Dia merasa sedikit cemburu ada lawan jenis yang meminta nomor telepon mantan istrinya,walaupun mereka sudah bercerai,Steven masih mempunyai perasaan terhadap Jasmine.


"Mia,kenapa kamu kepo sekali memberikan nomor saya kepada Pak Kevin?". Tanya Jasmine.


"Tenang Jasmine,saya tidak sebodoh itu. Nomor yang saya kasih kepada Pak Kevin adalah nomor telepon di ponsel khusus accounting kita". Kata Mia.


"Apa? Hahaha...Kamu ini ada saja idenya". Kata Jasmine.


"Lagian dia kan bilang sendiri jika mau membahas materi dan bertanya boleh langsung hubungi dia. Lebih baik kasih nomor telepon yang khusus untuk kantor saja". Kata Mia.


"Kamu benar sekali,saya merasa tidak enak hati saat dia meminta nomorku". Kata Jasmine.


"Aku merasa Pak Kevin punya perasaan terhadap Jasmine.Minta nomor telepon dengan alasan pekerjaan adalah modus". Kata Marco.


"Benar,saya juga merasa begitu". Kata Mia.


"Hmmm...tapi jangan menuduh sembarangan dulu. Mungkin karena saya yang paling aktif bertanya sehingga dia meminta nomorku". Terang Jasmine.


"Tapi kamu sendiri juga merasa tidak nyaman bukan?". Tanya Mia.


"Ehmm...iya". Kata Jasmine.


"Walaupun kita tidak mau berpikiran negatif tentang dia,namum jika meminta nomor pribadi dengan alasan pekerjaan,hmmm...itu sedikit mencurigakan". Kata Pak Hadi.


"Bapak juga merasa begitu?". Tanya Jasmine.


"Sedikit".Jawab Pak Hadi.


"Steven dari tadi memperhatikan Pak Kevin yang sedang minta nomor Jasmine. Ehem...sepertinya Steven sedikit cemburu". Kata Mia.


"Kamu sembarangan saja,mana mungkin dia cemburu". Kata Jasmine.


"Saya melihat mimik wajahnya kelihatan kesal. Saya yakin dia pasti cemburu". Kata Mia.


"Mia,sekarang kamu mau berlayar di kapal Pak Vincent atau Steven?". Tanya Marco.

__ADS_1


"Oh tentu saja di pihak Pak Vincent".Kata Mia.


"Haizz..kalian berdua mulai lagi". Kata Jasmine.


"Kalau Pak Hadi?". Tanya Marco.


"Apa perlu saya jawab? Hmm...sudah pasti seribu persen saya mendukung Pak Vincent". Kata Pak Hadi.


"Pak Hadi jangan ikut-ikutan". Kata Jasmine.


"Saya ditanya,jadi saya harus menjawab jujur". Kata Pak Hadi.


"Pak,nanti setelah selesai makan,saya boleh izin ke belakang sebentar?". Tanya Jasmine.


"Ke belakang maksudnya ke kebun bunga di belakang kantor?". Tanya Pak Hadi.


"Benar Pak". Kata Jasmine.


"Ya sudah silakan".Kata Pak Hadi.


"Terimakasih Pak". Ucap Jasmine.


"Saya mau ikut juga". Kata Mia.


"Saya ikut juga".Lanjut Marco.


"Kalian bertiga pergilah bersantai sejenak disana,saya tidak ikut. Ada laporan yang harus saya sampaikan kepada Pak Vincent". Kata Pak Hadi.


Setelah selesai makan,Jasmine,Mia dan Marco berjalan ke kebun bunga di belakang. Tujuan Jasmine ke sana adalah ingin bertanya sesuatu kepada ibu tukang kebun yang bekerja disana.Namum dia tidak tau apakah dia bisa mendapat informasi atau tidak.


"Selamat siang ibu". Sapa Jasmine.


"Oh,nona Jasmine selamat siang.Sudah makan?". Tanya Ibu pekerja.


"Sudah,ibu sudah makan?". Tanya Jasmine.


"Sudah juga". Kata ibu pekerja.


"Oh ya ibu,kemarin belum sempat perkenalkan diri. Nama saya Mia dan teman saya ini namanya Marco". Kata Mia.


"Salam kenal ibu,saya Marco". Ucap Marco.


"Salam kenal,kalian bertiga orang baru ya disini?". Tanya ibu pekerja.


"Tidak ibu. Kami ditugaskan untuk mengikuti audit disini". Jelas Jasmine.


"Oh begitu,kalian orang audit ternyata". Kata ibu pekerja.


"Bukan Bu,kami dari karyawan di PT.Intan Permata Berlian". Kata Jasmine.


"Oh,dari perusahaan tuan muda. Hmmm..kamu Jasmine yang disukai tuan muda kita ya?". Tanya ibu pekerja.


"Marco diam". Ucap Jasmine.


"Gak usah malu-malu Jasmine,ibu nya saja sudah tau". Kata Marco.


"Sebenarnya saya cuma teman lama Pak Vincent". Terang Jasmine.


"Tapi sekarang calon nya Pak Vincent Bu". Lanjut Mia.


"Hmmmm...Mia....jangan cerewet". Kata Jasmine.


"Setelah melihat kamu dan tau kamu bernama Jasmine,ibu yakin kamu orang yang disukai oleh tuan muda". Terang Ibu pekerja.


"Nah betul kan Bu,memang dia orangnya". Kata Marco.


"Tuan muda kita memang tidak salah memilih orang,kamu cantik,lembut dan baik". Kata Ibu pekerja.


"Dia juga pintar Ibu". Kata Mia.


"Tidak seperti itu,ibu terlalu memuji saya". Kata Jasmine.


"Tuan muda kita sangat menyukai kebun bunga ini,dia sering kesini disaat libur kerja hanya untuk sekedar melihat bunga-bunga ini. Dia adalah tuan muda yang sangat baik,saya harap kamu bisa bersama dengannya mempunyai hari yang bahagia".Kata ibu pekerja.


"Ibu,saya harap kamu jangan terlalu menaruh harapan padaku.Saya percaya Pak Vincent akan mendapat orang yang baik dalam hidupnya".Kata Jasmine.


"Saya percaya hanya bersama kamu dia bisa bahagia". Kata ibu pekerja.


"Ibu,saya sudah menikah dan sudah memiliki satu anak berumur lima tahun". Jelas Jasmine.


"Apa?". Ibu pekerja tersebut merasa terkejut mendengar pernyataan dari Jasmine.


"Tapi dia sudah bercerai dengan suaminya". Lanjut Mia.


"Mia...kamu ini...". Kata Jasmine.


"Pak Vincent juga sudah tau akan hal itu,tapi dia terus memperjuangkan cintanya,bahkan disaat Jasmine masih menjadi istri orang lain,Pak Vincent tetap diam-diam mengirim bunga untuknya tanpa menganggu rumah tangganya". Terang Mia.


"Sudah Mia,hmmm...kita harus balik". Kata Jasmine.


"Masih ada waktu setengah jam Jasmine". Kata Marco.


"Hmmm...saya mengerti sekarang". Kata Ibu pekerja.


"Ibu,jangan dengarkan mereka". Kata Jasmine.


"Jasmine,kalau boleh tau,kamu bercerai karena apa?". Tanya ibu pekerja.


"Hmmm...saya cerai karena perselingkuhan suami saya". Kata Jasmine.

__ADS_1


"Baiklah,biar saya kasih tau. Orang sesempurna kamu saja bisa diselingkuhin,itu karena dia bukanlah orang yang tepat untukmu. Dihatinya masih ada tempat untuk di isi orang lain. Orang yang tepat untukmu adalah orang yang menempatkan kamu penuh dihatinya,siapapun yang datang,dia tidak akan memberi celah untuk orang lain. Karena yang menempati hatinya hanya satu orang,ratu yang sangat dia cintai". Terang ibu pekerja.


"Dengar itu Jasmine". Kata Marco.


"Tuan muda kami belum pernah pacaran sekalipun,saya yakin dia hanya mencintai satu wanita. Dimanapun dia berada,wanita itu akan selalu ada di hatinya". Kata ibu pekerja.


"Ibu,orang tersebut bukan saya,mungkin ada wanita lain yang dia sukai yang kita tidak tau". Kata Jasmine.


"Saya sudah lama bekerja disini dan sudah bertahun-tahun juga saya yang selalu menyiapkan bouquet bunga pesanan tuan muda kepada yang bernama Jasmine.Dari tahun ke tahun hanya ada satu nama yaitu Jasmine.Dalam kecewanya dia masih diam-diam mengirim kamu bunga karena kamu suka sekali dengan bunga. Walaupun kamu sudah menikah dan punya anak,dia tidak pernah sekalipun melupakan kamu apalagi mengusik rumah tanggamu.Bagi tuan muda,kebahagiaan kamu lebih penting". Terang ibu pekerja.


"Jasmine,kamu tidak merasa terharu. Saya sepertinya ingin menangis.Hizkk...".Kata Mia.


"Saya juga rasanya ingin menangis,begitu besar perjuangan Pak Vincent". Lanjut Marco.


"Ehmm...maafkan temanku agak lebay Bu. Kalian berdua bukan saatnya berakting disini". Bisik Jasmine.


"Jasmine apa yang ingin kamu tau tentang Pak Vincent,kamu boleh bertanya kepada ibu ini". Kata Marco.


"Eh..tidak ada". Ucap Jasmine.


"Ayolah Jasmine,kamu pasti punya sejumlah pertanyaan untuk ditanya". Kata Mia.


"Kamu ingin bertanya apa,silakan nona Jasmine,saya akan menjawab pertanyaanmu jika saya tau".Kata ibu pekerja.


"Hmmm...saya ingin tanya,bukannya nyonya bos sudah pulang dari luar negeri ya? Apa dia tidak pernah datang ke kantor ini?". Tanya Jasmine.


"Nyonya bos memang baru saja pulang,tapi dia jarang sekali ke kantor.Biasanya dia menyuruh kita untuk memetik beberapa bunga dari sini untuk di bawa pulang ke rumahnya". Kata ibu pekerja.


"Lah,kamu kok tau nyonya bos baru pulang dari luar negeri?". Tanya Mia.


"Eh...itu saya tadi tidak sengaja mendengar gosip saat berada di kantin". Kata Jasmine.


"Hmmm...bukanya di kantin saya ikutin kamu terus,tapi tidak ada yang gosip tentang itu". Kata Mia.


"Kamu ini terlaku fokus dengan makanan. Kamu tadi juga kelihatan bingung mau memilih minuman apa". Jelas Jasmine.


"Iya sih". Ucap Mia.


"Eh ibu saya mau tanya,siapa nama Pak bos dan Bu bos?". Tanya Jasmine.


"Maaf nona,saya juga kurang tau. Biasanya kita hanya memanggil dengan sebutan tuan dan nyonya". Kata ibu pekerja.


"Oh begitu. Maaf saya bertanya seperti itu". Kata Jasmine.


"Tidak apa-apa nona,apa punya pertanyaan lain?". Tanya ibu pekerja.


"Eh ibu biar saya mewakili Jasmine bertanya,teman saya ini memang sedikit pemalu.Saya mau bertanya sebenarnya Pak Vincent punya berapa saudara dan mereka punya berapa banyak perusahaan?". Tanya Marco.


"Marco jangan kepo,saya tidak mau bertanya tentang itu".Kata Jasmine.


"Kamu ini gimana sih Jas,kamu harus tau semua informasi tentang orang yang melakukan pendekatan dengan kamu". Kata Marco.


"Tidak ada pendekatan,kalau begitu kita permisi dulu ya Bu". Kata Jasmine.


"Tunggu nona Jasmine,apa yang dikatakan tuan Marco benar. Kita harus mengetahui semua informasi mengenai orang yang akan menjadi calon kita". Kata ibu pekerja.


"Eh bukan begitu,saya....".Kata Jasmine.


"Tidak apa-apa,karena kamu adalah Jasmine yang di cintai tuan muda,teman-teman kamu tulus ingin membantu kamu,saya akan kasih tau. Saya memang tidak begitu mengetahui nama Pak bos dan Bu bos,tapi anaknya saya tau. Nama lengkap tuan muda adalah Vincent Condela.Dia adalah anak tunggal.Saya sudah bekerja disini di saat tuan muda masih SMP,karena tuan muda sangat jenius dan pendiam,makanorang tua nya menyekolahkan dia di sekolah yang terbaik di luar negeri agar dia bisa menempuh pendidikan yang terbaik dan bisa berbaur".Terang ibu pekerja.


"Kita pernah satu sekolah di saat SMA,namum cuma satu tahun". Kata Jasmine.


"Benar,dia pernah pulang kesini ketika dia sudah SMA,itu karena kakeknya meninggal.Jadi,ayahnya harus mengambil ahli semua perusahaan. Di saat itu,tuan muda terpaksa harus bersekolah disini selama satu tahun. Dan pada saat itulah tuan muda bertemu dengan kamu dan jatuh cinta". Jelas ibu pekerja.


"Saya mengerti sekarang". Kata Jasmine.


"Mengambil ahli semua perusahaan? Yang kita tau hanya dua perusahaan. Emangnya ada berapa banyak?". Tanya Mia.


"Sesungguhnya bos kita mempunyai banyak usaha,selain customer goods di perusahaan ini, seperti perusahaan kalian yang bergerak di bidang minyak sawit. Masih ada usaha perhotelan dan rekreasi di dalam maupun luar negeri.Selain itu masih ada usaha di bidang perternakan dan perkebunan. Pak bos juga mendirikan rumah sakit dan rumah duka di luar negeri". Jelas ibu pekerja.


"Astaga sebanyak itu? Kemampuan Pak bos tidak diragukan lagi,dia bisa menjalankan beberapa bidang usaha sekaligus". Kata Marco.


"Tidak semua dipegang oleh Pak bos. Seperti usaha perhotelan dan rekreasi dipegang sepenuhnya oleh Bu bos,dan usaha perternakan dan perkebunan dipegang oleh tuan muda. Kalau rumah sakit beserta rumah duka dipegang oleh Pak bos". Jelas ibu pekerja.


"Oh,saya mengerti kenapa perusahaan sawit dipegang Pak Vincent,karena dia sudah menguasai usaha perkebunan,termasuk perkebunan sawit".Terang Marco.


"Selain perkebunan sawit,setau saya di luar negeri perkebunan yang mereka kelola khusus tanaman herbal seperti jamur dan ginseng". Kata ibu pekerja.


"Hmmm....ternyata ginseng itu hasil perkebunan mereka di luar negeri".Kata Jasmine.


"Ginseng itu apa?". Tanya Mia.


"Eh,tidak apa-apa". Kata Jasmine.


"Kalian sedang apa disana? Mengajak orang bergosip ya?". Teriak Pak Hadi.


"Tidak Pak,kita akan segera kembali". Kata Marco.


"Sepertinya kalian sudah harus masuk". Kata ibu pekerja.


"Benar Bu,Terimakasih untuk hari ini,kita permisi dulu". Kata Jasmine.


"Kita kembali bekerja dulu ya Bu". Kata Mia.


"Terimakasih Bu sudah menjawab pertanyaan kita". Kata Marco.


"Sama-sama. Jika besok kalian masih disini,singgah lah kemari". Kata ibu pekerja.


"Baik Bu". Jawab mereka serentak.

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga kembali ke ruangan accounting untuk mengikuti pelajaran. Namum akhirnya mereka tau lebih banyak tentang Vincent. Itu membuat Marco dan Mia semakin takjub dengan Vincent. Apakah Jasmine juga berpikir demikian?


__ADS_2