The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Suasana semakin mencengkram


__ADS_3

Pas setelah mereka bertiga selesai makan,dokter kembali masuk ke ruangan untuk memberitahukan hasil pemeriksaan. Menurut keterangan dokter,Vincent sudah tujuh puluh persen sembuh, namun masih harus dirawat agar mendapatkan pengobatan yang lebih intensif.


"Terimakasih dokter". Ucap Pak Robert.


"Sama-sama. Pasien harus banyak istirahat". Kata dokter.


"Saya mengerti dok,saya akan banyak istirahat". Ucap Vincent.


Setelah itu,dokter keluar dari ruangan pasien,mereka sangat lega mendengar pernyataan dokter. Ponsel Jasmine tiba-tiba berdering,ternyata panggilan telepon tersebut dari Steven.


"Eh,maaf saya permisi angkat telepon sebentar". Izin Jasmine.


"Baiklah". Jawab Pak Robert.


Jasmine langsung keluar ruangan untuk mengangkat telepon dari Steven.


"Ehmm...Jasmine kan bisa angkat telepon disini,kenapa harus keluar? Memangnya siapa yang menelepon?".Kata Vincent kepada Pak Robert.


"Karena Jasmine menghargai kita,dia takut jika mengangkat disini akan mengganggu". Terang Pak Robert.


"Tapi Jasmine juga menelepon Mia dan lainnya disini". Kata Vincent.


"Hmmm,Jasmine pasti punya alasan tertentu". Kata Pak Robert.


Sementara Jasmine di luar sedang mengangkat telepon dari Steven.


"Halo,ada apa?". Jawab Jasmine.


"Jasmine kamu dimana?". Tanya Steven.


"Kamu cukup jawab saja ada apa?". Balas Jasmine.


"Saya kemarin mau menelepon kamu,tapi nomor telepon kamu tidak aktif. Saya sangat khawatir lalu saya pergi ke rumahmu,tapi pintunya tertutup dan tidak ada orang sama sekali". Terang Steven.


"Oh,iya saya tidak ada di rumah. Ada keperluan apa menelepon ku jam segini?". Tanya Jasmine.


"Karena semalam saya tidak dapat menelepon kamu,jadi saya memutuskan untuk menelepon kamu sekarang". Kata Steven.


"Tolong langsung ke intinya saja,ada apa kamu menelopon aku semalam?". Tanya Jasmine.


"Ehm..saya kangen dengan Jasen,saya hanya ingin mengobrol dengannya". Kata Steven.


"Kamu telepon saja ke nomor papaku,Jasen untuk sementara saya titipkan disana". Kata Jasmine.


"Kenapa Jasen ada di tempat papamu? Memangnya kamu kemana?". Tanya Steven.


"Saya di rumah sakit". Kata Jasmine.


"Siapa yang masuk rumah sakit? Apakah kamu sakit?". Tanya Steven.


"Bukan". Jawab Jasmine.


"Lalu siapa? mama kamu sakit? Kenapa kamu tidak memberitahukan aku?". Tanya Steven lagi.


"Bukan mama saya juga,saya rasa kamu tidak perlu tau. Jika sudah tidak ada keperluan,saya akan tutup telepon. Bye". Jasmine langsung menutup telepon dari Steven.


Setelah menutup telepon,Jasmine segara masuk ke dalam kamar pasien. Vincent sudah menaruh curiga kepada Jasmine.


"Jasmine,siapa yang menelepon kamu?". Tanya Vincent.


"Hmmm... bukan siapa-siapa,lupakan saja". Kata Jasmine.


"Tapi kenapa kamu bicara lama sekali di telepon?". Tanya Vincent.


"Menurut saya tidak lama". Kata Jasmine.


"Vincent,hargai privasi orang. Tidak semua hal harus kamu tau". Kata Pak Robert.


"Hmmm...baiklah". Ucap Vincent.


"Jasmine,maafkan Vincent. Kamu tidak perlu memberitahunya jika memang bukan urusannya. Hmmm...saya rasa sudah waktunya saya harus kembali ke kantor. Vincent saya titipkan kepadamu". Kata Pak Robert.


"Baik paman". Kata Jasmine.


"Vincent,papa balik ke kantor. Kamu istirahat lah dan jangan buat Jasmine marah". Kata Pak Robert.


"Baik Pa". Jawab Vincent.


Pak Robert meninggalkan ruangan,Vincent tetap saja penasaran siapa yang menelepon Jasmine, dengan sinis dia memperhatikan gerak-gerik Jasmine guna untuk mendapatkan jawaban.


"Saya akan membereskan barang yang berantakan ini". Kata Jasmine.


"Ya..". Ucap Vincent singkat.


"Kamu kenapa menatap aku seperti ini?". Tanya Jasmine.


"Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari aku?". Tanya Vincent.


"Tidak ada". Ucap Jasmine.


"Kalau begitu katakan dengan jujur siapa yang menelopon kamu tadi? Saya tidak akan bertanya lebih". Kata Vincent.


"Kamu tidak mendengar kata ayahmu tadi? tidak semua hal harus kamu tau".Kata Jasmine.


"Aku hanya penasaran,kamu kan bisa mengangkat telepon di dalam,kenapa harus di luar?". Tanya Vincent.


"Ya suka-suka aku". Balas Jasmine.


"Ya sudahlah". Nguman Vincent.


"Kepo sekali orang ini,aneh". Kata Jasmine.


"Kamu bisa menerima telepon dari papamu,Mia,Marco dan Pak Hadi di dalam, kenapa tidak dengan panggilan tadi? Apakah orang tersebut lebih berharga dari mereka semua?". Tanya Vincent yang mulai cemberut.


"Ehmmm....". Ucap Jasmine.


"Jasmine,kenapa aku merasa orang yang menelepon kamu tadi adalah Steven?". Tanya Vincent.


"Kamu benar". Kata Jasmine.


"Ternyata dia adalah orang yang penting itu,saya mengerti sekarang". Kata Vincent.


"Terserah". Kata Jasmine.


"Apa kamu sengaja mau buat saya cemburu?". Tanya Vincent.

__ADS_1


"Untuk apa kamu cemburu? Apa saya tidak boleh mengangkat telepon dari mantan suamiku?". Tanya Jasmine.


"Bukan begitu,tapi caramu menunjukkan bahwa Steven jauh lebih penting dari saya". Kata Vincent.


"Ehmm...karena saya merasa dia itu tidak penting,makanya saya mengangkat teleponnya di luar". Kata Jasmine.


"Oh begitu,semoga saja perkataan kamu benar". Kata Vincent.


"Mau percaya atau tidak itu urusanmu,saya sudah mengatakan yang sebenarnya". Kata Jasmine.


"Hehe...saya percaya. Senang sekali mendengar kata-katamu ini,ternyata saya lebih penting bagimu di bandingkan Steven". Kata Vincent.


"Dasar kepo". Kata Jasmine.


"Terus kenapa Steven menelepon kamu?". Tanya Vincent.


"Tadi kamu bilang tidak akan bertanya yang lain". Kata Jasmine.


"Hmm...baiklah. Saya tidak akan bertanya lagi". Kata Vincent.


"Bagus". Kata Jasmine.


"Tapi apa kamu mengatakan padanya aku di rawat di rumah sakit?". Tanya Vincent.


"Tidak. Saya rasa dia tidak perlu tau". Kata Jasmine.


"Benar,dia hanya akan mencari masalah jika dia tau". Kata Vincent.


"Kalian berdua sama saja,kamu juga suka cari masalah". Kata Jasmine.


"Saya...". Ucap Vincent.


"Sekarang kamu istirahat,saya akan memberitahukan pernyataan dokter kepada Pak Hadi,Mia dan Marco". Kata Jasmine.


"Siap cintaku". Kata Vincent.


"Halo paman Vincent". Ucap Jasen yang berdiri di depan pintu.


"Jasen,kamu datang. Ayo masuk". Kata Vincent.


"Halo Vincent,cucuku memaksa ingin datang menjenguk mu". Kata ayah Jasmine.


"Paman Terimakasih sudah membawa Jasen kesini. Silakan duduk". Kata Vincent.


"Kamu sudah membaik?". Tanya ayah Jasmine.


"Dokter bilang tujuh puluh persen pulih". Jawab Vincent.


"Apakah putriku merawat kamu dengan baik?". Tanya ayah Jasmine.


"Dia adalah perawat terbaik yang pernah ada,itu semua berkat paman". Kata Vincent.


"Baguslah kalau begitu". Kata ayah Jasmine.


"Paman,kapan paman boleh pulang?". Tanya Jasen.


"Paman akan segera pulang setelah sembuh total". Kata Vincent.


"Jasen,kamu tidak bertanya kapan mommy pulang? Tidak kangen sama mommy?". Tanya Jasmine.


"Kenapa Jasen juga ikutan cerewet seperti kakek". Kata Jasmine.


Beberapa lama setelah ayah Jasmine dan Jasen datang,mereka hanya sebentar berkunjung dan harus pulang,dikarenakan Jasen punya jadwal les.Setelah sore menjelang malam,teman-teman Jasmine Mia,Marco beserta Pak Hadi datang untuk menjenguk Vincent di rumah sakit. Mereka ingin memberikan semangat kepada Vincent agar lekas sembuh. Vincent sangat bahagia atas kedatangan mereka yang begitu perhatian kepadanya.


"Selamat malam Pak Vincent,kami datang lagi untuk mengganggu mu".Kata Pak Hadi.


"Selamat malam,senang sekali melihat kalian datang lagi".Kata Vincent.


"Tapi yang seperti Pak Hadi katakan,kita datang untuk mengganggumu". Kata Marco.


"Tidak apa-apa,saya senang di ganggu kalian". Balas Vincent.


"Gimana keadaan kamu Pak Vincent? Apakah teman saya melakukan tugas sebagai perawat dengan baik?". Tanya Mia.


"Beginilah Mia,dia sedikit menindas ku tapi terlepas dari itu dia adalah perawat yang baik". Kata Vincent.


"Jasmine,bagaimana boleh kamu menindas pasien?". Tanya Mia.


"Saya tidak menindasnya,dia adalah pasien yang paling sudah di atur,banyak maunya". Kata Jasmine.


"Hmmm...dia menyita semua buku bacaanku di saat saya sedang bosan,saya kan juga butuh hiburan". Jelas Vincent.


"Tapi maaf Pak Vincent,kali ini saya setuju dengan Jasmine. Kamu bisa membacanya setelah sembuh". Kata Pak Hadi.


"Tapi saya sudah sembuh". Kata Vincent.


"Pak Vincent masih terbaring disini artinya masih pasien". Kata Marco.


"Kalian tidak datang untuk membantu Jasmine menindas aku kan?". Tanya Vincent.


"Kami tidak seberani Jasmine". Kata Pak Hadi.


"Pak Hadi....". Teriak Jasmine.


Semuanya tertawa,mereka semua mengobrol apa saja yang bisa di jadikan bahan tertawa. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar,kakak pertama Jasmine datang untuk menjenguk Vincent.


"Halo semuanya,selamat malam. Vincent bagaimana keadaan kamu?". Tanya Jimmy.


"Selamat malam kak Jimmy,Terimakasih sudah datang menjenguk ku. Seperti yang kakak lihat sekarang aku sudah bisa bercanda dan tertawa bersama mereka". Terang Vincent.


"Bagus sekali,banyak makan dan banyak istrirahat. Jasmine ini tolong taruh di meja". Kata kakak pertama.


"Kak Jimmy tidak usah repot-repot membawakan barang untukku".Kata Vincent.


"Tidak apa-apa,untuk menyemangati kamu supaya lekas sembuh". Kata Jimmy.


"Terimakasih kak Jimmy". Ucap Vincent.


"Oh ya,adikku Jerry tidak bisa datang menjenguk kamu karena dia sedang dinas ke luar kota,dia menitipkan salam kepadamu semoga cepat sembuh". Terang kak Jimmy.


"Tolong sampaikan Terimakasih ku kepada kak Jerry". Kata Vincent.


"Akan saya sampaikan". Balas kak Jimmy.


Mereka pun lanjut berbincang santai,sampai seseorang masuk dan membuat terkejut mereka semua, membuat Vincent dan Jasmine merasa tidak tenang.

__ADS_1


"Selamat malam semuanya.Halo Pak Vincent,gimana keadaanmu?". Tanya Steven yang tiba-tiba masuk.


"Steven,kenapa kamu bisa kesini? Saya tidak memberitahu kamu bahwa Vincent masuk rumah sakit". Kata Jasmine.


"Saya tadi ke rumah papamu untuk menemui Jasen dan dia yang memberitahuku". Kata Steven.


"Jasen memberitahu kamu?". Tanya Jasmine.


"Benar sekali,anak kecil tidak akan berbohong". Kata Steven.


"Terimakasih sudah datang,silakan duduk Steven". Kata Vincent.


"Ayah Jasmine bilang kamu sakit tipes,aku lalu bertanya kamu di rawat di rumah sakit mana. Beliau lah yang memberitahuku. Kamu tidak keberatan akan kehadiran aku kan? Ini saya bawa bingkisan untukmu. Semoga lekas sembuh". Kata Steven.


"Terimakasih sudah perhatian kepadaku,tidak usah repot-repot membawa bingkisan ini". Kata Vincent.


"Tidak repot,yang lebih repot adalah Jasmine. Dia rela mengorbankan waktunya untuk menjaga kamu". Steven menyindir.


"Kamu benar,dia menjaga ku dengan sangat baik". Kata Vincent.


"Oh ya,bagus sekali. Ternyata kak Jimmy juga ada disini". Kata Steven.


"Iya,saya baru saja datang. Apa kabar Steven?". Tanya Jimmy.


"Baik kak Jimmy". Jawab Steven.


Di saat Steven dan Vincent sedang berbicara,mereka semua yang ada disana merasa ketar-ketir. Jasmine hanya berharap Steven tidak datang untuk mencari masalah di situasi seperti ini.


"Sejak kapan Steven dekat dengan Pak Vincent?". Bisik Pak Hadi.


"Hmm...ntah lah,tapi situasi ini cukup rumit". Kata Mia.


"Saya merasa kedatangan Steven kesini punya maksud lain". Lanjut Marco.


"Kamu memang luar biasa Pak Vincent bisa membuat seorang Jasmine rela meninggalkan anaknya demi menjaga kamu".Kata Steven.


"Steven jaga mulutmu!!". Teriak Jasmine.


"Hmmm... Steven,tidak seharusnya kamu bicara begitu disini. Jasmine akan jelaskan semuanya". Kata Kak Jimmy.


"Saya hanya bicara fakta kak Jimmy. Kamu lihat sendiri,Pak Vincent yang terhormat ini berhasil menarik perhatian kita semua. Termasuk aku". Kata Steven.


"Steven,soal itu biarkan Jasmine yang menjelaskan kepadamu,kamu kesini untuk menjenguk orang sakit,bicaralah kata-kata yang enak di dengar".Tegur kak Jimmy.


"Aku disini untuk menjenguk dan untuk memastikan apakah Jasmine memang menjaga orang yang sedang sakit atau orang yang pura-pura sakit. Tapi ternyata pasien kelihatan sangat sehat bahkan bisa bercanda dan tertawa". Terang Steven.


"Steven,kamu menuduhku berpura-pura sakit?". Tanya Vincent.


"Tidak bermaksud menuduh,tapi kamu berhasil mendapat perhatian dari orang-orang. Kamu pasti sangat senang karena Jasmine menjaga mu disini.Begitu pentingnya kamu di bandingkan anaknya sendiri. Dia rela menitipkan anaknya kepada orang tua nya demi menjaga kamu". Jelas Steven.


"Steven,aku peringatkan sekali lagi untuk jaga ucapanmu!".Tegas Jasmine.


"Steven,lebih baik kamu ikut aku,kita bicara sebentar di luar". Kata Kak Jimmy.


"Maaf kak Jimmy aku belum selesai,saya hanya bicara kenyataan. Jasmine,sepenting itu kah pasien yang pura-pura sakit ini dibandingkan anak kita? Kamu lupa kamu sekarang adalah seorang ibu?". Kata Steven.


"(Plakkk...,Jasmine menampar Steven) Aku sudah sangat ingin menampar kamu di saat kamu ketahuan selingkuh,tapi aku menahannya karena aku tidak mau menamparmu di depan Jasen. Hari ini Jasen tidak ada disini,aku tidak akan menahannya lagi. Semua saksi ada disini,saya di minta papa ku untuk menjaga Vincent disini,papaku yang menawarkan diri untuk menjaga Jasen. Apa aku perlu minta izinmu untuk merawat orang sakit? Ucapan mu seolah menjaga orang sakit lebih hina dari pada menjalin cinta terlarang dengan sekertarismu. Sadar Steven...kamu itu bajingan yang berselingkuh untuk menjanda kan istrimu.Aku disini di minta menjaga orang sakit bukan berselingkuh.Jasen di titipkan ke orang tuaku apa salah? Beraninya kamu bilang aku lupa tanggung jawab sebagai seorang ibu? Apa kamu sebagai seorang ayah lebih bertanggung jawab dari pada aku?Saya sudah pernah bilang kepadamu Steven,jangan pernah mengajariku tentang mendidik anak dan tanggung jawab,bajingan seperti kamu tidak pantas bicara seperti itu". Terang Jasmine.


"Jasmine tahan emosimu,ini rumah sakit. Steven,sebaiknya kamu keluar". Kata Kak Jimmy.


"Steven,aku masih melihatmu sebagai seorang teman,sebaiknya kamu keluar atau aku juga akan menghajar mu". Kata Marco.


"Steven,jika kamu memang marah padaku,cukup denganku saja. Jangan membuat Jasmine sakit hati dengan ucapanmu". Kata Vincent.


"Jasmine maaf,bukan maksud aku menyakiti hati kamu". Kata Steven.


"Aku tidak akan pernah menerima maafmu.Jangan pernah ucapkan kata maaf lagi,saya tidak mau mendengarnya. Sekarang lebih baik kamu keluar dari sini".Jasmine mengusir Steven.


"Saya kebetulan juga sudah mau pulang,kalau begitu saya permisi duluan.Vincent lupakan kejadian ini,kamu jangan banyak pikiran,harus banyak istirahat. Jasmine sudah jangan emosi lagi,kakak pulang duluan. Teman-teman,saya duluan ya,serahkan Jasmine kepada kalian tolong bantu hibur dia.Steven, yuk kita pulang,ada yang mau saya bicarakan denganmu". Kata kak Jimmy.


"Terimakasih kak Jerry". Kata Vincent.


"Jasmine serahkan kepada kami". Kata Mia.


"Kak Jimmy hati-hati di jalan". Kata Marco.


"Hati-hati di jalan,Jasmine biar kami yang urus". Kata Pak Hadi.


"Terimakasih". Ucap Kak Jimmy.


"Maaf Vincent,saya mengacaukan segalanya. Saya pamit dulu,semoga lekas sembuh". Kata Steven.


"Terimakasih Steven". Balas Vincent.


Setelah kak Jimmy dan Steven keluar,Mia segera memberikan segelas minuman untuk meredakan emosi Jasmine. Sepertinya Vincent sangat merasa bersalah akan kejadian ini,dia belum pernah melihat Jasmine yang begitu emosi.


"Jasmine kamu baik-baik saja kan?". Tanya Vincent.


"Aku baik-baik saja,kalian jangan khawatir. Aku tidak apa-apa". Kata Jasmine.


"Steven ini sungguh tidak dewasa,seharusnya dia tidak....". Kata Marco.


"Sttttt...". Ucap Mia dan Pak Hadi.


"Semua karena saya,membuat kalian harus menyaksikan semua ini". Kata Vincent.


"Tidak masalah,bukan salah siapa-siapa,ini hanyalah salah paham". Kata Pak Hadi.


"Apanya yang salah paham,semua gara-gara Steven,kita kan baik-baik saja sebelum dia datang". Kata Marco.


"Marco...sudah,kamu jangan memanaskan keadaan". Bisik Mia.


"Marco,kamu jangan ikut emosi.Hmmm...sekarang semuanya baik-baik saja. Pak Vincent dan Jasmine,perkataan Steven jangan terlalu di masukkan ke hati.Steven hanya cemburu melihat Jasmine menemani Pak Vincent sehingga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.Jasmine,bagaimana pun juga kamu harus meluruskan permasalahan ini dengan Steven,dia tidak seharusnya cemburu pada mantan istri". Terang Pak Hadi.


"Saya sudah tenang sekarang,maaf saya tadi emosi. Mengenai Steven,saya akan bicara dengannya". Kata Jasmine.


"Baiklah,karena sudah malam kita harus pulang.Mia,Marco biarkan Pak Vincent dan Jasmine istirahat". Kata Pak Hadi.


"Baiklah,Jasmine jika ada sesuatu silakan menghubungi kami". Kata Mia.


"Terimakasih Mia,tidak akan ada masalah. Tenang saja". Ucap Jasmine.


"Kalau begitu,kita pamit dulu Pak Vincent". Kata Marco.


"Terimakasih semuanya,kalian hati-hati di jalan". Kata Vincent.

__ADS_1


Setelah semuanya pulang,Jasmine membereskan semua barang-barang yang ada di meja. Jasmine terdiam membisu tanpa sepata kata pun,begitu juga dengan Vincent. Kemudian Vincent beranjak dari kasurnya berjalan ke arah Jasmine dan memeluknya dari belakang. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Lalu apa yang di bicarakan kak Jimmy kepada Steven?


__ADS_2