The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Keputusan Jasmine ternyata...


__ADS_3

Setelah Merry keluar dari ruangan,Vincent segera membuka flashdisc yang di berikan Marco. Ternyata berisi percakapan antara Steven dan Merry juga rencana antara Steven dan Marco. Beberapa menit kemudian,Vincent menelepon Marco.


"Halo Marco,saya sudah mendengar semuanya. Kamu boleh kesini". Kata Vincent.


"Baik Pak Vincent". Kata Marco.


Marco segera menuju ruangan Vincent.


"Pak Vincent". Ucap Marco.


"Masuklah Marco,ini handphone mu". Kata Vincent.


"Apa anda marah saya mengikuti ide Steven menyelipkan handphone ku untuk merekam percakapan kamu dengan Merry?". Tanya Marco.


"Tidak Marco,itu ide yang baik. Tapi kenapa Steven mau membantuku?". Tanya Vincent.


"Mungkin Steven sudah berubah pikiran". Kata Marco.


"Awalnya saya kesal mendengar dari Merry bahwa Steven mengatakan padanya tentang Jasmine. Tapi setelah mendengar rekaman percakapan antara dia dan Merry,saya merasa dia memihak pada saya". Terang Vincent.


"Saya juga berpikir seperti itu.Apa yang dia katakan kepada Merry adalah sebuah pancingan agar Merry emosi dan bertindak gegabah. Steven tau Merry akan mencari Jasmine,tapi dari situlah kita bisa melihat apa tanggapan Jasmine yang sebenarnya".Jelas Marco.


"Apa Jasmine akan berpikir rasional? Saya takut dia akan....". Kata Vincent.


"Jasmine bukan orang bodoh,dia tau siapa yang dia hadapi dan apa yang harus dia lakukan. Steven saja percaya dengan Jasmine,apa Pak Vincent tidak percaya?". Tanya Marco.


"Ntah lah,saya sangat khawatir". Kata Vincent.


Kemudian sebuah telepon masuk dari resepsionis.


"Pak Vincent,ibu yang bernama Merry ini ingin mencari Jasmine. Dia bertanya terus dimana ruangannya dan dari devisi mana.Saya tidak berani memberitahukannya".Kata resepsionis.


"Hmmm...katakan saja dari devisi accounting". Kata Vincent.


"Tapi Pak,dia mau bertemu langsung dengan Jasmine". Kata resepsionis.


"Saya mengerti,biarkan saja dia bertemu dengan Jasmine". Kata Vincent.


"Baik Pak". Balas resepsionis.


"Dia sedang menuju ke ruangan Jasmine. Benar kata Steven,biarkan Merry yang menghampiri Jasmine. Jika menyuruh Jasmine yang bertemu dengannya,Jasmine tidak akan bersedia". Kata Vincent kepada Marco.


"Makan siang nanti saya akan memberikan rekaman ini kepada Jasmine". Kata Marco.


"Baiklah Marco,kabarin saya jika terjadi sesuatu". Kata Vincent.


"Siap Pak Vincent". Kata Marco.


Merry menuju ruangan accounting dan langsung masuk kedalam.


"Permisi,siapa yang bernama Jasmine disini?". Tanya Merry.


"Siapa kamu? Kenapa kamu masuk ke ruangan accounting?Ruangan ini hanya untuk staf accounting". Terang Mia.


"Apa kamu yang bernama Jasmine?". Tanya Merry.


"Bukan". Ucap Mia.


"Kalau begitu minggir lah,bukan kamu orang yang saya cari". Kata Merry.


"Setidaknya sopan sedikit,kamu di kantor orang. Cara kamu ngomong seperti manusia tidak berpendidikan". Kata Mia.


"Kamu...". Ucap Merry.


"Kamu cari Jasmine? Saya orangnya". Kata Jasmine.


"Jadi kamu yang bernama Jasmine?". Tanya Merry,dia melihat Jasmine dari atas ke bawah.


"Benar sekali,anda siapa? Dan ada keperluan apa mencari saya?". Tanya Jasmine.


"Ternyata kamu memang cantik. Ehmmm...saya Merry,saya adalah calon tunangan Vincent, apa kamu sedang dekat dengannya? Jika iya,maka menjauhlah dari dia. Jangan merebut tunangan orang,lagian kamu masih ada Steven". Terang Merry.


"Kamu masuk ke ruangan kerjaku untuk membicarakan urusan pribadimu?". Tanya Jasmine.


"Saya hanya memperingatkan kamu,sebaiknya kamu lakukan apa yang saya katakan. Jika tidak,maka kamu rasakan akibatnya". Ancam Merry.


"(Jasmine mengambil bouquet bunga dengan memo yang di tempelkan di bouquet tersebut) kamu lihat ini,apa kamu pernah mendapatkan bunga dari Vincent? Baca memo nya, pria mana yang sudah bertunangan tapi masih mengajak wanita lain makan siang bersama? Kamu menyukai pria seperti ini? Saya memang belum mengiyakan nya.Begini saja,saja besok saya akan mengatur agar kalian bisa makan siang bersama". Terang Jasmine.


"Apa maksudmu?". Tanya Merry.


"Saya akan menyelesaikan semuanya. Silakan tinggalkan nomor telepon mu,saya akan menghubungi mu besok. Tapi jangan kasih tau Vincent tentang rencana ini".Kata Jasmine.


"Baiklah,ini nomor teleponku". Kata Merry.


"Jika tidak ada lagi yang mau kamu katakan,silakan keluar dari sini". Kata Jasmine.


"Saya rasa tidak ada lagi yang mau saya katakan. Kalau begitu saya permisi dulu,saya akan menunggu kabarmu besok". Kata Merry.


Setelah Merry keluar dari ruangan Jasmine,sepertinya Merry cukup puas dengan apa yang Jasmine katakan. Jasmine segera membuang bouquet bunga beserta memo nya ke tong sampah.


"Jasmine,kamu ini kenapa? Kenapa kamu membuang bunga ini?".Tanya Mia.


"Saya tidak mau bunga yang sudah di pegang oleh wanita itu ada di vas bungaku". Kata Jasmine.


"Tapi Jasmine,kenapa kamu bilang akan menyelesaikan semuanya besok? Apa maksudmu?". Tanya Mia.


"Itu bukan urusanmu". Kata Jasmine.


"Apa aku masih temanmu?". Tanya Mia.


"Mia,kamu adalah teman terbaik sampai kapanpun". Kata Jasmine.


"Kalau begitu beritahukan aku apa maksud dari semua ini?". Tanya Mia.


"Mia,kamu akan tau besok. Sekarang biarkan saya tenang dulu". Kata Jasmine.


"Baiklah". Kata Mia.


Jasmine kemudian membalaskan pesan singkat kepada Vincent bahwa makan siang bersama di ganti besok saja. Vincent pun mengiyakan keputusan Jasmine.


Pada siang hari,ketika mereka semua berkumpul di kantin. Marco akhirnya memberikan rekaman percakapan kepada Jasmine dan lainnya. Marco juga memberitahukan rencana Steven kepada Jasmine.


"Jasmine,tadi Merry mencari mu,apakah dia melakukan sesuatu kepadamu?". Tanya Marco.


"Tidak ada,dia hanya menyuruh aku menjauhi Vincent". Kata Jasmine.


"Tapi dia sungguh tidak sopan,tutur katanya juga tidak baik.Padahal orang kaya tapi caranya bersikap sama sekali tidak berpendidikan".Kata Mia.


"Benar sekali,saya sama sekali tidak menyukai sikapnya. Melihat dia berusaha menggoda Pak Vincent membuatku jijik". Kata Marco.


"Apa? Dia mencoba menggoda Pak Vincent?". Tanya Pak Hadi.


"Eh...begini". Ucap Marco.


"Berani sekali dia menggoda Pak Vincent. Ingin sekali aku menjambak rambutnya". Kata Mia.


"Mia,jangan emosi.Marco apa yang Merry lakukan kepada Pak Vincent?". Tanya Pak Hadi.

__ADS_1


"Pak Hadi,apa boleh saya mengatakannya disini? Ada Jasmine". Bisik Marco.


"Saya tidak peduli akan hal itu,katakan saja". Kata Jasmine.


"Saya tidak sengaja melihat dia sedang menggoda Pak Vincent,tapi Pak Vincent kelihatan sangat jijik kepadanya dan berusaha menghindarnya. Untung saja saat itu saya datang tepat waktu. Wanita bernama Merry itu memang gila. Dia saja tidak masuk kategori tipe ku,apalagi Pak Vincent. Jasmine kamu harus percaya kepada Pak Vincent,hanya kamu yang bisa menolongnya dari wanita gila itu". Terang Marco.


"Benar kata Marco,Jasmine apa tindakan kamu selanjutnya?". Tanya Pak Hadi.


"Seperti yang saya katakan kepada Merry,saya akan menyelesaikan semuanya besok". Kata Jasmine.


"Menyelesaikan dalam hal apa? Saya tidak mengerti maksud mu Jasmine". Kata Pak Hadi.


"Intinya setelah semuanya selesai,kalian semua tidak perlu terpaku lagi akan hubunganku dengan Vincent maupun Steven". Kata Jasmine.


"Jasmine,kamu...jangan bilang kamu tidak akan memilih Vincent maupun Steven?". Tanya Pak Hadi.


"Jasmine,jangan membuat keputusan di saat situasi begini". Kata Mia.


"Semua berkaitan dengan saya,maka saya lah yang harus menyudahi semuanya". Kata Jasmine.


"Jasmine,ini memang berkaitan denganmu,tapi kamu juga harus melihat dari sudut pandang yang berbeda. Bahkan Steven sendiri sudah berpikir jernih untuk membantu Vincent,kamu jangan membuat keputusan yang salah. Jasmine,yang di butuhkan Vincent adalah kamu". Jelas Pak Hadi.


"Apa kalian ada melihat dari sudut pandangku? Saya juga butuh ketenangan". Kata Jasmine.


"Baik Jasmine,jika kamu butuh ketenangan. Tenangkan diri mu dulu,jangan mengambil keputusan besok,oke?". Kata Pak Hadi.


"Saya tidak akan menarik ucapanku. Pak Hadi,Mia,Marco,kalian bertiga adalah orang yang paling dekat denganku saat ini,saya juga butuh kalian untuk mendukungku,tapi kalian hanya mengutamakan Vincent". Kata Jasmine.


"Jasmine,kita ada disini untukmu. Bukan untuk yang lain". Kata Marco.


"Baik Jasmine,kami selalu ada di pihakmu. Selama ini kami lebih mengutamakan kamu dari pada Pak Vincent,mungkin kamu sendiri yang kurang merasakannya. Sekarang katakan,apa yang harus kita lakukan untukmu saat ini?". Tanya Pak Hadi.


"Jika kalian memang ada untukku,saya ingin kalian mendukung apapun keputusanku besok.Tolong bantu aku merahasiakan ini dari Pak Vincent. Saya sudah mengiyakan ajakannya untuk makan siang besok, tapi di saat itu saya akan mengakhiri semuanya. Saya akan mengajak Merry kesana. Saya ingin kalian bertiga dan Steven juga ada disana. Biar jelas semuanya". Terang Jasmine.


"Jasmine,ini terlalu kejam. Saya tidak setuju". Kata Marco.


"Jasmine,aku tidak pernah meminta apapun darimu,tapi kali ini aku minta kamu jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Kita pikir cara lain untuk mengakhiri,oke?". Kata Mia.


"Maaf Mia,Marco. Kali ini saya tidak bisa mendengarkan saran dari kalian". Kata Jasmine.


"Mia,Marco,kita susah berjanji akan selalu mendukung Jasmine. Kita harus hargai apapun keputusan dia nantinya". Kata Pak Hadi.


"Tapi Pak Hadi,Jasmine dia....". Ucap Marco.


"Marco,maksud saya adalah Jasmine juga belum mengatakan apapun. Saya harap keputusan dia adalah yang terbaik untuk semua pihak. Kita percayakan semuanya kepada Jasmine". Jelas Pak Hadi.


"Maaf Pak Hadi,untuk saat ini saya tidak bisa berpikir positif. Saya memang mendukung Jasmine,tapi tidak dengan keras kepalanya. Hmmm...saya permisi". Kata Marco yang langsung pergi meninggalkan mereka.


"Marco...". Teriak Pak Hadi.


"Saya akan membujuk Marco". Kata Mia yang juga meninggalkan mereka menyusul Marco.


"Maaf Jasmine,mereka belum bisa menerima...". Kata Pak Hadi.


"Tidak apa-apa,saya mengerti perasan mereka". Kata Jasmine.


"Saya masih berharap besok kamu akan memberikan keputusan yang benar". Kata Pak Hadi.


Jasmine hanya tersenyum tipis kepada Pak Hadi tanpa berkata-kata. Ketika Jasmine kembali ke ruangnya,Mia tampak kesal dan tidak menghiraukannya.


"Mia,masih marah padaku?". Tanya Jasmine.


"Aneh sekali perasaan ini,saya harusnya marah tapi kenapa saya cuma kesal". Kata Mia.


"Itu karena kamu sayang kepadaku,benarkan Mia?". Kata Jasmine.


"Apa Marco baik-baik saja?". Tanya Jasmine.


"Tidak ada orang yang baik-baik saat ini,baik aku,Marco,Pak Hadi ataupun Pak Vincent. Jadi,tolong jangan mengganggu ku,saya sedang tidak mood". Jelas Mia.


"Baiklah Mia,saya tidak akan mengganggu kamu lagi". Kata Jasmine.


Mulai dari selesai makan siang,Mia mendiamkan Jasmine sampai waktunya pulang. Bahkan pulang pun Mia keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Mia dan Marco memang benar-benar kesal dengan Jasmine. Namun mereka tetap mengikuti Jasmine merahasiakan semuanya dari Vincent.


Setelah sampai di rumah,Jasmine mengirim pesan kepada Vincent untuk menyuruhnya tidak datang ke rumahnya,karena Jasen masih harus belajar untuk ujian. Vincent pun mengiyakan Jasmine.


Dan sampai pada keesokan harinya di kantor,Jasmine melihat Mia masih tetap mendiaminya,lalu Jasmine berinisiatif untuk memulai percakapan dengan Mia.


"Mia,masih marah? Hmm...mana bouquet bungaku?". Tanya Jasmine yang memang biasanya Mia yang mengambil duluan dari securiti.


"Nanti bapak securiti yang akan mengantarkannya kepadamu". Kata Mia.


"Bukannya biasa kamu yang ambil?". Tanya Mia.


"Saya lagi malas.Lagian sepertinya kamu juga tidak begitu butuh bunga itu lagi". Jawab Mia ketus.


"Ehmm..,baiklah". Balas Jasmine.


"Permisi Jasmine,ini bungamu".Kata seorang securiti yang mengantarkan bunga ke dalam ruangan.


"Terimakasih Pak". Ucap Jasmine.


Jam makan siang pun tiba,inilah yang sangat ditunggu-tunggu oleh Vincent. Kemudian Jasmine mendapat panggilan masuk dari telepon genggam nya.


"Halo Jasmine,saya menunggu mu di mobil". Kata Vincent.


"Baiklah". Kata Jasmine.


Mia memandangi Jasmine dengan sinis namun di balas senyuman oleh Jasmine. Setelah itu,Jasmine keluar menuju mobil Vincent.Mia terduduk lemas ketika melihat Jasmine meninggalkan ruangan.Mia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Hi Jasmine,senang sekali akhirnya kita bisa makan siang berdua". Kata Vincent.


"Ya". Jawab Jasmine.


"Tapi kamu kelihatan tidak senang". Kata Vincent.


"Tidak ada,kita mau makan dimana?". Tanya Jasmine.


"Ehm...bagaimana kalau di Imperiar Restoran?". Tanya Vincent.


"Baiklah". Kata Jasmine.


Setelah mereka berdua sampai di restoran,baru saja mau memesan makanan,Vincent di kejutkan oleh Merry yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"Ada apa kamu disini? Kenapa kamu bisa tau kita ada disini?". Tanya Vincent.


"Saya yang memberitahu nya". Ucap Jasmine.


"Kamu dengar sendiri kan?Dia sudah berjanji padaku hari ini akan menyudahi semuanya". Jelas Merry.


"Jasmine,apa maksud dari perkataan dia?". Tanya Vincent.


"Maaf Vincent,saya sudah berjanji,saya harus menepatinya". Kata Jasmine.


"Jasmine,kita janjian makan siang berdua,kenapa harus ada orang lain di antara kita? Kamu mempermainkan saya?".Tanya Vincent.


"Benar,saya memang mau mempermainkan kamu. Bukan hanya Merry. Ada Steven,Mia,Marco dan Pak Hadi disini. Kalian keluar lah". Kata Jasmine.

__ADS_1


Ternyata mereka semua juga hadir disitu,membuat Vincent makin syok. Mia,Marco dan Pak Hadi kelihatan sangat tegang dan pucat,berbeda dengan Steven,dia lebih kelihatan santai.


"Kalian semua kenapa disini?". Tanya Vincent.


"Kamu berjanji padaku untuk mengatur makan siang berdua dengan Vincent,kenapa ada mereka semua disini?".Tanya Merry.


"Maaf Pak Vincent,kami harus ada disini untuk mendengarkan semuanya. Ini permintaan Jasmine". Jelas Pak Hadi.


"Pak Vincent,aku...". Kata Marco.


"Mia,Steven,kalian juga ikut dalam rencana Jasmine untuk mempermainkan saya?".Tanya Vincent.


"Pak Vincent maaf,saya sebenarnya tidak mau datang,tapi...". Kata Mia.


"Saya tidak tau apa rencana Jasmine,dia hanya menyuruhku membantu mengambil buku-buku mu kesini". Kata Steven.


"Buku apa?". Tanya Vincent.


"Buku yang kamu baca di rumah sakit terbawa pulang oleh ku,saya rasa sudah seharusnya saya mengembalikan kepadamu". Kata Jasmine.


"Jasmine,tolong jangan begitu,kenapa kamu seperti ini?". Tanya Vincent.


"Kamu suka memberikan aku kejutan,aku juga ingin memberikan kamu kejutan. Bolehkan?". Kata Jasmine.


"Jasmine,apa ini namanya kejutan?". Tanya Vincent.


"Jasmine,tolong ingat kata-kata kemarin. Tolong ambil keputusan yang terbaik". Kata Pak Hadi yang mulai panik.


"Memang sulit untuk mengambil keputusan ini,tapi saya yakin ini adalah yang terbaik. Saya menyuruh kalian semua hadir disini untuk menjadi saksi bahwa saya menyudahi semua hal yang terkait dengan permasalahan ini yang menyangkut saya. Kalian dengarkan baik-baik".Kata Jasmine.


"Jasmine please,jangan membuat keputusan di saat seperti ini". Kata Vincent.


"Mia,Marco dan Pak Hadi,kalian bertiga jangan pernah menjodohkan aku dengan Vincent lagi dan jangan pernah mengkaitkan aku dengan Steven. Saya tidak mau kalian membahas Vincent maupun Steven mulai dari hari ini". Terang Jasmine.


"Jasmine,kenapa kamu begitu?".Tanya Mia.


"Saya belum selesai Mia,tolong dengarkan aku dan hargai keputusanku". Jawab Jasmine.


"Jasmine,tolong maafkan aku". Mohon Vincent.


"Dan kamu Steven,tolong jangan pernah mengganggu aku lagi. Dan jangan pernah mencari masalah atau bersaing dengan Vincent,karena semuanya sudah berakhir". Kata Jasmine.


"Saya mengerti. Saya tidak akan pernah mengganggu kamu lagi Jasmine". Balas Steven.


"(Jasmine mengambil buku-buku Vincent ke hadapannya) ini Vincent,saya kembalikan semua buku-buku ini,dan kamu jangan pernah mengejar dan mengganggu ku lagi. Ini keputusan ku,saya harap kamu mengerti". Jelas Jasmine.


"Jasmine,kamu boleh marah kepadaku,tapi jangan berakhir seperti ini. Saya tidak bisa terima,kamu tau jelas perasaan saya kepadamu,kamu juga bilang sendiri masalah ini tidak akan mempengaruhi penilaianmu terhadapku,tapi kenapa....". Terang Vincent.


"Cukup Vincent,hargai keputusanku". Kata Jasmine.


"Semua sudah jelas kan,sekarang Jasmine sudah tidak menginginkan kamu lagi. Sudah saya bilang dia hanya pintar mempermainkan perasaan". Lanjut Merry.


"Kamu benar sekali Merry,saya sangat pintar mempermainkan perasaan orang. Mereka semua bahkan kamu juga korbannya. Apa yang saya katakan kepada mereka kamu sudah mendengar nya,dan sekarang giliran kamu.Mari kita akhiri semuanya,kamu silakan kembali ke negara asalmu dan jangan pernah mengganggu hubungan aku dan Vincent lagi. Hari ini saya memutuskan untuk memilih Vincent,jika kamu masih bersikeras dan bertindak sesuka hatimu,maka ingat peringatanku ini. Saya tidak akan seramah ini lagi". Terang Jasmine.


"Jasmine...aku tidak salah dengarkan?".Tanya Vincent terkejut.


"Kamu tidak salah dengar Pak Vincent,Jasmine memang telah memilih kamu. Selamat untuk kalian". Kata Steven.


"Jasmine,aku sayang banget sama kamu,astaga kenapa saya menangis". Kata Mia.


"Jasmine...kamu yang terbaik". Ucap Marco.


"Apa maksudmu? Aku disini untuk menagih janjimu kemarin. Apa yang kamu katakan denganku kamu sudah lupa?". Tanya Merry.


"Saya tidak lupa,saya bilang akan mengakhiri semuanya. Sudah saya lakukan sekarang. Vincent dan Steven tidak perlu susah-susah bersaing lagi, saya sudah menetapkan pilihan. Aku tidak mau mendengar bacotmu yang mengaku calon tunangan Vincent. Saya tidak peduli seberapa berkuasa kamu,jika kamu berani mengganggu hubungan kita,maka kamu akan berhadapan dengan aku. Mengerti nona Merry?". Jelas Jasmine.


"Kamu menipu ku? Dasar wanita murahan!". Teriak Merry.


"Jaga mulutmu Merry!". Teriak Vincent.


"Vincent kamu...". Ucap Merry.


"Terimakasih Jasmine,ini kejutan yang membuat jantungku hampir copot. Terimakasih sudah memilihku,saya berjanji akan selalu mencintaimu,hanya kamu".Kata Vincent.


"Saya percaya itu". Jawab Jasmine.


Vincent segera memeluk Jasmine dan disambut dengan tepuk tangan meriah dari Mia,Marco,Pak Hadi dan Steven. Inilah yang di maksud Jasmine mengakhiri semuanya.


"Steven,bukannya kamu juga mencintai Jasmine,kenapa kamu ikut bahagia? Jasmine tidak memilih kamu". Kata Merry.


"Merry,kamu harus tau perjuangan Vincent. Saya memang bersaing dengannya,tapi saya harus menerima keputusan Jasmine. Vincent menang karena dia layak". Jelas Steven.


"Terimakasih Steven". Kata Vincent.


"Pak Vincent,sekarang kamu tau kenapa Jasmine mengembalikan buku-bukumu? Karena sudah waktunya kamu harus membaca buku itu". Kata Steven.


"Baiklah,saya mengerti sekarang". Kata Vincent.


"Merry,kamu ini cantik dan berpendidikan,kamu pantas mendapatkan pria yang mencintaimu. Jika kamu mencintai pria yang tidak punya perasaan terhadapmu,kamu akan terluka. Kamu pantas bahagia. Cinta itu adalah dua manusia yang saling berjuang dan mempertahankan,bukan bertepuk sebelah tangan". Terang Jasmine.


"Jasmine,aku sudah berkata kasar padamu,kenapa kamu masih memuji ku?". Tanya Merry.


"Kamu tidak kasar,kamu hanya emosi. Saya mengerti perasaanmu,saya harusnya berterimakasih kepadamu,berkat kamu saya tau Vincent adalah pria yang menolak semua wanita demi orang yang dia cintai".Terang Jasmine.


"Ternyata memang benar kata Vincent,kamu cantik segalanya". Kata Merry.


"Saya anggap itu sebuah pujian untukku. Terimakasih". Kata Jasmine.


"Maafkan aku Vincent,saya tidak seharusnya datang mengganggumu. Maafkan aku Jasmine,saya mengerti apa maksudmu sekarang. Boleh saya memeluk kalian berdua sebelum saya pulang?". Tanya Merry.


"Tentu saja". Ucap Jasmine dan Vincent.


"Terimakasih". Kata Merry.


"Sebelum kamu pulang,makan siang lah bersama kami. Kamu mau makan siang bersamaku kan? Jasmine sudah mewujudkan nya untukmu". Kata Vincent.


Ehmm...baiklah". Ucap Merry.


"Steven,Terimakasih sudah membantuku,kamu tidak keberatan kan jika saya mengajakmu makan siang bersama?". Tanya Vincent.


"Saya bukan bagian dari kalian,lebih baik saya tidak ikut". Kata Steven.


"Kamu adalah teman ku,dan teman kita semua. Jika kamu tidak mau,saya kan memaksa". Kata Vincent.


"Steven kamu adalah temanku dan teman mereka,jika kamu menolak dan merusak moment bahagia ini,saya tidak akan memaafkan kamu". Kata Marco.


"Steven ikutlah bersama kami". Kata Pak Hadi.


"Steven,jika kamu memang mau menjadi teman kami,ikutlah makan siang bersama". Kata Jasmine.


"Jasmine,apa aku juga boleh menjadi temanmu?". Tanya Steven.


"Vincent dan mereka semua sudah menganggap kamu sebagai teman,maka saya juga". Kata Jasmine.


"Baiklah teman-teman semuanya,saya akan ikut". Kata Steven.


Dan akhirnya mereka makan siang bersama dengan bahagia.Moment menegangkan yang diciptakan oleh Jasmine berubah menjadi sukacita.

__ADS_1


.


__ADS_2