The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Sedikit mencurigakan


__ADS_3

Setelah malam tiba,Jasmine dan Jasen diantar pulang oleh ayahnya. Sesampainya di rumah,Jasmine mengurus Jasen untuk tidur karena besok dia akan sekolah. Setelah semuanya selesai,baru Jasmine pergi tidur.


Baru mau tertidur,Jasmine dikejutkan oleh bunyi telepon yang masuk,sudah bisa di tebak itu telepon dari CEO tukang nganggu.Jasmine sangat males sekali mengangkat teleponnya,akan tetapi dia terpaksa mengangkatnya karena Vincent sudah membantunya dan terlebih lagi dia adalah bos tempat Jasmine bekerja.


"Halo,ada apa telepon malam-malam?". Tanya Jasmine.


"Sudah sampai rumah ya? Gimana hari ini?". Kata Vincent.


"Pak,ini sudah malam. Saya harus tidur,besok jika saya terlambat ke kantor,kamu jangan salahkan aku". Kata Jasmine.


"Ini baru jam sembilan malam. Kamu serius tidur jam segini?".Kata Vincent.


"Benar,ini jam tidur saya. Jadi tolong jangan nganggu saya". Kata Jasmine.


"Hmmm...baiklah,padahal saya cuma ingin tau gimana hari kamu". Ucap Vincent.


"Hariku baik sekali. Udah puas Pak? Saya tidur dulu". Kata Jasmine.


"Ok,selamat Ma...(tit..tit...)". Vincent belum sempat mengucapkan selamat malam,sudah keburu ditutup Jasmine.


Keesokan harinya,setelah bus Jasen datang menjemput,ayah Jasmine juga datang menjemput Jasmine pergi kerja. Jasmine keluar dengan ceria melihat ayahnya.


"Pagi Pa". Kata Jasmine.


"Pagi sayang,hari ini sepertinya ceria sekali". Kata ayahnya.


"Oh ya?bukannya aku selalu seperti itu?". Ucap Jasmine.


"Hmmm...seperti ada sesuatu yang indah,apa ya sebutannya...seperti orang yang sedang kasmaran". Ejek ayahnya.


"Papa ini ada-ada saja". Kata Jasmine.


"Jas,papa mau tanya,soal Steven apakah Jasen sudah bisa menerimanya?". Tanya ayahnya.


"Dia hanya tau ayahnya tidak bisa tinggal di rumah ini lagi,tapi saya menjelaskan seakan ayahnya kerja di tempat yang jauh. Jasen mengerti dan terima itu". Jelas Jasmine.


"Oh begitu,baguslah". Kata ayahnya.


"Apa lagi yang papa khawatirkan?". Tanya Jasmine.


"Hmmm...papa tanya,tapi saya harap kamu jawab dengan jujur".Kata ayahnya.


"Apa itu Pa?". Tanya Jasmine.


"Apa kamu sekarang bahagia?". Tanya ayahnya.


"Pertanyaan ini lagi. Hufff...papa udah tanya seribu kali,jawaban saya masih tetap sama. Saya sangat bahagia,papa tidak usah mencemaskan saya". Kata Jasmine.


"Tapi papa masih berharap ada seseorang yang bisa menjaga kamu dan Jasen".Kata ayahnya.


"Papa mulai lagi,aku sekarang sudah sangat bahagia.Jasmine cuma butuh Jasen dan keluarga kita. Itu saja sudah sangat cukup membuat aku bahagia". Terang Jasmine.


"Hmmm...papa sungguh tidak tau apa yang otak kamu pikirkan dan apa yang hatimu rasakan, harapan saya cuma satu,kamu bisa bahagia". Kata ayahnya.


"Papa....Jasmine tidak kekurangan apapun. Apa yang Jasmine katakan dan rasakan itu tidak bohong. Jasmine punya anak yang pintar dan sehat,keluarga yang mencinta saya,dan punya pekerjaan yang bagus. Ada lagi,Jasmine punya teman seperti Mia dan Marco yang selalu support Jasmine,dan Pak Hadi atasan Jasmine yang sangat baik. Itu saja sudah lebih dari cukup".Jelas Jasmine.


"Baguslah,lalu bagaimana dengan teman kamu yang bernama Vincent itu? Kamu tidak memasukannya?". Tanya ayahnya.


"Papa,dia itu hanya teman biasa. Teman SMA Jasmine".Kata Jasmine.


"Tapi papa merasa dia sangat spesial buat Jasen". Kata ayahnya.


"Itu karena dia memberikan mainan untuk Jasen,anak kecil gampang di sogok". Kata Jasmine.


"Hanya itu?". Tanya ayahnya lagi.


"Ya,hanya itu". Kata Jasmine.


"Oke lah,ini sudah sampai kantormu. Semoga hari kamu menyenangkan". Ucap ayahnya.


"Thanks Pa,bye". Balas Jasmine.


Baru saja Jasmine turun dari mobil ayahnya,dia melihat mobil Vincent yang sedang masuk ke parkiran kantor. Bergegas Jasmine berlari kedalam,sontak membuat Mia yang melihatnya merasa aneh kenapa Jasmine kelihatan panik.


"Kamu kenapa Jas? Di kejar hantu?". Tanya Mia.


"Eh,tidak apa-apa. Aku haus,makanya aku lari". Kata Jasmine sambil cepat mengambil segelas air di dispenser.


"Pelan-pelan minumnya". Kata Mia.


"Ahhh....akhirnya melepas dahaga". Kata Jasmine.


"Kamu rada aneh,apa kamu tidak minum dirumah? Hmmm...kamu bisa dehidrasi kalau begitu". Kata Mia.


"Iya,saya tidak sempat minum,papa saya sudah datang menjemput". Terang Jasmine.


"Hmmm ya udah,yang terpenting kamu jangan sampai dehidarasi. Oh ya,ini bungamu dari CEO tercinta". Kata Mia.


"Stttt...kecilkan suaramu". Kata Jasmine.


"Upsss...". Ucap Mia.


Mereka berdua melanjutkan pekerjaan mereka. Dan telepon kantor Jasmine berbunyi. Karena Jasmine sedang sibuk mengetik,Mia yang mengangkat teleponnya.


"Halo... ok baik Pak". Kata Mia setelah itu dia menutup kembali teleponnya.


"Panggilan kepada Jasmine agar segera menuju ke ruangan CEO". Ucap Mia lanjut.


"Hah? Ngapain dia panggil aku?". Tanya Jasmine.


"Iya,ngapain ya,masa pagi-pagi sudah tidak sabar mau bertemu pujaan hati". Canda Mia.


"Ihhh Mia,pagi-pagi jangan ngomong sesuatu yang menjijikkan". Kata Jasmine.


"Opsss...sory. Kamu silakan menuju ruangan CEO. Pak Vincent sudah menunggu". Ejek Mia lagi.


"Awas kamu ya,nanti ku cubit". Kata Jasmine.

__ADS_1


Jasmine berjalan keruangan CEO,setelah sampai di depan ruanganya dia mengetuk pintu dan masuk kedalam.


"Ada apa Pak Vincent?". Tanya Jasmine.


"Silakan duduk dulu". Kata Vincent.


Jasmine menarik kursi yang ada di depan nya dan duduk disana. Kemudian terdengar suara ketukan pintu dan ternyata Pak Hadi juga ikut masuk ke dalam ruangannya.


"Pagi Pak Vincent". Kata Pak Hadi.


"Silakan duduk Pak Hadi". Ucap Vincent.


"Terimakasih Pak".Kata Pak Hadi.


"Jadi begini,saya panggil kalian berdua kesini adalah ingin kalian berdua ikut bersama tim audit eksternal ke perusahaaan ayah saya di PT.Golden Winner Goods,mereka akan melakukan audit tahunan. Tujuan saya memanggil kalian adalah agar kalian bisa belajar banyak dari tim audit eksternal. Kalian bisa belajar mengembangkan pengetahuan tentang audit. Saya percayakan kepada kalian,untuk kedepannya saya akan menghapus audit eksternal di kantor ini,cukup kalian yang melakukan audit internal dan laporan hasil audit kalian kepada saya". Terang Vincent.


"Jadi maksud dari Pak Vincent adalah kita di utus untuk training audit bersama tim eksternal di PT.Golden Winner Goods". Kata Pak Hadi.


"Benar sekali,apakah ada pertanyaan? Berikan tanggapan kalian". Kata Vincent.


"Apa hanya kita berdua?ataukah kita perlu membawa tim kita?". Tanya Pak Hadi.


"Saya memberikan wewenang untuk kalian mengajak tim kalian masing-masing. Untuk transportasi dan konsumsi akan di cas kantor selama dua minggu kalian disana". Jelas Vincent.


"Kapan kita mulai?". Tanya Pak Hadi.


"Mulai minggu depan,persiapkan diri kalian". Kata Vincent.


"Baik Pak,saya mengerti". Kata Pak Hadi.


"Sepertinya hanya Pak Hadi yang mengerti,kamu Jasmine tidak punya pertanyaan? Atau sudah jelas?". Tanya Vincent.


"Ehmmm...saya sudah jelas". Kata Jasmine.


"Baguslah kalau begitu,jika sudah tidak punya pertanyaan,kalian boleh kembali ke tempat". Kata Vincent.


"Pak Vincent,sebelum saya pergi,saya ingin bertanya.Lego bentuk robot ini beli dimana? Bagus sekali". Tanya Pak Hadi.


"Ini bukan bentuk robot,ini adalah saya". Kata Vincent.


"Oh ya...?Hehe..tapi bagus sekali". Kata Pak Hadi.


"Hmmm....ini adalah pemberian dari seorang teman". Kata Vincent.


"Pasti dari teman yang sangat istimewa". Ucap Pak Hadi.


"Benar sekali,teman saya sangat antusias membuat ini untuk saya,makanya saya sangat menghargainya".Kata Vincent.


"Kalau begitu sayang sekali,saya tidak bisa membelinya. Hmmm..baiklah Pak Vincent,saya permisi dulu". Kata Pak Hadi.


"Saya juga permisi dulu". Kata Jasmine.


"Jasmine bentar,ada yang mau saya tanyakan". Kata Vincent.


"Ada apa Pak?". Tanya Jasmine.


"Kamu yakin sudah mengerti apa yang saya katakan tadi? Tidak ada yang mau kamu tanya?". Ucap Vincent.


"Silakan Jasmine". Kata Vincent.


"Ehmmm...PT.Golden Winner Goods itu apakah perusahaan yang bergerak di bidang customer goods?".Tanya Jasmine.


"Iya benar sekali,ada masalah dengan itu?". Balas Vincent.


"Tidak apa-apa,saya hanya ingin tau". Kata Jasmine.


"Ada lagi yang mau ditanyakan?". Tanya Vincent.


"Hmmm...maaf sebelumnya,apakah harus aku? Bolehkah saya tidak ikut? Maksud saya biar pengganti dari staf accounting saya". Tanya Jasmine.


"Tidak boleh,kecuali kamu punya alasan tertentu". Kata Vincent.


"Saya hanya ingin staf saya bisa menguasai dunia audit juga". Kata Jasmine.


"Dari tadi kamu tidak nyimak apa yang saya katakan. Saya sudah kasih wewenang agar kamu bisa membawa tim kamu ikut kesana. Bukan berarti kamu tidak perlu ikut,mengerti maksud saya?". Jelas Vincent.


"Hmmmm...baik Pak". Ucap Jasmine.


"Sepertinya masih ada yang mau kamu tanyakan". Kata Vincent.


"Kenapa kamu membawa lego yang di berikan Jasen ke kantor?". Tanya Jasmine yang lari dari seputar pekerjaan.


"Hmmm...ini sudah menjadi milik saya,ya terserah saya mau membawanya ke kantor atau tidak". Kata Vincent.


"Tapi anehnya taruh di kantor,sampai Pak Hadi bertanya tadi". Kata Jasmine.


"Pak Hadi bertanya bukan karena dia merasa aneh,kamu tidak mendegar dia bertanya dimana saya membelinya? Artinya dia juga memuji keindahan pajangan lego buatan Jasen ini". Terang Vincent.


"Hmmm...jangan sampai ada yang tau kalau Jasen yang memberikan untukmu". Kata Jasmine.


"Saya bilang ini dari seorang teman yang sangat spesial. Saya tidak bertanggung jawab jika suatu hari waktu yang akan menjelaskan semuanya". Jelas Vincent.


"Ada satu hal lagi,saya memperingatkan kamu,jangan sampai ada satupun orang yang tau kalau kamu datang ke rumah ku". Tegas Jasmine.


"Wuawww...saya di ancam lagi". Kata Vincent.


"Iya,ini ancaman. Pokoknya saya akan buat perhitungan denganmu jika sampai ada yang tau". Jasmine mengancam Vincent.


"Hahaha...semakin kamu ancam, semakin saya menyukaimu". Kata Vincent.


"Saya tidak sedang becanda,saya serius". Kata Jasmine.


"Oke baik. Ada lagi yang mau kamu katakan?". Tanya Vincent.


"Udah itu saja,saya permisi". Kata Jasmine.


"Bagaimana dengan bunga yang saya kasih hari ini?". Tanya Vincent.

__ADS_1


"Bagus,Terimakasih Pak Vincent yang terhormat,saya mau kembali bekerja". Kata Jasmine.


"Silakan". Ucap Vincent.


Jasmine keluar dari ruangan Vincent dan kembali dengan wajah cemberut.


"Ada apa lagi Jasmine,kenapa kamu kelihatan cemberut?". Tanya Mia.


"Tidak ada apa-apa". Jawab Jasmine.


"Apa semua baik-baik saja?". Tanya Mia.


"Tidak ada yang baik jika sudah keluar dari ruangan CEO kamu itu". Cetus Jasmine.


"Ada apa lagi dengan dia? Kalian bertengkar lagi? Kenapa kalian berdua seperti anak kecil yang tidak bisa akur". Kata Mia.


"Mia...kita akan ikut tim eksternal audit ke perusahaan ayahnya Vincent". Kata Jasmine.


"Hah,serius? Emangnya kenapa kita harus ikut audit di perusahaan lain?". Tanya Mia.


"Dia mau kita belajar dari tim audit agar kita bisa melakukan audit internal dengan sistem eksternal". Terang Jasmine.


"Dengan arti kata dia akan menghapus audit eksternal di perusahaan ini?". Tanya Mia.


"Benar". Ucap Mia.


"Emangnya kita harus ikut di perusahaan apa?". Tanya Mia.


"PT. Golden Winner Goods". Jawab Jasmine.


"Sepertinya tidak asing ya perusahaan itu". Ucap Mia.


"Hmmm...Mia itu....". Kata Jasmine.


"Hah,aku ingat Jasmine. Itu kan perusahaan Steven bekerja. Yang benar saja,kamu bekerja di perusahaan anaknya,mantan suamimu bekerja di perusahaan ayahnya". Jelas Mia.


"Tadi saya meminta untuk tidak ikut ke perusahaan itu,tapi Pak Vincent tetap mau agar saya ikut". Kata Jasmine.


"Apa dia sudah tau itu adalah tempat kerja Steven?". Tanya Mia.


"Sepertinya dia tidak tau,dia malah menyuruh saya untuk memberikan alasan kenapa saya menolak untuk ikut". Terang Jasmine.


"Mungkin saja dia sudah tau,dia cuma pura-pura tidak tau untuk mengetes kamu". Jelas Mia.


"Bisa saja seperti itu". Kata Jasmine.


"Hmmm...tapi kalau di pikirkan lagi,jika dia sudah tau,mana mungkin dia mau kamu kesana". Kata Mia.


"Maksudnya?". Tanya Jasmine.


"Logika saja,Pak Vincent suka sama kamu,tidak mungkin dia mau orang yang dia sukai bertemu lagi dengan mantan suaminya". Terang Mia.


"Haizzz,kenapa kita berpikir sampai sejauh ini. Sudah lah Mia,dia kasih wewenang untuk mengajak staf accounting,saya akan memilih siapa yang akan ikut pergi". Kata Jasmine.


"Kenapa saya merasa ada sesuatu yang Pak Vincent sembunyikan,dia seakan ingin memberitahukan kita sesuatu tapi apa ya kira-kira?". Kata Mia.


"Dia hanya ingin kita belajar dari tim audit disana. Jangan berpikir terlalu jauh,lagian dia adalah bos kita. Apa yang dia katakan,kita hanya bisa mengikutinya". Kata Jasmine.


"Benar juga". Kata Mia.


Mereka hanya bisa menjalankan apa yang dikatakan Vincent. Tidak ada alasan bagi mereka untuk menolak permintaan bos mereka. Waktu berjalan dengan cepat,sudah jam makan siang. Jasmine dan Mia seperti biasa makan di kantin dengan Marco.


"Hari yang melelahkan.Kerjaan baru juga selesai,sudah datang lagi kerjaan baru. Haizz ini lah jika bekerja sebagai karyawan". Kata Marco.


"Hmmm...Tumben Marco mengeluh". Kata Jasmine.


"Seminggu lagi kita akan ikut training bersama tim audit di perusahaan ayahnya Pak Vincent". Kata Marco.


"Eh Marco,kamu tau tidak kalau perusahaan itu adalah tempat Steven bekerja?". Kata Mia.


"Apa? Serius? Saya tidak tau". Kata Marco.


"Hmmmm...dunia ternyata kecil ya". Kata Mia.


"Apa benar Jasmine itu adalah kantornya Steven?". Tanya Marco.


"Benar".Jawab Jasmine.


"Hmmm...apakah Pak Vincent tau jika Steven bekerja di perusahaan ayahnya?".Tanya Marco.


"Bisa iya bisa tidak. Hmmmm...bisa kan kita jangan bahas ini lagi,kepalaku jadi pusing". Kata Jasmine.


"Eh oke kita bahas yang lain saja. Aku dengar gosip dari devisi marketing,Pak Vincent ternyata adalah anak yang berbakti. Dia terciduk ke mall menemani ibunya". Kata Marco.


"(Eheemmm...hemm...)". Jasmine seketika langsung tersendak.


"Kamu kenapa Jasmine?". Tanya Mia.


"Tidak apa-apa". Kata Jasmine.


"Yeee Jasmine santai lah,kan gosipnya dia pergi ke mall bersama ibunya bukan bersama cewek lain. Jangan cemburu dulu". Kata Marco.


"Apaan sih,saya lagi tersendak bukan cemburu. Mau dia sama siapapun,tidak ada hubungannya dengan saya". Terang Jasmine.


"Tapi menurut marketing yang bertemu Pak Vincent,katanya out fit Pak Vincent kelihatan sangat mencurigakan". Kata Marco.


"Kenapa mencurigakan?". Tanya Mia.


"Katanya Pak Vincent memakai jaket kulit,kacamata hitam dan masker. Seperti sedang melakukan penyamaran". Kata Marco.


"(Muncrat...) Hahaha". Jasmine tidak bisa menahan kuasa untuk ketawa.


"Jasmine kamu kenapa lagi?". Tanya Mia.


"Tidak apa-apa,lucu saja". Kata Jasmine.


"Hmmm...walaupun memang kedengarnya lucu,tapi tetap saja Pak Vincent mau pakai apapun selalu kelihatan ganteng". Kata Mia.

__ADS_1


"Benar banget,saya membahyangkan saja,pasti Pak Vincent pakai seperti itu mirip aktor film action".Kata Marco.


Di saat Mia dan Marco sedang gosip tentang Vincent,Jasmine hanya bisa terdiam Menahan tawa. Ternyata gosip yang beredar adalah Vincent ke mall bersama ibunya,setidaknya itu membuat Jasmine sedikit lebih lega.


__ADS_2