The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Jasen mencari Vincent


__ADS_3

Kembali lagi di hari ke empat Jasmine dan staf lainnya audit di perusahaan tempat Steven bekerja. Lagi-lagi Steven mengambil kesempatan ini untuk mencuri pandang dengan Jasmine. Dan orang disana juga menyadarinya termasuk Jasmine. Walaupun sedikit membuat Jasmine risih,bagaimana pun juga Jasmine harus bekerja profesional.


"Pak Steven,boleh saya bertanya tentang program yang digunakan disini? Apakah memang program tax dan program accounting berbeda?". Tanya Jasmine.


"Benar sekali. Disini khusus tax accounting menggunakan program SpaceX, sedangkan di program accounting mereka menggunakan program OmxysAcc". Jawab Steven.


"Hmmm...Pak Steven,bisa tolong berikan petunjuk penggunaan program SpaceX ini agar semua staf audit bisa mempelajarinya". Kata Kevin ketua audit.


"Dengan senang hati". Kata Steven.


Mereka pun mulai mempelajari program yang berbeda guna untuk memaksimalkan audit tax yang sedang mereka jalankan. Disana terlihat jelas Steven menjelaskan cara kerja program mereka,namum pandangan dia tetaplah ke Jasmine.Setelah beberapa lama mereka mempelajari akhirnya mereka berhasil menguasai program tersebut dan memulai audit.


Setelah cerai dari Jasmine,Steven baru tau dan melihat langsung pertama kali bagaimana seorang Jasmine bekerja. Dalam hal apapun yang dilakukan Jasmine,dia selalu mengerjakan dengan serius dan sepenuh hati. Inilah yang membuat setiap orang kagum dengannya.


"Ok semuanya,karena sudah jam makan siang,kalian semua silakan istirahat. Kita akan lanjutkan nanti setelah jam istirahat selesai". Ucap Kevin ketua audit.


"Baik". Sahut semuanya.


"Ehmm...Jasmine ada yang mau saya bicarakan dengan kamu". Kata Kevin ketua audit.


"Baiklah". Jawab Jasmine.


"Jas,kalau begitu kita tunggu kamu di kantin ya?". Kata Mia.


"Baik,aku segera menyusul". Kata Jasmine.


Namum ada Steven di dalam ruangan tersebut.Steven berpura-pura mencari file di lemari kabinet. Dia sengaja berlama-lama untuk mendengarkan percakapan antara Jasmine dan Kevin. Namum hal tersebut ternyata di sadari oleh Kevin.


"Bagaimana kalau kita bicara di tempat lain saja?". Kata Kevin.


"Baiklah". Ucap Jasmine.


Steven merasa apa yang dilakukannya sia-sia.Sudah berpura-pura mencari file,dia sama sekali tidak bisa mendengarkan percakapan mereka.


"Ada apa Pak Kevin?". Tanya Jasmine.


"Begini,sebenarnya saya ingin meminta maaf". Kata Kevin.


"Minta maaf untuk apa?". Tanya Jasmine lagi.


"Waktu itu saya meminta nomor telepon kamu dengan alasan pekerjaan,tapi sebenarnya saya ingin meminta nomor kamu untuk hal pribadi.Saya merasa sangat tidak pantas melakukan itu,saya minta maaf. Saya pasti membuat kamu merasa tidak nyaman". Terang Kevin.


"Tidak apa-apa Pak". Kata Jasmine.


"Terlebih lagi saya tidak tau kalau kamu adalah calon istri Pak Vincent". Kata Kevin.


"Hah? Calon istri?". Tanya Jasmine tercengang.


"Tapi benarkan kamu calon istri Pak Vincent?". Tanya Kevin.


"Eh..,maksud saya siapa yang mengatakan hal itu?". Tanya Jasmine.


"Pak Hadi sendiri yang mengatakan kepada saya. Setelah saya tidak sengaja mendengar apa yang Pak Hadi katakan kepada Pak Vincent di telepon". Jelas Kevin.


"Kalau boleh tau apa yang Pak Hadi katakan di telepon?". Tanya Jasmine.


"Dia mengatakan kepada Pak Vincent bahwa dia akan menjaga kamu disini. Sepertinya Pak Vincent memang menelepon Pak Hadi untuk menanyakan kabar kamu. Seorang CEO memberikan perhatian khusus kepada seorang karyawan,tentu saja dia dan karyawan tersebut mempunyai hubungan spesial ".Terang Kevin.


"Jadi begitu,baiklah saya mengerti sekarang". Kata Jasmine.


"Kalau begitu artinya kamu memaafkan aku?". Tanya Kevin.


"Pak Kevin terlalu sungkan,ini bukanlah apa-apa. Tidak perlu minta maaf". Kata Jasmine.


"Kalau begitu,kita sepakat untuk melupakan hal itu dan berteman seperti biasa.Oke?". Kata Kevin.


"Tentu saja. Kita adalah rekan kerja yang baik". Kata Jasmine.


"Baiklah mari kita berjabat tangan untuk mengakhiri pembicaraan ini". Kata Kevin yang memberikan tanganya.


"Oke. Kalau begitu saya harus kembali ke kantin,teman-teman lain menungguku". Kata Jasmine.


"Baiklah". Ucap Kevin.


"Pak Kevin mau bergabung dengan kami?".Ajak Jasmine.


"Tidak Jasmine,saya punya janji makan di luar bersama teman". Kata Kevin.


"Kalau begitu,saya duluan". Kata Jasmine.


"Silakan". Balas Kevin.


Jasmine pun kembali ke kantin dan duduk di sebelah Pak Hadi dengan sorotan mata yang tajam. Namum hal itu tidak disadari oleh Pak Hadi.


"Itu Jasmine datang". Teriak Marco.


"Jasmine sini". Kata Mia.


"Marco boleh saya duduk di sini?".Kata Jasmine yang menyuruh Marco untuk berpindah di sebelah Mia.

__ADS_1


"Eh,tentu saja tapi....". Ucap Marco.


"Saya mau bicara dengan Pak Hadi". Kata Jasmine.


"Dengan aku?". Tanya Pak Hadi.


"Iya dengan Bapak". Jawab Jasmine.


"Oh,apa yang ingin kamu bicarakan?". Tanya Pak Hadi.


Mia dan Marco merasa ada yang tidak beres dengan raut muka Jasmine,namum Pak Hadi sama sekali tidak menyadarinya. Pak Hadi malah bertanya santai kepada Jasmine sambil menikmati makan siangnya.


"Pak Hadi selama ini jadi mata-mata Pak Vincent?". Tanya Jasmine.


"Mata-mata? Haha...kamu pikir kita sedang main film detektif". Jawab Pak Hadi.


"Saya serius Pak". Tegas Jasmine.


"Kamu kenapa Jasmine? Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?". Tanya Pak Hadi.


"Jawab pertanyaan aku dulu Pak,iya atau tidak?".Kata Jasmine.


"Tidak. Saya di gaji untuk menjadi manajer bukan menjadi mata-mata". Jawab Pak Hadi.


"Tapi kenapa Pak Vincent menelepon Bapak menanyakan kabar saya?". Tanya Jasmine.


"Pak Vincent cuma tanya kabar,saya harus menjawab apa yang di tanya. Dia meminta aku untuk menjaga kamu,saya hanya membantu Pak Vincent karena dia atasan aku,bukan karena saya ini mata-mata". Jelas Pak Hadi.


"Lalu kenapa Pak Hadi bilang ke Pak Kevin kalau saya calon istri Pak Vincent?". Tanya Jasmine lagi.


"Itu karena dia yang kepo mendengarkan pembicaraan saya dan kemudian dia bertanya kepada saya apa hubungan kamu dengan Pak Vincent. Saya juga hanya menjawab pertanyaan dia". Terang Pak Hadi.


"Tapi kan yang Pak Hadi bilang itu salah. Saya bukan calon istri Pak Vincent". Kata Jasmine.


"Terlepas dari benar atau tidak,yang penting itu membantu kamu agar Pak Kevin tidak mendekati kamu". Kata Pak Hadi.


"Tapi bagaimana kalau dia bergosip dengan yang lain soal ini? Saya tidak tau akibatnya akan seperti apa".Kata Jasmine.


"Orang seperti Pak Kevin tidak akan bergosip seperti itu,saya mengerti watak dan sifat Pak Kevin". Kata Pak Hadi.


"Tetap saja dengan siapapun jangan mengatakan hal itu lagi. Itu tidak benar". Kata Jasmine.


"Saya sudah jelaskan panjang lebar dan kamu tetap menyalahkan saya? Seharusnya kamu berterimakasih kepada saya karena sudah membantu kamu terlepas dari Pak Kevin". Ucap Pak Hadi.


"Benar Jasmine,harusnya kamu berterimakasih kepada Pak Hadi yang sudah membantumu". Kata Mia.


"Iya...iya...saya berterimakasih kepada Pak Hadi karena telah membantuku".Kata Jasmine.


"Dia meminta maaf kepadaku karena telah meminta nomor telepon dengan alasan pekerja yang sebenarnya untuk alasan pribadi". Kata Jasmine.


"Ternyata tebakan kita benar,Pak Kevin ingin mendekati kamu". Kata Marco.


"Dan untung ada saya yang menolong,tapi saya di kira mata-mata". Kata Pak Hadi.


"Dasar Pak Hadi ini". Kata Jasmine.


"Terus apa lagi pembicaraan kalian?". Tanya Marco.


"Dia bertanya kepadaku apakah benar saya calon istri Pak Vincent". Kata Jasmine.


"Ternyata dia mau memastikan terlebih dahulu sebelum menyerah". Kata Pak Hadi.


"Lalu apa jawaban kamu Jasmine?". Tanya Mia.


"Saya tidak menjawab benar atau tidak. Saya hanya menanyakan siapa yang mengatakan itu,lalu dia pun menjawab Pak Hadi orangnya. Jika saya mengatakan tidak,saya takut dia akan kembali mendekati ku". Terang Jasmine.


"Jawaban kamu sudah tepat". Kata Pak Hadi.


Setelah mereka selesai makan,mereka kembali ke ruangan tax untuk menyelesaikan audit mereka.


Sampai pada akhirnya mereka berhasil menyelesaikan audit bagian tax accounting.


"Hari ini kita sudah menyelesaikan audit tax,besok kita akan audit stok. Terimakasih semuanya, sampai jumpa besok di bagian logistik". Kata Kevin.


"Yes,akhirnya kita selesai juga Jasmine". Kata Mia.


"Benar Mia,sepertinya kamu senang sekali". Kata Jasmine.


"Ehmm..,ya masa kamu tidak senang Jasmine? Apa kamu sedih kita sudah tidak melihat Steven lagi besok?". Tanya Mia.


"Ishh..apaan sih kamu,ya senang lah!". Tegas Jasmine.


"Kalian sudah boleh kembali ke bus. Saya akan segera menyusul setelah menandatangani dokumen ini". Kata Pak Hadi.


Jasmine dan lainnya sudah di bus,setelah Pak Hadi menyelesaikan tanda tangannya,dia pun segera menuju bus yang membawa mereka kembali ke kantor.Sesampainya di kantor,Jasmine di jemput pulang oleh ayahnya yang sudah menunggu disana.


"Hi Pa,sudah lama tunggu disini?". Tanya Jasmine.


"Tidak kok,baru saja sampai. Gimana kerjaan kamu hari ini?". Tanya ayahnya Jasmine.

__ADS_1


"Baik,berjalan dengan lancar. Besok kita akan audit bagian logistik,setelah itu selesai". Terang Jasmine.


"Baguslah kalau begitu. Hmm...gimana bertemu Steven disana?". Tanya ayahnya lagi.


"Biasa-biasa saja". Jawab Jasmine.


"Oh ya,kakakmu sudah mengundang Steven ke acara ulang tahun papa,katanya kamu tidak mau undang dia. Apa benar begitu Jasmine?". Tanya ayahnya.


"Benar Pa". Ucap Jasmine.


"Jasmine,papa pernah bilang,anggap lah Steven sebagai teman,jangan anggap dia sebagai musuh. Yang sudah lewat biarlah berlalu,anggap saja kalian sudah tidak berjodoh,tapi dia tetaplah ayah dari anakmu".Terang ayahnya.


"Iya Pa,Jasmine mengerti". Kata Jasmine.


"Papa juga mengundang mantan mertuamu.Mereka pernah menjadi calon besan papa dan mereka sangat sayang kepadamu. Jangan memasang muka tidak ramah di acara ulang tahun papa,oke?". Jelas ayahnya.


"Baik Pa,Jasmine tau". Kata Jasmine.


"Oh ya,Jasen bertanya kepada saya apakah ada mengundang paman Vincent?Saya sungguh tidak tau harus menjawab apa,kamu undang saja dia sekalian". Kata ayahnya.


"Hmmm...Pa,lupakan saja perkataan anak-anak. Sesungguhnya Jasen belum mengerti arti pesta". Kata Jasmine.


"Anak-anak juga punya perasaan dan ikatan,papa merasa dia lebih mengutamakan yang bernama Vincent itu daripada Steven ayahnya sendiri". Terang ayahnya.


"Hmmmm...baiklah akan saya jelaskan kepada Jasen nanti". Kata Jasmine.


"Apa yang akan kamu jelaskan? Jasen sepertinya sangat ingin bertemu dengan Vincent. Tidak apa-apa undang saja dia ke acara papa". Kata ayahnya.


"Pa,tidak mungkin saya undang dia. Dia adalah.....". Ucap Jasmine.


"Dia adalah apa?". Tanya ayahnya.


"Dia...orang yang sangat sibuk. Kemungkinan besar dia tidak akan datang jika diundang". Kata Jasmine.


"Jasmine,kalau dia adalah orang yang baik,perjelaslah hubungan kalian. Jika kamu merasa dia bukan orang yang baik,maka hindari dia". Jelas ayahnya.


"Pa,walaupun dia baik tetap saja tidak ada hubungan yang perlu di perjelas. Dia hanyalah teman SMA saya". Kata Jasmine.


"Kalau begitu terserah kamu saja. Papa akan mendukung setiap keputusan kamu". Kata ayah.


"Baik Pa,apakah Jasen hari ini nakal?". Tanya Jasmine.


"Cucuku tidak pernah nakal". Kata ayahnya.


"Kerena dia punya kakek yang selalu memanjakannya". Kata Jasmine.


"Kita sudah sampai Jasmine,makan dulu di dalam,nanti papa antarkan kalian pulang kerumah". Kata ayah.


"Siap Pa". Jawab Jasmine.


Setelah makan malam di rumah orang tuanya,Jasmine dan Jasen diantar pulang oleh ayahnya.Pada malam harinya,Jasmine masih membantu Jasen kecil belajar dan memeriksa tugas sekolahnya.Setelah itu Jasmine mau menidurkan Jasen.Namun sebelum tidur,Jasen meminta sesuatu kepada Jasmine.


"Mommy,sebelum tidur Jasen ingin meminta sesuatu". Kata Jasen.


"Jasen mau minta apa? Susu kan udah mommy sediakan buat Jasen". Kata Jasmine.


"Ada satu yang mau Jasen minta,tapi mommy harus mengiyakan". Kata Jasen.


"Tergantung,kalau Jasen minta yang aneh-aneh mommy tidak akan kasih". Ucap Jasmine.


"Jasen ingin sekali menelepon paman Vincent. Mommy ada kan nomor telepon paman Vincent? Boleh ya?". Tanya Jasen.


"Ehmm...untuk apa telepon paman Vincent? Ini sudah malam sayang,paman Vincent sudah tidur". Kata Jasmine.


"Coba saja dulu mommy,mana tau dia belum tidur". Kata Jasen memaksa.


"Jasen,dengarkan mommy,sebenarnya mommy tidak punya nomor telepon paman Vincent". Jasmine berbohong.


"Dia teman mommy,masa tidak punya nomornya? Mommy minta aja nomor paman Vincent dari teman mommy yang lain".Terang Jasen.


"Hmmm...ya sudah besok mommy baru coba minta dengan teman mommy yang lain. Tapi sekarang Jasen tidur dulu oke?". Jelas Jasmine.


"Mommy janji ya? Tidak boleh berbohong karena bohong itu dosa". Kata Jasen.


"Iya,mommy janji,tapi mommy mau tanya dulu,kenapa Jasen mau menelepon paman Vincent?". Tanya Jasmine.


"Paman Vincent bilang akan datang,namum sampai sekarang dia tidak datang".Kata Jasen.


"Jasen,dia mungkin sedang sibuk jadi tidak bisa datang". Kata Jasmine.


"Semua orang dewasa sama saja,suka sekali sibuk. Daddy juga sibuk,paman Vincent sibuk". Keluh Jasen.


"Setelah Jasen dewasa baru akan mengerti kenapa orang dewasa selalu sibuk". Kata Jasmine.


"Hmmmm....". Jasen menghela nafas.


"Sekarang kamu tidur ya sayang,good night sayang". Kata Jasmine.


"Good night mommy". Ucap Jasen.

__ADS_1


Jasmine semakin bingung dengan permintaan Jasen. Sesuai dengan yang ayahnya katakan tadi,Jasen bahkan tidak meminta untuk menelepon Steven ayahnya,dia malah meminta untuk menelepon Vincent yang baru beberapa kali dia temui,seperti ada ikatan diantara mereka berdua.Apa yang akan Jasmine lakukan besok? Dia sudah berjanji kepada Jasen untuk mencari nomor telepon Vincent dari teman yang lain. Akankah Jasmine menepati janjinya?


__ADS_2