The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Apa yang terjadi?


__ADS_3

Sudah selama satu jam Vincent tidur. Setelah bangun dan merasa sudah lebih baik,Vincent akhirnya berpamit pulang. Jasmine merasa Vincent masih tidak begitu sehat,dia merasa cemas jika Vincent pulang menyetir sendiri.


"Jam berapa sekarang?". Tanya Vincent.


"Jam delapan lewat". Jawab Jasmine.


"Saya sudah tidur selama satu jam?". Tanya Vincent lagi.


"Benar,bagaimana kamu sekarang? Apakah sudah membaik?". Tanya Jasmine.


"Saya sudah merasa lebih fresh,maaf buat kalian khawatir". Kata Vincent.


"Tidak masalah soal itu,yang terpenting sekarang kamu harus cukup istirahat. Apa kamu sering merasa pusing dan flu seperti ini?". Tanya Jasmine.


"Tidak,aku jarang sekali sakit. Hmm...mungkin kamu benar,saya hanya masuk angin". Kata Vincent.


"Masuk angin juga bahaya,harusnya kamu jangan lupa makan siang". Kata Jasmine.


"Baik,lain kali akan saya perhatikan". Kata Vincent.


"Paman sudah bangun? Paman baik-baik saja kan?". Tanya Jasen.


"Tidak apa-apa sayang,lihat paman sekarang sudah fit kembali". Jawab Vincent.


"Dia sangat khawatir padamu". Kata Jasmine.


"Hmm...karena saya sudah membaik,lebih baik saya pulang sekarang". Kata Vincent.


"Tapi Vincent,bahaya jika kamu menyetir sendiri". Kata Jasmine.


"Tenang lah Jasmine,saya tidak apa-apa. Saya cuma masuk angin,bukan sedang mabuk". Jelas Vincent.


"Kamu yakin? Atau kamu telepon saja ayahmu untuk menjemputmu". Kata Jasmine.


"Tidak perlu,saya yakin saya bisa". Kata Vincent.


"Tapi...". Ucap Jasmine.


"Kamu jangan khawatir,setelah sampai rumah saya akan kabarin kamu". Kata Vincent.


"Ehm...kalau begitu baiklah. Hati-hati di jalan". Kata Jasmine.


"Aku pulang,sampai jumpa besok". Kata Vincent.


"Jika ada apa-apa di jalan,telepon lah aku". Kata Jasmine.


"Tidak akan terjadi apa-apa. Bye Jasmine,bye Jasen". Kata Vincent.


"Bye bye paman". Ucap Jasen.


Setelah Vincent pulang,Jasmine masih kepikiran tentang Vincent. Setiap kali dia selalu memandang jarum jam yang berputar dan menunggu telepon dengan gelisah. Beberapa lama kemudian,Jasmine mendapatkan sebuah panggilan telepon.


"Halo Jasmine,saya sudah sampai di rumah dengan selamat". Ucap Vincent.


"Hmm...syukurlah. Istirahatlah,jangan menelepon lagi". Kata Jasmine.


"Terimakasih sudah mencemaskan saya". Kata Vincent.


"Terimakasih sudah sampai dengan selamat. Saya sudah bisa tenang sekarang". Kata Jasmine.


"Kamu dari tadi pasti menunggu telepon dari saya". Kata Vincent.


"Tentu saja,aku khawatir jika kamu pulang dari tempat ku terjadi masalah di jalan". Kata Jasmine.


"Sebelum aku tidur,kamu tidak mau mengakui bahwa kamu sangat mengkhawatirkan keadaanku?". Tanya Vincent.


"Iya,saya akui saya sangat khawatir. Sekarang kamu boleh tidur". Kata Jasmine.


"Selamat malam Jasmine". Ucap Vincent.


"Selamat malam". Balas Jasmine.


Keesokan harinya di kantor,Jasmine menerima bouquet bunga pemberian Vincent,namun tidak terdapat memo seperti biasanya. Namun dia mengabaikan soal itu dan meletakkan bunga tersebut kedalam vas bunga.


"Apa yang Pak CEO kita tulis hari ini di memo?". Tanya Mia.


"Tidak ada memo hari ini,mungkin dia sudah bertobat". Kata Jasmine.


"Hmmm...mungkin dia kehabisan kata-kata dan sedang mencari kata-kata yang lebih romantis lainnya".Kata Mia.


"Tidak peduli,mari kita bekerja". Kata Jasmine.


"Tapi saya dari tadi belum melihat Pak Vincent,harusnya dia hari ini masuk kantor karena tidak ke kebun bunga lagi".Kata Mia.


"Kamu jangan lupa dia itu CEO,bebas mau masuk jam berapa. Mungkin agak siang dia baru masuk". Kata Jasmine.


"Benar juga". Balas Mia.


Setelah jam makan siang,mereka berdua Jasmine dan Mia menuju kantin untuk makan siang,seperti biasa mereka selalu duduk bersama Marco dan Pak Hadi.


"Selamat makan semuanya". Ucap Marco.


"Selamat makan". Balas lainnya.


"Eh Jasmine hari ini Pak Vincent tidak kelihatan,sepertinya dia tidak masuk kantor hari ini". Kata Pak Hadi.


"Saya juga tidak melihatnya dari tadi,saya kurang tau juga". Jawab Jasmine.


"Jasmine,harusnya kamu kasih keterangan kenapa dia tidak masuk". Kata Marco.


"Kamu kira saya bapaknya? Saya juga bukan bos nya. Dia yang bos disini,jika dia mau masuk atau tidak ya terserah dia".Terang Jasmine.


"Biasanya Pak Vincent tidak masuk kantor selalu ada pemberitahuan,saya belum menerima pesan darinya sama sekali". Kata Pak Hadi.


"Jangan terlalu di pikirkan Pak Hadi,jika ada hal penting yang perlu disampaikan,dia pasti mengirim pesan kepada bapak". Kata Jasmine.


"Ya benar juga katamu". Ucap Pak Hadi.


Setelah selesai makan,mereka kembali bekerja. Sampai pada pukul tiga sore,mereka masih belum melihat Vincent hadir di kantor,padahal ada dokumen yang harus di tanda tangani oleh Vincent.

__ADS_1


"Jasmine,dokumen ini harus di tanda tanganin oleh Pak Vincent,saya sudah ke ruangan dia tadi,tapi tidak ada orang sama sekali. Apa dia hari ini memang tidak masuk kerja? Hmmm... apa dia mengatakan sesuatu kepada kamu?".Tanya Mia.


"Dia tidak ada mengatakan apa-apa kepadaku". Kata Jasmine.


"Hmmm...bagaimana kalau kamu bertanya kepada Pak Vincent dimana dia sekarang?".Kata Mia.


"Saya rasa kurang baik,lebih tepatnya kita tanyakan dulu kepada Pak Hadi". Kata Jasmine.


"Kalau begitu,saya akan menelepon Pak Hadi sekarang". Kata Mia.


"Baiklah". Ucap Jasmine.


"Halo Pak Hadi,saya Mia. Hmm...apakah ada pemberitahuan dari Pak Vincent bahwa dia tidak masuk kantor hari ini? Saya ada dokumen yang perlu tanda tangannya". Kata Mia.


"Saya juga belum mendapatkan pesan apapun,saya sudah mencoba menghubungi Pak Vincent dan Pak Robert,keduanya tidak menjawab panggilan. Saya juga perlu tanda tangan dokumen dan memberikan laporan kepada mereka". Terang Pak Hadi.


"Pak Robert juga tidak menjawab telepon?". Tanya Mia.


"Benar Mia,apakah Jasmine tau kenapa mereka hari ini tidak bisa di hubungi?". Tanya Pak Hadi.


"Jasmine juga belum menghubungi Pak Vincent". Kata Mia.


"Baiklah kalau begitu,dokumen nya tunggu beliau masuk kantor baru di tanda tanganin. Jika ada pemberitahuan,saya akan informasikan ke kalian". Kata Pak Hadi.


"Baik Pak Hadi". Balas Mia.


"Apa yang Pak Hadi katakan?". Tanya Jasmine.


"Nihil,Pak Hadi sudah mencoba menghubungi Pak Vincent dan Pak Robert namun mereka berdua tidak menjawab telepon". Jelas Mia.


"Oh..". Kata Jasmine.


"Kamu tidak penasaran kemana mereka?". Tanya Mia.


"Untuk apa penasaran,mereka juga punya kesibukan masing-masing". Kata Jasmine.


Setelah jam pulang tiba,ayahnya Jasmine sudah menunggunya di luar kantor. Dia pun segera masuk ke mobil tanpa bercerita apapun tentang Vincent kepada ayahnya. Pada malam hari,Jasen duduk di ruang tamu sesekali melihat kedepan apakah Vincent sudah datang atau belum. Namun pada malam itu,jam sudah menunjukan pukul delapan malam,Vincent pun belum muncul juga.


"Mommy,apakah paman Vincent tidak datang hari ini?". Tanya Jasen.


"Mommy tidak tau sayang,tapi mungkin dia tidak akan datang hari ini". Kata Jasmine.


"Kenapa? Paman sudah berjanji akan datang". Kata Jasen.


"Paman Vincent punya kesibukan,dia mungkin sedang sibuk sekarang. Ini sudah jam delapan, bermainlah sebentar lagi,setelah itu kita tidur ya?". Kata Jasmine.


"Apa paman Vincent masih sakit?". Tanya Jasen.


"Hmmm...mungkin saja". Kata Jasmine.


"Kasihan paman Vincent,Jasen tidak mau paman Vincent sakit. ". Ucap Jasen.


"Jasen,paman Vincent sudah membaik,dia hanya butuh istirahat. Kalau mau paman Vincent sehat, Jasen harus membiarkan paman istirahat". Jelas Jasmine.


"Baiklah,tapi tolong mommy sampaikan ke paman Vincent kalau Jasen ingin dia segera sehat kembali". Kata Jasen.


Perasaan Jasmine mulai tidak enak,dia baru menyadari bahwa semalam Vincent kurang enak badan. Namun kontak terakhir dengan Vincent adalah saat Vincent menelepon jika dia sudah sampai di rumah dengan selamat.


Hari ini Vincent tidak masuk ke kantor dan Pak Hadi mencoba menghubungi ponselnya tapi tidak ada jawaban. Pikiran Jasmine mulai kemana-mana,atau memang terjadi sesuatu kepada Vincent namun dia menyembunyikannya.


Jasmine segera mengambil ponselnya dan mau menelepon Vincent untuk menanyakan kabarnya. Namun dia mengurungkan niatnya ketika melihat jam. Mungkin Vincent memang sedang beristirahat dan tidak ingin di nganggu. Akhirnya Jasmine menunggu sampai besok pagi,dia berharap bisa bertemu dengan Vincent besok dan menanyakan langsung kepada Vincent.


Keesokan harinya di kantor,


"Jasmine,ini bouquet bungamu. Hari ini masih tidak ada memo,apa sebenarnya yang terjadi? Apakah semalam dia ada datang ke rumahmu?". Tanya Mia.


"Tidak ada". Kata Jasmine.


"Kamu tidak mencoba menghubunginya?". Tanya Mia.


"Saya mau mencoba menghubunginya,tapi tidak jadi. Saya melihat sudah malam dan mungkin dia memang ingin istirahat,tidak mau di nganggu". Terang Jasmine.


"Astaga Jasmine,apa salahnya tanya kabar sebentar". Kata Mia.


"Hmm... saya tidak mau mengganggunya.Hari ini jika dia masih tidak masuk ke kantor,saya akan menghubunginya". Kata Jasmine.


"Dasar kamu tidak peka,dia pasti menunggu kamu agar kamu menanyakan kabarnya. Eh,tadi kamu bilang apa? Ingin istirahat? Emangnya dia sakit?". Tanya Mia.


"Eh,sebenarnya kemarin lusa dia ada datang ke rumahku,namun karena dia kurang enak badan, dia hanya berkunjung sebentar dan pulang. Dia juga sudah memberikan info ketika dia sudah sampai di rumah. Itulah kontak saya dan dia terakhir kali". Terang Jasmine.


"Dan kamu percaya saja? Bagaimana jika memang terjadi sesuatu kepadanya dan dia tidak mau memberitahumu?". Tanya Mia.


"Apa maksudmu Mia? kamu jangan membuat saya takut. Maksudmu adalah kalau Vincent berbohong supaya aku tidak khawatir?". Kata Jasmine.


"Iya,begitulah maksud saya". Kata Mia.


"Hmmm...saya akan menelepon dia sekarang juga". Kata Jasmine.


"Ehmmm Jasmine,tunggu sebentar. Jika bentar lagi dia masih belum masuk kantor,barulah kamu meneleponnya. Mana tau dia sedang di jalan". Kata Mia.


"Kamu benar,tapi perasaanku tidak enak Mia. Saya takut jika terjadi sesuatu kepadanya". Kata Jasmine.


"Semoga dia baik-baik saja". Ucap Mia.


"Saya ingin menelepon Pak Hadi sebentar". Kata Jasmine.


"Baiklah". Kata Mia.


"Halo Pak Hadi selamat pagi,Hmm...apakah Pak Vincent memberitahu kamu dia masuk kantor hari ini atau tidak?". Tanya Jasmine.


"Pagi Jasmine,sampai saat ini saya belum mendapatkan telepon dari Pak Vincent atau pun pesan". Kata Pak Hadi.


"Jika Pak Vincent sudah terlihat di kantor,saya minta tolong kabarin aku". Kata Jasmine.


"Baiklah,tapi kenapa aku merasa kamu begitu cemas? Apa terjadi sesuatu?". Tanya Pak Hadi.


"Tidak ada,lebih tepatnya saya tidak tau. Saya akan ceritakan kepada bapak saat makan siang nanti". Kata Jasmine.


"Hmmm...baiklah". Ucap Pak Hadi.

__ADS_1


"Terimakasih Pak Hadi".Kata Jasmine.


"Sama-sama". Balas Pak Hadi.


Jasmine langsung menutup telepon dan duduk terbengong melihat komputer di depannya. Mia menyadari bahwa Jasmine merasa khawatir,dia berusaha menenangkan Jasmine walaupun dia sendiri juga merasa khawatir.


"Jasmine,minum teh dulu. Hmmm...kita harus tenang,tidak akan terjadi apa-apa terhadap Vincent". Kata Mia.


"Terimakasih Mia,semoga saja". Kata Jasmine.


Lalu telepon dari meja kantor berbunyi. Jasmine bergegas mengangkat telepon tersebut. Pak Hadi akhirnya memberikan kabar.


"Halo bisa bicara dengan Jasmine?". Tanya Pak Hadi.


"Iya,dengan saya sendiri. Pak Hadi ya? Apakah Pak Vincent sudah datang?". Tanya Jasmine.


"Jasmine,Pak Robert baru saja menelepon saya dan mengatakan bahwa Pak Vincent tidak masuk kantor delam beberapa hari. Dia yang akan menggantikan posisi Pak Vincent di kantor hari ini sampai Pak Vincent masuk kembali".Jelas Pak Hadi.


"Apakah Pak Robert ada mengatakan alasannya kenapa Pak Vincent tidak masuk kerja?". Tanya Jasmine lagi.


"Sayangnya tidak ada,saya merasa beliau buru-buru menutup telepon. Saya sarankan sebaiknya kamu yang bertanya langsung kepada Pak Robert atau telepon Pak Vincent". Kata Pak Hadi.


"Saya mengerti Pak,tolong beritahu saya lagi jika Pak Robert sudah sampai di kantor". Kata Jasmine.


"Baik,saya akan menelepon kamu nanti". Kata Pak Hadi.


"Terimakasih". Ucap Jasmine.


"Bagaimana Jasmine? Apa yang terjadi?". Tanya Mia.


Jasmine hanya melihat ke arah Mia dan menggelengkan kepalanya seolah dia juga sangat bingung dengan apa yang terjadi.Dia masih menunggu telepon dari Pak Hadi agar bisa segera bertanya langsung kepada Pak Robert.


Hari sudah menjelang siang,Pak Robert belum juga sampai di kantor. Jasmine,Mia,Marco dan Pak Hadi segera menuju kantin untuk membahas apa yang terjadi. Jasmine menceritakan kronologi kejadian seperti yang dia ceritakan kepada Mia kepada Marco dan Pak Hadi.


"Apa tidak sebaiknya kamu menelepon Pak Vincent sekarang?". Tanya Marco.


"Saya sependapat.Soalnya ini sudah siang,dia tidak mungkin sedang tidur siang kan di jam segini?". Kata Mia.


"Baiklah,saya akan mencoba meneleponnya". Kata Jasmine.


Jasmine mengambil ponselnya dan menekan nomor Vincent,namun beberapa kali dia menelepon, Vincent tidak mengangkatnya.


"Dia tidak angkat". Kata Jasmine.


"Cara satu-satunya hanya bertanya langsung kepada Pak Robert sebenarnya apa yang terjadi". Kata Pak Hadi.


"Tapi Pak Robert sampai sekarang belum datang juga". Kata Jasmine yang mulai frustrasi.


"Umur panjang untuk Pak Robert. Lihat belakang,Pak Robert baru saja datang dan memasuki ruangan CEO". Kata Marco.


"Saya akan kesana untuk bertanya secara langsung". Kata Jasmine.


"Tapi Jasmine,Pak Robert baru juga sampai". Kata Mia.


"Saya tidak peduli,saya akan pergi bertanya. Kalian tunggu aku disini". Kata Jasmine.


"Kalian lihat sediri,sekarang Jasmine sudah sangat khawatir terhadap Pak Vincent". Kata Marco.


"Benar,saya merasakan ada kepanikan di dalam diri Jasmine. Itu memang baik jika dia punya rasa khawatir terhadap Pak Vincent,tapi semoga saja tidak terjadi apa-apa terhadap Pak Vincent". Terang Pak Hadi.


"Saya dan Jasmine juga tidak ingin jika terjadi sesuatu terhadap Pak Vincent. Tapi maaf feeling wanita mungkin lebih akurat,dan mungkin jika Jasmine juga merasa ada sesuatu yang terjadi". Jelas Mia.


"Kita tunggu saja kabar dari Jasmine". Kata Pak Hadi.


Jasmine segera menuju ruangan CEO,dia mengetuk pintu dan masuk kedalam. Dengan senyuman Jasmine berusaha tenang lalu bertanya kepada Pak Robert apa yang terjadi kepada Vincent.


"Selamat siang Pak Robert". Ucap Jasmine.


"Selamat siang Jasmine". Balas Pak Robert.


"Hmmm...saya ingin bertanya kenapa Pak Vincent tidak masuk kantor?". Tanya Jasmine.


"Ada sesuatu yang mau kamu bahas atau ada dokumen yang mau kamu minta tanda tangan?". Tanya Pak Robert.


"Benar". Jawab Jasmine.


"Dokumen apa yang mau perlu di tanda tanganin? Saya akan wakilkan dia tanda tangan. Bawakan saja kepada saya". Kata Pak Robert.


"Bukan itu jawaban yang saya mau Pak Robert". Kata Jasmine.


"Hmmmm...dia sedang berada di luar negeri". Kata Pak Robert.


"Kenapa?". Tanya Jasmine.


"Ada pekerjaan di luar negeri yang harus dia selesaikan". Jawab Pak Robert.


"Kamu sedang berbohong kepadaku". Kata Jasmine.


"Kenapa kamu bilang saya berbohong?". Tanya Pak Robert.


"Saya baru saja menelepon nya dan dia tidak menjawab.Jika dia berada di luar negeri,maka nada dering panggilan akan terdengar berbeda". Terang Jasmine.


"Hmm...kamu memang cerdas Jasmine". Kata Pak Robert.


"Pak Robert,apakah kamu boleh mengatakan yang sejujurnya sebenarnya apa yang terjadi?". Tanya Jasmine.


"Sebenarnya saya sudah berjanji kepadanya untuk tidak mengatakan kepada kamu,tapi kamu kelihatan begitu khawatir". Kata Pak Robert.


"Pak Robert,kamu sendiri yang meminta aku memberikan kesempatan kepada Vincent,tapi kamu menutupi sesuatu dari aku". Kata Jasmine.


"Maaf Jasmine,sebenarnya ini adalah permintaan Vincent,saya juga tidak mau merahasiakannya dari kamu". Kata Pak Robert.


"Katakan saja sebenarnya apa yang terjadi? Atau saya keluar dari ruangan ini,maka perjanjian saya dengan bapak batal". Tegas Jasmine.


"Hmmm...baiklah Jasmine. Saya akan mengatakan yang sejujurnya. Vincent sedang di rawat di rumah sakit karena penyakit tipes". Kata Pak Robert.


"Apa? Kapan dan dimana?". Tanya Jasmine.


Pak Robert pun menceritakan detailnya kepada Jasmine,dan setelah mendengar semuanya Jasmine bergegas memberitahukan Mia,Marco dan Pak Hadi.

__ADS_1


__ADS_2