The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Kebersamaan keluarga Vincent dan keluarga Jasmine


__ADS_3

Mereka semuanya makan sambil berbincang ria,tidak terasa waktu sudah menujukkan pukul satu siang. Sudah saatnya mereka kembali ke kantor untuk bekerja.


"Pak Vincent,sepertinya sudah waktunya kita harus kembali ke kantor".Kata Pak Hadi.


"Tapi kita masih belum selesai makan,tidak masalah Pak Hadi. Jangan khawatir kan soal hal itu". Kata Vincent.


"Menurut peraturan kantor kita harus kembali bekerja setelah jam makan siang selesai". Kata Jasmine.


"Hmmm...saya akan memberikan izin,saya ingin kalian menemani aku makan dan mengobrol".Kata Vincent.


"Maaf Pak Vincent,kamu bos mereka tapi bos saya adalah Pak Robert. Saya harus segera kembali ke kantor". Kata Steven.


"(Vincent memberikan ponselnya kepada Steven) silakan baca ini Steven,saya sudah minta izin kepada Pak Robert,dia sudah mengiyakan. Jadi,kamu tidak ada alasan lagi untuk pergi". Terang Vincent.


"Pak Vincent dan Pak Robert sudah mengizinkan,tetaplah bersama kami Steven". Kata Pak Hadi.


"Baiklah,dengan senang hati". Kata Steven.


"Steven,ada hal yang ingin aku tanyakan kepadamu". Kata Vincent.


"Silakan Pak Vincent". Kata Steven.


"Kenapa kamu membantuku?". Tanya Vincent.


"Sudah saya katakan,karena kamu layak untuk mendapatkan Jasmine". Jawab Steven.


"Kamu pasti punya alasan lain". Kata Vincent.


"Dari buku yang kamu baca itu sudah membuktikan kamu serius,saya juga pernah bertanya beberapa pertanyaan kepada Jasen. Dan dari jawabannya,saya rasa kamu memang yang terbaik untuk mereka". Terang Steven.


"Kamu mengintrograsi Jasen?".Tanya Vincent.


"Benar,anak kecil akan memberikan jawaban yang polos dan jujur". Kata Steven.


"Steven,apa rencanamu kedepannya?". Tanya Vincent.


"Saya akan menjalani hidupku seperti biasa,saya hanya minta satu hal dari kamu Pak Vincent. Jaga mereka berdua untukku".Kata Steven.


"Kamu tenang saja,saya akan mencintai mereka dengan sepenuh hati dan satu hal yang pasti saya lakukan adalah saya tidak akan pernah menjauhkan kamu dari Jasen". Jelas Vincent.


"Terimakasih".Ucap Steven.


"Eh,maaf memangnya siapa Jasen yang kalian maksud?". Tanya Merry.


"Dia adalah anak saya yang berumur lima tahun".Jawab Jasmine.


"Dia adalah anak saya". Kata Steven.


"Dan anak saya juga". Lanjut Vincent.


"Saya tidak mengerti". Kata Merry.


Sontak membuat mereka semua ketawa,Merry makin bingung apa maksud dari semua ini.Kemudian Pak Hadi memberikan penjelasan yang kepada Merry.


"Jasen adalah anak dari Jasmine dan Steven,mereka pernah menikah sebelumnya dan karena masalah rumah tangga,membuat mereka memutuskan untuk bercerai. Dan setelah itu Pak Vincent hadir dalam kehidupan Jasmine. Kamu tau apa yang membuat kita semua menudukung Pak Vincent? Karena dia sudah mencintai Jasmine dari SMA,dan setelah Jasmine resmi bercerai,dia selalu berusaha untuk mendapatkan Jasmine". Jelas Pak Hadi.


"Ternyata begitu,sekarang saya mengerti kenapa Jasmine begitu berarti bagi Vincent. Dan membuat Steven akhirnya membantu saingannya".Kata Merry.


"Maafkan aku teman-teman membuat kalian merasa di permainkan. Saya sebenarnya ingin memberikan kejutan,tapi saya payah dalam hal itu". Kata Jasmine.


"Tidak Jasmine,kejutanmu berhasil, maafkan saya Jasmine,seharusnya saya percaya kepadamu tapi...". Kata Mia.


"Tidak apa-apa Mia,semua sudah berakhir. Kenapa kamu menangis?". Kata Jasmine lalu mengusap air mata Mia.


"Saya menangis terharu,akhirnya kamu menerima Pak Vincent". Kata Mia.


"Mia,seharusnya yang harus menangis itu saya. Saya juga sangat terharu, Terimakasih Mia kamu sangat tulus merestui hubungan kami". Kata Vincent.


"Maafkan aku juga Jasmine atas kejadian kemarin di kantin,saya bersikap dingin dan kesal kepadamu". Kata Marco.


"Tidak masalah Marco,kita bisa berkumpul disini juga karena bantuan mu". Kata Jasmine.


"Sudah saya katakan,kalian harus percaya dengan Jasmine". Kata Pak Hadi.


"Terimakasih Pak Hadi,kamu yang berpikir positif padaku di saat lainnya kesal".Kata Jasmine.


"Karena kamu Jasmine,saya tau kamu akan mengambil keputusan yang terbaik". Kata Pak Hadi.


"Steven,Terimakasih atas bantuan dan dukunganmu. Saya harap kamu juga bisa segera mendapatkan seseorang yang kamu cintai". Kata Jasmine.


"Jangan pedulikan saya Jasmine,saya sudah menghancurkan kebahagiaanmu,sudah memang saatnya saya kembalikan kebahagiaan mu melalui Vincent". Kata Steven.


"Ehmm...Merry,kamu pernah bilang Steven pria tampan. Apa kamu tidak mau mempertimbangkan Steven? Selain tampan,dia juga baik,dan pintar". Kata Vincent yang mencoba menjodohkan Merry dengan Steven.


"Pak Vincent,kamu jangan mengejek ku". Kata Steven.


"Saya sedang memuji kamu,bukan aku yang bilang kamu tampan,tapi Merry sendiri". Kata Vincent.


"Pak Vincent,kamu tau kita punya tipe wanita yang sama". Kata Steven.


"Ehmm...saya juga bukan tipe Steven. Susah untuk menjadi seperti Jasmine yang bagus dalam segala hal. Saya tidak sanggup". Kata Merry.


"Begini saja,mari kita bersulang untuk Pak Vincent dan Jasmine,kita doakan mereka semoga bahagia selalu. Dan untuk Steven,kita doakan segera mendapatkan jodoh yang terbaik.Dan untuk Merry, semoga kamu bisa mendapatkan cinta sejatimu". Kata Pak Hadi.

__ADS_1


"Setuju". Ucap mereka serentak.


"Dan mari kita bersulang untuk pertemanan kita, berjanjilah sampai kapanpun kita akan seperti ini tetep saling mendukung. Saya ingin kalian selalu ada di dalam kehidupan aku dan Jasmine". Kata Vincent.


"Setuju". Sorak mereka serentak.


Setelah makan siang selesai,mereka kembali ke kantor.Melihat Mia,Marco,Pak Hadi dan Jasmine balik bersama Vincent membuat tanda tanya para staf disana. Raut wajah mereka semua berseri semakin mengundang penasaran para staf.


"Marco,kenapa kalian bersama Pak Vincent? Apa ada terjadi sesuatu?". Bisik Alex staf marketing.


"Ada sesuatu yang istimewa terjadi". Jawab Marco.


"Apakah Jasmine dan Pak Vincent mereka sudah...?".Tanya Alex.


"Benar sekali,akhirnya yang kalian tunggu-tunggu. Jasmine sekarang sudah menjadi pacar Pak Vincent". Kata Marco.


"Horeee....". Sorak mereka.


"Sttt... kalian jangan terlalu heboh". Kata Marco.


"Kita harus memberikan ucapan selamat kepada Jasmine". Kata seorang staf.


"Baiklah,tapi kalian jangan sampai membuat calon Bu CEO kita merasa malu". Terang Marco.


"Kami akan melakukannya dengan hati-hati". Ucap staf lainnya.


Demikian berita ini menyebar sampai seluruh staf kantor sudah mengetahui hubungan mereka. Semua staf disana satu persatu memberikan ucapan selamat kepada Jasmine membuat Jasmine merasa malu, namun Jasmine sangat menghargai dukungan mereka.


Setelah jam pulang tiba,Jasmine dikejutkan oleh para staf disana yang memberikan sebuah karangan bunga yang berisi selamat atas hubungan baru Jasmine dan mereka juga mendoakan Jasmine dan Pak Vincent selalu bahagia.


"Saya sudah tidak bisa berkata-kata,kalian semua membuat saya terharu,saya sangat bahagia dengan ucapan selamat dari kalian semua. Terimakasih atas dukungan kalian dan kepedulian kalian terhadap saya". Jelas Jasmine.


"Kak Jasmine kalian berdua sangat cocok,seperti pangeran dan putri dalam dongeng". Kata Cindy.


"Dasar Cindy,kamu sudah terlalu banyak berkhayal". Kata Jasmine.


"Lalu kapan kalian akan menikah? Saya harap kalian segera menikah,kami semua sudah tidak sabar menunggu hari itu". Kata Alex.


"Secepatnya...". Ucap Vincent yang tiba-tiba muncul diantara mereka.


"Pak Vincent,eh..maaf kami terlalu bersemangat". Kata Alex.


"Tidak masalah,Terimakasih selama ini kalian sudah mendukung hubungan kami. Tapi kalian keterlaluan sekali,mengucapkan selamat hanya kepada Jasmine,mana ucapan selamat untukku?". Tanya Vincent.


"Ehmm...kami...". Ucap Alex.


"Hahaha...saya hanya bercanda dengan kalian. Saya sudah melihat karangan bunga di depan,saya baru tau ternyata karyawanku sangat menggemaskan". Kata Vincent.


"Mereka pasti tidak berani mengucapkan selamat kepada Pak Vincent". Kata Marco.


"Ini sudah waktunya pulang,Pak Vincent saya harap kamu jangan berpidato terlalu panjang". Kata Jasmine.


"Eh,baiklah semuanya sudah saatnya kalian pulang,sebagai ucapan terimakasih aku untuk kalian,saya ingin mentraktir kalian makan siang besok". Kata Vincent.


"Terimakasih Pak Vincent". Ucap mereka serentak.


"Kalau begitu,saya pulang duluan Jasmine,Pak Vincent sekali lagi selamat untukmu". Kata Mia.


"Terimakasih Mia". Kata Vincent.


"Baiklah Pak Vincent,saya juga harus pulang. Papa saya sudah menunggu di luar". Kata Jasmine.


"Tidak ada yang menjemput kamu hari ini Jasmine". Kata Vincent.


"Apa maksud mu,papa ku selalu datang tepat waktu". Kata Jasmine.


"Mulai hari ini,aku yang akan mengantar kamu pulang". Kata Vincent.


"Pak Vincent,bagaimana dengan papa ku yang menunggu di luar?". Tanya Jasmine.


"Sudah saya bilang hari ini tidak ada yang menjemputmu pulang. Saya sudah memberitahukan kepada papamu,dia sudah memberikan izin aku mengantar mu pulang setiap hari". Terang Vincent.


"Jadi papa saya sudah tau hubungan kita?". Tanya Jasmine.


"Tentu saja,kenapa? Kamu mencoba untuk merahasiakan dari keluargamu?". Tanya Vincent.


"Bukan begitu,saya baru saja menerima kamu beberapa jam,kamu sudah mengatakan kepada keluargaku. Saya hanya merasa tidak perlu terburu-buru". Jelas Jasmine.


"Tidak bisa.Jika boleh semua orang di dunia harus tau kita sudah berpacaran". Kata Vincent.


"Kamu ini...".Ucap Jasmine.


"Boleh kita pulang sekarang sayang?". Tanya Vincent.


"Pak Vincent,kamu yang bilang sendiri di kantor harus profesional. Panggil saya Jasmine kalau di kantor". Kata Jasmine.


"Maaf,itu hanya belaku di saat jam kerja. Ini sudah jam pulang kerja". Kata Vincent.


Jasmine mau tidak mau harus ikut dengan Vincent karena memang ayahnya Jasmine tidak datang menjemput lagi. Untuk pertama kali nya Jasmine di antar pulang oleh Vincent setelah resmi pacaran.


Mereka bukan menuju rumah Jasmine,tapi menuju rumah orang tuanya Jasmine.


"Kenapa kita kesini? Mau jemput Jasen sekalian?". Tanya Jasmine.

__ADS_1


"Saya di undang oleh orang tuamu untuk makan malam bersama". Kata Vincent.


"Hah? Mendadak begini?". Tanya Jasmine.


"Bagiku tidak mendadak,mama mu sudah memberitahukan saya dari tadi siang". Kata Vincent.


"Vincent,kamu tau keluargaku kan? Mereka pasti heboh sekali". Kata Jasmine.


"Jangan khawatir,saya suka sekali dengan mereka". Kata Vincent.


"Aku sedikit gugup". Kata Jasmine.


"Kamu makan siang di keluarga kamu sendiri bisa gugup? Seharusnya saya yang gugup,tapi saya senang-senang saja". Kata Vincent.


"Mentalmu berbeda dengan aku,aku bisa habis di ejek oleh kakak-kakak ku". Kata Jasmine.


"Sepertinya kamu salah. Kali ini pasti aku yang akan di ejek oleh mereka". Kata Vincent.


"Jika mereka mengejekmu,mohon di abaikan saja". Kata Jasmine.


"Jasmine,mereka seperti itu karena mereka senang melihat kita bersama". Kata Vincent.


Jasmine mengerti dan memberikan senyuman kepada Vincent. Setelah sampai di rumah orang tua Jasmine,betapa kagetnya mereka,di dalam rumah meriah sekali seperti ada acara.


"Selamat datang pasangan baru".Jerit mereka serentak.


"Kalian ini seperti ada pesta besar saja". Kata Jasmine.


"Ini adalah hari spesial untuk kita semua,selamat Jasmine dan Vincent akhirnya kalian sekarang sudah bersama". Kata ayah Jasmine.


"Papa,udah ahh kita datang kesini untuk makan kan? Kami sudah lapar". Kata Jasmine.


"Paman Vincent,ayo kita makan". Ajak Jasen.


"Sepertinya anak ini sudah lupa dia punya ibu". Kata Jasmine.


"Jasen,bentar lagi sudah harus panggil papa Vincent". Goda Jerry kakak kedua.


"Kak Jerry,kamu jangan sembarangan mengajari Jasen". Kata Jasmine.


"Tidak apa-apa Jasmine,bagus jika Jasen panggil aku papa". Kata Vincent.


"Kamu ini,belum saatnya". Balas Jasmine.


"Selamat Vincent,akhirnya kamu berhasil menaklukkan si kepala batu". Ucap Jerry kakak kedua.


"Selamat Jasmine dan Vincent,saya akhirnya bisa mendengar berita bahagia ini". Kata Jimmy kakak pertama.


"Terimakasih kak Jimmy dan kak Jerry,kalian saja sangat bahagia,apalagi saya". Kata Vincent.


"Maaf,apakah kami datang terlambat?". Tanya Pak Robert.


"Tentu saja tidak,silakan masuk". Sambut ayah dan ibu Jasmine.


"Pa Ma kalian disini juga? Mama bukannya besok baru pulang?". Tanya Vincent.


"Kami di undang secara langsung oleh besan,mama mana boleh lewatkan kesempatan ini".Kata Bu Catherine.


"Paman,tante selamat datang". Sapa Jasmine.


"Jasmine,Terimakasih sudah percaya kepada tante". Kata Bu Cathrine.


"Percaya apa? Apa yang mama katakan kepada Jasmine?". Tanya Vincent.


"Saya menelepon Jasmine dan menjelaskan semua kesalah pahaman yang terjadi. Dan...". Jawab Bu Cathrine.


"Dan...?". Tanya Vincent.


"Kamu tidak perlu tau Vincent,ini adalah percakapan antara perempuan". Kata Bu Cathrine.


"Harapan saya selanjutnya adalah kalian bisa segera ke jenjang pernikahan". Kata Pak Robert.


"Paman tante,saya baru hari ini jadi pacar Vincent". Kata Jasmine.


"Haha...tante mengerti,tapi jika Vincent sudah melamar kamu. Kamu sudah harus siap".Kata Bu Catherine.


"Mama,jangan buat Jasmine terkejut". Kata Vincent.


"Mama hanya bercanda dengan Jasmine,tapi juga merupakan sebuah doa untuk kalian". Kata Bu Catherine.


"Kita semua disini turut bahagia atas berita kalian,maka kata-kata dari kita adalah doa yang terbaik untuk kalian. Jasmine,benar kata tante Cathrine,jika Vincent sudah melamar kamu,maka kamu sudah harus siap secara mental". Kata ayahnya Jasmine.


"Papa jangan mengejek aku lagi". Kata Jasmine.


"Maaf ya,anak perempuan ku ini keras kepala tapi pemalu. Baiklah,jangan bahas lagi,mari kita makan". Kata ayahnya Jasmine.


"Saya sudah berjanji menjamu kalian makan bersama,malah kalian yang mengundang ku makan malam". Kata Pak Robert.


"Tidak apa-apa,siapa yang mengundang sama saja. Yang penting kita berkumpul makan bersama dan bahagia untuk anak-anak kita". Kata ayahnya Jasmine.


"Saya setuju,mari kita bersulang calon besan".Kata Pak Robert.


"Beginilah Jasmine kalau kedua keluarga yang ceria bersatu dalam meja makan". Bisik Vincent.

__ADS_1


"Kamu benar Vincent,kita yang pacaran tapi mereka lah yang paling bahagia". Balas Jasmine.


Hari itu adalah sebuah awal yang baru untuk hubungan Jasmine dan Vincent. Jangankan orang-orang di sekitar mereka,bahkan takdir juga merestui hubungan mereka.


__ADS_2