The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Permintaan Jasmine


__ADS_3

Jasmine sekuat tenaga mendorong Vincent agar melepaskan pelukkannya,namum usahanya sia-sia. Semakin kuat Jasmine mendorongnya,Vincent peluk semakin kuat. Beruntung di sekitar mereka memang tidak ada seorangpun.


"Lepaskan aku Vincent,kamu gila ya!". Teriak Jasmine.


"Tidak ada siapapun disini,semakin kamu teriak,mereka akan datang dan melihat kita". Kata Vincent.


"Dasar gila!! Lepaskan...!!". Teriak Jasmine lagi.


"Aku hanya ingin peluk sebentar saja,aku tidak akan macam-macam". Ucap Vincent.


"Apanya tidak akan macam-macam,lalu ini apa?". Kata Jasmine.


"Biarkan aku memeluk kamu sebentar untuk mengobati rasa rinduku,sudah lima hari kita tidak bertemu". Kata Vincent.


"Saya akan melaporkan kamu ke sekuriti". Kata Jasmine.


"Apa menurutmu sekuriti akan menyeret anak bos nya keluar?". Kata Vincent.


"Hmmm...Vincent,lepaskan...aku tidak bisa bernafas". Kata Jasmine.


"Apa kamu baik-baik saja? Minum air dulu". Kata Vincent yang segera melepaskan pelukkannya untuk memastikan Jasmine baik-baik saja.


"Saya peringatkan kamu Vincent,sekali lagi kamu berani peluk aku,akan ku laporkan kamu sebagai pelecehan". Tegas Jasmine.


"Hahaha...kamu sepertinya serius mau melaporkan saya". Kata Vincent.


"Saya serius,jangan ketawa!!". Kata Jasmine.


"Oopss...". Ucap Vincent.


"Jangan pikir kamu ini adalah CEO perusahaan,saya akan takut padamu". Kata Jasmine.


"Jasmine,ya udah saya minta maaf. Sepertinya kamu benar-benar marah,tidak mudah kita bisa berdua disini,kamu malah ingin meninggalkan aku,saya langsung reflek menarik kamu dan memelukmu". Terang Vincent.


"Seenak jidatmu bilang reflek langsung memeluk orang,disini bukan luar negeri. Budaya luar jangan kamu terapkan disini". Kata Jasmine.


"Di luar negeri saya pun tidak pernah memeluk orang. Hmmm...saya hanya memeluk wanita yang saya cintai yaitu kamu dan ibuku". Kata Vincent.


"Saya tidak mau mendengar semua penjelasan mu,intinya lain kali kamu berani memelukku lagi,saya akan cari perkara denganmu". Kata Jasmine.


"Jasmine apa kamu sama sekali tidak punya sedikitpun perasaan terhadap ku?". Tanya Vincent.


"Sudah berapa kali kamu bertanya dan saya menjawab tidak". Jawab Jasmine.


"Baiklah kalau begitu,saya akan lebih berusaha lagi".Kata Vincent.


"Vincent,tolong jangan buat saya marah". Kata Jasmine.


"Oke oke,saya kan sudah minta maaf tadi". Kata Vincent.


"Kamu harus berjanji,lain kali jangan pernah memeluk aku lagi". Tegas Jasmine.


"Oke aku janji". Kata Vincent.


"Janji apa?". Tanya Jasmine.


"Saya Vincent berjanji lain kali tidak akan memeluk Jasmine lagi,lain kali saya akan mencium mu saja". Jelas Vincent.


"Kamu benar-benar buat saya marah". Kata Jasmine yang langsung mau meninggalkan tempat itu.


"(Menarik tangan Jasmine lagi) Baik...Jasmine,saya berjanji. Please kali ini maafkan aku ya?". Kata Vincent.


"Jangan kamu ulangi lagi,sekarang aku mau menyusul Jasen disana". Kata Jasmine.


"Hmmm...baiklah,aku temanin kamu kesana". Kata Vincent.


Vincent dan Jasmine berjalan menyusuli taman yang terdapat beberapa jenis bunga. Karena lumayan luas taman nya untuk sampai pada bagian belakang. Mereka sempat mengobrol sebentar sambil berjalan.


"Kamu ini sungguh menyebalkan,pada awalnya aku pikir akan menyenangkan acara hari ini,ternyata ada kamu sungguh merusak suasana". Kata Jasmine.


"Jadi kehadiranku tidak diharapkan?". Tanya Vincent.


"Tentu saja,kita tidak ada janjian dengan kamu. Harusnya kamu tidur di rumah dan istirahat,kenapa harus datang kesini?". Kata Jasmine.


"Kamu lupa lagi ini adalah kebun bungaku. Saya memang sering datang di hari Sabtu. Jika tidak percaya,tanyakan saja kepada ibu kebun". Terang Vincent.


"Hmmm...tapi kamu,sudahlah.... sungguh merusak suasana hatiku". Kata Jasmine.


"Kamu yang merusak suasana Jasmine,kita sudah romantis saling berpelukan,kamu malah mendorong ku".Kata Vincent.


"Vincent!! Hentikan omongan itu!". Kata Jasmine.


"Ehmm...oke...oke...". Ucap Vincent.


Setapak demi setapak mereka berjalan,muka Jasmine kelihatan kesal. Walaupun Vincent merasa lucu melihat ekspresi Jasmine,namum dia juga merasa bersalah. Kali ini Vincent benar-benar membuat Jasmine merasa badmood.


"Jasmine,senyum sedikit. Mukamu menakutkan". Kata Vincent.


"Tidak bisa,aku masih marah". Kata Jasmine.


"Ya sudah silakan marah kepadaku,tapi jangan pasang ekspresi seperti ini. Apa kata orang nanti? Mereka akan berpikir aku menindasmu". Kata Vincent.


"Kamu memang menindas ku". Kata Jasmine.


"Aku kan sudah minta maaf,hmmm..aku tadi sudah membantumu menjelaskan ke Jasen dan lainnya. Bisa kan kamu memaafkan aku? Lihat muka mu tidak ada senyum sedikitpun. Aku tidak mau sampai Jasen juga berpikir negatif tentang aku kalau aku jahat kepada mommy nya". Kata Vincent.


"Semua salahmu,bahkan sekarang aku lupa bagaimana cara tersenyum".Kata Jasmine.


"Coba kamu menghayal sebentar,jika muka saya berubah jadi badut". Vincent berusaha menghibur Jasmine.


"Tidak lucu sama sekali". Kata Jasmine.


"Bagaimana jika aku menjadi seekor tupai,gajah atau jerapah?". Ucap Vincent.


"Tidak ada yang lucu". Kata Jasmine.

__ADS_1


"Hmmm...kalau begitu apa yang kamu mau Jasmine? Mintalah sesuatu yang kamu suka". Tanya Vincent.


"Tidak mau.Jangan mentang-mentang kamu bisa beli apapun,kamu mau menyogok saya dengan itu". Kata Jasmine.


"Kalau begitu,mintalah sesuatu yang tidak bisa saya beli". Kata Vincent.


"Ehmm...menarik. Tapi saya belum terpikir apa yang tidak bisa kamu beli". Kata Jasmine.


"Pikir lah pelan-pelan,saya akan menunggu permintaanmu.Apa yang kamu mau nanti,aku akan memberikannya untukmu". Kata Vincent.


Jasmine masih berpikir keras kira-kira apa yang tidak bisa dibeli pakai uang dan Vincent susah melakukannya. Setelah sekian menit mereka berjalan,akhirnya mereka sampai pada ujung perkebunan, disana Jasmine melihat Jasen dari jauh lalu dia terpikirkan sesuatu di otaknya.


"Saya tau...". Kata Jasmine.


"Hah? Apa?". Tanya Vincent.


"Kamu bilang sendiri kan tadi,apa yang aku katakan,kamu akan memberikannya?". Tanya Jasmine.


"Iya". Kata Vincent.


"Saya mau kamu menjadi tukang kebun disini seharian". Kata Jasmine.


"Apa maksudmu?". Tanya Vincent.


"Besok hari Minggu para pekerja di kebun ini tidak masuk kerja. Sebagai gantinya,kamu yang harus berada disini menjadi tukang kebun dan melakukan apa yang mereka kerjakan. Oh ya,kamu juga harus membersihkan kolam ikan dan kandang burung". Jelas Jasmine.


"Kamu serius mau aku melakukannya?". Tanya Vincent lagi seolah tidak yakin dengan apa yang Jasmine katakan.


"Kamu sudah berjanji akan memberikan apapun yang aku mau, ini tidak bisa di beli dengan uang. Aku mau kamu jadi tukang kebun sehari,bisa kan Pak Vincent yang terhormat?". Tanya Jasmine.


"Ehmm..saya menyuruh kamu meminta sesuatu,kamu malah menghukum aku". Kata Vincent.


"Jadi kamu tidak mau melakukannya?". Tanya Jasmine.


"Hmm...karena saya sudah berjanji,maka harus saya tepati". Kata Vincent.


"Baguslah. Hehe..saya tidak bisa membayangkan betapa lucunya kamu menjadi tukang kebun". Kata Jasmine.


"Akhirnya kamu tersenyum lagi Jasmine,sepertinya kamu senang sekali aku menjadi tukang kebun. Kalau begitu, akan saya lakukan. Tapi saya akan melakukannya di hari Senin,hari Minggu adalah hari saya harus berkumpul dengan keluarga". Terang Vincent.


"Tidak bisa,hari Senin para pekerja sudah kembali bekerja. Mereka akan membantumu melakukan semuanya. Yang saya mau adalah kamu melakukannya sendiri". Kata Jasmine.


"Saya akan meliburkan semua pekerja kebun di hari Senin,biar saya sendiri yang akan melakukan semuanya.Apa kamu sudah bahagia?". Tanya Vincent.


"Eh...saya setuju, tapi apakah ini baik? Bagaimana jika ayahmu tau kalau pekerja kebunnya tidak masuk? Dan kamu....".Tanya Jasmine.


"Tidak akan jadi masalah,tenang saja". Kata Vincent.


"Vincent,kenapa kamu tidak menolak saja permintaanku?". Tanya Jasmine.


"Untuk apa menolak? Saya sudah berjanji apa yang kamu mau akan saya lakukan. Kamu sungguh pintar Jasmine,kamu benar-benar memilih sesuatu yang tidak bisa di beli dengan uang".Kata Vincent.


Jasmine melihat Vincent dengan tatapan kagum karena Vincent bersedia menjalankan janjinya dan sekaligus terharu karena Vincent seorang CEO tidak keberatan menjadi seorang pekerja kebun. Sebenarnya Jasmine tidak tega harus meminta hal itu,tapi karena kesal mengingat Vincent sesuka hati memeluknya,hitung-hitung sebagai hukuman dan konsekuensi atas apa yang sudah Vincent perbuat terhadap dirinya.


"Mommy,lihat disini ada kelinci yang lucu sekali". Kata Jasen.


"Senang sekali mommy. Hari ini Jasen senang sekali bisa melihat banyak bunga dan hewan yang lucu". Jelas Jasen.


"Ehemm...jadi cuma itu senangnya? Tidak senang melihat paman?". Tanya Vincent.


"Jasen paling senang adalah bisa bertemu paman. Kapan paman datang ke rumah kita lagi?". Tanya Jasen.


"Eh,jika paman ada waktu,paman akan datang oke? Kapanpun Jasen kangen sama paman,telepon saja. Saya sudah memberikan nomor telepon ku kepada mommy kamu". Kata Vincent.


"Baiklah paman,apakah besok paman sibuk? Jika tidak sibuk,datanglah ke acara ulang tahun kakek ku". Kata Jasen.


"Jasen...diam!.Besok paman Vincent sibuk,dia tidak bisa ikut ke acara kakek. Hmm... jika lain kali paman Vincent tidak sibuk lagi,dia akan bertemu dengan Jasen". Terang Jasmine.


"Tapi...Jasen ingin paman bisa datang besok". Jasen kecewa.


"Jasen,apa yang mommy kamu katakan benar. Besok paman ada acara keluarga,tidak bisa datang ke ulang tahun kakekmu. Lain kali kita bertemu lagi gimana? Paman janji kalau ada waktu,paman akan bertemu dengan Jasen". Jelas Vincent.


"Baiklah paman". Ucap Jasen.


"Jasen anak yang baik dan lembut,senang sekali bisa kenal dengan anak kecil yang menggemaskan ini". Kata ibu pekerja.


"Terimakasih ibu,Jasen juga senang sekali bertemu dengan ibu". Kata Jasmine.


"Jasmine,jika kamu dan tuan muda bersama,Jasen lah orang yang paling bahagia. Percayalah Jasmine,tuan muda Vincent bisa menjadi ayah yang baik untuk Jasen. Tentunya dia juga bisa menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab". Bisik ibu pekerja kepada Jasmine.


"Ibu,hmmm...jangan bicara seperti itu". Kata Jasmine berbisik.


"Bagaimana kalau kita berkumpul kembali dengan lainnya". Kata Vincent.


"Baiklah,ayo Bu". Ajak Jasmine.


Mereka akhirnya kembali berkumpul bersama dengan lainnya. Suasana kembali menjadi ramai dan hangat. Mereka semua makan dan mengobrol dengan gembira. Sampai akhirnya acara mereka selesai.


"Terimakasih Pak Hadi sudah mentraktir kita makan siang". Ucap para pekerja kebun.


"Sama-sama,saya senang sekali kita bisa kumpul disini untuk makan bersama".Kata Pak Hadi.


"Saya juga sangat berterimakasih kepada Pak Hadi karena sudah mengundang saya kesini". Kata Vincent.


"Sama-sama Pak Vincent,Terimakasih juga sudah mengizinkan kita kumpul disini". Kata Pak Hadi.


"Jangan berkata begitu Pak Hadi,saya yang harusnya berterimakasih.Mereka adalah para pekerja terbaik ku,saya ikut senang melihat mereka bahagia. Sepertinya kita harus lebih sering kumpul dan makan bersama seperti ini". Terang Vincent.


"Setuju,baiklah kita atur lagi lain waktu". Kata Pak Hadi.


"Hmmm...untuk kalian semua pekerja kebun ku yang baik,selama ini kalian sudah sangat berjasa membuat kebun bunga ini menjadi indah seperti ini. Saya ingin kalian istirahat selama dua hari. Kembalilah bekerja di hari Rabu". Kata Vincent.


"Tapi maaf tuan muda Vincent,siapa yang akan menyiram bunga-bunga disini dan memberikan makan untuk hewan-hewan?". Tanya seorang pekerja kebun.


"Kalian tidak perlu khawatir,saya yang akan melakukan semua". Kata Vincent.

__ADS_1


"Hah?? Ehm...anda tidak perlu melakukannya,biarkan kita tetap masuk bekerja. Disini sudah seperti rumah kedua untuk kita". Kata ibu pekerja.


"Ibu,kamu tenang saja. Istirahatlah dirumah,kebun ini percayakan kepada saya,oke?". Kata Vincent.


"Baiklah,Terimakasih tuan muda". Kata ibu pekerja.


"Terimakasih banyak tuan muda". Ucap lainnya.


"Sama-sama". Balas Vincent.


"Acara hari ini selesai,mari kita pulang untuk beristirahat". Kata Pak Hadi.


"Terimakasih banyak Pak Hadi,kamu sudah mau membiarkan saya mengajak Jasen". Kata Jasmine.


"Sama-sama Jasmine,lihatlah Jasen sudah tertidur dengan lelap". Kata Pak Hadi.


"Jasen sudah lelah seharian bermain,dia senang sekali bisa bermain disini,apalagi di ajak ibu untuk melihat hewan-hewan". Kata Jasmine.


"Baguslah kalau begitu,oh ya siapa yang akan mengantar kamu pulang?". Tanya Pak Hadi.


"Saya ikut Mia". Jawab Jasmine.


"Iya,Jasmine ikut denganku,tapi kalau mau ikut Pak Vincent juga boleh.Iya kan Pak Vincent?". Tanya Mia.


"Tentu saja,siapa diantara kalian yang perlu tumpangan,boleh ikut dengan saya". Kata Vincent.


"Eh,saya ikut Mia saja". Kata Jasmine.


"Ehm...tapi Jasen sudah tertidur,kamu sebaiknya ikut saya saja.Biar saya yang menggendong Jasen ke mobil". Ajak Vincent.


"Tidak perlu Pak Vincent,saya sudah terbiasa menggendong Jasen,saya bisa lakukan sendiri.Lagipula ada hal yang mau saya bicarakan dengan Mia". Terang Jasmine.


"Oh,baiklah kalau begitu". Kata Vincent.


"Jasmine,apa yang mau kamu bicarakan? Kamu bisa cerita di telepon atau hari Senin saat kita masuk kantor". Kata Mia.


"Bukannya kamu bilang ingin ada yang temanin kamu mengobrol di jalan? Kebetulan ada sesuatu yang mau saya bicarakan". Kata Jasmine.


"Serius sekali sepertinya". Kata Mia.


"Mia...tolong jangan mendesak aku ikut dengan Pak Vincent,kamu tega ya sama aku". Bisik Jasmine.


"Iya..iya". Ucap Mia.


"Kalau begitu,sampai jumpa semuanya dan terimakasih Pak Hadi dan Pak Vincent".Kata Marco.


"Sama-sama Marco". Balas Vincent.


"Hati-hati di jalan Marco". Kata Pak Hadi.


Akhirnya semuanya pulang.Vincent sempat menawarkan tumpangan untuk mengantar Jasmine dan Jasen pulang,namum Jasmine menolaknya. Dia memilih tetap pulang dengan Mia karena ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan.Padahal itu hanyalah alasan Jasmine.


"Sini Jasmine,biar saya menggendong Jasen ke mobil Mia". Kata Vincent.


"Tidak perlu Pak Vincent". Kata Jasmine.


Namum Vincent tetap kekeh merebut Jasen dari Jasmine untuk menggendong Jasen ke mobil Mia. Tindakan Vincent membuat orang-orang disana terutama Mia senyum-senyum sendiri.


"Jaga Jasen dengan baik,jika dia ingin telepon aku,biarkan saja". Kata Vincent.


"Baiklah,Terimakasih Pak Vincent,saya pulang dulu". Kata Jasmine.


"Hati-hati di jalan Jasmine". Kata Vincent.


"Baik Pak".Ucap Jasmine.


"Mia,hati-hati di jalan". Kata Vincent.


"Baik Pak Vincent,Terimakasih".Kata Mia.


"Hmmm...akhirnya selesai juga acaranya". Kata Jasmine.


"Jasmine,bukannya ada yang mau kamu bicarakan?".Tanya Mia.


"Tidak ada,tidak jadi". Kata Jasmine.


"Kalau begitu kamu silakan turun dari mobilku,ikut mobil Vincent". Kata Mia.


"Hmmm... jangan dong. Ya maaf Mia,saya cuma mencari alasan supaya aku tidak ikut dengan Vincent. Kamu malah menyuruh saya ikut dia,masih teman ku gak sih?". Kata Jasmine.


"Lagian Pak Vincent sudah menawarkan diri,kamu malah menolaknya". Kata Mia.


"Kamu kan tau aku tidak mau ikut dia,kamu juga perlu teman mengobrol di jalan kan?". Ungkap Jasmine.


"Iya,tapi aku rela pulang sendiri kalau kamu mau ikut Vincent". Kata Mia.


"Tidak mau,aku mau nya pulang sama kamu". Kata Jasmine.


"Kamu ini,terus apa lagi yang kalian bicarakan di saat berdua?". Tanya Mia.


"Ternyata kalian sudah merencanakan ini semua dan kamu tidak kasih tau aku?". Kata Jasmine.


"Saya tidak tau apa-apa,saya hanya mengikuti perintah Pak Hadi. Saya dan Marco sama sekali tidak tau jika Pak Vincent ikut bersama kita". Mia memberi penjelasan.


"Hmmmm.....Pak Hadi ini selalu saja kepo". Kata Jasmine.


"Pak Hadi tujuannya baik,jangan salahkan dia".Kata Mia.


"Tujuan baik apanya,aku mau quality time bersama kalian malah menghabiskan waktuku menemani CEO kamu". Ucap Jasmine kesal.


"Sudah tidak apa-apa,dia itu sangat baik dan pengertian. Melihat dia begitu menyayangi Jasen,saya sangat terharu. Kamu masa tidak terharu sama sekali dengan apa yang Vincent lakukan? Hatimu terbuat dari batu ya?". Terang Mia.


"Iya,saya akui dia baik,sudah puas nyonya?". Kata Jasmine.


"Nah gitu dong". Kata Mia.

__ADS_1


Setelah mengobrol sepanjang pejalanan,akhirnya Jasmine sampai di rumah. Dia segera membersihkan dirinya dan Jasen,lalu beristirahat. Besok adalah acara ulang tahun ayahnya Jasmine. Semeriah apa acaranya besok?


__ADS_2