
Keesokan harinya,Jasen bangun dan langsung mengingatkan Jasmine untuk meminta nomor Vincent. Jasmine tidak menyangka bahwa Jasen akan ingat. Jasmine hanya bisa berkata iya agar Jasen tidak bertanya terus.
"Mommy,ingat ya minta nomor telepon paman Vincent kepada teman mommy".Kata Jasen.
"Hmmm....". Kata Jasmine.
"Mommy jangan lupa". Kata Jasen lagi.
"Makan dulu sarapannya". Kata Jasmine.
"Mommy bilang iya dulu". Jasen memaksa.
"Iya.... Jasen,ayo makan dulu sarapannya,bus sudah mau datang". Ucap Jasmine.
"Baik mommy". Kata Jasen.
Setelah makan,Jasen menunggu bus di depan yang sudah akan tiba. Jasen beberapa kali menoleh ke belakang melihat Jasmine seolah merasakan bahwa ibunya tidak akan menepati janjinya.
"Ada apa Jasen?Kenapa lihat mommy terus? Ada yang salah dengan mommy?". Tanya Jasmine.
"Tidak mommy". Jawab Jasen.
"Nah bus Jasen sudah datang.Sampai jumpa sayang,belajar yang baik ya di sekolah". Kata Jasmine.
"Bye mommy. Hmmm...mommy ingat ya yang tadi Jasen katakan". Jasen mengingatkan sekali lagi.
"Ya ampun Jasen,mommy sudah bilang iya tadi". Kata Jasmine.
Jasen pun naik ke bus dengan muka yang memelas. Melihat Jasen begitu berharap bisa menelepon Vincent membuat Jasmine pusing. Jasmine tidak mungkin menelepon Vincent dengan alasan kalau Jasen kangen dia. Bisa-bisa membuat Vincent tambah besar kepala. Apalagi Jasmine belakangan ini sudah merasa tenang Vincent tidak mencari dan meneleponnya lagi.
Beberapa saat kemudian,ayahnya datang mengantar Jasmine ke kantor.Dia mencoba meminta saran dari ayahnya apa yang harus dia lakukan dengan sikap Jasen.
"Pagi Pa,aduh aku pusing sekali". Kata Jasmine.
"Kalau pusing minta izin tidak usah masuk kerja". Kata ayahnya.
"Bukan...bukan pusing itu". Kata Jasmine.
"Lalu kenapa pusing? Ayo cerita sama papa". Ucap ayahnya.
"Begini Pa,Jasen meminta saya untuk menelepon Vincent. Saya berbohong kepadanya bahwa saya tidak punya nomornya. Saya pikir dengan alasan itu Jasen bisa berhenti meminta,ternyata tidak. Dia malah menyuruh saya untuk meminta nomor telepon Vincent dari teman saya yang lain". Terang Jasmine.
"Kenapa harus berbohong? Kalau kamu punya nomor Vincent ya telepon saja". Kata ayahnya.
"Masalahnya Pa,saya tidak mau menganggu Vincent. Dia orang yang super sibuk dan mungkin saja dia tidak akan mau menjawab telepon". Jelas Jasmine.
"Dia adalah orang yang sangat sibuk? Apa pekerjaanya?". Tanya ayahnya.
"Hmmm...dia...saya tidak tau Pa,mungkin seorang pebisnis". Jawab Jasmine.
"Jasmine,papa tau itu hanya karangan kamu. Sebenarnya kamu gengsi untuk menelepon Vincent duluan. Saya rasa tidak ada salahnya kamu meneloponnya mengatakan bahwa Jasen mencari dia. Papa merasa dia bukan orang yang tidak angkat telepon seperti yang kamu katakan tadi". Jelas ayahnya.
"Papa,tetap saja tidak bisa. Hmmm....". Kata Jasmine.
"Bukan tidak bisa,kamu yang tidak mau". Kata ayahnya.
"Saya tidak mau membebani orang lain,Jasen mungkin menganggap dia spesial,belum tentu dia menganggap Jasen spesial". Kata Jasmine.
"Papa mengerti apa maksud kamu. Tapi coba lah berdiri di posisi Jasen. Dia seorang anak kecil yang orang tuanya bercerai,tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah. Dia mungkin merasakan kasih sayang itu ada pada diri Vincent. Kamu telepon dulu,jika memang Vincent merasa terganggu, kita baru pikirkan lagi cara untuk menjelaskan kepada Jasen". Terang ayahnya.
"Hmmm...tapi Pa...". Kata Jasmine.
"Ikutin saran Papa". Kata ayahnya.
"Baiklah". Jasmine terpaksa mengiyakan.
"Sudah sampai Jasmine,semoga hari kamu menyenangkan,sampai jumpa nanti". Kata ayahnya.
"Bye Pa". Ucap Jasmine.
Dan setelah itu dia bergegas naik ke bus yang akan mengantarkan mereka ke tempat audit. Sesampainya disana,mereka bekerja dengan serius mengaudit stok di bagian logistik. Ini adalah hari kelima mereka disana. Mereka menargetkan untuk bisa selesai semua pada hari ini agar Senin mereka tidak perlu lagi datang kesini.Dari hasil kerja keras mereka,tidak menutup kemungkin mereka bisa menyelesaikan semuanya pada hari ini.
"Saya harap hari ini bisa menjadi hari terakhir kita disini". Kata Marco.
"Saya juga sepemikiran". Lanjut Jasmine.
"Saya juga ingin sekali cepat selesai,satu minggu ini kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Saya yakin kita akan menyelesaikanya hari ini". Terang Mia.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?". Tanya Pak Hadi.
"Saya dan lainnya berharap hari ini menjadi hari terakhir kita audit". Kata Jasmine.
"Saya juga berharap begitu,mari kita lebih semangat lagi". Ucap Pak Hadi.
"Siap Pak". Ucap mereka serentak.
"Sepertinya kalian hari ini tambah semangat,apa ada sesuatu yang menarik?". Tanya Kevin ketua audit.
"Pak Kevin,kita ingin segera menyelesaikan audit ini,hmmm... apakah ada kemungkinan kita bisa selesai hari ini?". Kata Pak Hadi.
"Dari hasil pemeriksaan sepertinya besar kemungkinan kita bisa selesai hari ini". Kata Kevin.
"Yes,mari teman-teman kita lanjutkan sampai selesai". Kata Marco.
"Pak Hadi,Team kalian memang benar-benar luar biasa". Kata Kevin.
"Terlalu memuji,Kita hanya menjalankan tugas". Jawab Pak Hadi.
__ADS_1
Mereka bekerja dengan semangat sampai tidak mengenal waktu,mereka bahkan tidak menyadari bahwa sudah waktunya makan siang. Sampai Kevin lah yang menyuruh mereka untuk istirahat.
"Semuanya tolong berhenti.Kalian tidak sadar ya ini sudah jam makan siang? Semuanya makan siang terlebih dahulu,kita akan lanjut nanti". Kata Kevin.
"Eh,ternyata sudah jam makan siang". Kata Mia.
"Kalian terlalu fokus audit. Istirahat makan siang dulu,nanti baru kita lanjut audit . Hasil audit kita sudah mencapai delapan puluh persen finish". Kata Kevin.
"Baik Pak". Ucap lainnya.
Di dalam kantin mereka kembali duduk makan siang bersama. Mereka semua makan dengan lahap karena baru menyadari mereka sudah lapar. Terlihat raut wajah mereka yang begitu bahagia sambil menikmati makan siang mereka.
"Oh ya,aku ingatkan sekali ya. Jangan lupa datang ke acara ulang tahun ayahku hari Minggu dan jangan ada yang membawa hadiah". Kata Jasmine.
"Kita tidak akan lupa Jasmine". Kata Mia.
"Bawa suami dan anakmu juga ya". Kata Jasmine.
"Saya sudah sampaikan kepada mereka,dan mereka senang sekali". Kata Mia.
"Baguslah,Pak Hadi dan Marco jangan lupa ya,bawa keluarga kalian juga". Kata Jasmine.
"Saya sudah mengosongkan semua jadwalku untuk ke acara ulang tahun ayahmu". Kata Pak Hadi.
"Terimakasih Pak Hadi. Marco gimana? jangan lupa membawa istri dan anakmu juga". Kata Jasmine.
"Istri dan anakku bahkan sudah memilih pakaian apa yang mau mereka pakai di acara ulang tahun ayahmu". Kata Marco.
"Haha...saya sangat senang mendengarnya".Kata Jasmine.
Steven yang saat itu juga berada di kantin,dia melihat mereka bercengkrama dengan begitu bahagia,dia tidak mau merusak suasana mereka. Padahal dia ingin sekali bergabung di meja itu untuk berbicara kepada Jasmine.
"Oh ya,setelah kita selesai makan,kita ke kebun bunga belakang sebentar ya". Kata Jasmine.
"Setuju,saya ingin sekali kesana". Kata Mia.
"Baiklah,kita selesaikan dulu makan siang ini". Kata Pak Hadi.
Setelah selesai makan siang,mereka berempat pergi ke taman belakang. Mereka sengaja berkunjung untuk bertemu dengan ibu pekerja kebun.Mereka juga membawakan beberapa minuman segar untuk ibu dan para pekerja kebun lainnya.
"Selamat siang Ibu". Ucap mereka berempat.
"Selamat siang,kalian sudah makan siang?". Tanya ibu pekerja.
"Sudah Bu". Jawab mereka serentak.
"Ibu,kita ada bawakan minuman segar untuk ibu dan para pekerja disini,tolong di bagikan ya Bu". Kata Pak Hadi.
"Terimakasih Pak,sudah saya bilang kalian kesini tidak perlu membawa apa-apa". Kata ibu pekerja.
"Ibu panggil saya Pak lagi. Panggil saya Hadi saja Bu. Ini cuma minuman,tidak apa-apa silakan diterima. Cuaca belakangan ini sangat panas,harus minum yang segar-segar". Terang Pak Hadi.
"Itu sebabnya hari ini kita datang kesini,sudah lima hari kita bekerja dengan sangat keras. Untung ada kebun bunga ini yang membuat kita merasa santai". Terang Jasmine.
"Untung ada tuan muda Vincent,dari dia lah baru ada kebun bunga yang cantik ini". Kata ibu pekerja.
"Tuan muda kita memang yang terbaik,iyakan Jasmine?". Kata Marco.
"Yang perlu di apresiasikan adalah pekerja disini yang bekerja dengan sepenuh hati". Ucap Jasmine.
"Kalian sampai kapan ada disini?". Tanya ibu pekerja.
"Kemungkinan hari ini adalah hari terakhir.Besok Sabtu kita tidak bekerja,kita ingin segera menyelesaikannya hari ini agar tidak perlu datang audit lagi hari Senin. Karena itu,kita berkunjung kesini untuk terakhir kalinya". Terang Jasmine.
"Oh begitu,semoga kalian bisa selesai hari ini.Jika kalian punya izin masuk ke perusahaan ini,kalian boleh datang kapanpun,saya akan senang hati menyambut kalian disini". Kata ibu pekerja.
"Kita juga senang bisa disini Bu". Kata Mia.
"Apakah besok ibu dan pekerja lainnya ada disini?". Tanya Pak Hadi.
"Ada,kita kerja dari Senin sampai Sabtu. Libur di hari Minggu". Jawab ibu pekerja.
"Bukannya perusahaan ini sama dengan perusahaan kita ya,libur setiap hari Sabtu dan Minggu?". Tanya Marco.
"Benar,kantor libur di hari Sabtu,tapi kita pekerja kebun masuk setengah hari. Kita perlu pastikan bunga-bunga dan tanaman lain mendapatkan air dan sinar cahaya matahari yang cukup". Jelas ibu pekerja.
"Kalau begitu,bagaimana jika kita besok makan bersama disini? Kita BBQ bersama dengan para pekerja lain disini. Saya yang akan traktir". Kata Pak Hadi.
"Horeee...saya senang sekali. Rasanya BBQ rame-rame sangatlah menyenangkan". Kata Mia.
"Saya juga setuju". Kata Jasmine.
"Tapi bagaimana kita bisa masuk kesini besok?". Tanya Marco.
"Tenang saja,hal itu biar saya yang atur. Kita kumpul disini jam sebelas siang. Bagaimana?". Kata Pak Hadi.
"Oke". Jawab mereka serentak.
"Saya akan sampaikan kepada pekerja lain". Kata Ibu pekerja.
"Jika kalian mau,boleh ajak keluarga kalian". Kata Pak Hadi.
"Saya pasti datang sendiri,suami saya masih kerja,dan anak saya sekolah di hari Sabtu". Kata Mia.
"Saya juga bakalan datang sendiri,istri saya harus mengurus anak saya les dan lain-lain". Sambung Marco.
"Bagaimana dengan kamu Jasmine? Jasen hari Sabtu tidak sekolah,ajaklah dia sekalian". Kata Pak Hadi.
__ADS_1
"Hmmm,aku takut dia akan menganggu". Kata Jasmine.
"Jasen bukan anak yang nakal,kita semua sangat menyukainya". Kata Pak Hadi.
"Benar kata Pak Hadi,ajak Jasen bergabung dengan kami. Kita semua disini sangat menyukainya". Kata Mia.
"Saya juga kangen sama Jasen yang begitu mengemaskan".Lanjut Marco.
"Karena kalian sudah berkata begitu,baiklah saya akan ajak dia". Kata Jasmine.
"Saya yang menjemput kamu saja Jasmine,biar ada teman di jalan". Kata Mia.
"Baik Mia". Ucap Jasmine.
"Kita rencanakan sesuai janji,sampai ketemu besok ya Ibu,tolong sampaikan ke pekerja lain. Kalau begitu,kita permisi masuk ke kantor dulu". Kata Pak Hadi.
"Baiklah,saya akan menyampaikannya kepada pekerja lain. Sampai jumpa besok ya". Kata ibu pekerja.
Setelah itu mereka semua kembali ke dalam kantor untuk melanjutkan audit logistik. Seperti yang dikatakan oleh Kevin ketua tim audit mereka bahwa hasil audit sudah delapan puluh persen selesai, mereka hanya melanjutkan sisa dua puluh persennya.
Waktu baru menunjukan pukul empat sore,mereka akhirnya menyelesaikan semuanya. Betapa gembira mereka merasa tidak sia-sia sangat bekerja keras selama ini.
"Selamat untuk kita semua,akhirnya kita selesai. Itu artinya Senin kalian tidak perlu datang kesini lagi. Hasil laporan audit akan saya file kan terlebih dahulu,Senin akan saya kirim laporannya ke Pak Vincent". Terang Kevin.
"Akhirnya kita selesai juga". Kata Pak Hadi.
"Terimakasih saya sampaikan kepada kalian semua,kalian sudah semaksimal mungkin menyelesaikan audit ini dengan baik. Terimakasih untuk waktu kalian selama satu minggu ini,senang bisa bekerja sama dengan kalian terutama team Pak Hadi". Jelas Kevin.
"Sama-sama". Ucap Pak Hadi.
"Adanya team dari Pak Hadi sangat membantu kelancaran audit tahun ini. Sekali lagi Terimakasih. Kalian sudah boleh kembali ke kantor dan pulang,tidak perlu menunggu sampai jam lima sore. Pekerjaan kalian sudah selesai". Kata Kevin.
"Baik,Terimakasih Pak Kevin dan team". Kata Pak Hadi.
"Sama-sama Pak Hadi". Balas Kevin.
Sebelum mereka naik ke bus, mereka saling berjabat tangan satu persatu. Tidak terasa seminggu yang menegangkan ini akhirnya selesai dengan hasil yang memuaskan.Setelah sampai di kantor, mereka lalu di perbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing.Ayah Jasmine juga sudah menunggu untuk menjemputnya pulang.
"Halo Pa,akhirnya kita selesai audit.Hari Senin kita tidak perlu lagi ke perusahaan itu". Ucap Jasmine dengan gembira.
"Baguslah.Pulang dan istirahat lah Jasmine,kamu pasti lelah". Kata ayahnya.
"Oh ya Pa,besok manajer kami Pak Hadi mentraktir kita semua untuk BBQ bersama pekerja kebun disana". Kata Jasmine.
"Pekerja kebun? Di perusahaan itu ada kebun?". Tanya ayahnya.
"Ada Pa,tepatnya di halaman belakang kantor. Dan kita setelah makan siang biasanya suka ke kebun bunga belakang untuk bersantai sejenak,dan kemudian jadi akrab dengan pekerja kebun disana". Terang Jasmine.
"Wuah...luar biasa. Pergilah bersenang-senang dengan lainnya. Jasen biar titip ke papa saja". Kata ayahnya.
"Mereka semua ingin aku membawa Jasen kesana". Kata Jasmine.
"Kalau begitu baguslah bawa Jasen sekalian,tapi jangan sampai Jasen merusak suasana kalian. Papa takut Jasen akan menganggu kalian,dia masih anak-anak". Kata ayahnya.
"Saya juga awalnya berpikir begitu, tapi mereka semua sangat akrab dengan Jasen dan mereka sangat menyukai Jasen". Kata Jasmine.
"Saya yakin cucu saya Jasen tidak akan nakal,tapi kamu tetap harus perhatikan dia. Jangan sampai dia membuat kekacauan". Kata ayahnya.
"Baik Pa,Jasmine mengerti". Kata Jasmine.
"Besok jam berapa kesana? Perlu papa antar?". Tanya ayahnya.
"Tidak perlu Pa,besok Mia yang akan menjemputku". Jawab Jasmine.
"Kalau begitu baiklah,titip salam untuk Mia dan lainnya". Kata ayahnya.
"Oke". Ucap Jasmine.
Dan setelah malam harinya,Jasen yang sedang bermain sendirian kemudian berlari mendekati Jasmine yang sedang mencuci piring.
"Mommy,sudah dapat nomor paman Vincent belum?". Tanya Jasen.
"Ehmmm...maaf Jasen,mereka juga tidak ada nomor paman Vincent. Mereka bilang paman Vincent berada di luar negeri,mungkin karena itu dia tidak bisa datang. Jasen jangan mencari paman Vincent lagi ya,nanti setelah dia pulang,mungkin dia akan datang berkunjung". Jasmine berbohong.
"Sampai kapan paman Vincent di luar negeri?". Tanya Jasen.
"Mommy tidak tau sayang". Kata Jasmine.
"Oh...". Ucap Jasen kecewa.
"Kenapa Jasen?". Tanya Jasmine.
"Tidak apa-apa mommy". Jawab Jasen.
"Ehmm...sudah jangan terlalu di pikirkan soal paman Vincent. Besok mommy mau ajak Jasen ikut BBQ bersama teman kantor mommy. Disana ada tante Mia,paman Marco,paman Hadi,dan lain-lain. Jasen mau ikut kan?". Kata Jasmine.
"Horee...mau mommy. Tapi BBQ itu apa?". Tanya Jasen.
"BBQ itu kita makan makanan berupa panggangan.Seperti panggang sate,steak,jagung,seafood dan lain-lain". Terang Jasmine.
"Asikkk...". Teriak Jasen.
"Tapi ada syaratnya yaitu Jasen tidak boleh nakal". Kata Jasmine.
"Jasen janji tidak akan nakal mommy". Ucap Jasen.
"Baik,kalau begitu Jasen pergi cuci muka dan gosok gigi. Habis itu Jasen tidur ya,besok tante Mia yang akan datang menjemput kita". Kata Jasmine.
__ADS_1
"Siap mommy". Balas Jasen.
Dengan gembira Jasen mengikuti arahan Jasmine untuk mencuci muka dan gosok gigi. Karena bahagia,Jasen seketika bisa melupakan Vincent. Bagaimana keseruan makan bersama besok?