The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Kondisi Jasmine


__ADS_3

Setelah diperiksa orang dokter dan dinyatakan aman untuk pulang kerumah. Steven segera membawa Jasmine pulang untuk beristirahat. Jasmine di pejalanan pulang merasa mual yang luar biasa,Steven berusaha menenangkan Jasmine,dia menyetir dengan hati-hati agar Jasmine merasa nyaman.


"Jas,sudah sampai. Aku papah kamu ke dalam ya". Kata Steven.


"Aku bisa sendiri,tidak apa-apa". Ucap Jasmine.


"Ya sudah aku bawakan tas kamu,sini aku gandeng,kita jalan pelan-pelan ya". Ucap Steven.


Steven membaringkan Jasmine di kasur untuk beristirahat,sementara Steven sibuk ke dapur membuat bubur ayam jamur untuk Jasmine. Steven bertanya banyak kepada dokter apa saja yang boleh dan tidak boleh di makan oleh wanita hamil.


Karena tau jika wanita hamil tidak boleh sembarangan makan,Steven memastikan semua barang yang ada di kulkas dan lemari dapur aman untuk dikonsumsi.


"Jas,ini makan bubur dulu,kamu dari tadi tidak makan apa-apa". Kata Steven.


"Tapi aku tidak lapar". Ucap Jasmine.


"Walaupun tidak lapar tetap harus makan,ingat sekarang kamu lagi hamil,jika kamu tidak makan,nanti janin di perut mau makan apa?"Tanya Steven.


"Ya,aku makan tapi jangan banyak-banyak ya,aku benaran mual banget". Jawab Jasmine.


"Iya,yang penting kamu ada makan,saya suapin ya". Kata Steven.


Steven dengan sabar menyuapi Jasmine,namum baru makan beberapa sendok, Jasmine mengelengkan kepalanya.


"Lah,baru makan dikit". Kata Steven.


"Aku udah kenyang,aku ngantuk sekali,boleh saya tidur?". Tanya Jasmine.


"Ya sudah lah,kamu tidur lah dulu. Nanti kalau lapar mau makan apa kasih tau saya". Kata Steven.


"Baik-baik,tolong buka AC nya paling minus,saya gerah sekali". Kata Jasmine.


"Iya sayang". Kata Steven.


Steven menuruti apa yang Jasmine katakan,walaupun dia ingin Jasmine menghabiskan makananya, namum dia lebih memilih ikutin apa kata Jasmine karena dia melihat kondisi Jasmine yang terlihat begitu lemah. Dia tidak ingin memaksakan kehendaknya,asalkan Jasmine ada makan dan bisa beristirahat dengan tenang sudah cukup baginya.


Keesokan harinya,Steven mencium kening Jasmine yang masih tertidur. Jasmine seketika bangun mendapat ciuman itu.


"Maaf Jas,aku membangunkan kamu ya?". Tanya Steven.


"Tidak Steven,jam berapa sekarang? Kenapa kamu sudah rapi?". Tanya Jasmine.


"Pukul setengah delapan Jas,tidur lagi saja". Kata Steven.


"Apa!!! Setengah delapan? Kenapa kamu tidak membangunkan aku!!".Teriak Jasmine.


"Hmmmm.... saya sudah minta izin ke kantor kamu,hari ini kamu istirahat saja dirumah,kata dokter kamu perlu banyak istirahat". Terang Steven.


"Tapi... hari ini saya punya rapat penting". Kata Jasmine.


"Jasmine,kerjaan memang penting,tapi kesehatan juga penting". Jelas Steven.


"Saya tau,tapi bagaimana rapat bisa berjalan tanpa saya. Saya yang mempresentasikan materi rapat". Kata Jasmine.


"Tapi Jas,saya sudah telepon ke HRD kantor dan izin ke Pak Hadi juga,beliau sendiri yang menyuruh kamu untuk istirahat,masalah rapat dia yang atasi". Terang Steven.


Kemudian terdengar bunyi telepon dari ponsel Jasmine yang ternyata panggilan masuk dari Pak Hadi manajernya Jasmine.


"Ini Pak Hadi sudah telepon saya". Kata Jasmine.


"Ya sudah di angkat saja". Ucap Steven.


"Halo Pak". Kata Jasmine.


"Jasmine,hari ini kamu istirahat saja di rumah,tadi Steven sudah menghubungi saya,selamat ya Jas sudah hamil, kamu tidak perlu cemaskan soal kantor. Rapat hari ini saya batalkan,kebetulan saya harus bertemu dengan tamu penting hari ini". Kata Pak Hadi.


"Baik Pak,Terimakasih". Kata Jasmine.


"Bagaimana? Apa kata Pak Hadi?". Tanya Steven.


"Sepertinya hari ini adalah takdir saya untuk istirahat dirumah,rapat dibatalkan. Ada tamu penting yang harus Pak Hadi jumpai hari ini". Kata Jasmine.


"Baguslah,sekarang sudah bisa istirahat dengan tenang kan?". Kata Steven.


"Iya iya,pergi lah,nanti kamu terlambat". Kata Jasmine.


"Gara-gara istriku yang bandel lah saya terlambat". Canda Steven.


"Hmmm.... kamu memang paling pintar dalam berkata-kata". Ucap Jasmine.


"Kalau begitu,saya jalan ya,istirahat yang baik. Jaga diri dan anak kita ya". Kata Steven sambil mencium pipinya Jasmine.


"Hati-hati di jalan". Kata Jasmine.


Setelah Steven pergi kerja,Jasmine segera menelepon Mia untuk mengobrol perihal kerja.


"Halo Mia,saya.....". Kata Jasmine.


"Hamil kan? Selamat ya Jasmine". Mia memotong pembicaraan Jasmine.


"Bagaimana kamu tau?". Tanya Jasmine.


"Pak Hadi yang kasih tau,sebelum dia keluar kantor yang katanya ada tamu penting yang harus dia temui,dia keruangan kita dan mengatakan jika rapat hari ini dibatalkan. Dia juga kasih tau kalau kamu hamil". Terang Mia.


"Maaf Mia,saya tidak datang kerja hari ini,karena kondisi saya...hmmm... saya mual terus dan tidak nafsu makan. Kadang kepala saya juga pusing". Jelas Jasmine kepada Mia.


"Saya tau,jangan lupa saya juga seorang ibu. Saya sudah melewati apa yang kamu hadapi sekarang. Ini namanya kamu sedang mengalami Morning Sickness, biasa sering terjadi pada wanita yang sedang hamil,nikmati saja". Kata Mia.


"Nikmati...? Mia kamu pikir ini nikmat". Kata Jasmine.

__ADS_1


"Iya nikmati saja, semua wanita hamil pasti merasakannya. Paling cuma tiga bulan pertama". Ucap Mia.


"Tiga bulan!! Apa maksudmu Mia? Apa saya harus mual seperti ini selama tiga bulan?". Tanya Jasmine.


"Iya cuma tiga bulan kok,setelah melewati itu,kamu sudah seperti biasa". Kata Mia.


"Cuma katamu!!! Saya harus merasakan selama tiga bulan?" Tanya Jasmine sekali lagi.


"Hahaha... biasa aja dong Jas,kenapa mesti terkejut. Itulah beratnya wanita hamil". Kata Mia.


"Saya baru beberapa hari seperti ini sudah tidak kuat,apalagi tiga bulan". Kata Jasmine.


"Awalnya saya juga berkata begitu,tapi akhirnya saya juga bisa melewatinya. Sudah saya bilang tadi,do nikmati saja prosesnya,jadi kamu tidak merasa stres". Kata Mia.


"Baiklah Mia,hmmm... kerjaan kantor hari ini minta tolong kamu lagi". Kata Jasmine.


"Sudah tidak apa-apa,lagian laporan tutup tahunan sudah kita selesaikan,kerjaan lain sudah agak santai,kamu jangan terlalu pikirkan soal kerjaan. Istirahat saja,jika butuh bantuanku,jangan lupa hubungi saya". Kata Mia.


"Love you Mia,saya tidak tau lagi harus berkata apa,kamu sudah banyak sekali membantu saya". Kata Jasmine.


"Tidak masalah Jasmine,saya senang membantu. Sekarang giliran aku yang minta tolong. Jasmine,tolong sekarang tutup telepon dan segera istirahat". Kata Mia.


"Iya ya,love you love you". Kata Jasmine.


Setelah mendengar apa yang dikatakan Mia, bahwa dia harus mengalami Morning Sickness selama tiga bulan membuat Jasmine takut sekaligus lucu. Dia merasa menjadi wanita hamil sungguh menarik.


Sementara Steven yang lebih cepat pulang dari biasanya membuat Jasmine merasa tidak ada kekurangan kasih sayang dari seorang suami,dia begitu diratukan oleh suami yang begitu mencintainya.


"Jasmine aku pulang,liat ini aku bawa apa? manisan buah". Kata Steven sambil menunjukan toples yang ada di tangannya.


"Kok kamu tau aku pengen banget makan manisan buah? Beli dimana?". Tanya Jasmine.


"Bukan,saya tidak membelinya. Ini semua buatan mama saya,dia tau kalau orang hamil yang tidak nafsu makan lebih menyukai cemilan manisan buah". Kata Steven.


"Mertuaku sungguh perhatian". Ucap Jasmine.


"Ini ayo makan,saya bantu bukakan ya". Kata Steven.


"Gimana kerjamu hari ini?". Tanya Jasmine.


"Baik kok,selama istri ku penurut,semua akan baik-baik saja". Canda Steven.


"Maaf ya,saya hari ini tidak bisa masak untuk kamu,malah jadi kamu yang masak". Kata Jasmine.


"Tidak apa-apa,itu sudah seharusnya saya masak untuk istriku tercinta". Kata Steven.


"Saya sudah baikan,besok izinkan saya kerja ya?". Tanya Jasmine.


"Walaupun badan kamu istrirahat disini,tapi otakmu terus saja memikirkan kerjaan". Kata Steven.


"Hehehe,saya kan sudah beristirahat. Kamu tau kan saya tidak bisa diam dirumah,sungguh membosankan". Kata Jasmine.


"Kita liat dulu besok,jika kamu sudah lebih enak besok,baru kita putuskan kerja atau ngak". Ucap Steven.


"Iya...iya...janji". Jawab Steven.


Keesokan paginya benaran Jasmine tidak begitu mengalami mual yang berlebihan,sesuai janji Steven,Jasmine diizinkan untuk masuk kerja dengan catatan Jasmine tidak boleh terlalu lelah. Seperti biasa Steven mengantar Jasmine ke kantor,dan membawanya masuk ke ruangan dengan hati-hati.


"Saya bisa sendiri Steven,saya cuma hamil belum jumpo". Kata Jasmine.


"Saya hanya mau memastikan kamu masuk dengan aman". Kata Steven.


"Jasmine...kenapa kamu tidak istirahat di rumah?". Tanya Mia.


"Saya sudah cukup istirahat,saya tidak terbiasa hanya rebahan di rumah. Kamu tau kan itu Mia?". Kata Jasmine.


"Mia,tolong bantu aku awasi Jasmine". Kata Steven.


"Tenang saja Steven,saya pastikan dia akan aman,saya akan menjaganya". Ucap Mia.


"Awalnya saya tidak setuju jika dia masuk hari ini,tapi Jasmine memaksa dengan alasan dia sudah lebih baik". Kata Steven.


"Ada aku disini, percayakan Jasmine padaku". Kata Mia.


"Karena ada kamu Mia,makanya saya tenang Jasmine masuk kantor". Kata Steven.


"Ya sudah kamu tenang saja,ada apa-apa nanti saya akan hubungi kamu". Ucap Mia.


"Baik,Terimakasih Mia". Kata Steven.


"Sudah cerewet nya,pergi kerja sana. Nanti kamu terlambat". Kata Jasmine.


"Baik,ya sudah bye". Kata Steven.


Setelah memastikan Jasmine aman,Steven bergegas berangkat ke kantornya.


"Jas,Steven perhartian sekali". Kata Mia.


"Benar,semua dia yang urusan dari makanan saya sampai pakaian saya dia yang bawakan". Kata Jasmine.


"Kamu beruntung punya suami seperti itu". Kata Mia.


"Semoga dia akan selamanya begitu". Lanjut Jasmine.


Jasmine juga mendapatkan telepon dari orang tua dan kakaknya. Semoga mencemaskan Jasmine yang mereka tau dia tidak bisa diam, namum Jasmine memastikan dia baik-baik saja.


"Halo Pa,Ma,Jasmine baik-baik saja. Steven sangat pengertian,di rumah ada Steven,di kantor ada Mia. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan saya". Kata Jamsine.


"Kamu sendiri juga harus banyak istirahat,jangan mengangkat berat dan jangan stres". Kata ayahnya.

__ADS_1


"Iya papa ku sayang,Jasmine akan memperhatikan itu". Kata Jasmine.


"Makanan juga harus di perhatikan,jangan makan makanan berminyak dan mentah". Kata ibunya.


"Iya Ma, Jasmine siap mengikuti perintah". Kata Jasmine.


"Jika kamu lapar harus segara makan,jangan biarkan cucu papa di perut kelaparan". Kata ayahnya lagi.


"Papa,saya akan menjaga cucu papa. Jangan-jangan nanti papa lebih sayang cucu daripada Jasmine". Kata Jasmine.


"Tentu saja lebih sayang cucu,kamu sudah ada suami yang menyayangimu itu sudah cukup". Kata ayahnya.


"Papa,pokoknya Jasmine tidak boleh tergantikan". Kata Jasmine.


"Kamu ini nanti sudah akan menjadi seorang ibu,masih saja cemburu dengan cucu papa". Kata ayahnya.


"Ya deh,Pa Ma,maaf ya mungkin dalam beberapa minggu ini Jasmine tidak pulang menjenguk kalian, kondisi Jasmine belum begitu stabil dan harus melakukan pemeriksaan lagi,jika kondisi Jasmine sudah stabil,Jasmine akan pulang melihat kalian". Kata Jasmine.


"Papa mama justru tidak mau kamu sering menjenguk kami,yang terpenting bagi kami adalah kamu dan janin kamu baik-baik saja. Kami tidak mau kamu terlalu lelah". Kaya ayahnya.


"Tapi kalau Jasmine kangen gimana?". Tanya Jasmine.


"Papa mama yang akan datang melihatmu,bagaimana?". Tanya ayahnya.


"Yes,benar ya". Kata Jasmine.


"Iya". Kata ayahnya.


"Jasmine,jika ingin makan apa kasih tau mama. Mama akan siapkan untukmu". Kata ibunya.


"Terimakasih mama,Jasmine pengen makan rujak buatan mama". Kata Jasmine.


"Baiklah,mama buatkan untukmu ya,tapi janji sama mama kamu harus jaga kesehatan". Kata ibunya.


"Iya Ma,Jasmine janji". Kata Jasmine.


Setelah menuntup telepon,Jasmine kembali merasa mual. Mia yang melihat segera memberikan tisue dan minyak kayu putih untuk Jasmine.


"Jas,kamu tidak apa-apa kan?". Kata Mia.


"Tidak apa-apa". Jawab Jasmine.


"Kamu butuh apa,kasih tau saya. Saya akan mengambilnya untukmu". Kata Mia.


"Mia boleh bantu saya ambilkan segelas air putih?". Tanya Jasmine.


"Tentu saja,bentar ya saya buatkan yang hangat untukmu". Balas Mia.


"Terimakasih,kenapa saya kembali mual padahal tadi sudah baik-baik saja". Kata Jasmine.


"Tetap tenang,itu hal biasa,ini minum mu Jas,minum pelan-pelan". Kata Mia.


"Terimakasih Mia". Kata Jasmine.


"Apa kamu merasa ada yang tidak enak?". Tanya Mia.


"Saya merasa lelah,padahal saya dari tadi cuma duduk". Kata Jasmine.


"Selain itu? Kamu merasakan apa lagi?". Tanya Mia lebih lanjut.


"Saya merasa sedikit pusing dan mengantuk". Kata Jasmine.


"Baiklah,kamu istirahat saja di sofa itu". Kata Mia sambil memapah Jasmine menuju sofa.


"Tapi saya harus print file". Kata Jasmine.


"Kamu istirahat dulu,nanti lanjut. Serahkan file kamu,cuma print saja biar saya tangani". Kata Mia.


Mendegar kata Mia,Jasmine pun berbaring di sofa kantor dan tertidur. Tidak terasa Jasmine sudah tidur hampir satu jam dan Steven datang menjemputnya pulang.


"Jasmine,ayo kita pulang". Kata Steven.


"Pulang? Sekarang jam berapa?". Tanya Jasmine.


"Jam tiga sore". Jawab Steven.


"Baru jam tiga belum waktunya pulang,kenapa kamu disini Steven?". Tanya Jasmine bingung.


"Ya untuk menjemput kamu". Kata Steven.


"Saya yang telepon Steven suruh dia datang menjemputmu pulang,lebih baik kamu istirahat di rumah Jasmine". Kata Mia.


"Tapi kerjaan saya masih banyak". Kata Jasmine.


"Sudah tidak ada lagi kerjaan,semua sudah saya selesaikan. Jadi sekarang silakan kamu pulang". Kata Mia.


"Saya harus izin dulu ke....". Kata Jasmine.


"Sudah izin". Kompak Steven dan Mia.


"Saya tetap tidak bisa melawan perintah kalian,ya sudah saya pulang. Mia sampai jumpa besok,Terimakasih ya sudah membantu". Kata Jasmine.


"Sampai jumpa lusa Jasmine,besok kamu tidak di izinkan masuk kantor. Begitulah kata Pak Hadi dan HRD". Kata Mia.


"Hah!! Saya tidak mengerti". Kata Jasmine.


"Sudah kita pulang dulu,nanti sampai rumah akan saya jelaskan". Kata Steven.


"Istirahat ya Jasmine". Teriak Mia.

__ADS_1


"Bye Mia". Ucap Jasmine.


Dan Steven pun membawa Jasmine pulang kerumah untuk beristirahat. Bagaimana keadaan Jasmine selanjutnya?


__ADS_2