The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Happy Ending


__ADS_3

Berbulan-bulan telah berlalu,hubungan Jasmine dan Vincent semakin dekat,bahkan jika Vincent harus dinas keluar kota ataupun keluar negeri,Jasmine selalu diajak.Walaupun Jasmine sempat menolak karena takut malah akan mengganggu pekerjaan,tapi bagi Vincent,Jasmine adalah obat penyemangat baginya.


Jasmine mempunyai kesepakatan dengan Vincent. Dia ingin tetap bekerja walaupun jika suatu hari mereka sudah menikah. Vincent menyetujui keputusan Jasmine tapi dengan syarat,setelah menikah Jasmine akan di pindahkan menjadi sekertaris Vincent.


"Saya pasti akan sangat merindukan kamu Mia".Jasmine menjelaskan kesepakatannya dengan Vincent kepada Mia.


"Astaga Jasmine,kamu hanya pindah ruangan bukan pindah kantor. Kapanpun kamu boleh datang ke ruangan ini,kita juga masih bisa makan siang bareng. Tapi,saya berharap tetap utamakan Pak Vincent. Kamu harus selalu menemaninya dalam keadaan apapun". Terang Mia.


"Saya mengerti".Kata Jasmine.


Beberapa bulan kemudian,karena kantor akan di liburkan menjelang tahun baru,Pak Robert mengajak keluarga Jasmine berlibur di tempat wisata milik keluarga Vincent,dimana lagi kalau bukan di Heaven Hill yang ada di kota Vilas. Jasmine dan lainnya pernah kesana untuk acara wisata kantor. Disana terdapat sebuah penginapan dengan pemandangan pegunungan yang indah,ada juga taman bunga dan destinasi lainnya.


"Cantik sekali tempat ini".Kata ayahnya Jasmine.


"Kalian boleh datang kapan saja jika kalian mau". Kata Pak Robert.


"Benar,disini sangat indah. Orang tua maupun anak-anak pasti akan suka berada disini". Kata Bu Cathrine.


"Terimakasih banyak sudah mengajak kami berlibur di tempat yang seindah ini". Kata ibunya Jasmine.


"Sudah seharusnya,jika datang tanpa mengajak kalian rasanya kurang seru". Kata Bu Cathrine.


"Kamar sudah saya atur untuk kalian,semoga kalian suka dengan kamar kalian. Jimmy,kamu sekamar dengan istri dan anakmu,di dalam kamar ada tempat tidur anak-anak. Kalian tidak akan terasa sempit". Kata Pak Robert.


"Paman,kamar ini sudah terlalu luas bagi kami". Kata Jimmy.


"Tidak apa-apa,kalian dan anak-anak harus menikmati liburan disini dengan baik. Semoga kalian menikmatinya". Kata Pak Robert.


"Terimakasih paman". Ucap Jimmy.


"Jerry kamu juga punya kamar sendiri dengan istri dan anakmu. Semoga kamu suka dengan kamarnya". Kata Pak Robert.


"Ini sudah lebih dari suka,Terimakasih paman Robert". Kata Jerry.


"Sama-sama Jerry". Balas Pak Robert.


"Dan ini adalah kamar kalian calon besanku". Kata Bu Cathrine.


"Kita cuma berdua,tidak perlu kamar sebesar itu". Kata ibunya Jasmine.


"Tidak apa-apa,kamar saya dan Robert juga seperti ini". Kata Bu Cathrine.


"Dan ini kamar kalian". Pak Robert melemparkan kunci kepada Vincent.


"Paman,aku dan Vincent sekamar?". Tanya Jasmine.


"Jasmine,kamu sudah menjadi pacar Vincent sekarang. Jadi tidak ada salahnya jika kalian sekamar". Kata Pak Robert.


"Kenapa kamu malu Jasmine? Kamu sudah harus terbiasa sekamar denganku". Bisik Vincent.


"Hmmm...". Ucap Jasmine.


"Ayo Jasen,ikut paman.Kita lihat kamar kita". Ajak Vincent.


Jasmine yang pasrah mau tidak mau harus mengikuti mereka. Malam hari tiba,mereka mengadakan acara BBQ di area terbuka dekat dengan taman. Vincent izin membawa Jasmine untuk berjalan di area taman bunga. Lampu taman yang indah menghiasi setiap sudut taman.


"Jasmine,saya senang sekali bisa menggandeng tangan mu jalan berdua di taman ini". Kata Vincent.


"Terimakasih sudah mengajakku kesini. Aku suka sekali tempat ini". Kata Jasmine.


"Kamu tau kan saya pernah membuat nama kamu disitu,sebagai rasa cintaku padamu". Kata Vincent.


"Tapi maaf ya Vincent,harus mengecewakan kamu. Waktu itu aku...". Kata Jasmine.


"Belum terlambat,kamu bisa memperbaikinya". Kata Vincent.


"Maksudnya?". Tanya Jasmine.


"Liat lah ke atas". Kata Vincent.


Tiba-tiba ada kembang api yang indah dan megah di atas sampai membuat seisi taman terpancar oleh cahaya kembang api tersebut.


"Indah sekali kembang apinya". Kata Jasmine.


"Kamu suka?". Tanya Vincent.


"Tentu saja suka". Jawab Jasmine.


"Baiklah yang selanjutnya". Ucap Vincent.


Setelah kembang api yang indah itu selesai,Vincent membawa Jasmine berjalan tidak jauh ke tempat dimana ada bunga yang mengukir nama JASMINE,dan disana sudah ada Mia,Marco, Pak Hadi dan Steven.


"Kalian disini?". Jasmine histeris karena gembira.


"Jangan kesini Jasmine,kamu berdiri disana saja". Ucap Mia.


"Kenapa?". Tanya Jasmine.


Dan mereka berempat mengambil tulisan yang berisikan Will You Marry Me? . Sontak membuat Jasmine sangat kaget. Jasen yang di belakang membawa sebuah kotak berisi cincin dan sebuah bouquet bunga berjalan kearah mereka dan Jasen segera memberikannya kepada Vincent.


"Paman,apa ini untuk mommy?". Tanya Jasen.


"Benar Jasen,Terimakasih sudah mengantarkan kepada paman". Kata Vincent.


"Vincent,ini apa-apa an?". Tanya Jasmine.


"Impianku adalah bisa melamar kamu di taman ini,dan katamu kamu mau memperbaikinya. Maka dari itu Jasmine,maukah kamu menikah denganku?". Vincent berlutut memberikan bunga kepada Jasmine dan melamarnya.


"Vincent,Terimakasih. Berdirilah". Kata Jasmine.


"Saya tidak akan berdiri sebelum kamu menjawab iya". Kata Vincent.


"Terima...terima...". Sorak yang lainnya,bahkan keluarga mereka berdua ikut menyoraki mereka.


"Baiklah Vincent,saya terima". Balas Jasmine.


Semua bersorak dengan gembira,Vincent langsung memberikan cincinnya dan memasangkan cincin tersebut ke jari Jasmine.Dan untuk pertama kalinya,Vincent berani mencium Jasmine di depan banyak orang.


"Jasmine,lagi-lagi kisah kalian membuat saya menangis". Kata Mia.


"Simpan air matamu Mia,kita sedang bahagia". Kata Marco.


"Selamat untuk kalian berdua". Kata Pak Hadi.


"Terimakasih untuk kalian semua". Jasmine menangis terharu.


"Baiklah Jasmine,janji kita berdua jangan nangis,hari ini adalah hari yang bahagia". Kata Mia.


"Selamat Vincent dan Jasmine,saya ikut senang dan merestui kalian. Maaf Vincent,jika dulu saya tidak nyatakan cinta disini maka...". Kata Steven.

__ADS_1


"Tidak masalah Steven,semua sudah berlalu. Kamu mengembalikan kesempatan ini lagi kepadaku". Kata Vincent.


Steven memeluk Vincent sebagai tanda ucapan selamat,dan mereka semua berpelukan untuk kesuksesan acara ini.


"Terimakasih kalian sudah membantu.Steven,Terimakasih kamu sudah bersedia membantu". Ucap Pak Robert.


"Sudah seharusnya Pak". Jawab mereka serentak.


"Seharusnya saya yang harus berterimakasih,saya percaya Vincent adalah orang yang tepat menjaga Jasmine dan Jasen". Kata Steven.


"Steven,walaupun dulu kamu pernah salah,tapi kali ini kamu melakukan yang benar". Kata kak Jimmy.


"Terimakasih Kak Jimmy,berkat nasehat kakak,saya sekarang lebih berpikir terbuka". Kata Steven.


Sampai pada hari pernikahan Vincent dan Jasmine,mereka mengadakan resepsi pernikahan mewah dan meriah di sebuah gedung elit. Demi menjamu semua tamu dengan baik,mereka bahkan melakukan dua kali acara resepsi di hari yang berbeda. Hari pertama untuk keluarga dan teman dekat mempelai,dan di hari kedua untuk semua karyawan.


Setelah acara pernikahan selesai,Jasmine dan Vincent honey moon keluar negeri selama dua minggu,mereka tidak berdua tapi mengajak Jasen juga. Dan ketika mereka kembali dari luar negeri, semua karyawan disana mendapat oleh-oleh dari Jasmine dan Vincent.


"Ini ada oleh-oleh buat kalian,tolong di bagikan ke semua ya". Kata Jasmine.


"Terimakasih Bu Jasmine". Ucap mereka.


"Jangan panggil saya Bu Jasmine,kalian tetap panggil saya Jasmine saja seperti biasa". Kata Jasmine.


"Tapi kamu istri CEO kita". Kata Alex dan lainnya.


"Saya tidak peduli,saya tetap Jasmine kalian yang dulu". Kata Jasmine.


"Baiklah Jasmine,jika kamu memaksa". Ucap Alex.


"Baiklah,saya mau menuju ke ruangan accounting dulu". Kata Jasmine.


"Kak Jasmine sudah pulang,eh...Bu Jasmine maksud saya". Ucap Cindy.


"Kalian juga ya,tolong panggil saya Jasmine saja. Ini ada oleh-oleh untuk kalian". Kata Jasmine.


"Terimakasih Jasmine". Jawab semua staf accounting.


"Mia,aku kangen sama kamu". Kata Jasmine.


"Aku juga, gimana honey moon nya? Seru?".Tanya Mia.


"Hmmm...ya lumayan". Kata Jasmine.


"Bagaimana perasaan kamu setelah menjadi istri Pak Vincent?". Tanya Mia.


"Saya sangat bersyukur punya suami sebaik Vincent,dia sangat bijaksana,sabar dan penyayang". Kata Jasmine.


"Saya turut bahagia mendengarnya. Apakah Jasen sudah mengerti jika kalian berdua sudah menikah?". Tanya Mia.


"Anak sekecil Jasen belum mengerti arti pernikahan,dia hanya tau jika saya dan Vincent sudah tinggal bersama. Dan dia sangat lengket sekali dengan Vincent". Kata Jasmine.


"Baguslah. Jadi apa panggilan Jasen kepada Vincent?". Tanya Mia.


"Saya merasa tidak adil buat Vincent jika Jasen masih memanggil saya mommy,sedangkan memanggil Vincent papa. Jadi,saya menyuruh Jasen untuk memanggil saya mama dan menjelaskan bahwa Vincent adalah papanya sekarang". Terang Jasmine.


"Itu keputusan yang bagus Jasmine". Kata Mia.


"Saya tidak tau bagaimana cara Vincent menjelaskan kepada Jasen,membuat Jasen mengerti jika saya dan Vincent adalah mama papa nya,dan Steven tetaplah menjadi daddy nya". Kata Jasmine.


"Saya sudah bilang kalau Pak Vincent itu luar biasa,sama seperti mu". Kata Mia.


"Kenapa?". Tanya Mia.


"Ada meeting,sudah ikut saja". Balas Jasmine.


Setelah Jasmine mengajak Mia masuk ke ruangan Vincent,disana sudah ada Marco dan Pak Hadi.


"Kalian sudah disini juga? Kita mau meeting tentang apa? Kenapa cuma kita berempat? Lebih kelihatan seperti mau bergosip dari pada meeting".Kata Mia.


"Kita memang mau bergosip". Kata Marco.


"Tentang apa?".Tanya Mia.


"Tentang kamu Mia". Kata Pak Hadi.


"Ada apa dengan saya?". Tanya Mia.


"Selamat Mia,sekarang kamu menggantikan posisi Jasmine sebagai head accounting". Kata Vincent.


"Lalu siapa yang akan mengerjakan pekerjaan saya?".Tanya Mia.


"Kamu tenang saja Mia,Cindy yang akan naik di posisimu". Kata Vincent.


"Pak Vincent,tapi aku...kenapa mendadak begini?". Tanya Mia.


"Tidak mendadak Mia,saya percaya kamu pantas berada di posisi head accounting,kamu sering membantu pekerjaan Jasmine,tentu sudah tidak sulit bagimu. Lagian Jasmine akan menjadi sekertaris ku mulai sekarang". Terang Vincent.


"Selamat Mia". Ucap mereka.


"Terimakasih Pak Vincent,Terimakasih semuanya,tapi aku takut tidak sanggup. Head accounting punya tanggung jawab yang besar". Kata Mia.


"Saya yakin kamu bisa,jika ada kendala,kamu bisa meminta Jasmine membantumu". Kata Vincent.


"Benar,seperti yang kamu katakan,kita hanya beda ruangan bukan beda kantor. Jika ada yang ingin kamu tanyakan,aku akan siap membantumu Mia". Kata Jasmine.


"Baiklah". Kata Mia.


"Satu hal lagi,minggu depan adalah ulang tahunku,saya ingin mengundang kalian ke acara ulang tahunku. Hanya acara kecil-kecilan,saya harap kalian semua bisa hadir. Tapi saya tidak menerima kado,jadi tidak perlu membawa apapun. Kalian cukup hadir saja".Kata Vincent.


"Haizzz...untuk mencari hadiah untuk Pak Vincent pun susah,apa yang bisa kami beli? Pak Vincent punya segalanya".Kata Marco.


"Benar kata Marco,begini saja jika kami tidak di izinkan untuk membawa kado,izinkan kami memberikan kue ulang tahun,bagaimana?". Tanya Pak Hadi.


"Setuju". Balas Mia dan Marco.


"Ide bagus". Kata Jasmine.


"Jika kalian sudah memutuskan begitu ya sudah,saya akan hargai". Kata Vincent.


Kemudian Vincent juga menelepon Steven untuk mengundangnya dalam acara ulang tahun minggu depan. Dia juga memperingatkan Steven untuk tidak membawa kado apapun.


"Saya sudah mengundang Steven". Kata Vincent.


"Baguslah.Lalu apa tugasku sebagai sekertaris kamu disini?". Tanya Jasmine.


"Hanya menemani aku bekerja". Kata Vincent.


"Sudah saya bilang kamu tidak perlu sekertaris. Kamu mau saya mematung disini melihat kamu bekerja?".Kata Jasmine.

__ADS_1


"Begini saja,kamu bantu aku cek email dan jadwalkan kegiatanku". Kata Vincent.


"Nah,begini kan baru namanya kerja". Kata Jasmine.


"Jangan jauh-jauh dari aku,duduklah di sampingku". Kata Vincent.


"Kamu mau aku nempel terus seperti perangko? Lama-lama kamu bisa bosan melihat muka ku". Kata Jasmine.


"Saya tidak akan bosan karena istriku sangat cantik". Ucap Vincent.


"Saya sudah bosan mendengar kamu memuji aku terus". Kata Jasmine.


"Jasmine,saya mau kamu mengetahui semua kegiatan ku, dengan siapa aku berkomunikasi,dengan siapa aku berbisnis,dan dengan siapa aku meeting.Karena relasi saya cukup banyak,walaupun semua hanyalah rekan bisnis,tapi saya tidak mau menutup apapun dari kamu". Terang Vincent.


"Vincent,saya tidak se prosesif itu,saya tau dunia kerjamu seperti apa,yang terpenting bagiku adalah kamu bisa bekerja dengan baik dan berkomunikasi dengan aku jika ada masalah". Jelas Jasmine.


"Tapi saya yang prosesif sekarang,semoga kamu bisa memakluminya,saya tidak mau ada lawan jenis yang mendekati istriku. Kecuali teman dan keluarga kita". Kata Vincent.


"Siapa juga yang berani melirik istrimu Pak CEO?". Tanya Jasmine.


"Pokoknya tidak ada yang boleh". Kata Vincent.


"Iya Pak Vincent,punya suami manja nya melebihi anak ku". Kata Jasmine.


Seminggu kemudian,sampailah pada hari ulang tahun Vincent yang di adakan di dalam rumah Vincent. Keluarga Jasmine dan teman-temannya hadir dalam acara tersebut. Mia,Marco,Pak Hadi dan Steven sepakat untuk memberikan kue ulang tahun untuk Vincent. Walaupun hanya kue ulang tahun,tapi mereka memesan kue yang terbaik dan kelihatan sangat mewah.


"Selamat ulang tahun Pak Vincent,senang dengan kue ulang tahun dari kita?". Tanya Pak Hadi.


"Luar biasa,cantik sekali. Terimakasih banyak". Kata Vincent.


"Selamat datang tante Mia,paman Marco,paman Hadi". Sapa Jasen.


"Halo Jasen". Balas mereka.


"Daddy,selamat datang". Lanjut Jasen,dia menuju Steven dan memeluknya dengan hangat.


"Hi sayang,gimana kabarmu? Sini daddy gendong,kamu sudah semakin berat Jasen".Kata Steven.


"Jasen sangat baik,daddy apa kabar?". Tanya Jasen.


"Seperti yang kamu lihat,daddy sangat baik". Kata Steven.


"Dia pasti sangat senang kamu ada disini Steven". Kata Vincent.


"Kalian berdua luar biasa Pak Vincent bisa mengajari Jasen menjadi begitu manis". Kata Steven.


"Sudah sepantasnya,Jasen memang adalah anak yang baik". Kata Vincent.


"Selamat ulang tahun Pak Vincent,panjang umur dan sehat selalu". Kata Mia.


"Terimakasih Mia". Jawab Vincent.


"Selamat ulang tahun Pak Vincent,semoga berkah selalu menyertaimu. Kamu tidak mengizinkan kami membawa kado,terpaksa saya ikut mereka menyiapkan kue ulang tahun ini untukmu,semoga kamu menyukainya". Kata Steven.


"Terimakasih Steven,saya sangat menyukainya. Kalian bisa hadir di acara ulang tahun ku bagiku itu sudah cukup". Balas Vincent.


"Happy Birthday Pak Vincent,dapat kado spesial apa dari Jasmine?". Bisik Marco.


"Saya juga menyuruh Jasmine untuk tidak perlu menyiapkan kado untuk ku". Kata Vincent.


"Jasmine,tidak mungkin kamu tidak ada kado spesial untuk suamimu tercinta?". Ejek Marco.


"Dia sendiri yang menyuruh saya tidak perlu siapkan". Kata Jasmine.


"Bagaimana dengan Jasen? Kamu punya kado buat papamu?". Tanya Steven.


"Daddy,Jasen punya kado buat papa,tapi rahasia. Nanti baru Jasen kasih". Kata Jasen.


"Oh ya,Jasen hebat sekali". Kata Steven.


"Sejak kapan Jasen siapkan kado buat papa?". Tanya Vincent.


"Rahasia juga". Kata Jasen.


"Jasen memang seperti mamanya,penuh dengan kejutan". Kata Pak Hadi.


Setelah mereka semua masuk kedalam,acara pun segera dimulai. Pembawa acara menyuruh Vincent untuk memotong kue ulang tahun yang sudah di sediakan dan membuat harapan. Setelah itu, pembawa acara mempersilakan Jasmine dan Jasen untuk memberikan ucapan kepada Vincent.


"Bu Jasmine,silakan doa dan ucapan atau bahkan ada kado untuk suami tercinta?". Kata pembawa acara.


"Terimakasih,saya hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk suami tercinta. Dia adalah suami yang baik dan bertanggung jawab. Terimakasih Vincent sudah memilih aku menjadi pasanganmu, semoga kamu panjang umur,sehat selalu,dan selalu berkah dalam hidupmu. Saya berharap kita bisa menua bersama,saling berbagi suka maupun duka". Kata Jasmine.


"Terimakasih Jasmine". Balas Vincent yang memberikan sebuah pelukkan untuk Jasmine.


"Bagaimana dengan adik Jasen? Ada yang mau kamu katakan kepada papa tercinta?". Tanya pembawa acara.


"Saya punya kado untuk papa,tapi harus di buka disini". Kata Jasen.


"Ini apa Jasen?". Tanya Vincent.


"Papa buka saja". Kata Jasen.


"Baiklah,Terimakasih sayang. Papa buka sekarang ya?". Kata Vincent.


"Tunjukkan isinya". Kata Jasen.


"Tunjukkan kepada penonton,apa kado dari Jasen?". Kata pembawa acara.


"(Dengan terharu Vincent menunjukan kepada semua yang hadir disana) ini adalah sebuah test pack strip bergaris dua, Jasmine kamu...?". Tanya Vincent.


"Selamat Vincent,sebentar lagi kamu akan jadi ayah". Kata Jasmine.


"Papa,apakah nanti Jasen sudah punya adik,papa tidak akan sayang Jasen lagi?". Tanya Jasen.


"Tidak sayang,papa sudah pernah bilang kepada Jasen,jika suatu hari Jasen punya adik artinya Jasen sudah menjadi kakak. Kamu tetaplah anak papa dan mama. Bagiku,kamu tetaplah anak pertamaku, kamu malaikat kecil yang membawa kebahagiaan dalam hidup papa dan mama". Jelas Vincent.


"Jasen janji kan akan menyayangi dan menjaga adik?". Tanya Jasmine.


"Iya mama,Jasen akan selalu sayang adik". Jawab Jasen.


"Jasen,kakek dan nenek akan selalu menganggap kamu cucu pertama kami, anak sebaik Jasen adalah berkah untuk kami". Kata Pak Robert.


"Terimakasih kakek". Balas Jasen.


Acara ulang tahun Vincent membuat semua orang terharu dan ikut bersuka cita atas kehamilan Jasmine.Vincent sangat bahagia memeluk Jasmine dan Jasen.


Setelah sembilan bulan,akhirnya lahirlah adik laki-laki Jasen,anak dari Jasmine dan Vincent berkelamin laki-laki dengan berat tiga koma lima kilogram dan panjang lima puluh tiga centimeter yang mereka berikan nama Jayden.


…Tamat…

__ADS_1


__ADS_2