The Secret Flowers Sender

The Secret Flowers Sender
Merry kembali berulah


__ADS_3

Pada malam hari,ketika Jasmine sedang mengajar Jasen belajar,terdengar bunyi bel. Kali ini Jasmine yang membuka pintu dan ternyata Vincent lah yang datang.


"Jasmine selamat malam". Kata Vincent.


"Ada apa?". Tanya Jasmine.


"Buka pintunya". Kata Vincent.


"Maaf Vincent hari ini saya tidak bisa menerima tamu,saya sedang mengajari Jasen belajar untuk ujian besok". Kata Jasmine.


"Saya boleh tunggu di dalam? Saya tidak akan mengganggu,saya bersedia menunggu sampai Jasen selesai belajar". Kata Vincent.


"Tidak bisa". Kata Jasmine.


"Ayo lah Jasmine,kejadian tadi pagi bukan salahku,mamaku akan segera membatalkan perjanjian kerjasama dengan pihak mereka. Ini hanya salah paham,saya harap kamu mau mengerti,saya dengan wanita itu tidak ada hubungan apa-apa". Terang Vincent.


"Aku sudah mendengar penjelasanmu,sekarang kamu boleh pulang". Kata Jasmine.


"Kamu jangan marah,aku mengatakan yang sebenarnya". Kata Vincent.


"Saya tidak marah,saya cuman tidak punya waktu meladenin kamu". Kata Jasmine yang segera menutup kembali pintu besarnya.


"Jas...". Ucap Vincent.


Vincent terpaksa harus pulang dengan kecewa. Jasmine kembali mengajari Jasen. Setelah waktunya tidur,Jasmine mendapat banyak sekali pesan ucapan maaf dari Vincent.


Jasmine maafkan aku,saya harap kamu tidak marah kepadaku.Saya berani bersumpah,saya dan wanita itu tidak ada hubungan apa-apa. Yang aku cintai dari dulu hanya kamu.


Jasmine tolong maafkan aku,saya akan selesaikan semuanya. Saya hanya butuh kamu percaya kepadaku.


Jasmine sudah selesai mengajari Jasen? Maafkan aku ya,jika kamu membaca pesan ini,tolong balas pesanku.


Jasmine sama sekali tidak membalas pesan dari Vincent. Karena tidak bisa tidur,akhirnya Vincent menelepon Jasmine.


"Halo Jasmine,kamu sudah membaca pesanku tapi kenapa tidak membalas?". Tanya Vincent.


"Apa yang harus saya balas? saya sudah baca ya sudah". Kata Jasmine.


"Jasmine please...hanya karena omongan wanita itu,kamu jadi marah kepadaku". Kata Vincent.


"Vincent,kamu tadi sudah jelaskan semuanya,dan saya sudah bilang saya tidak marah. Beres kan?". Tanya Jasmine.


"Tapi sifatmu begitu dingin,saya tidak mau hubungan kita semakin menjauh". Kata Vincent.


"Vincent,saya belum menerima kamu,itu tandanya kita sama sekali tidak ada hubungan apa-apa". Jelas Jasmine.


"Saya seharian memikirkan masalah ini,tapi kamu malah mengatakan kita tidak ada hubungan apa-apa". Kata Vincent.


"Itulah kenyataannya,kamu tidak perlu pusing untuk menjelaskan permasalahan ini. Benar atau tidak yang di katakan wanita itu,tidak ada kaitan denganku". Kata Jasmine.


"Lalu bagaimana dengan perasaanmu terhadapku? Apakah sama sekali tidak berpengaruh?". Tanya Vincent.


"Tidak". Jawab Jasmine.


"Hmmm...baiklah". Ucap Vincent.


"Saya tidur dulu,bye". Kata Jasmine.


"Jasmine,saya ingin sekali makan siang berdua denganmu besok".Kata Vincent.


"Saya biasa makan siang dengan Mia dan lainnya". Jawab Jasmine.


"Tapi aku ingin kita makan siang berdua saja". Kata Vincent.


"Besok baru di bicarakan lagi,saya harus tidur dan kamu juga harus tidur". Kata Jasmine.


"Baiklah,selamat malam Jasmine". Kata Vincent.


Jasmine menutup telepon dan bergegas tidur. Keesokan harinya di kantor,Jasmine menerima bouquet bunga dari Vincent. Dan ada memo yang bertulis "jangan lupa nanti siang kita makan siang berdua". Sontak membuat Mia yang mengintip dari samping bersorak gembira.


"Yes...akhirnya". Jerit Mia.


"Kenapa?". Tanya Jasmine.


"Kita semua khawatir dengan kejadian kemarin,tapi ternyata kalian berdua baik-baik saja. Syukurlah,saya akan menelepon Marco memberitahukan hal ini". Kata Mia.


"(Jasmine merebut telepon dari tangan Mia). Mia,saya bahkan belum mengiyakan untuk makan siang berdua dengannya. Please kalian jangan terlalu terpaku dengan hubungan kita". Jelas Jasmine.


"Jasmine,kata-katamu membuatku takut". Kata Mia.


"Kembalilah bekerja". Tegas Jasmine.


"Tapi tolong katakan tidak ada terjadi hal yang buruk di antara kalian". Kata Mia.


"Saya tidak tau". Jawab Jasmine.


"Jangan bilang tidak tau Jasmine". Kata Mia.


"Mia please". Ucap Jasmine.


"Baiklah". Balas Mia.


Wanita bernama Merry itu datang ke perusahaan Pak Robert untuk bertemu dengan Pak Robert disana. Tapi untung saja Pak Robert sedang tidak mau menerima tamu.


"Selamat pagi,bisa tolong sampaikan kepada Pak Robert bahwa saya Merry dari Valley Group ingin bertemu dengannya". Kata Merry kepada resepsionis.


"Maaf sekali Bu,Pak Robert sudah berpesan bahwa beliau sedang sibuk,tidak bisa di nganggu". Balas resepsionis.


"Apakah ada jadwal meeting sepagi ini?". Tanya Merry.


"Saya kurang tau,yang jelas Pak Robert sudah berpesan hari ini tidak menerima tamu". Kata resepsionis.


"Aneh sekali,apa Pak Robert sengaja menghindar dari saya?". Bisik Merry dalam hati.


"Selamat pagi Pak Steven,ini adalah dokumen yang di pesankan Pak Robert untukmu". Kata resepsionis.


"Ehmm...baiklah, Terimakasih". Kata Steven.


"Siapa pria ganteng itu? Apa dia manajer kalian?". Tanya Merry.


"Pak Steven adalah manajer dari devisi tax accounting". Jawab resepsionis.


Merry langsung berjalan mengikuti Steven untuk meminta bantuan agar bisa bertemu dengan Pak Robert.

__ADS_1


"Selamat pagi Pak Steven". Sapa Merry.


"Pagi,siapa kamu?". Tanya Steven.


"Saya Merry,saya dari luar negeri. Kamu dekat dengan Pak Robert? Bisa tolong pertemukan saya dengan beliau?". Tanya Merry.


"Apa hubungan kamu dengan Pak Robert dan apa tujuan kamu bertemu dengannya?". Tanya Steven.


"Aku...aku adalah calon tunangan anaknya. Saya hanya ingin berbicara dengan calon mertuaku". Kata Merry.


"Calon tunangan anaknya?". Tanya Steven yang melihat Merry dari atas sampai bawah.


"Benar sekali,aku kesini untuk bertemu dengan Pak Robert. Tolong bantu aku bertemu dengannya". Kata Merry.


"Hahaha...lucu sekali,kamu sedang bermimpi ya nona?". Tanya Steven.


"Apa yang kamu ketawa kan? Apa yang lucu?". Tanya Merry.


"Jika memang benar kamu calon tunangan Pak Vincent,kenapa mereka tidak menyambutmu? Untuk bertemu dengan Pak Robert saja sampai membuat kamu harus minta tolong kepada staf disini". Terang Steven.


"Pak Robert berpesan kepada resepsionis tidak akan menerima tamu hari ini,tapi dia tidak tau jika aku datang mencarinya. Hmmm...kamu tolong sampaikan kepada Pak Robert bahwa Merry dari Valley Group mencarinya". Jelas Merry.


"Maaf nona Merry,saya tidak bisa. Kerjaan saya disini adalah di bagian tax accounting bukan untuk menyampaikan pesan. Jika Pak Robert sudah bilang tidak menerima tamu,maka memang tidak bisa di nganggu". Kata Steven.


"Apa staf di kantor ini semuanya juga mengenal Vincent?". Tanya Merry.


"Tidak,hanya saya dan pekerja kebun di belakang". Kata Steven.


"Kenapa kamu mengenal Vincent? Apa kamu dekat dengannya?". Tanya Merry.


"Tidak,dia adalah sainganku". Kata Steven.


"Saingan dalam hal apa?". Tanya Merry.


"Kita berdua mencintai orang yang sama. Dan orang tersebut masih belum menentukan pilihannya antara aku dan Pak Vincent". Kata Steven.


"Kalian berdua merebutkan satu wanita? Kenapa? Apa istimewanya wanita itu? Siapa dia?". Tanya Merry yang mulai memanas.


"Orang itu adalah orang yang sangat istimewa di hatiku dan di hati Pak Vincent,karena dia adalah cinta pertama kita berdua". Kata Steven.


"Apakah dia cantik?". Tanya Merry.


"Cantik sekali,jauh lebih cantik dari pada kamu". Ucap Steven.


"Pantas saja Vincent begitu marah ketika saya bilang calon tunangannya, ternyata ada orang yang dia cintai". Kata Merry.


"Dan kamu bilang kamu adalah calon tunangan Vincent? jangan membuat lelucon seperti itu nona, saya bahkan tidak pernah mendengar Pak Vincent menyebut nama Merry". Kata Steven.


"Lalu siapa nama wanita itu?". Tanya Merry.


"Jika aku memberitahumu namanya,apa yang akan kamu lakukan?". Tanya Steven.


"Saya akan mencari perhitungan dengannya". Kata Merry.


"Kamu menyuruh ku memberitahukan nama orang yang aku cintai,lalu kamu akan buat perhitungan dengannya? Kalau begitu tidak bisa". Kata Steven.


"Begini saja,kamu beritahu aku siapa nama wanita itu. Saya akan membantu kamu merebutnya dari Vincent. Bagaimana?". Tanya Merry.


"Saya yang sudah berusaha semaksimal belum bisa merebutnya,apalagi kamu". Kata Steven.


"Kamu yakin?". Tanya Steven.


"Ehm..percayalah padaku". Kata Merry.


"Baiklah,namanya Jasmine. Kamu boleh cari di kantor Pak Vincent". Kata Steven.


"Jadi dia adalah karyawan Vincent?". Tanya Merry.


"Benar". Balas Steven.


"Apa jabatannya disana? Staf dari devisi apa?". Tanya Merry.


"Saya tidak akan memberitahumu jabatan dan dari devisi mana. Yang perlu kamu tau sudah saya kasih tau". Jawab Steven.


"Baiklah,kalau begitu saya akan kesana". Kata Merry.


"Ingat ya,saya tidak mau kamu mencari perhitungan dengan Jasmine. Jika memang kamu bisa merusak hubungan mereka berdua,lakukan yang terbaik. Semoga berhasil". Kata Steven.


"Baiklah". Balas Merry.


Akhirnya Merry mendapatkan jawabanya dan segera ke kantor Vincent. Sementara Steven menelpon Marco untuk memberikan laporan.


"Halo Marco,saya Steven". Kata Steven.


"Ada apa Steven?". Tanya Marco.


"Saya mau tanya,sebenarnya siapa wanita gila bernama Merry itu?". Tanya Steven.


"Kamu juga tau tentang Merry?". Kata Marco.


"Dia datang ke kantor ku untuk mencari Pak Robert,kebetulan beliau tidak mau menerima tamu dan dia datang menghampiriku untuk meminta bantuan. Dia mengatakan bahwa dia adalah calon tunangan Pak Vincent". Terang Steven.


"Lalu kamu mempercayainya?". Tanya Marco.


"Tidak,walaupun saya bersaing dengan Pak Vincent untuk mendapatkan Jasmine, tapi saya tau dengan jelas Pak Vincent itu seperti apa". Kata Steven.


"Situasi sedang kacau,apa kamu mau memanfaatkan situasi ini?". Tanya Marco.


"Tidak Marco. Saya akan mengirimkan percakapan yang saya bicarakan dengan Merry ke kamu. Saya merekamnya di ponselku.Dia sekarang sedang menuju ke kantor kalian. Jika kamu ingin semuanya menjadi baik,maka aku butuh bantuan mu". Terang Steven.


"Steven cukup, kamu ingin aku membantumu untuk kepentingan dirimu sendiri?".Tanya Marco.


"Tidak Marco percayalah padaku,jika kamu ingin menolong hubungan Vincent dan Jasmine,maka kamu harus mendengarkan aku". Kata Steven.


"Katakan lah Steven,tapi saya tidak janji akan melakukan apa yang kamu suruh". Kata Marco.


"Saya tidak akan memaksa,jika menurutmu saranku baik untuk dilakukan maka lakukanlah,jika saranku tidak baik,kamu boleh mengabaikannya". Kata Steven.


"Baiklah Steven,katakan apa rencanamu?". Tanya Marco.


"Begini....".Steven menceritakan semua yang dia rencanakannya kepada Marco dan meminta Marco untuk menolong.


"Baiklah,saya setuju". Ucap Marco.

__ADS_1


Marco mendengar dengan seksama yang ingin Steven mau darinya. Dan dia akhirnya setuju, Steven juga mengirimkan rekaman percakapan dia dengan Merry kepada Marco.Akhirnya Merry sampai juga di kantor Vincent,dia berjalan ke resepsionis untuk meminta di antarkan ke ruangan CEO.


"Halo,tolong sampaikan kepada Pak CEO kalian,saya Merry ingin bertemu dengannya". Kata Merry.


"Baik,sebentar saya sampaikan kepada Pak Vincent terlebih dahulu". Kata resepsionis.


"Hmmm...katakan juga padanya,jika dia menolak untuk bertemu denganku,maka saya akan menemui Jasmine langsung". Ancam Merry.


"Bu Merry silakan,Pak Vincent sudah memberikan izin,saya akan antarkan ibu ke ruanganya". Kata resepsionis.


Setelah sampai di ruangan Vincent,Merry mulai mengintrograsi Vincent dengan sejumlah pertanyaan yang sudah dia siapkan.


"Selamat pagi Vincent,senang bertemu kamu lagi". Kata Merry.


"Ada apa lagi kamu datang kesini?". Tanya Vincent.


"Saya baru dari kantor Pak Robert,ayahmu tidak menerima tamu hari ini,jadi saya datang mencari anaknya". Terang Merry.


"Saya juga sangat sibuk,jika kamu tidak ada keperluan lagi,silakan pulang". Kata Vincent.


"Kenapa kamu begitu dingin terhadap calon tunanganmu? kamu seharusnya menjamu ku dengan baik".Merry berusaha menggoda Vincent dengan berjalan menuju Vincent dan memegang bahunya.


"Merry tolong jaga sikapmu!". Tegas Vincent.


Ternyata semua itu disaksikan oleh Marco yang dari tadi sudah berada di depan pintu.Vincent segera berdiri dan menjauh dari Merry agar tidak terjadi kesalah pahaman.


"Maaf Pak Vincent,saya sudah mengetuk pintu tapi....ternyata Pak Vincent sedang ada tamu,saya akan datang lagi nanti". Kata Marco.


"Tidak apa-apa Marco,silakan masuk.Ada apa mencari ku?".Tanya Vincent.


"Ini laporan yang bapak minta,semua sudah saya rangkum dan ini flashdisc nya". Terang Marco.


"Flashdisc ini untuk apa?". Tanya Vincent.


"Berisi laporan secara lisan". Marco mengedipkan matanya memberikan kode kepada Vincent.


"Hmmm...baiklah Marco,Terimakasih". Kata Vincent.


"Sama-sama Pak,kalau begitu saya permisi". Kata Marco yang segera keluar dari ruangan Vincent.


"Ternyata kamu memang sibuk,katakan saja apa yang bisa saya bantu? Mana tau saya bisa membantumu".Kata Merry.


"Kamu keluar dari ruangan saya sekarang,itu sudah cukup membantu". Kata Vincent.


"Kamu jangan kasar gitu dong sama aku,bentar lagi kita akan menjadi suami istri". Kata Merry.


"Kamu jangan pernah berharap,saya sudah menyuruh ibuku untuk membatalkan kontrak kerjasama dengan pihak kalian". Kata Vincent.


"Walaupun kontrak di batalkan,tidak akan mempengaruhi hubungan kita berdua". Kata Merry.


"Sekali lagi saya katakan kepada mu Merry. Saya dan kamu tidak ada hubungan apa-apa,dan kamu bukan calon tunanganku". Kata Vincent.


"Apa ada seseorang disini yang kamu jaga perasaannya?". Tanya Merry.


"Benar,ada seseorang yang sangat aku cintai,saya harap kamu mengerti". Kata Vincent.


"Kamu berbohong,saat kuliah kamu bahkan tidak pernah dekat dengan wanita manapun". Kata Merry.


"Karena aku sudah mencintai orang itu dari SMA,hatiku hanya untuk dia seorang". Kata Vincent.


"Siapa dia? Kenapa dia begitu spesial? Apa dia cantik?". Tanya Merry.


"Dia spesial bukan hanya wajahnya yang cantik,tapi juga hatinya cantik,perilakunya cantik dan otaknya juga cantik".Terang Vincent.


"Apa dia bernama Jasmine?". Tanya Merry.


"Dari mana kamu mengetahui namanya?". Tanya Vincent.


"Dari staf di kantor ayahmu,seorang pria bernama Steven memberitahuku. Saya pikir dia hanya bercanda denganku,ternyata benar". Jelas Merry.


"Steven memberitahumu?". Tanya Vincent.


"Dia juga mengejar Jasmine kan? Aku tidak mengerti apa istimewanya wanita itu sampai di kejar oleh dua pria ganteng sekaligus". Kata Merry.


"Kamu mengakui dia ganteng? kenapa kamu tidak bersama dia saja?". Tanya Vincent.


"Yang aku suka adalah kamu Vincent,bukan orang itu". Kata Merry.


"Tapi yang aku suka adalah Jasmine,bukan kamu". Kata Vincent.


"Jadi kamu menolakku? Kamu akan menyesal Vincent. Saya akan menyuruh orang tua saya untuk tidak pernah bekerjasama dengan kalian lagi".Kata Merry.


"Saya setuju. Keluargaku juga tidak akan keberatan akan hal itu". Kata Vincent.


"Demi wanita bernama Jasmine itu,kamu...". Ucap Merry.


"Ya,demi dia. Tidak hanya aku,ayah dan ibuku juga sangat menyukai Jasmine. Mereka tidak akan pernah menjadikan kerjasama bisnis sebagai media untuk menjodohkan anaknya". Terang Vincent.


"Apakah Jasmine sudah menerima cintamu?". Tanya Merry.


"Itu bukan urusanmu". Kata Vincent.


"Sepertinya yang di katakan Steven benar.Dia masih belum menetapkan pilihan antara kalian berdua,jika Jasmine memang mencintaimu,dia tidak akan menggantungkan perasaanmu. Dia hanya bermain-main untuk mendapatkan simpati dari kedua pria yang mengejarnya". Jelas Merry.


"Jangan pernah sebut Jasmine seperti itu,tolong jangan membuat saya marah". Kata Vincent.


"Apa yang saya katakan itu benar". Kata Merry.


"Dia punya alasan dan pertimbangan sendiri,saya tidak akan mendesaknya". Kata Vincent.


"Kamu salah menilai nya,karena cinta kamu menjadi buta. Sadarlah Vincent,Jasmine tidak pernah mencintaimu". Kata Merry.


"Lalu bagaimana denganmu? Hanya kontrak kerjasama antara kedua pihak,kamu sampai datang kesini dan mengaku sebagai calon tunangan pria yang tidak mencintaimu. Yang lebih buta dan bodoh kamu atau aku?". Tanya Vincent.


"Vincent kamu sungguh keterlaluan!". Teriak Merry.


"Jangan berpikir keluargamu kaya raya bisa sesuka hatimu bertindak. Bisnis ya bisnis,tidak ada bisnis yang bisa membeli perasaanku". Kata Vincent.


"Liat saja nanti...". Ancam Merry.


"Terserah apa yang kamu lakukan,saya tidak mau kamu datang mengganggu aku lagi". Kata Vincent.


"Baiklah,aku permisi". Kata Merry.

__ADS_1


Merry segera keluar dari ruangan Vincent dengan kesal. Dia sempat mengancam Vincent,apakah Merry akan menyerah begitu saja atau semakin menjadi? Sebenarnya apa rencana Steven dengan Marco? Kenapa Marco langsung mengiyakan untuk membantu?


__ADS_2